NovelToon NovelToon
Vampire Aedes

Vampire Aedes

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampire / Spiritual / Roh Supernatural / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: TenSa

"Dasar nyamuk jantan!"

Namaku Aster, siswi SMP berusia tiga belas tahun. Belajar sampai larut malam untuk persiapan ulangan Biologi, tapi malah ketiduran. Ketika membuka mata ... hei tempat apaan ini? Pak Steven, saya minta maaf pernah mengutuk Bapak. Waktu itu saya benar-benar iseng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TenSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Akhirnya Kris Muncul

Kelopak matanya belum mampu terbuka. Akan tetapi, telinganya berfungsi dengan baik. Suara pria yang sebelumnya ia ditemui di rumah kayu. Sepertinya dia berbincang serius dengan seseorang. Bulu matanya bergerak-gerak, ingin memperlihatkan apa yang terjadi. Susah payah, indra penglihatan belum bisa terbuka sempurna. Vision tampak buram, membuat kepalanya serasa berputar. Dan Aster memutuskan kembali tidak sadar.

"Cara yang tidak biasa ini, bagaimana kau menjelaskannya?" Dia melirik kondisi putri angkatnya, tampak luka sana-sini di sekujur tubuh. Di wajah, pergelangan tangan, dan telapak kaki.

Pria di belakang berlutut, meski tidak ada yang memperhatikan. Hanya menghadap punggung Raja, baginya tetaplah suatu kehormatan. "Menjawab Yang Mulia, saya ingin melapor apa saja yang terjadi selama tiga hari ini."

"Hem."

Lalu pria itu menarik napas. "Pada hari pertama, gadis ini berlari ke ladang Imperata cylindrica. Kami yakin terus mengikutinya tanpa lengah. Anehnya, hari itu dia tiba-tiba menghilang. Lebih aneh lagi saat dia tiba-tiba muncul dengan seekor kucing putih."

Raja membalikkan tubuh begitu makhluk dalam cerita legenda disebut. "Kau yakin?"

"Sangat yakin, Yang Mulia! Gadis ini berkali-kali melanggar aturan Istana. bahkan melawan titah Anda."

"Haish! Bukan itu yang kutanyakan. Aku menanyakan kucing putih, apa ada hal tidak biasa darinya?"

Ia sedikit mengingat-ingat. Usai gadis terpilih pingsan, kucing itu lekas melompat ke kepala prajurit di dekatnya dengan sigap. "Selain tidak mau menginjak tanah, hewan itu bersikap seperti kucing pada umumnya, Yang Mulia."

Raja mengamati sosok terkulai lemah itu sekali lagi. Dalam cerita legenda, ada seorang pemuda bertemu putri yang sangat mahir dalam menggunakan sihir. Putri itu juga cantik, semua keindahan semesta seolah berada di dirinya. Mereka pun menikah dan tampak bahagia, namun tidak berlangsung lama. Putri itu, sampai kini belum jelas mengapa dia membunuh suami sendiri. Katanya untuk membunuh jiwa lain yang bersemayam pada tubuh suaminya. Kemudian dia berubah menjadi kucing putih dan pergi tanpa jejak.

Masih belum tahu apakah cerita itu benar-benar nyata, tetapi masyarakat bunga percaya bahwa kucing putih adalah jelmaan putri tersebut. Juga percaya bahwa apabila kucing putih muncul, akan ada satu jiwa yang terbunuh.

Cerita versi lain menyatakan, putri membunuh suaminya karena terpaksa. Pemuda itu hanya pura-pura mencintai demi merebut kalung ajaib milik sang putri. Dengar-dengar kalung itulah yang membuat dia mampu menguasai sihir.

"Yang Mulia? Apakah gadis ini perlu dihukum sekarang?"

"Tidak sekarang. Aku khawatir Papa menitipkan sebuah misi padanya. Lebih baik kau kurung dia di paviliun terbengkalai."

Dari namanya saja sudah bisa ditebak bagaimana kondisi tempat tinggal Aster nantinya. Pria itu mengangguk, kemudian menitahkan bawahannya untuk mengangkat tubuh gadis tersebut ke tujuan. "Yang Mulia, kalau begitu saya pamit undur diri.".

"Tunggu."

"Apakah ada suatu hal yang Anda butuhkan?"

"Aku ingin melihat kucing barusan, katakan di mana kau membawanya?" Raja mempunyai mata yang tajam, seolah sepasang pisau sedang menyilang di depan lehernya. Pria itu sulit menelan ludah.

"Karena peraturan Istana, penjaga gerbang yang membawanya sehingga tidak akan membuat gaduh di dalam. Jadi Anda tak perlu khawatir, Yang Mulia. Hanya saja ...."

"Hanya saja apa?"

