NovelToon NovelToon
Let'S Get Married

Let'S Get Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:352.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rozalina Apriani

Saras wati versi moderen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rozalina Apriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Bandung

Dengan senyum lebar Eduard memandang kebawah tempat Amara dan Sahira duduk, sementara seorang Bapak-bapak yang tubuhnya terlihat kecil di sandingkan dengan Eduard sedang memasang peralatan outboud padanya.

Amara melambaikan tangan dengan semangatnya, sesekali ia memasukkan cemilan dan meneguk minumnya.

Sahira hanya memandangi Amara heran, ia tidak mendongak untuk melihat Edu yang masih saja memandangi mereka. Sahira hanya sibuk memasukkan cemilan ke dalam mulut dan melihat-lihat alam sekitar, matanya menari lincah melihat bocah-bocah yang berlari-larian dengan Ibunya yang juga ikut lari-larian karna takut anaknya jatuh.

'Akan seperti itulah jika saya jadi seorang ibu kelak'

Eduard memandang lintasannya.

Ekspresinya seperti takut, namun ketika ia melihat ke arah dua gadis di bawah ekspresinya langsung berubah bersemangat.

"Ayo Kak, aku mendukungmu," teriak Amara lantang yang membuat Sahira menutup sebelah kupingnya.

'Kalau di liat-liat mereka serasi juga,' Sahira menatap Amara dan Edu secara bergantian.

"Hahhaha," Sahira tertawa sendiri yang membuat Amara terheran.

"Ada apa Kak?" tanya Amara heran denga sikap Sahira yang tidak ada angin, tidak ada hujan malah tertawa.

"Ngak," Sahira masih senyum-senyum.

Entah kenapa Sahira merasa geli membayangkan Amara dan Edu bisa bersama, akan seperti apa respon Agatha.

"Eh, kita kesana yuk?" Sahira menunjuk kursi yang di dekatnya banyak bunga-bunga bermekaran.

"Ayuk Kak," Amara melupakan siapa yang sedang ia semangati tadi.

"Tapi..." Amara nampak berpikir.

'Ternyata dia memang tidak bisa jauh dari Edu,' batin Amara.

"Gimana kalau kita beli ice cream dulu, pasti lebih enak duduk disana sambil makan ice cream," ucap Amara seperti anak kecil. Mungkin Amara sudah lama menginginkan suasana seperti ini, jalan dengan kakak perempuanya.

"Hahaha," Sahira kembali cekikikan.

"Kenapa? Kakak ngetawain aku karna mau makan ice cream ya."

"Ngak bukan itu."

'Ku pikir kamu ngak mau jauh-jauh dari si Edu, ternyata berubah topik dikit langsung lupa, Hahhaha' masih cekikikan dalam hati.

"Kak... Kakak kan pengen tuh punya Kakak perempuan, gimana kalau jadi Kakak aku aja?"

"Idih ngak nyambung," ucap Sahira, mereka berdua sambil menjilati ice cream coklat.

"Hahaha," Amara tertawa dengan hidung yang coklat terkena ice cream.

Sahira mengambil tisu dari dalam tasnya dan mengelap hidung Amara.

"Ternyata begini rasanya punya Kakak perempuan, hehe," Amara kembali menjilat ice cream.

"Ngak juga, Kakak liat tetangga dekat rumah Kakak dua saudara cewek malah hobi berantem. Tiap hari malah Kakak denger mereka berantem."

"Oh... ada ya yang begitu, aku kira pada akur semua kalau sesama cewek. Kan asyik ada temen curhat setiap hari."

"Ngak semua karakter sama Amara, kalau yang gampang emosian pasti gampang juga berantem."

"Iya ya," Amara mengangguk polos, sikapnya hari ini sama sekali tidak menceritakan bahwa dia seorang direktur di perusahaan besar.

"Eh, Kak kita belum photo di sini," Amara meraih ponsel dari tasnya.

Sahira dan Amara asyik berphoto, berkali-kali mereka berpindah tempat.

Tiba-tiba ada yang mengambil ponsel Amara.

"Kak Edu."

Wajah Edu di tekuk seperti kasur lipat.

"Kak, kenapa ponsel aku di ambil, lagi asyik photo nih."

"Hahaha, ayik photo ya. Siapa tadi yang mau ke tempat outbound dan bilang mau nyemangatin hah?" tawa Edi yang di paksakan.

"Hehe, Kakak aku lupa kalo Kakak tadi lagi di atas. Lagian Kak Sahira yang ngajakin pergi," bertingkah polos layaknya anak yang baru melakukan kesalahan.

Edi melirik Sahira yang sudah cekikikan menjauhi mereka.

"Eh, Nona tunggu, kamu sengajakan ngerjain saya?"

"Ya... kalau ia kenapa, kalau ngak juga kenapa?" Sahira tersenyum geli.

"Tunggu saja Nona, akan ku buat kau jatuh dalam pelukanku dan mencintaiku sepenuh hatimu," teriakan Edu membuat orang sekitar memandangi mereka dan sukses membuat Sahira merasa malu.

"Dan kau bocah, semudah itu ya... tadi kau begitu semangat seolah dunia ingin kau berikan padaku namun setelah ada yang mengajakmu pergi, langsung kau tinggalkan aku sendiri."

"Hahaha," ucapan Edu bukan seperti marah malah seperti sedang opera yang membuat Amara tepingkal-pingkal.

"Kalian berdua, tunggu balasanku, hahhaha," benekan pinggang seolah berada dalam drama kolosal.

