Rossa adalah seorang gadis belia yang masih duduk di bangku SMA, Usianya baru beranjak 16 tahun, Rossa yang memiliki sikap yang sopan ,juga berparas cantik, menjadi idola disekolahnya, banyak kakak kelas dan juga Teman sebaya yang mengejar cintanya.
Rossa yang lebih memikirkan perasaan orang lain. dan selalu bersikap takk tegaan pun, sering membuatnya terjebak dalam cinta .
Hidup dari keluarga sederhana dari seorang ibu yang berprofesi sebagai seorang guru SMP, Rossa menjadi Anak yang mandiri, hidup tanpa sempat merasakan kasih sayang seorang ayah, menjadi anak tunggal didalam keluarganya.
berulang kali jatuh bangun dalam sebuah hubungan ,membuatnya menjadi orang yang kuat menghadapi segala masalah. Sampai akhirnya Rossa pun bertemu dengan pendamping hidup yang tidak pernah diduganya
Sebuah pernikahan yang tidak pernah terpikirkan olehnya , menikah dengan seorang dokter bedah yang bersikap acuh terhadapnya, seorang Randi Sanjaya. putra dari pengusaha terkenal dikotanya saat itu.
***
mohon dukungan nya untuk Author dalam menyelesaikan novel terbaru ini. semoga dapat diterima oleh semua pembaca🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rosnila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
Malam itu dikamar villa yang berada dipuncak, tempat dimana Rossa dan Randi melakukan ijab kabul , keduanya masih disibukkan dengan perihal baju pengantin yang resletingnya tersangkut, Rossa dengan sabar menunggu Randi membantu membukakan resleting bajunya.
Saat itu, Rossa tidak menyadari kalo Randi tidak lagi memejamkan matanya ,Rossa masih saja santai karena diaerasa aman Randi tidak akan melihat tubuhnya. karena tentu saja dia akan marah dan juga malu dengan Randi, karena melihat tubuh nya.
Randi masih saja mencoba membuka resleting baju Rossa yang tersangkut, tentu saja itu tidak nyaman untuk nya yang saat itu melihat kulit putih dan mulus didepannya. walau bagaimanapun Randi adalah lelaki normal.
Rossa yang sudah pegal karena berdiri terus menunggu Randi yang masih belum bisa membetulkan resleting bajunya.
" Pak dokter... kenapa lama sekali ?
kaki Rossa sudah pegal.
" sabar.. bentar lagi, namanya juga tersangkut.
" pak dokter masih pejamkan mata kan ?
" i.. iya. makanya lama
" Hmmm... ya sudah rossa akan menunggu.
eh.. tunggu dulu , tapi awas y.. kalo pak dokter buka mata.
" untuk apa saya buka mata. banyak perempuan diluar sana yang ingin memperlihatkan tubuhnya kepada saya.
" Terserah dokter saja, yang penting bantu Rossa dulu .
sambil berbicara dengan Rossa Randi masih saja berusaha membuka resletingnya dan akhirnya....
" Berhasil....!
" Apanya yang berhasil ?
" Resletingnya !
" syukurlah kalo begitu " Rossa langsung membalikkan badannya secara tiba-tiba , dan dia melihat Randi sudah membuka matanya.
" ya sudah, lebih baik kamu mandi. "
Randi sedikit terkejut dengan flgerakan Rossa yang tiba-tiba membalikkan badan. karena posisinya dia sedang tidak menutup mata.
" Pak dokter tidak menutup mata ?
" tentu saja saya pejamkan mata.
Terlihat Alis Rossa dibuat menyatu dengan mengernyitkan dahinya. tandanya dia sedang curiga dengan Randi saat itu . Randi yang ditatap curiga pun jadi salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Randi pun langsung saja mencari alasan untuk keluar dari kamar.
" kamu ingin mandi kan ? saya kan keluar sekarang !
" Tunggu dulu pak dokter... Rossa ti...
Belum selesai Rossa bicara, Randi sudah pergi buru-buru dari kamar dia tidak ingin ditanya-tanya Masalah tutup mata atau tidak.
Randi kembali duduk di tangga akses antara lantai satu dan dua.
Dia mengambil handphonenya dan membuka-buka berita, tapi ditutupnya kembali. seperti orang yang sedangerakan gelisah. randipun berbicara sendiri disana.
" kenapa gue jadi gelisah begini...
tapi... gadis itu cantik juga, kulitnya begitu bersih , sepertinya dia rajin merawat diri.
Dan beberapa saat kemudian Randi larut dalam pikirannya sendiri tentang Rossa, sampai-sampai dia tidak menyadari sudah berapa lama dia duduk disana. Randi yang sedang melamun pun dikagetkan oleh kedatangan Rossa yang duduk disampingnya saat itu.
" Kamu udah selesai mandinya ?
" udah pak dokter...
" ish... apa gak bisa kamu ganti nama panggilan untuk saya,kamu pikir kamu itu pasien saya ?
" Rossa bingung pak dokter, kemarin panggil kakak gak boleh ,panggil om pun gak boleh. jadi harus panggil siapa ?
" Itu kemarin karena saya belum jadi suami kamu, sekarang ganti panggilannya !
" ehmmm... panggil siapa ya.. ? " bergaya pura-pura sedang berpikir dengan jari diletakkan di kepala.
" Lama amat kamu mikirnya ?
" Namanya juga mikir, ya.. lama lah !
" Gimana kalo kamu panggil suamiku saja !
" ish... geli Rossa dengarnya.
" hahahaha... " Terdengar suara ketawa Randi saat melihat ekspresi Rossa saat itu.
Rossa memandang kearah Randi yang sedang tertawa dengan tatapan kesal,kedua alisnya bersatu menunjukkan ekspresi marah dan kesal. tapi Randi masih saja tertawa. entah apa yang dirasakannya lucu saat itu.