"Hanya saja setelah terpisah dari gadis ini, sikapnya menjadi liar. Anda harus hati-hati saat mendekatinya."

Raja ingin melihat kucing itu untuk mengetahui apakah di lehernya terdapat kalung ajaib yang diceritakan dalam legenda. Jika ia bisa mengambil kalung tersebut, kemungkinan besar ia juga akan mahir menguasai segala jenis sihir.

"Baiklah, kau boleh pergi."

"Terima kasih, Yang Mulia. Saya undur diri."

Aster setengah sadar, kala itu dalam perjalanan menuju paviliun terbengkalai. Ia berusaha meronta, meski kesadaran hampir hilang sepenuhnya. "Kalian mau bawa saya kemana?".

"Jangan berontak ataupun kabur. Istirahat baik-baik begitu sampai!" bentak salah satu prajurit sambil melempar tubuh Aster ke lantai.

"Hei, kau terlalu keras. Gadis ini pingsan lagi. Bagaimana kalau aku ikut dihukum atas perlakuanmu yang kasar?" protes satu rekannya.

Penjaga gerbang yang gagal mengenali putri angkat saja tidak terkena hukuman, apalagi hanya, berlaku kasar begini. "Tidak akan. Dasar penakut!"

Perdebatan mereka sedikit menarik perhatian seorang laki-laki beserta para pelayannya.Kebetulan ia bosan dan berjalan sore keliling Istana. Tidak menyangka akan menemui peristiwa semacam ini. Prajurit tersebut terlihat memasang papan kayu dari luar pintu agar pintu tidak bisa terbuka dari dalam.

Ia pun memberi perintah pada pelayan pribadi, "Sari, cari tahu apa yang mereka ributkan."

"Baik, Pangeran."

Sari atau sebutan pelayan di Istana, mengajak prajurit bercengkerama sebentar. Setelah berhasil mendapat informasi, dia memberikan kantung berisi kepingan emas. Pangeran mengernyit, biasanya hanya informasi rahasia yang membutuhkan imbalan.

"Ada apa?"

"Pangeran Kelima, di dalam sana terdapat gadis yang diangkat sebagai putri kerajaan oleh Yang Mulia Raja dan Ratu. Tapi berdasarkan penjelasan prajurit barusan, keadaan gadis itu tidak baik."

Kedua sudut bibir pangeran tertarik. Sekarang ia ingat putri angkat tiga hari lalu yang terus diam-diam menatapnya. Sungguh di luar dugaan bisa bertemu bahkan sebelum gadis itu resmi diangkat.

"Ayo kita periksa."

"Tapi, Pangeran. Paviliun terbengkalai benar-benar tidak cocok untuk Anda. Yang Mulia Raja menempatkan gadis itu di sini pasti karena dia melakukan kesalahan. Saya khawatir ini berdampak buruk bagi Anda."

"Apa aku menyuruhmu bicara?" Pangeran menatap perempuan di sebelahnya dengan pandangan tidak suka. Sari pun menunduk dalam.

"Maaf, Pangeran. Saya tahu saya salah." Memang tiada guna berdebat dengan para pangeran ataupun putri kerajaan. Mereka semua sangat angkuh.

Paviliun terbengkalai adalah bangunan tua yang jarang tersentuh. Langit-langitnya dipenuhi sarang laba-laba, belum lagi lantai berdebu. Pangeran Kelima tidak perlu repot-repot melangkah ke sini kalau saja tidak begitu penasaran dengan rupa calon adiknya.

Ilmu etika memaksa kepalanya tetap tegak dan fokus menatap ke depan, sehingga wajah Aster kala itu tidak jelas.

Sari menyingkirkan papan kayu, kemudian pintu pun terbuka. Dia mempersilakan pangeran untuk masuk terlebih dulu. Laki-laki itu mengencangkan topi sebelum melangkah lebih dalam.

Gelap. Cahaya satu-satunya bersumber dari bulan yang memantulkan sinar matahari ke kulit putih Aster. Pangeran Kelima menggerakkan tangan dan sebuah mana menyerupai bentuk bola nampak menyala. Itu membuat seisi ruangan menjadi terang.

Pangeran Kelima menemukan sosok yang dicari tengah tertidur di lantai. Ia pun berjongkok agar melihat kondisi Aster lebih jelas. Disingkirkannya rambut yang menutupi wajah. Alisnya mengernyit. Kesalahan seperti apa sampai Yang Mulia Raja berani berbuat kejam. Masih tidak memanggil orang dari Negeri Tabib untuk mengobati, malah mengurungnya di sini.

Karena merasa silau, Aster perlahan membuka mata. Awalnya menyipit, supaya indra penglihatan bisa menyesuaikan cahaya itu. Bayangan samar, tapi terasa sangat akrab berada di balik sinar. "S-siapa?"

"Ini aku, kau bisa memanggilku Kakak Kelima. Aku akan menolongmu jika kau meminta."

