NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: KESEPAKATAN DAMAI (SEMENTARA)

BAB 17: CEMBURU? GAK MUNGKIN!

Persiapan Festival Seni membawa perwakilan dari sekolah-sekolah tetangga untuk berkoordinasi. Siang itu, Raina sedang berdiri di selasar depan ruang OSIS bersama Evan—Ketua OSIS SMA Garuda Perdana yang dikenal tampan, sopan, dan berprestasi. Mereka berdua tampak asyik berdiskusi sambil sesekali tertawa pelan memperhatikan lembar draf kerja sama sponsorship.

Dari kejauhan, Devan yang baru saja selesai latihan basket berjalan melintasi koridor sambil memutar-mutar bola di jarinya. Langkah Devan mendadak terhenti ketika matanya menangkap pemandangan di depan ruang OSIS.

Mata Devan memicing. Ia memperhatikan bagaimana Raina tersenyum ramah—senyuman rapi yang jarang sekali Raina berikan padanya—saat mendengarkan penjelasan Evan. Evan bahkan sempat mengulurkan tangan untuk membetulkan letak tumpukan berkas yang hampir terjatuh dari dekapan Raina.

Dada Devan mendadak terasa sesak dan panas. Suatu perasaan tidak nyaman yang asing menguasai pikirannya.

"Cemburu lu, Dev?" goda Rio yang mendadak muncul di sebelah Devan sambil menepuk pundaknya.

"Siapa yang cemburu? Kagak ada," tangkis Devan cepat dengan nada ketus. "Gua cuma mau mastiin si Evan-Evan itu gak ganggu fokus kerja Bu Wakil."

Tanpa membuang waktu, Devan melangkah lebar menghampiri mereka berdua. Bola basket di tangannya dipantulkan ke lantai dengan ketukan yang sengaja diperkeras.

Brak! Brak! Brak!

Raina," panggil Devan memotong pembicaraan mereka, suaranya terdengar jauh lebih berat dari biasanya. Ia berdiri tepat di sebelah Raina, menyilangkan tangan di dada sambil menatap Evan dari atas ke bawah dengan tatapan menyelidik. "Rapat divisi utama mau mulai lima menit lagi. Lu dipanggil anak-anak."

Raina mengerutkan dahi, menatap jam tangannya yang masih menunjukkan pukul satu siang. "Rapat kan jam dua, Devan? Masih ada satu jam lagi."

"Dimajuin. Sekarang," jawab Devan asal, pandangannya tetap terkunci tajam pada Evan. "Jadi, kalau urusan lu sama tamu ini udah selesai, mendingan langsung ke dalam."

Evan yang merasa atmosfer berubah menjadi tegang hanya tersenyum canggung. "Gak apa-apa, Raina. Kita bisa lanjutin lewat WhatsApp nanti. Aku pamit dulu ya."

Setelah Evan melangkah pergi, Raina berbalik dan menatap Devan dengan mata memicing kesal. "Devan! Kamu kenapa sih? Sikap kamu barusan konyol dan gak sopan banget!"

"Gua cuma gak suka lu terlalu akrab sama cowok luar," cetus Devan spontan, matanya menatap ke arah lain.

"Hah? Maksud kamu apa?" Raina melotot tak percaya. "Itu urusan koordinasi festival! Lagipula, apa hubungannya sama kamu?"

Devan membeku, menyadari kalimatnya baru saja kelepasan. Ia meremas bola basket di tangannya, mencari alasan secepat mungkin. "Ya... ya hubungannya karena lu partner gua! Kalau lu kedistraksi cowok lain, kerjaan festival bisa keteteran!"

Raina menggelengkan kepala, hembusan napas lelah lolos dari bibirnya. "Alasan gak masuk akal."

Raina berbalik masuk ke ruang OSIS. Sementara Devan berdiri sendirian di koridor, merutuki dirinya sendiri sambil memegang dadanya yang masih berdegup kencang karena rasa kesal yang tak beralasan.

BAB 18: BADAI SEBELUM ULANGAN

Dua hari menjelang Ulangan Harian Fisika dan Bahasa Inggris yang menentukan nasib izin bertanding Devan, suasana latihan dan les berubah menjadi sangat intens. Perpustakaan menjadi saksi bisu tumpukan kertas latihan soal, diagram warna-warni buatan Raina, dan cangkir kopi dingin yang menemani mereka hingga gerbang sekolah hampir dikunci.

Namun, sore itu badai sesungguhnya datang bukan dari rumus-rumus rumit, melainkan dari papan pengumuman utama sekolah.

Raina yang baru saja selesai menyerahkan laporan ke ruang guru terhenti saat melihat kerumunan siswa mengelilingi papan pengumuman. Di sana, tertempel sebuah lembaran pengumuman resmi dari Tim Kedisiplinan Sekolah mengenai penyesuaian kriteria evaluasi atlet.

Aturan Baru: Siswa yang memiliki catatan poin pelanggaran kedisiplinan di atas 50 poin tidak diperkenankan mengikuti kejuaraan tingkat daerah maupun nasional, tanpa memandang hasil ulangan akademis.

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!