NovelToon NovelToon
ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Istri Cadangan Sang Mafia

Di hari pernikahan, Selena Kustiono menghilang.
Demi menyelamatkan keluarganya, Serina Kustiono dipaksa menggantikan sang kakak menikahi Vincent Timothy, bos mafia paling berkuasa sekaligus ayah tunggal dari Viren, putra genius yang menolak kehadiran ibu baru.
Pernikahan mereka hanyalah kesepakatan.
Tak ada cinta.Tak ada pilihan.

Namun saat Viren mulai memanggil Serina "Mama", Vincent menyadari satu hal—musuhnya kini tak lagi mengincar kekuasaannya, melainkan keluarganya.

Mampukah seorang istri cadangan bertahan di sisi pria yang seluruh hidupnya dipenuhi darah, pengkhianatan, dan rahasia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Pukul 09.00, di gedung Timoty Group.

Suasana di lantai paling atas gedung itu berlangsung tenang. Di balik meja kerjanya yang luas, Vincent Timoty tampak tenggelam dalam tumpukan laporan mingguan. Tatapannya bergerak teliti menyusuri setiap angka dan catatan yang tertera, memastikan tidak ada satu pun detail yang terlewat.

Setelah membaca halaman terakhir laporan keuangan, ia mengambil pena hitam di samping map. Dengan gerakan tegas, Vincent membubuhkan tanda tangannya di lembar terakhir, lalu menutup map hitam itu perlahan.

Belum sempat ia menyandarkan tubuh ke kursi, terdengar dua ketukan di pintu.

"Masuk."

Pintu ruang CEO terbuka perlahan. Natan melangkah masuk sambil membawa sebuah map cokelat tipis. "Data yang Anda minta semalam sudah selesai."

Vincent mengangguk singkat. "Taruh di sini."

Natan meletakkan map itu di atas meja kerja. Setelah Vincent selesai tanda tangan, ia mulai membuka map halaman demi halaman dengan tenang.

Halaman pertama berisi identitas.

Nama: Diego Prastiyo.

Usia: 30 tahun.

Jabatan: Manajer Operasional.

Vincent membaca tanpa perubahan ekspresi.

Natan mulai menjelaskan. "Diego baru sekitar tiga bulan dipromosikan menjadi manajer. Selama ini catatan pekerjaannya cukup bersih. Tidak pernah terlibat pelanggaran perusahaan."

Vincent membalik halaman berikutnya. "Status keluarga?"

"Anak tunggal."

Tatapan Vincent berhenti pada satu baris.

Ibu: Seril M.

"Seril M?" ulang Vincent pelan.

"Seorang janda, Tuan. Suaminya meninggal saat Diego masih duduk di bangku SMA. Sejak itu, ibunya membesarkan Diego seorang diri."

Vincent tidak berkomentar. Ia melanjutkan membaca. Di halaman berikutnya terdapat riwayat kehidupan pribadi. Pernah menjalin hubungan dengan Serina Kustiono selama dua tahun. Hubungan berakhir sekitar 4 bulan lalu. Tatapan Vincent sedikit mengeras.

Natan melanjutkan laporannya. "Menurut hasil penyelidikan kami, hubungan mereka berakhir karena Diego berselingkuh dengan wanita lain."

Vincent terdiam. Jawaban Serina di dalam mobil semalam ternyata benar. Ia kembali membalik halaman.

Di bagian paling bawah tercantum data terbaru.

Status: Bertunangan.

Tunangan: Desy Amelda.

Vincent mengenali nama itu. "Putri dari kalangan Amelda Group," ucapnya datar.

"Benar, Tuan."

Natan mengangguk.

"Nona Desy adalah putri tunggal keluarga Amelda. Pertunangannya dengan Diego diumumkan beberapa bulan lalu. Keluarga Amelda juga memiliki hubungan bisnis yang cukup baik dengan perusahaan kita."

Vincent menyandarkan tubuhnya ke kursi. Beberapa detik ruangan itu kembali sunyi. "Apakah ada hubungan antara Diego dengan Adrian Barent?"

