NovelToon NovelToon
Hi, Ex - Boyfriend !

Hi, Ex - Boyfriend !

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:586.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: SheisUgly

Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.

Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.

Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.

So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HOODIE GIRL !

Hubungan itu seperti gelas kaca, kadang lebih baik meninggalkan gelas itu pecah. Daripada terluka karena menyatukannya.

🌾Hi, Ex - Boyfriend 🌾

🌲🌲🌲🌲🌲

Tentu saja aku inget kalau Kai pernah menjalani hubungan pacaran selama 5 tahun dengan Kakak tingkatku di Kampus.

Dia Kenzie, mahasiswi cantik, pintar, modis, wangi, glowing, rambutnya rapi bergelombang. Dia juga baik dan tidak marah padaku saat Kai memilih aku jadi pacaranya. Walaupun hubunganku dengan Kai juga terpaksa.

Bayangkan saja pacaran dari SMA sampai kuliah semester akhir mereka putus dan Kai jadi pacarku. Kandasnya hubungan mereka karena Kak Kenzie takut jika Kai tak bisa menjalani hubungan LDR karena Kenzie di tuntut orang tuanya untuk mengambil S2 di Amerika. Dan atas saranku juga Kai dan aku harus putus dan Kai harus mengejar cintanya ke luar negri.

Aku memang sengaja membuat perjanjian dengan Kai , kalau dia aku tanya langsung dia pasti tutup mulut. Dia bukan tipe laki-laki yang terbuka soal asmara dan kehidupan pribadi. Dia laki-laki misterius dan tak gampang di tebak.

Sepanjang perjalanan pulang dari Kantor Kementrian kemarin, Kai hanya diam membisu. Dia tak marah namun dia hanya diam.

Aku mencoba bertanya lagi keesokan harinya, tapi bukan jawaban yang aku dapat. Aku malah mendapatkan surat tugas untuk meninjau Proyek jaringan yang sedang trouble di Atambua Nusa Tenggara Timur selama dua minggu.

Dia mungkin tak ingin bertemu denganku lagi atau menghindar jika aku menagih janji tentang Kak Kenzie.

Aku mencoba bertanya pada sahabatku tentang Kak Kenzie, tapi nihil. Semenjak lulus kuliah Dan Kak Kenzie pergi menempuh pendidikan ke Luar Negri , Kenzie sama sekali hilang dari dunia maya seperti di telan bumi.

Kan aneh???

Hari ini aku bersiap-siap akan pulang ke Jakarta. Selama dua minggu aku bertugas bersama Gina, Satria dan Sandy.

"Gila , di kira kita tentara kali ya?? Di tugasin ke Atambua. Mana deket ama perbatasan lagi..."

Sandy si tukang memgeluh dari pertama dia dapat surat tugas sampai hari ini kita lagi chek in di bandara terus aja ngomel.

"Nih, kulit gue juga tambah item. Ntar pas gue pulang, ciwi-ciwi pangling ama gue" Si Satria yang terkenal sebagai cowok metroseksual dan denger-denger terkenal dengan image player juga mengeluhkan wajahnya yang burik.

"Lo berisik banget sih dari kemarin?? Gue aja yang cewek enggak seheboh lu...!!" Gina menimpali seraya mengerucutkan bibirnya.

"Alaaaah, ya jelas aja lu seneng kesini. Emangnya gue enggak tau kalau lo suka ama tentara yang tugas di perbatasan??" Akupun menggoda Gina yang pernah aku pergoki bertukar nomer ponsel dengan salah satu tentara ganteng yang bertugas di perbatasan.

"Bener Wil. Gue geli liat Gina modusin tentara itu." Sandy malah terbahak.

"Namanya juga usaha. Gue kan juga pengen bahagia. Bukan mantan gue doang yang bahagia..."

Aku yang tadi menggoda Gina seketika kicep saat dia bahas mantan. Dan memilih untuk menjauh dari mereka dengan alasan membeli oleh-oleh di counter yang ada di dalam ruang tunggu bandara.

Saat aku memilih gelang ternyata Papa menelponku.

"Hallo Pa..." Sapaku seraya memilih gelang.

"Will, kapan kamu pulang Nak??"

"Ini Willo lagi chek in bandara Pa. Sejam lagi juga boarding." Jawabku

"Wil, mama pesen kain tenun ya Nak??"

Eh, suara mama nyamber ponsel papa.

"Iya Ma, udah Willo beliin buat Mama, Papa sama Kak Sandra. Mama beliin oleh-oleh buat aku juga kan dari Korea??" Tanyaku antusias

"Udah mama beliin kosmetik,sepatu sama light stick hmmmmm..."

Mama kayak mikir nih..

"San light stick punya Willo namaya apa???"

Mama berteriak bertanya pada kak Sandra nama oleh-oleh ku itu.

"Oh mama inget, light sticknya NCT sama WAY V. Kata Sandra kamu ngefans banget sama mereka."

