NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Lalu

Legenda Dari Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Fantasi Timur
Popularitas:57.8k
Nilai: 5
Nama Author: Raffa Alief

Seorang pemuda yang baru saja mengakhiri perang abadi antara dewa dan manusia kini sudah mati bersama dengan lenyapnya dewa, di atas ruangan kematiannya sendiri kini dia hanya diberi satu pilihan yakni harus menyelamatkan dunia yang baru saja ia selamatkan.

"Tidak ada cara menolaknya, bila ada? Mungkin sudah ku tolak dari dulu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 19 - Kecurigaan Xian Han

“Benarkah, wajahmu tidak terlihat meyakinkan sama sekali” Xian Han menatap wajah pemuda disampingnya itu, mendapati pemuda itu berekspresi datar tidak memiliki tanda-tanda mengerti sama sekali.

“Kalau kau menilai dengan wajahku, maka dapat dipastikan kau tidak akan menemukan apa yang kau pikirkan” Xin Chen tampak mengerti jalan pikir Xian Han, dirinya baru menyadari bahwa Xian Han mencoba untuk menebak jalan pikirnya tapi gagal.

Pernyataan yang dilontarkan oleh Xin Chen membuat Xian Han terdiam, dirinya sedari tadi memang mencoba untuk membaca pikiran Xin Chen tapi tidak berhasil, dirinya malah dipermainkan oleh Xin Chen dengan kata kata yang baru dilontarkannya.

“Iya-iya maaf” Xian Han membuang mukanya kesal, baru kali ini dia merasa kekalahan yang mutlak baginya.

Sunggingan membentuk senyum tipis menghiasi wajah Xin Chen, dia tidak percaya bisa memiliki teman semudah ini dari pada kehidupan sebelumnya. Di kehidupan nya sebelumnya dia harus berkenalan secara ekstrem terlebih dahulu demi mendapatkan seorang teman, Xin Chen sangat mengingat awal pertemuannya dengan teman temanya di kehidupan sebelumnya, mulai dari perempuan ganas yang menyukai ilmu pengetahuan atau laki-laki yang suka menyendiri dan maniak pertempuran, dan yang terakhir raja naga yang dijadikan kelinci percobaan olehnya.

‘Sepertinya aku sudah sembuh dari kegilaan ku dimasa lalu’

“karena adikmu belum menjawab pertanyaan ku tadi” Xin Chen menghentikan langkahnya untuk berjalan, disampingnya Xian Han yang mengerti akan hal itu langsung menjawab. “Kami berdua dari Sekte Lembah Surgawi, sesuai yang Ni’er bilang pimpinan sekte kami adalah seorang Jagoan Pedang. Jujur saja aku sedikit tidak bisa tenang setelah kau berkata baru mendengar orang yang memiliki gelar seperti itu! Apa kau tahu, Namanya saja bahkan sudah sangat terkenal dikalangan kami, generasi penerus… “

“OH, Maafkan aku” Xin Chen menyelanya dengan datar seolah tidak mempedulikan usaha Xian Han untuk menjelaskan pimpinan Sekte nya.

Wajah Xian Han terlihat kesal kembali, dia menyuruh Xin Chen untuk mendengarkan sampai akhir bila ada orang yang sedang berbicara, Xin Chen hanya mengangguk beberapa kali sebelum melanjutkan langkahnya untuk melanjutkan berjalan.

Xin Chen mendengarkan Xian Han menghela napas dalam disampingnya, sebelum menanyakan sesuatu kepada Xin Chen dia berkata untuk tidak membantunya berjalan, “Apa kau yakin tidak apa-apa” Ucap Xing Chen kepadanya yang membuatnya lupa apa yang akan dia tanyakan tadi dan memilih untuk diam, di lain sisi Xin Chen mengatakan itu karena sedikit memiliki rasa iba kepadanya, apalagi mereka baru saja berkenalan dan berteman kemarin malam.

“Tenang saja! Begini-begini aku sudah ditingkat Satu Bintang Emas-“

“Aku juga tahu itu!” Xin Chen sudah melihat semuanya, dia sadar meskipun tingkatan kekuatan berbeda sangat tipis seperti halnya adik-kakak didepannya ini, tapi itu akan sangat mempengaruhi hasil akhir bila terjadi pertarungan diantara mereka.

