( Duda The Series )
Yafiq - Raisa Story
Sedang tahap Revisi, guna meningkatkan kualitas tulisan 🙏
Seorang anak bernama Bagas, yang sangat mendambakan memiliki sosok Ibu.
Untuk menemani hari-harinya, mendampingi, serta menjaganya. Dia sangat iri dengan anak-anak lain apalagi, teman di sekolah TK-nya.
Beberapa bulan ini, Bagas selalu memperhatikan Raisa, seorang pelayan di cafe sahabat Papa-nya. Karena, gadis itu polos, cantik, ceria, dan juga sangat menyukai anak kecil. Maka dari itu, dia mencari cara agar Raisa bisa menjadi Ibu sambungnya, dan, menikah dengan Yafiq Ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-yen94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 18
Saat Raisa sedang mengecup kening Bagas, seorang pria yang sedari tadi memperhatikan mereka, kemudian menyapanya.
" Raisa ! " sapa Reno.
" Astaghfirullah', suara ini. ! " batin Raisa.
Gadis itu menoleh, kemudian mulutnya menganga lebar.
" Reno. Kyaaaa ! " seru Raisa.
keduanya begitu heboh, sehingga membuat Bagas menggelengkan kepalanya sembari bersidekap.
" Mama tuh masih labil apa ya?. Tadi dewasa banget, sekarang malah kayak anak kecil gandengan tangan sambil loncat-loncat kayak gitu. Apa nggak malu uuh ! " batin Bagas.
" Ya ampun, bukannya itu Papa. Karena Papa lagi sama Tante Lidia, aku mau bikin Papa cemburu ah. ! " ujar Bagas.
Kemudian dia mengajak Raisa untuk duduk di bangku, dengan posisi Reno berhadapan dengan Raisa, dan, dia di samping Ibu sambungnya.
" Om nanti suapin Mama ya ! " ujar Bagas.
" Huh, Ra dia anak kamu. Kapan kamu menikah? " tanya Reno .
" Aku jelaskan nanti ! " ujar Raisa.
" Gak usah dijelasin Mama. Om sebenarnya aku itu anak tiri Mama Raisa. Aku punya Papa kandung, tapi dia nggak sayang sama aku. Dan, sebentar lagi Mama Raisa, dan, Papa bakalan nikah. Bagas pengen liat Mama dan Papa bersatu mereka serasi tahu, ya walaupun Papa udah punya tunangan. Tapi, doain ya Om supaya pada akhirnya Bagas bisa mempunyai keluarga yang sesungguhnya ! " cerocos Bagas.
Reno terharu, hingga menitikan air matanya. Pria tampan kekar, dan agak sedikit kewanitaan itu akhirnya berkata pada Raisa. Dia bilang kalau Raisa harus menjaga Bagas dengan baik.
" Aku jadi teringat istri dan anakku yang baru saja meninggalkan aku. Ra, kamu harus menjadi ibu yang baik untuk anak ini ! " ujar Reno.
Raisa mengangguk cepat sebagai jawaban. Sudah lama sekali tidak bertemu, sekarang sahabatnya itu berubah menjadi pria dewasa. Dia menikah muda dengan Ane akan tetapi, satu tahun yang lalu, mengalami kecelakaan dan dalam keadaan sedang mengandung buah hati mereka.
" Ren, sabar ya ! "
" Ah sudahlah, itu kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Sekarang kamu suapin Bagas, aku suapin kamu nanti ! " ujar Reno.
" Oke, maaf banget ya udah bikin kamu sedih ! " seru Raisa.
" Em, sudah jangan dibahas lagi ! " ujar Reno.
Kini Reno sesekali menyuapi Raisa makan, sedangkan Raisa menyuapi Bagas. Mereka terlihat begitu menikmati makanannya, terlihat seperti keluarga bahagia.
Yafiq yang melihat kemesraan Raisa dan Reno merasa tidak nyaman, dia cemburu. Tidak tahu mengapa, ingin rasanya membawa calon istri dan anak kandungnya itu pergi dari sini.
Namun, dia tersadar kembali ketika Lidia menyuruhnya untuk masuk dan memilih tempat duduk mereka. Semakin dekat, dan semakin dekat dengan Raisa. Sampai pada akhirnya Lidia berkata jika mereka adalah keluarga harmonis, pasangan muda yang membuat sekitar iri melihatnya. Raut wajah Raisa maupun lelaki yang Yafiq perkirakan lebih muda darinya itu, begitu bahagia. Juga Bagas yang saat ini sedang di suapi oleh Raisa.
Sungguh tidak tahan lagi, tapi bagaimana pun di dalam hatinya selalu ada Lidia. Dia selalu bilang jika Lidia adalah segalanya. Jadi, mengapa harus mempedulikan Raisa dan lelaki itu.
" Kamu kenapa sih dari tadi ngelamun terus, bukanya kamu bilang ya. Kalau kamu makan, tapi kok jadi gini sih ! " kata Lidia kesal.
" Maaf Sayang, aku emang nggak fokus. Ya udah kita pesan makanan ! " ujar Yafiq.
" Ya udah, aku pesan duluan ya ! " ujar Lidia.