Mamaku tertawa riang dan enggak ngomel kayak biasanya.

"Oh iya Ma. Kemarin aku sempet nitip Kak Sandra. Ya udah Willo berangkat dulu ya Ma. Nanti weekend Willo balik ke Bogor."

Setelah berpamitan aku memutus sambungan telponku.

Mama tumben enggak ngomel. Tapi bagus lah aku di beliin light sticknya WAY V sama NCT. Tau aja Kak Sandra kalau aku K-Popers.

Aku segera bergabung dengan teman ku yang lain untuk masuk ke pesawat.

And.... Jakartaaa Im comingggg !!!!!

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Atambua transit Kupang Langsung Jakarta membuat badanku lemas. Aku melirik sekotak susu anlene yang di belikan Kai teronggok di atas lemari. Aku ingin minum itu kali aja tulangku jadi kuat dan enggak capek lagi .

Susu telah aku habiskan dan aku juga teringat jika jas Kai yang kemarin aku bawa saat insiden tembus kemarin belum aku kembalikan .

Aku malu banget saat itu dia mergokin aku tembus saat PMS. Aku beneran lupa kalau tanggal itu aku Menstruasi.

Dan dengan tanpa rasa malu Kai membelikanku pembalut. Dia itu aneh sih menurutku. Namun aku membuat runyam hubunganku dengannya setelah aku menyinggung soal Kenzie.

Aku melipat jas itu dan memasukkannya ke paperbag. Aku tersenyum geli mengingat Kai yang langsung mengantar ku ke kosan tanpa harus balik ke kantor lagi.

Flashback.

"Ini bang, jas lo.." Aku melepas jas milik yang melilit di pinggangku.

Namun mata Kai melotot mendapati jasnya terkena noda darah. Aku meringis karena kecerobohan ku.

"Astagaaa Gucci gue lo darahin Willo..." Dia memekik seraya memandangi jasnya yang terkena noda darah. Aku cuma cengengesan.

"Maaf Bang..."

"Gak mau tau pokoknya lo cuci pakai tangan. Jangan di laundry ya..." Diapu melempar jas itu tepat di wajahku.

"Iya Bang, bakalan gue cuci kok" Aku dengan kaliamt terbata-bata berjanji akan mencucinya sendiri manual tanpa mesin cuci.

Flashback End !

Aku hampir gila saat kejadian itu dan dua minggu tak bertemu Kai membuat ku sedikit rindu.

Sedikit.

Hari ini sabtu dan Kai pasti punya waktu luang. Aku akan mengembalikan jas ini padanya.

Aku harus memastikan dia bersedia bertemu atau tidak. Dan ternyata dia mau aku temui.

Aku bersiap-siap ke apartemen Kai.

.

.

.

.

Ku pencet bel apartemen nya dan dia membukakan pintu. Wajahnya lebih sumringah dari dua minggu lalu.

"Maaf ya Bang, gue ganggu lo" Aku berbasa basi dan duduk di sofa.

"Nih, jas lo udah gue cuci. Udah bersih." Aku menyerahkan paperbag itu dan aku letakkan di meja. Aku masih deg-degan kalau dia masih kesal dengan permintaan yang aku ajukan kemarin.

Dia hanya menatapku dan aku semakin tak enak.

"Bang, kalau gitu gue balik ya?? Makasih..." Aku pun berbicara dengan nada ragu padanya. Aku beringsut dari sofa dan berdiri untuk pulang dari sana.

"Willo..!" Kai memanggilku.

"Iya Bang???"

🌾🌾🌾🌾

Kai menynggingkan senyum saat aku mencicipi masakan buatannya. Dia tadi mencegahku pergi untuk menemani dia memasak. Untung dia enggak nyuruh masak.

"Gue enggak akan nyuruh lo masak karena kalau lo yang masak dapur gue bisa kebakaran !" Hadeehh tu mulut yaa omongannya pedas menyayat.

Untung masakan dia enak. Tapi aku enggak langsung bilang enak. Aku masih berlagak seperti chef juri di kontes masak.

"Lagak lo ngomentarin masakan gue begitu?? Tu aja makanan lo habis. Lo laper apa doyan??"

Aku hanya terkekeh malu. Selain aku lapar aku juga doyan masakan Kai.

"Sejak kapan lo bisa masak Bang??" Tanyaku antusias seraya memakan potongan buah.

"Sejak gue SMP gue sering bantuin kakak di dapur jadinya bisa masak..."

"Aku juga sering bantuin Mama tapi ujung-ujungnya di usir karena aku cuma bikin rieweh. Makanya aku enggak bisa masak..." Jawabku terdengar seperti mengeluh.

"Gimana ntar lo punya suami kalau enggak bisa masak??"

"Terserah Tuhan dan Semesta aja lah. Gue lom kepikiran nikah." Jawabku cemberut.

"Belom punya pasangan?? Payah banget lo " Ledek Kai dengan senyum seringainya.