Xin Chen juga sadar dan berpikir hasil pertarungan hanya akan berbeda sangat tipis, tapi tidak turun kemungkinan bahwa Xian Han juga bisa menang dari adiknya yang sudah berada satu tingkat diatasnya, ini dikarenakan banyak faktor seperti pengalaman, kepintaran, kecerdikan, bahkan kelicikan sekalipun bisa ikut serta dalam faktor ini.

Xin Chen melirik kearah Xian Han yang tampak berdecak kesal, beberapa saat kemudian setelah mereka berdua fokus kepada perjalanan yang sedang mereka hadapi, mencoba menyusul Xian Nian dan Xin Ying dengan santai. Tiba-tiba saja Xian Han mengingat pertanyaannya tadi yang sempat ia lupakan, tapi dirinya mulai berpikir ulang menghubungkan pertanyaannya itu dengan kemungkinan lain dan menemukan pertanyaan baru untuk Xin Chen.

“Saudara Chen!” Xian Han tampak berkata dingin kepada Xin Chen, menanggapi hal tersebut Xin Chen hanya bisa mendengus kesal kemudian kembali memberhentikan langkahnya menunda untuk menyusul Xian Nian dan Xin Ying yang sudah sedikit jauh didepan.

“Ada apa saudara Han?” Xin Chen cukup kebingungan dengan situasinya saat ini, dengan Xian Han yang tampak seperti detektif di kehidupan pertamanya, tapi sayang sejuta sayang dirinya bukan menambah kesan bagus tapi kesan yang ditimbulkan cenderung merusak nama detektif itu.

Xin Chen membalikkan badannya mendapati Xian Han sudah bersiap menarik pedangnya dari sarungnya, “Bagaimana dengan mu Saudara Chen?” Wajah Xian Han di penuhi dengan keseriusan yang Xin Chen tidak mengerti maksudnya.

“Bagaimana apanya?” Berbeda dengan wajah Xian Han yang nampak garang dan ke sungguh-sungguhan, wajah Xin Chen malah tampak sebaliknya malas dan tidak berenergi.

Xin Chen bertanya tanya di dalam hatinya, kesalah pahaman apa lagi yang menimpanya.

“Sekte mu! Dari mana asal mu”

“Sekte? Aku tidak berasal dari sekte mana pun”

“Dari informasi yang kudapat beberapa saat yang lalu. Kau dengan mudahnya dapat membaca tingkatan aura kultivasi ku dengan tepat!” Xian Han semakin menatap penuh curiga kepadanya.

“E-eh itu!” Xin Chen terdiam, dirinya tidak mungkin membuka dan menunjukkan cara membaca aura kultivasi orang lain dengan mudahnya.

“Mengakulah! Apa kau menggunakan Ilmu Hitam tingkat tinggi untuk menyembunyikan aura kultivasimu? Kau juga membaca tingkatan aura kultivasi dengan itu”

“Hei, ini rahasia guruku dan aku, ini hal pribadi! Apakah aku bisa membaginya dengan mu?” Xin Chen bertaruh kepada omongannya ini.

“Eh, kau memiliki guru?” Kecurigaan Xian han terpecah mendengar Xin Chen memiliki guru dan tampak seperti sangat menghormatinya.

“Jelaslah” Xin Chen mengangkat kedua bahunya sebelum berbalik kemudian berjalan menuju kearah Xian Nian yang sudah terlalu jauh. “Tck, gara-gara kau kita jadi ketinggalan jauh dengan iblis kecil itu”

Omongan itu keluar dari mulut Xian Han, dirinya juga tampak berlari kecil mendahului Xin Chen, “Omongan mu lebih berbahaya dari pada omonganku” Xin Chen yang merasa tinggal dirinya yang paling jauh kini pun ikut berlari cepat menyusul mereka bertiga.

“Omong-omong siapa nama gurumu?” Xian Han dan Xin Chen tampak berlari beriringan, entah kenapa kecurigaan dari Xian Han sudah hilang entah kemana.