" Rossa gak mau.. ! " suara Rossa terdengar kesal.
" Jadi kamu mau panggil apa ? sayang ku ?
" ish.. itu lagi... gak mau !
Rossa panggil kakak aja gimana ?
" kakak ?
gak.. gak, kok kakak . Yuda kamu panggil kakak, Martin juga ! masak suami pun ,kamu panggil kakak.
" jadi apa lagi coba ?
" Emm..... gimana kalo mas aja ?
" ehmmm,,, " Rossalia berpikir untuk beberapa saat.
" kenapa diam ? kamu keberatan ?
" ya sudah, Rossa setuju !
" Bagus kalo gitu, mulai malam ini kamu jangan panggil saya pak dokter.
" iya ... iya.
mereka pun larut dalam pembicaraan yang santai, banyak hal yang saat itu mereka bicarakan, hanya terdengar suara tawa dari keduanya. tidak ada wajah datar Randi saat itu, dan juga tidak ada wajah jutek dari Rossa malam itu. mereka berdua lupa akan yang terjadi beberapa jam yang lalu.
Saat sedang larut dalam canda tawa, Rossa tiba-tiba saja berbicara sedikit serius dengan Randi, ntah darimana keberaniannya saat itu untuk membuat tawar menawar dengan Randi masalah pendidikannya.
" Pak dokter....
" hmmmmm... , baru beberapa jam kamu sudah lupa panggil saya apa !
" maaf pak... eh, mas Randi Rossa lupa .
" makanya kamu harus biasakan jangan lupa lagi.
" iya... iya.
" Tadi kenapa kamu panggil saya ?
" mas Randi... apa.. boleh ?
" kamu mau nanya apa ? kenapa jadi gugup gitu ?
" Rossa tau... mas Randi juga tidak setuju dengan pernikahan ini, dan mungkin saat ini mas lah yang punya kekuasaan untuk hubungan diantara kita.
" kenapa kamu jadi serius begitu, katakan saja apa yang mau kamu katakan ?
" mas... Rossa mau minta izin untuk sekolah lagi, apa boleh ?
" hahaha... kamu ini aneh... !
Wajah Rossa saat itu berubah murung setelah mendengar jawaban dari Randi , walaupun tidak ada kata boleh ataupun tidak, dia merasa tawa Randi adalah jawaban penolakan untuk nya.
Melihat wajah Rossa yang berubah sedih saat itu, Randi memandang kearah Rossa yang menundukkan wajahnya, Randi melihat ada butiran bening yang jatuh dipipi putihnya Rossa saat itu, Randi paham pasti Rossa telah salah paham dengan jawabannya saat itu.rqndi pun melanjutkan kata-katanya.
" Kamu kenapa sedih ?
" Rossa masih ingin sekolah mas...
" jadi... apakah saya melarang kamu untuk kesekolah.
Rossa mengangkat wajahnya dan mengarahkan pandangannya ke Randi yang duduk disebelah kirinya. memandang Randi sedikit lama, tatapan yang begitu polos dengan air mata yang masih dipipinya.
" Apa itu artinya Rossa masih bisa sekolah ?
" Tentu saja, bukankah kamu belum lulus sekolah ?
" Tapi Rossa sudah menikah, apa Rossa masih diterima disekolah ?
" Tentu saja,,, kakek sudah bicarakan semuanya dengan kepala sekolah dan wali kelas kamu.
" Itu artinya semua orang disekolah sudah tau kalo Rossa sudah menikah dengan mas ? kalo begitu Rossa gak ingin kesekolah lagi... hiks... hiks...
" Kenapa malah menangis, kamu dengarkan dulu say bicara jangan langsung gak mau kesekolah.
" Apa maksud mas... ?
" yang tau hanya kepelatihan sekolah dan wali kelas kamu, itu saya lakukan supaya kalo nanti mereka tau kamu masih tetap bisa kesekolah. kamu paham kan ?
Rossa menganggu - anggukkan kepalanya tanda dia mengerti, dia sudah tidak menangis lagi, hanya tinggal sisa-sisa air mata dipipi putihnya. terlihat senyum yang lebar dari Rossa malam itu, waktu terus saja berjalan dengan cepat mereka masih duduk ditangga bahkan lupa dengan jam berapa saat itu.
Entah kenapa Randi saat itu tergerak hatinya untuk menghapus air mata dipipi.gadis disampingnya saat itu. Rossa yang menerima perlakukan lembut dari Randi pun jadi salah tingkah dan malu-malu, walaupun selama ini banyak lelaki yang mengejar-ngejar dirinya dan pernah menjadi pacar dari Rpada tapi gaya sekedar pacar, dia tidak pernah mau disentuh oleh lelaki mana pun.
Banyak cinta siswa disekolahnya yang diterima Rossa tapi itu dilakukan hanya semata-mata karena tak ingin mengecewakan mereka yang terus saja menyatakan perasaannya kepada Rossa. cinta yang hanya berjalan hitungan bulan saja.
Kenalin aku author baru di noveltoon mampir ya kak di novel baru aku berjudul Suamiku gila kerja🤗🙏
semangat nulisnya dan sehat selalu
makin kesini jadi gak suka alur ceritanya.
Diawal kan kakeknya yg maksa Randi utk nikah sama Rosa, padahal Rosa msh sekolah.
Sekarang kakeknya juga yg maksa Randi utk pisah dgn Rosa padahal Rosa lagi koma.
Kok gak punya hati, padahal usianya sdh tua, bkn jadi bijaksana.
maaf ya Thor... gak lanjut
asisten dadakan hadir😘
mampir yuk
semangat selalu💪