"Emangnya lo udah punya calon berani ngledek gue??"

"Udah" Jawab Kai enteng. Kok berasa ada yang patah ya...???

"Gue tau, calon lo Kak Kenzie kan??" Tebakku.

"Gue mau nanya ama lo. Emang kabar tentang Kenzie penting bagi lo ??"

Ah, dia bahas ini juga.

"Penting??" Dia balik nanya.

"Ya penting banget lah.." Jawabku meyakinkan.

"Apa lo hanya pengen mastiin gue udah punya pasangan apa belom??"

Mak jleb banget Bang Kai. Alasan utama sebenarnya itu sih. Jika aku tau Kai sudah punya, maka move on ku bisa menjadi lebih mudah.

"Enggak kok. Gue kan kenal dia, ya wajar lah gue nanya. Secara kalian kan couple paling tersohor di Kampus dan gue hanya korban lo. Sampai di sebut pelakor di hubungan kalian.." Cerocos ku kesal.

Kai hanya tersenyum tipis.

"Apa yang lo ketahui tentang hubungan gue dan Kenzie??" Kai menyilangkan tangan di dada.

Wah ini sih introgasi. Mirip acara talk show Hitam Putih atau Kick Andy.

"Gue enggak tau apa-apa !" Jawabku berkilah lalu memalingkan wajah. Kai menatap tajam aku dan aku harus menghindarinya.

"Gue akan kabulin permintaan lo kalau lo jawab pertanyaan gue" Ucapnya di sertai pandangan tajam menusuk.

"Oh jadi setelah lo kasih gue makan enak lo introgasi gue gitu?? Emangnya gue anak kecil yang di kasih eskrim nurut??" Aku masih takut - takut menjawab pertanyaan Kai.

"Anggap aja begitu biar urusan kita cepat selesai. Lo juga udah nunggu ini dua minggu kan??"

Semakin yakin jika Kai mengirimku ke Atambua untuk mengulur waktu. Di Atambua juga tidak ada trouble seperti yang di bilang Kai. Kita tugas di sana cuma jalan-jalan di pantai sore hari dan membantu Mama-mama menenun kain.

"Yang gue tau tentang lo dan Kenzie adalah lo sangat mencintai Kenzie. Dan Kenzie juga sangat mencintai lo Bang. Saat itu gue merasa bersalah nrima lo jadi pacar gue. Ada rasa iri jika lo terlihat bahagia berhubungan dengan Kenzie..." Jawabku lirih.

Perih jika mengingat masa lalu. Aku hanya di manfaatkan Kai untuk menuruti keinginan Kak Kenzie. Tentu saja Kai akan memilih cewek yang enggak menarik seperti aku dengan julukan Hoodie Girl dan IQ jongkok.

Saat itu mahasiswa lain banyak yang tak terima seolah Kai terkena guna-guna dariku. Padahal aku tak tau apa-apa. Dampak dari hubungan itu sangat terasa bahkan sampai sekarang, mereka yang tau kisahku saat di kampus mengecap ku sebagai perebut cowok kakak tingkat.

Bahkan Sandra, kakak kandungku sendiri juga tau rumor itu dari teman se fakultas.

Aku yang selalu menutup kepala dengan hoodie sampai habis masa kuliahku, hanya bisa pasrah jika mereka menganggapku begitu. Sedangkan Kai aku pikir sudah bahagia dengan Kenzie.

"Sayangnya pendapat lo tentang hubungan gue dan Kenzie itu 100% Salah Wil...."

Kalimat Kai terucap lirih. Membuatku yang semula menundukkan kepala dengan perasaan perih mendongak menatap tak percaya ke wajah Kai yang berubah jadi tatapan kosong.

What happen Kai???

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲

Hello selamat sianggg....

Udah gitu aja. Jaga kesehatan selalu yaaaa.

🤗🤗🤗🤗

1
Almun
mungkin maksut kakak nya ini "terhenyak".

tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.

sejauh ini sukaa😍 semangat kakk
RithaMartinE
😭😭😭 semangat willo
T.N
ku suka novel mu kak
T.N
nah kan ketauan jg
T.N
kasih pelukan tuk Willo
T.N
hahahsh🤣🤣🤣
T.N
omelannya bikin kangen Willo
T.N
😄😄😄
T.N
kadang kebawa alur cerita sampe nggak komen tapi like mah harus
Lin Zhi Yu
Baca berkali2 tetep gak bosan, ceritanya asik
Violeta
dasar pasangan somplak..🤣🤣🤣🤣
Violeta
astaga 🤣🤣🤣🤣
Violeta
🤣🤣🤣🤣
Violeta
waahh baru tau nih...ada kepanjangan lain dari GPS 🤭🤣🤣
Praba Tini LA
saya suka saya suka...
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ukh ... keren nya bang Kai 😍
May Keisya
iya bener😂
May Keisya
Thor kalo endingnya willo ga bahagia ini keterlaluan😭
May Keisya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!