NovelToon NovelToon
Perjodohan Karena Hutang 2

Perjodohan Karena Hutang 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta beda status / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 5
Nama Author: Maisy Asty

Mohon diharapkan sopan dalam berkomentar.

Sebelum membaca novel ini disarankan membaca perjodohan karena hutang yang pertama dulu ya, karena ini adalah cerita lanjutan perjodohan karena hutang pertama.

Disini saya akan menceritakan tentang kehidupan anak-anak mereka, yang tentunya tidak kalah seru dengan para orang tua mereka.

Danis adalah anak dari Risa dan Denis, Danis yang terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan tapi tiba-tiba Denis mengambil semua fasilitas yang Denis berikan pada Danis.

Dan tentunya kenapa Denis mengambil semuanya, Denis punya alasan tertentu dan ingin membuat anaknya bisa menghargai apa yang dia punya bukan menghambur-hamburkannya tidak jelas.

Sampai akhirnya Danis hidup menjadi laki-laki biasa karena hukuman dari sang papa dan bertemu dengan seorang gadis yang sangat membenci laki-laki kaya.

Dan pertemuan itu membuat Danis jatuh hati pada gadis itu. Tapi bagaimana cara Danis jujur pada gadis itu kalau dirinya adalah anak orang kaya? Sedangkan gadis itu sangat membenci laki-laki kaya. Ya tentunya sang gadis juga punya alasan kenapa dia bisa membenci laki-laki kaya.

Penasaran dengan cerita cinta mereka? Dan bagaimana nanti Danis akan mengatakan kejujuran pada sang gadis.

Baca yuk karya Author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.Keceplosankan jadinya.

"Kamu tahu tempat seperti ini darimana? Kamu kan hanya pelayan cafe?" Mata Anin tertuju pada Danis.

Danis memasang wajah gugup, kini ia merasa bingung apa yang harus ia jawab?

"Emmhh...... Anin...."

"Tentu saja, Danis tahu dari aku Anin." Celetuk Dafa, yang lagi-lagi harus berbohong pada Anin untuk menjaga rahasia sahabatnya itu.

"Iya benar, aku tahu dari Dafa," Danis tersenyum penuh salah pada Anin.

"Maaf Anin, aku tidak bisa memberitahu siapa aku sebenarnya padamu." Danis merasa bersalah dalam hatinya.

Mungkin untuk saat ini, menurut Danis berbohong pada Anin lebih baik biarpun nantinya Danis tahu, pasti Anin akan kecewa kalau mendengar kenyataan yang sesungguhnya tapi Danis bisa apa? Ia mau jujur sekarang tapi ia tahu Anin tidak tertarik dengan laki-laki kaya, sedangkan Danis sudah terlanjur kesem-sem sama Anin. Jadi Danis memilih terus berpura-pura miskin untuk mendapatkan hati Anindiya Zahira.

"Oh iya, kalian kan berteman." Kata Anin sambil menganggukan kepalanya.

"Kak Anin, ayo kita pilih tas keluaran terbaru!" Aqila menarik tangan Anin, ia mengajak Anin masuk ke dalam toko tas branded.

Dalam hati Anin, ini pasti mahal-mahal sekali. Ini juga pertama kalinya aku masuk ke toko barang branded. Gajianku tidak akan cukup untuk membeli barang-barang disini.

"Tapi Qila, aku tidak akan mampu untuk membeli barang-barang di toko ini. Gajianku cuma cukup buat hidup aku sehari-hari saja." Kata Anin pada Aqila, tapi Aqila malah tersenyum simpul pada Anin.

"Itu tidak masalah kak, kakak bisa membeli apa saja yang kakak mau. Nanti Qila yang bayarin," Kata Aqila dengan begitu antusias.

Dafa dan Danis masih terdiam, mereka berdiri dan terus memperhatikan dua gadis itu yang sedang sibuk memilih tas-tas keluaran terbaru.

"Lihat, dia adalah gadis yang begitu sederhana sampai kapan kamu akan membohonginya?" Tanya Dafa dengan sorot mata penuh tanda tanya.

"Ntahlah, yang jelas aku akan jujur padanya tapi tidak sekarang." Jawab Danis, ia berjalan menuju ke tempat Anin dan Aqila, Dafa juga mengikutinya dari belakang.

"Dafa, bayar semua belanjaan hari ini nanti aku akan ganti semuanya kalau hukumanku sudah berakhir dan semua fasilitas aku sudah kembali." Kata Danis sambil melihat-lihat tas yang menurutnya cocok untuk Anin gadis yang begitu sederhana.