"Udah dulu dramanya, kita lihat seheboh apa kuliner di sini." Edu mengajak mereka berdua ke Resto.

"Tapi kita sholat Zduhur dulu ya baru makan," Sahira menimpali.

"Siap Nona."

"Jangan cuma siap, Kakak sholat juga dong."

"Tentu, bocah pelupa. Masak ngak sholat, ngak etis lah."

"Oh... dia Islam juga," gumam Sahira.

"Iya dong Nona."

"Iya, tapi jarang sholat." Amara menimpali.

Selesai sholat mereka berjalan menuju tempat kuliner. Area wisata memang sudah mencakup segalanya, termasuk melihat spesies burung, outbound dan tempat-tempat kuliner.

#

"Chirss,...," ucap Amara mengajak berphoto dengan meja yang sudah penuh dengan hidangan.

Seketika Edu dan Sahira tersenyum di depan kamera. Setelah melihat photonya baru Sahira sadar bahwa mereka berjejer, Amara, Sahira, kemudian Edu, mereka tampak bahagia sekali.

"Bagus," Amara senyum-senyum.

"Hapus aja ya," pinta Sahira yang menyesal.

"Terkirim," Amara tidak menggubris, tetap senyum-senyum.

"Terkirim, maksudnya?" tanya Sahira yang di abaikan tadi.

"Aku kirim ke Kak Aga."

"Apa?" Sahira menganga.

"Hahaha, bagus," Edu mengacungkan jempolnya.

"Amara, kenapa di kirim ke Kakak mu."

"Ngak papa Kak, lagian kenapa Kakak harus seheboh itu. Aku kan adiknya, wajar memberi tahu kegiatan ku sama Kakak. Itu wajar Kak, wajar."

Edu mengangguk.

"Ya, tapi ngak perlu photo yang itu."

"Kenapa? Ini bagus kok."

"Ya, bukan masalah bagusnya."

"Terus masalahnya apa? Kakak takut Kak Aga cemburu?"

"Ya, bukan itu juga."

"Ya terus kenapa?"

"Ngak Papa deh," ucap Sahira lemah.

'Apa yang ku pikirkan? Mana mungkin Agatha cemburu, begoknya aku. Pasti dia cuma liat dan menutup ponselnya kembali tak perduli' batin Sahira sambil menyeruput minumannya.

Amara menyembunyikan tawanya, ingin ia terbahak. Ini adalah caranya mengetes apakah Agatha cemburu atau tidak. Dari awal ia mengundang Edu untuk datang inilah tujuannya.

#

Dentingan watshap di biarkan begitu saja oleh Agatha, ia masih berkutat dengan notebooknya.

Setelah menyelesaikan pekerjannya barulah membuka ponselnya.

"Amara? photo apa yang dia kirim," membuka photo, seketika wajah Agatha berubah menjadi merah tomat.

"Anak ini... cih," mendesis kesal dan memabanting ponsel ke tempat tidurnya.

Agatha mondar-mandir di kamar menjalankan kursi rodanya, begitulah kalau orang sedang bingung berjalan kesana kemari ngak jelas. Agatha menggerakkan kursi rodanya kesana lemari ngak jelas juga.

Setelah beberapa lama ia berpikir dan meredakan emosinya.

Agatha mengambil ponselnya kembali.

"Sore harus sudah ada di Jakarta, saya butuh bantuanmu?" Agatha mengirim pesan tapi bukan membalas Amara, ia mengirim ke Sahira.

1
Lina Katarina
,Yach,,, bos edun
espe89
aneh ini thor..bukannya sahira pindah ke bandung di kantor adiknya agatha?kan bisa dapet nomor hpnya dari adik kandungnya..
Leony Angelia
lanjut
Ita Sinta
lanjut thour semangat💪
𝕄𝕣•𝕡𝕤𝕪𝕔𝕙𝕠𝟘𝟙𝟚
oke ditunggu Sea2 nya, Thor
mongky buruk rupa
Vlnjut kak.... Aga ma shapira blm MP kwkwkwkw
ratu adil
selalu d tunggu kak....edu ma maera ae adekx aga hihihi
Yuni Radja Leba
malas baca, masa sih cinta monyet masa SMP sulit dilupakan..
lebaiiii..
Rozalina Apriani: SMA kak bukan SMP
total 1 replies
AriN
Ya Allah...udh serius2 baca...malah ada kata "mencoba mencret" kn auto ngakak... astaghfirullah...😅😂
Ita Sinta
ko tamat,,,blom MP kirain d bab selanjut nya akan MP🥺
Anonymous
Appaahhh...dah tamattt....tiiddaakkkk....!!
Undri
wlahhhh
Fatih Asy Syauqie
Wah udah tamat
Eko Budi
Di tunggu thoor season 2 nya
mongky buruk rupa
Bner nkah tp blm MP. Sak udh tamat thor... T. Atx stlah pindah rmh dan udh MP bru tman d lanjut seseon 2 sahira hamil bb tu jdi g ganfung
Fatih Asy Syauqie
Akhirnya. Nunggu bucinnya aga
mongky buruk rupa
Akhir nkah jga hihihi... Penasaran ma MPx wkkwkwkwkw
Ita Sinta
orang klw d ajak belanja seneng donk jangan membantah🤭
Eko Budi
Akhirnya married juga...lama nunggunya thoor
Anonymous
senangnya....ga pake bertele2 sekarang udah nikah aja mrk...semoga samawa😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!