Ah, Kakak Kelima ya? Ternyata Pangeran Kelima.

Aster merasa seluruh tubuhnya sakit. Sakit sekali seperti habis dipukul berkali-kali. "Kris, hisk tolongin gue."

Bukan hanya diam-diam mengamati dirinya tatkala keluar Istana, gadis ini juga tahu namanya. Aster menangis sambil menutup mata. Kris memang tidak tahu kesulitan apa yang dialami gadis ini. Namun sejak awal, ia sudah tertarik akan kehadiran Aster, sejak pertama kali ia melihat di depan gerbang, saat temannya banyak bicara dan dia diam saja.

1
Muhammad Alfario Wirawan
wkwkwk itu namanya bukan curhat, tapi mau ngerumpiin gurunya wkwk
SAYA MALAS RISET
Akhirnya .... g-gomenasai~ Aster-chan _T Semoga kamu tenang di alam sana ya ueuee... Alhamdulillah aku bisa lanjut vampir2 kesayanganku yang lain. Hah, Ibu Peri pergi dulu dadah! Klo lagi luang, pasti kamu kurevisi kok🥰
kelincipincang
ceritanya keren semamgat kakakkk
kelincipincang
gamau dipanggil tuan putri terus mau dipanggil affah dong?? sayang?
SAYA MALAS RISET: Say it e es ti i ar! Aster!
total 1 replies
Mamahsp99
mampir
berlyan_biru03: Pengagum Rahasia Mu...
total 3 replies
Sabar ya Putri Ketujuh🤧🤧🤧
Waduh DBD😦
Wow Aksi Aster udah bikin deg-degan😍
SAYA MALAS RISET: Hah? Emang Aster lagi ngapain kok bikin deg2an?
total 1 replies
The best❤️❤️❤️❤️
flower bean
Lihat aku disini, pembaca yang selalu setia menanti~~
SongbirdGarden
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
SAYA MALAS RISET: Aduh ya ampun makasih ya Noveltoon udah peduli sama karya saya
total 1 replies
PrincessFuzzie
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
Zhivana anindia Lestari
hi ka aku mampir ya semangat up nya
SAYA MALAS RISET: Terima kasih sudah mampir, Sayang.
total 1 replies
alterna.nas
elipsis sudah oke. Namun, paragraf ini bukan dialog tag, melainkan dialog aksi😉. Jadi, pakai tanda titik saja. Jadi, elipsisnya (...) tambah satu titik apabila dia ada di akhir kalimat.

"Saya ...." Aster bla bla bla
alterna.nas
untuk kata: Kakak tidak usah pakai kapital di awal kata, kecuali kalau dia menjadi kata yang berada di awal kalimat.

kenapa? karena sapaan tanpa tambahan nama tidak perlu pakai huruf kapital di awal kata.
alterna.nas
ini harusnya dialog aksi.
aturan menggunakan dialog aksi adalah pakai koma atau tanda baca lain, kecuali tanda koma. Sebab tanda koma adalah tanda wajib bagi dialog tag.

dialog tag juga boleh pakai tanda baca lain selain koma, kecuali tanda titik😉
alterna.nas
Halo, Nanas-imnida sedang tahap membaca. Sebelumnya, saya mohon maaf apabila terdapat kata atau kalimat yang dapat menyinggung. Saya bukan seorang ahli kurasi, tetapi saya bisa menjelaskan sedikit tentang kepenulisan.

Sejauh ini yang dapat saya tangkap dari cerita kakak adalah masih terdapat penggunaan dialog tag dan dialog aksi/narasi yang keliru.

Ceritanya bagus, saya pikir akan menceritakan tokoh dari dunia fantasi original, ternyata semua kejadian fantasi tersebut terjadi berkat Aster bermimpi aneh. Keren sekali kakak membawakannya dengan begitu santai dan bagi saya asik-asik saja.

Bahkan, saya sontak tertawa ketika tahu siapa pangeran ke-tujuh, Aedes Aegepty😂 (eh maaf kalau penulisannya salah). oke lanjut.

Pada paragraf ini, yang tepat adalah seperti ini: "Ish!" Aster menoleh. (pakai titik saja. Kenapa harus seperti itu? Sebab di sana menoleh bukan dialog tag, melainkan dialog aksi/narasi.

Dialog aksi/narasi adalah dialog yang menjelaskan tentang aksi si pembicara, sedangkan dialog tag hanya memberitahukan penjelasan bahwa si pembicara tengah berbicara.
SAYA MALAS RISET: Halo, Kak Nanas! Terima kasih sudah direview. Itu sangat membantuku.
total 1 replies
SAYA MALAS RISET
Halo, Kakak Pembaca! Dukung karya TenSa yuk dengan cara like, komen, dan tap ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!