"Iya iya, akan bayar semuanya." Jawab Dafa.

"Untung uang tabungan aku banyak, dan gajianku gede." Gumam Dafa dalam hati.

Danis mengambil salah satu tas berwarna hitam yang tidak terlalu besar dan modelnya simple, menurut Danis tas itu akan cocok untuk seorang Anin yang begitu sederhana.

"Anin...." Danis memanggil Anin, Anin menoleh kearah Danis.

"Ada apa?" Tanya Anin.

"Ini cocok untukku." Danis menunjukkan tas pilihannya pada Anin.

Danis berjalan menuju ke tempat Anin berdiri, ia menghampiri Anin lalu memberikan tas pilihannya pada Anin.

"Ini mahal sekali, uangku tidak akan cukup untuk membeli ini." Anin menolak tas yang diberikan Danis secara halus.

Dafa menghampiri Anin dan Danis, ia tersenyum pada mereka.

"Anin, kalau kamu kamu boleh membelinya! Nanti aku yang bayar." Dafa tersenyum pada Anin dengan begitu manis.

"Tidak, aku tidak mau!" Tolak Anin dengan halus.

Aqila berjalan menghampiri mereka, ia juga tersenyum pada semuanya.

"Tidak apa-apa, aku yang akan membayarnya." Dafa memaksa.

Lagi-lagi Anin menggelengkan kepalanya, Anin merasa tidak enak jika sampai Dafa membelikan tas semahal pada dirinya. Tapi Dafa tetap memaksanya karena ini adalah perintah dari Danis.

"Iya Kak Anin, ini bagus dan jangan pikirkan soal harga, kalau kakak tidak mau di bayarkan oleh Dafa. Biar Aqila yang membayar tas kakak ini," Aqila mencoba menawarkan diri.

"Aqila, biar belanjaan kamu aku juga yang membayarnya, berikan mana tas pilihan kamu dan Anin aku akan membawanya ke kasir." Dafa mengambil tas pilihan Aqila di tangan Aqila, lalu ia juga mengambil tas pilihan Danis untuk Anin.

"Sekarang kalian tunggu disini!" Dafa berlalu pergi menuju ke kasir.

Danis, Anin dan Aqila, mereka menunggu Dafa yang sedang pergi ke kasir.

.

.

Sesampainya di kasir, Dafa langsung membayar kedua tas tersebut. Tentu saja untuk membayar tas-tas itu Dafa mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. tapi demi sahabatnya lagi-lagi ia harus iklhas.

"Danis, mudah-mudahan kamu menjadikan Anin sebagai istrimu dan lupakan Fani." Doa Dafa dalam hatinya.

Setelah membayar tas-tas itu, Dafa kembali dengan membawa dua paper bag lalu memberikan kepada Anin dan Aqila.

"Dafa, sungguh ini sangat berlebihan! Aku akan mencicilnya nanti untuk membayarnya." Kata Anin sambil menerima paper bag dari tangan Dafa.

"Tidak perlu, ini aku belikan untukmu." Dafa menolak dengan senyum simpul disudut bibirnya.

Danis hanya bisa menyembunyikan senyuman, sebenarnya kalau Danis kembali menjadi Danis yang dulu lagi. Ia bisa membelikan apa saja buat Anin, tapi kalau untuk saat ini Danis hanya bisa meminta bantuan dari Dafa, karena yang Anin tahu ia hanyalah pelayan cafe.

"Sekarang kita mau kemana lagi?" Tanya Dafa pada semuanya.

"Bagaimana kalau kita makan dulu aku lapar," Aqila memasang wajah menggemaskan, membuat Dafa tidak tega pada dirinya.

"Dasar tubuhmu kecil, tapi nafsu makanmu begitu tinggi." Dafa geleng-geleng kepala.

Aqila menuruni sifat mamanya ia bertubuh kecil, tapi selera makan ia tinggi dan tentunya ia juga menghabiskan dua mangkok soto seperti mamanya.

"Aku baru makan bubur ayam satu mangkok, Oh iya Kak Anin kapan-kapan kita makan bubur lagi ya." Kata Aqila sambil senyam-senyum.

"Mau makan bubur apa mau bertemu dengan tukang buburnya?" Dafa melihat Aqila dengan sorot mata cemburu.

Danis senyam-senyum, kini ia terus melihat wajah tampan yang sedang cemburu.