"Itu yang sedang kami dalami."

Natan mengeluarkan satu lembar tambahan dari map lain. "Namun ada satu hal yang cukup menarik."

Vincent mengangkat pandangan.

"Sejak acara jamuan semalam selesai, Diego tidak langsung pulang bersama tunangannya."

"Ke mana dia?"

"Belum diketahui." Natan berhenti sejenak sebelum melanjutkan."Tetapi berdasarkan rekaman CCTV hotel, setelah Nona Desy menuju area prasmanan, Diego tetap berdiri di sudut ballroom."

Vincent tidak mengatakan apa pun.

"Dia terus memperhatikan Anda dan Nyonya Serina sampai meninggalkan ruangan."

Vincent menurunkan berkas itu perlahan. Sebagian orang akan menganggap tindakan itu sebagai rasa penasaran seorang mantan kekasih.

Namun insting Vincent berkata lain. Diego bukan sekadar melihat. Pria itu sedang mengamati.

Vincent mengetukkan jari telunjuknya pelan di atas meja. "Terus awasi dia."

"Baik, Tuan."

"Jangan sampai dia sadar."

Natan mengangguk.

"Satu lagi." Vincent mengangkat matanya. "Jika ternyata Diego memiliki hubungan dengan Adrian Barent..." Kalimat itu menggantung beberapa detik. Sorot mata Vincent berubah dingin. "...maka dia bukan lagi sekadar mantan Serina. Melainkan musuh."

Natan memahami maksud atasannya. Ia mengangguk hormat sebelum membawa diri keluar dari ruang CEO.

Begitu pintu tertutup, Vincent kembali menatap berkas Diego yang masih terbuka di atas meja.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, di mansion Timoty, Serina memilih menghabiskan waktunya di taman belakang.

Sejak pagi, ia merasa mansion itu terlalu sunyi. Terlalu besar untuk seseorang yang terbiasa menjalani hari-hari sederhana.

Langkahnya berhenti ketika melihat beberapa tanaman di sudut taman yang tampak kurang terawat.

"Tanaman ini sudah lama dibiarkan?" tanya Serina.

Tukang kebun yang sedang merapikan bunga menoleh. "Iya, Nyonya. Beberapa waktu ini tidak banyak yang memperhatikan bagian itu."

Serina melihat deretan bunga yang mulai kehilangan bentuknya. "Sayang sekali."

Tanpa banyak berpikir, ia meminta sarung tangan berkebun. "Nyonya tidak perlu melakukan ini. Kami bisa mengerjakannya."

Serina tersenyum kecil. "Tidak apa-apa. Saya ingin mencoba."

Beberapa pelayan yang melihatnya tampak terkejut. Mereka tidak menyangka istri Vincent Timoty yang baru dikenal sebagai perempuan dari keluarga terpandang justru memilih berkotor-kotor dengan tanah.

Serina mulai memangkas ranting yang terlalu panjang, membersihkan daun kering, dan menata ulang beberapa tanaman yang berantakan.

"Apakah ada benih stroberi?" tanya Serina kepada salah satu pelayan.

Pelayan itu terlihat sedikit terkejut. "Stroberi, Nyonya?"

Serina mengangguk. "Iya. Saya ingin menanamnya."

"Setahu saya, Tuan Viren tidak menyukai buah stroberi."

Serina tersenyum kecil. "Aku tahu."

Pelayan itu menatapnya bingung. "Kalau begitu, kenapa tetap menanamnya?"

Serina melihat tanah kosong di depannya. "Karena mungkin suatu hari nanti dia akan berubah pikiran."

Beberapa pelayan yang mendengar perkataannya saling berpandangan. Mereka tidak menyangka Nyonya baru di mansion ini masih memikirkan hal kecil seperti itu. "Tunggu sebentar, Nyonya. Kami akan mencarikannya."

Serina mengangguk pelan. Tidak lama kemudian, beberapa pelayan kembali membawa sebuah kotak kecil berisi benih stroberi.

