Judul sebelumnya 'Sahabatku, Duri Pernikahanku'
Apa wanita ditakdirkan untuk menangis? Apa wanita tidak memiliki kebahagiaan?
Wanita ingin merasa bahagia. Baik istri pertama atau kedua.
Hal apakah yang harus ditangisi oleh wanita? Hal apa yang istimewa?
inilah kisah
Air mata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fatmass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 19
"Maafkan aku Bel!" Lirih Dhani.
Bella tidak menghiraukan Dhani dan pergi menuju kamarnya. Mengunci diri di kamar dan dilihatnya seisi kamarnya. Ia menangis lebih keras bahkan lebih hebat dari sebelumnya.
Ia menangis melihat anaknya yang ada di keranjang dimana dirinya dan Dhani saling bertukar pilihan. Menangis ya Bella terus menangis sampai membuat anaknya juga ikut menangis. Bella pun tanpa mengusap air matanya menggendong anaknya.
Namun sulit bagi Bella untuk memberi ketenangan bagi anaknya, Bella semakin menangis saat dirinya menggendong Adit.
"sayang! maafkan bunda hiks hiks" Lirih Bella mengusap punggung Adit.
"Maafkan bunda jika hiks jika kau harus hiks bunda nggak kuat sayang!" Isak Bella.
tok tok tok...
"Bel buka pintunya bel!" Teriak Dhani.
Bella pun segera mengambil koper yang ada di atas lemari dan ditaruhnya bajunya dan pakaian milik Adit. Setelah semua siap Bella pun membuka pintunya dan pergi tanpa menghiraukan Dhani.
"Bel aku mohon jangan gini. Aku minta maaf oke aku salah tolong maafkan aku!" Pinta Dhani.
Bella pun menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Dhani. Ditatapnya Dhani dengan matanya yang sembab karena habis menangis.
"Apa dengan minta maaf sakit hatiku terobati? Apa dengan minta maaf kau bisa membuat keadaan seperti dulu Mas?" Tekan Bella.
"Bagaimana bisa Mas? Kau bercinta dengan Santi. Santi sahabatku. Sahabatku Mas kau ingat? dan kau dengan teganya bercinta dengannya disaat aku sedang hamil anak kita?" Timpal Bella dengan air matanya yang kembali bercucuran.
"Waktu itu Mas khilaf Bella. Santi yang telah menggodaku!" Seru Dhani memohon.
"Apa itu dinamakan khilaf Mas? atau itu yang dinamakan tergoda?" Tanya Bella kecewa.
Dan Dhani lagi lagi hanya bisa diam. Memang benar semua yang dikatakan Bella. Dirinya tega mengkhianati Bella disaat Bella hamil dan malah tergoda dengan Santi.
Dhani berpikir seandainya dulu dia tidak menerima kata cinta Santi mungkin saat ini dirinya tidak mengecewakan Bella tapi sudah terlambat. Bella terlanjur sakit hati dan kecewa.
"Aku ingin pergi dengan Adit dan akan tinggal di rumah ibuku dulu!" Timpal Bella.
"Dan ingat mas. Aku ingin kita pisah!" Ujar Bella yang langsung pergi dari hadapan Dhani dan mulai menangis saat berada di luar rumah.
"Bella"
"Bella aku mohon!"
"Bella aku masih mencintaimu!" Lirih Dhani terlemas dan terjatuh di lantai.
...•••••••••••••••...
Bella terus berjalan namun masih dengan tangisannya entah setelah melihat Adit tertidur dirinya merasa sangat bersalah kepada anak yang belum menginjak satu minggu itu.
Bella tidak memperdulikan bagaimana tatapan orang memandangnya. Bahkan sebuah kata malu tidak membuat Bella menghilangkan rasa kecewa dan sakit hati terhadap suami dan sahabatnya.
sampai sebuah mobil menghampirinya
"Dokter?" Lirih Bella menatap Dokter Diana yang memberhentikan mobilnya di samping Bella.
Dokter Diana sudah menyimpulkan jika kini Bella sedang dilanda masalah terlihat dari wajahnya yang kusut. Dokter Diana pun memeluk Bella. Dan benar saja Bella langsung menangis histeris di pelukan Diana.
"Sudah Mbak Suami mbak bukanlah suami terbaik untuk Mbak Bella!" Lirih Diana mengusap punggung Bella.
Bella pun menatap ke arah Diana.
"Bagaimana dokter bisa tau?" Kata Bella menatap ke arah Diana.
Diana hanya tersenyum dan menuntun Bella untuk masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil sudah terdapat Kayla anak dari dokter Diana yang menginjak umur 7 tahun.
"Mbak ini anak saya, Kayla!" Seru Diana.
Bella hanya tersenyum.
"Tante adiknya lucu!" Seru Kayla.
"iya kamu mau main? bentar tante tidurin dulu ya!" Seru Bella menyiapkan tempat tidur untuk Adit dan membiarkan Kayla bermain dengan Adit.
hiks hiks.
Bella kembali menangis di samping Diana.
"Mbak Bella mau kemana?" Tanya Diana.
"Antar saya saja nanti saya tunjukkan jalannya!" Timpal Bella.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
😘😘😘
nnti klo udh nymbung lgii
coba ke avan dlu brgkali udh bnyak up nya