"Dafa, bilang saja kalau kamu cemburu." Danis mengeluarkan tawa kecilnya.

Aqila ternganga mendengar perkataan Danis.

"Cemburu? Apa Dafa menyukaiku?" Batin Aqila dalam hatinya.

"Maksudnya Kak Danis?" Tanya Aqila penasaran.

"Tanyakan saja pada Dafa." Danis tersenyum jail pada Dafa.

"Dafa, jelaskan apa maksudnya kamu cemburu?" Aqila menuntut penjelasan pada Dafa.

Dafa mengalihkan tatapan wajahnya, kini ia tidak berani menatap wajah cantik Aqila jantungnya juga berdetak lebih kencang dari biasanya.

"Aish jantungku berhentilah berdetak kencang seperti ini, atau semua orang akan mendengarnya." Batin Dafa dalam hatinya.

Danis ingin sekali tertawa tapi ia menahannya.

"Makanya kalau suka itu bilang, jadi tidak cemburuan sendirian." Danis tertawa dalam hatinya.

"Dafa, jelaskanlah mau sampai kapan kamu sembunyikan terus dari Aqila? Apa tunggu Aqila jadian sama tukang bubur tampan dulu?" Danis terus meledek Dafa, kali ini Dafa merasa sangat dipojokan.

"Iya tukang bubur pemikat hati." Cetus Anin, dan langsung ditatap garang oleh Danis.

"Ini juga gadis mesum, suka sekali menyebut-nyebut tukang bubur pakai bilang pemikat hati segala lagi." Batin Danis dalam hatinya.

"Aku yang akan memikat hatimu nanti." Celetuk Danis tanpa sengaja, membuat semuanya mata tertuju pada dirinya.

"Aduh kenapa mulutku tidak bisa di jaga sekali, keceplosan kan jadinya." Kesal Danis dalam hatinya.

Bukannya Dafa yang kena, ini malah Danis yang keceplosan.

"Apa kamu bilang?" Tanya Anin dengan nada agak terkejut.

Dafa ingin sekali tertawa. Melihat Danis sekarang memasang wajah malu-malu mau.

"Makanya jangan suka jail dan buat jantung orang mau copot, jadi kena sendirikan." Dafa tertawa dalam hatinya.

"Aku....."

BERSAMBUNG 🙏

Terimakasih para pembaca setia 😊

1
Elis Mulyawati
pertama baca bingung
Borahe 🍉🧡
namanya beda satu huruf doang dgn bapaknya 😁
Borahe 🍉🧡
Hy salam kenal smuanya sy pembaca bru dilapak ini. smoga bagus yah ceritanya
ok
Arief Juniardi
klo udah smbuh ,buang aja tu bini nya si Riska itu ,saat nya bersm anakmu anin mungkin dikit mnbus salah mu Levin,
eni chenny
karyanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Wrin Budayani
author ..aku gal terima, kenapa danis kalah calep dari rifki dan dafa ? harusnya dia yg paling cakep ...😭😭 dan koreksi ..maaf ..bukan mitting tapi meeting.
Marlida Yusuf
trims
ajang
sempit banget dunia ini ya Thor
Aprilia Herawati
ngapel tukang bubur tiap hariii😂😂😂😂😂😂
Reva Novianti Pasaribu
Thor emang suara anak bayi yg baru lahir suaranya eya.....eya......
bukannya suara bayi oek.....oek...oek
Reva Novianti Pasaribu
salut banget sama Selly dia rela di madu
Reva Novianti Pasaribu
makanya kalo jadi wanita jangan murahan
dasar fani
Reva Novianti Pasaribu
hahahhah ternyata tiga detik masih berlaku😂😂
Reva Novianti Pasaribu
tapi sayang nya Danis sama Anin sebentar lagi akan menikah 😂😂
kasian si rifki
Dewa Putu Subagia
di sini Danis sangat salah !!! knp meladeni ngobrol ? buka peluang utk Fani mendekat, kalau emang merasa sdh menikah seharusnya Danis menjaga jarak dan tidak membuka peluang Fani mendekatinya.😡😡😡
Dewa Putu Subagia
Anin pasti mil hamil
Asim Bae
thor gimana si ini kn judulna hutang
Maisy Asty: Baca Perjodohan Karena Hutang 1 dulu kak, nanti akan paham kak 🙏
total 1 replies
Sri Sudarmini
yang denis ini anaknya risa apa suaminya risa sih....
kok sama denisnya namanya...
Andika Alvi alvi
Tarek sis mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!