"Ini, Nyonya. Kami menemukan benih stroberi."

Serina menerimanya dengan senyum tipis.

"Terima kasih." Ia membuka kotak kecil itu, lalu memperhatikan benih-benih kecil di telapak tangannya. Sesuatu yang sederhana. Namun entah kenapa, ia merasa ingin melihat tanaman itu tumbuh.

Serina mulai menanam benih stroberi itu dengan hati-hati.

Waktu berlalu tanpa terasa.

Untuk pertama kalinya sejak masuk ke mansion itu, Serina merasa tidak sedang berusaha menjadi seseorang yang pantas berdiri di samping Vincent Timoty. Ia hanya menjadi dirinya sendiri.

"Nyonya." Soraya berdiri membawa segelas air.

Serina menoleh.

"Beristirahatlah dulu. Matahari mulai terik."

Serina menerima gelas itu sambil tersenyum.

"Terima kasih." Tatapannya kembali mengarah ke taman. "Aneh ya... tempat sebesar ini, tapi terasa sangat sepi."

Soraya hanya tersenyum tipis, tidak menjawab.

Karena ia tahu, mansion Timoty memang sudah lama tidak benar-benar memiliki kehangatan.

Namun mungkin... Perlahan, sesuatu mulai berubah.

Serina baru saja keluar dari taman belakang ketika Soraya menghampirinya.

"Nyonya, ada seseorang yang ingin bertemu."

Serina melihat wajah Soraya yang berbeda dari biasanya. "Siapa?"

Soraya diam sebentar. "Lila Timoty."

Nama itu membuat Serina mengernyit. "Siapa beliau?"

Soraya menunduk. "Beliau adalah ibu tiri Tuan Vincent."

Selama ini Vincent tidak pernah menceritakan keluarganya. Bahkan tentang masa lalunya pun, pria itu selalu memilih diam. "Apakah Tuan Vincent sudah tahu?"

Soraya menggeleng. "Belum, Nyonya."

Serina menatap ke arah ruang tamu. "Kenapa beliau datang?"

Soraya hanya menjawab pelan. "Karena sudah bertahun-tahun beliau tidak pernah datang ke mansion ini."

Serina memasuki ruang tamu.

Seorang wanita paruh baya langsung mengalihkan pandangan kepadanya. Tatapan itu bukan tatapan seorang tamu yang ingin berkenalan. Melainkan tatapan seseorang yang sedang menilai.

Wanita itu tersenyum tipis. "Jadi... kamu wanita yang berhasil memasuki keluarga Timoty."

Serina terdiam.

Lila menatap cincin di jari Serina. "Menarik."

Serina tetap diam.

"Karena selama ini, tidak ada seorang pun yang berhasil membuat Vincent membuka pintu yang sudah dia tutup bertahun-tahun."

Lila tersenyum tipis. "Jadi aku ingin tahu..." Tatapannya kembali pada Serina. "Apa yang kamu punya sampai Vincent memilihmu?"

1
Kayla Rane
Vincent kayak gak suka Ibunya. apa jangan² ada sesuatu dibalik itu
Kam1la
ibu tirinya Vincent...kak
Kayla Rane
neneknya viren kah? orangtuanya ibunya viren🤭
Kayla Rane
serina mah tipe cewek yang gak kegatelan mandiri juga. mungkin itu yg di sukai vincent🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Anonim
Heeemmm😍😍
Anonim
Semakin menarik 🤭🤭🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Kayla Rane
kereen
Anonim
Lanjut 🤭🤭🤭
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Iya, iya, yuk.
Tio Buki
Iya lengkaplah, kan udah tersedia
Tio Buki
Iya sama sama.
Tio Buki
Jangan tanya aku, aku juga tidak tau
Tio Buki
Minumlah
Tio Buki
Itu cuma secara kebetulan saja
Tio Buki
Itu kamar namanya, kalau rumah, ada diluarnya🤣🤣
Tio Buki
Biarkanlah
Tio Buki
Oh begitu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!