Setelah memilih menu, beberapa saat kemudian, keduanya kini menikmati hidangan makanan yang sudah mereka pesan. Lidia nampak begitu lahap dalam memakan, makanannya. Sebaliknya, tidak dengan Yafiq. Pandangan matanya tidak beralih dari Raisa dan pria yang saat ini sedang bersama gadis itu dan putranya.
Di sisi lain, Raisa, Bagas, dan, Reno ketiganya telah selesai makan malam. Mereka memutuskan untuk membayar makanan, dan, setelahnya pulang. Bagas digandeng oleh Raisa dan Reno pose ini terlihat seperti Ayah, dan, Ibu yang sedang menjaga putra mereka.
" Aku antar kamu pulang bagaimana ? " ujar Reno.
" Kalau nggak keberatan sih boleh hehehe ! " jawab Raisa.
" Ya udah hayuk, keburu kemalaman nanti ! " ujar Reno.
Raisa mengangguk cepat sembari mengeluarkan senyuman manisnya.
" Sepertinya, aku berhasil bikin Papa cemburu hehehe ! " batin Bagas.
Dia bahagia , melihat Yafiq yang tidak fokus berjalan dengan Lidia, kekasih Ayah-nya.
" Kamu ngapain senyum-senyum sendiri ? " tanya Raisa.
" Tidak ada, Ma. Ayuk pulang, Bagas ngantuk nih ! " ujar Bagas.
Wajah polos nan imut itu benar-benar membuat hati siapapun luluh pada bocah kecil ini. Begitu pun Raisa. Dia kemudian menyuruh Reno, agar mengantarkan mereka pulang ke rumahnya.
" Ini rumah kamu Ra ? " tanya Reno.
" Iya, kapan-kapan mampir ya, ingat apartment no 5 okey ! " kata Raisa tersenyum.
" Pasti suami kamu orang kaya, yang seperti ini aja dibilang nggak ada artinya, lah yang ada artinya bakalan seperti apa ? pasti lebih dari ini . " ujar Reno.
Pria itu berdecak kagum melihat dari luar halaman apartemen ini, yang mana penghuninya tidak sembarangan. Bahkan ini termasuk mewah sekali, mungkin sekelas artis atau simpanan para pejabat yang menghuninya. Jika dibandingkan sepupunya, sepertinya suami Raisa lebih hebat.
" Eh, Ren. Makasih ya, lain kali aku yang teraktir kamu ! " ujar Raisa.
" Baiklah, aku tunggu ! "
" Bagas kamu harus bilang terima kasih samo Om Reno ! " ujar Raisa.
" Om terimakasih ya, Ma hayuk Bagas ngantuk! " ujar Bagas.
Anak itu mencari alasan agar cepat masuk ke dalam rumahnya, dia tidak rela Raisa berlama-lama dengan pria lain. Yang terjadi tadi hanyalah dalih untuk memanasi Yafiq saja. Tidak dengan sekarang, Yafiq sudah tidak lagi melihat mereka.
" Oh baiklah, Ren. Maaf ya, aku masuk dulu. Maaf dan terimakasih untuk hari ini ! "ujar Raisa.
Reno mengangguk, dia tersenyum manis sekali. Dan, Raisa pun tidak kalah tersenyum begitu manis sehingga membuat Bagas kesal dan cemburu karenanya .
" Ra, kamu masuk gih. Aku pulang dulu ya, Assalamualaikum ! " ujar Reno.
" Waalaikummussalam, kamu pulang aja dulu. Nanti aku masuk ! " ujar Raisa.
" Baiklah ! "
Reno kemudian memasuki mobilnya, dan melambaikan tangannya. Kemudian dia membunyikan klakson, dan bergegas pergi meninggalkan mereka.
Raisa kemudian berbalik dan berjalan menuju gerbang apartemen tersebut. Kemudian mengeluarkan sebuah kartu dimana Yafiq yang memberikan itu. Dan segera, membuka gerbangnya, setelah itu memasuki lift dan menekan tombol no 5. Sampailah dia di kediamannya.
" Assalamualaikum ! "
" Waalaikummussalam, Nyonya. Tadi Ibu anda sudah tidur ! " ujar pelayan.
" Baik, terimakasih Bi. Bibi sekarang boleh istirahat ! " ujar Raisa.
Wanita paruh baya yang di panggil Bibi itu kemudian menganggukkan kepalanya, Raisa tersenyum manis kepada kemudian berlalu.
" Baiklah Bagas, tunggu 30 menit kemudian kita tidur oke ! , Karena baru 30 menit yang lalu kamu makan. Nggak baik kalau langsung tidur, ganti pakaian dan kita nonton TV dulu ya ! " ujar Raisa.
Bagas mengangguk, anak itu begitu menurut sehingga membuat Raisa begitu menyayangi dia seperti anak kandungnya sendiri.
" Manis banget sih, Kalau suatu hari aku meninggalkan dia. Bagiamana dia akan hidup bahagia, ah sudahlah tidak usah dipikirkan ! " batin Raisa.
^^^**Bersambung...^^^
^^^A-yen94**^^^