“Oi lupakan dulu soal guruku! Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu?”

“Apa?” Xian Han tidak melirik kearah Xin Chen melainkan langsung menjawabnya.

“Di mana kecurigaan yang kau taruh kepada ku tadi” Wajah Xin Chen tampak meledek Xian Han.

“Ah itu!... tolong lupakan saja” Tampak Wajah Xian Han memerah karena menahan malu yang ia hadapi.

‘Anak ini! Berapa sih usianya, dari perkataan nya kemarin dia memandangku seumuran. Tapi bila dipikir pikir lagi tubuhku saat ini sudah ku tempa sampai sempurna, dan fisik ku sudah tampak berusia 15-tahunan. Jadi apakah umurnya adalah 15 tahun?” Xin Chen menanyakan kejiwaan pemuda yang sedang lari beriringan dengannya, tentu ini hanya di batinnya.

‘Wah aku sangat malu, aku sangat malu, aku sangat malu! Tadinya aku berpikir bahwa saudara Chen adalah bagaian dari Aliran Hitam yang sedang menyamar. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, dirinya seperti bayi yang baru lahir, seperti orang yang baru keluar dari mengasingkan diri, mungkin dia dirawat oleh gurunya yang sedang mengasingkan diri. Benar, itu mungkin saja’ Xian Han tampak berpikir keras soal identitas Xin Chen.

Secara tidak sadar mereka berdua telah sampai ke kota Luashi, mereka disambut dengan Xian Nian dengan Xin Ying di gendongan nya yang ternyata telah sampai terlebih dahulu didepan gerbang masuk. Mereka merasa perasaan tidak enak setelah mendapati wajah Xian Nian yang tampak sangat manis dan menunjukkan senyum tulusnya kepada mereka berdua, tidak lupa Xian Nian juga berteriak menyapa mereka berdua.

“Entah kenapa perasaan ku jadi tidak enak” Xin Chen tampak biasa saja awalnya, dia kemudian menatap Xian Han yang berada disampingnya dan terkejutlah dirinya mendapati Xian Han tampak memutih pucat, matanya juga menatap kosong kearah Xian Nian adiknya sendiri.

Disinilah neraka sementara yang mereka lewati dimulai.

1
Jabrik
Kaya sinetron, banyak dialog..
ww
update duul
Ahmad Rianto
gak jelas MC nya
Ahmad Rianto
cuma mau ambil pedang aja sampek muter2 kata kata nya kapan tempat kakek jdi males bacanya ini cerita apa penjelasan sih
渡辺恵み
Kak, lanjutanny d tunggu, aku suka. Bagus ogh.
Jade meamoure
ini up tiap hari ya Thor ??
arton
of lagi😔
ancha
jika
MakhlukMengerikan
emang senjata punya mulut ya?
E N V Y { IRI HATI }: autor bilek:

pappalepappalepappalepalepappaleeee
total 2 replies
Blue Twins
apa bedanya energi Qi dan tenaga dalam ?
MakhlukMengerikan: maaf maaf soalnya aku lagi greget waktu itu
total 6 replies
Blue Twins
Guru be like : MURID DURHAKA, BERANINYA MENGHINA GURU SENDIRI
Raff: Xing Shen menjawab:

"Tolong anda di pihak saya saja, jangan di guru saya. "
total 1 replies
CRAZY☆FUCK;GOD
lahkan sekarang namanya udah Qing chen bukan xing chen lagi
Chocholate Andry
jujur ane bingung alur ceritanya...setiap ganti alur cerita tidak ada pembukaan atau penjelasan terdahulu..jd bingung mo nyambungkan alur nya gimana..
Ahmad Mudassir
lanjut thor..... mantap
Ahmad Mudassir
lanjut thor
Պᾰℓℓ!кᾰ89
bocil woy!!! toxic anjing!!!
Պᾰℓℓ!кᾰ89
malaikat toxic!!!
Raff: Xing Shen menjawab:

"Jujur aku tidak mengenalnya."
total 1 replies
Ahmad Mudassir
keren
Ahmad Mudassir
semangat thor
Ahmad Mudassir
ha ha ha... lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!