Menceritakan seorang gadis yang manja dan polos , dia bernama Aurelia putri sering di panggil dengen sebutan Aurel ,dia gadis yang ceria dan baik hati ,namun keceriaan harus hilang dalam sekejap karena sebuah tragedi yang harus merebut kebahagiaan nya , ibu meninggal di depan matanya sendiri karena ulah selingkuhan papa nya
"Papa jahat Aurel benci sama Papa hiks ,"ujar Aurel begitu terisak melihat ibu nya yang sudah tergeletak tidak bernyawa
Gimana kah kelanjutan ceritanya akankah Aurel kembali menemukan kehagian atau atau sebaliknya
Baca kelanjutannya di novel yang berjudul gadis yang manja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfazilah Cell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Aurel Pergi
Sepulang nya Aurel dari sekolah kini iya baru saja sampai di mansion
"Makasih nya pak ,sudah jemput Aurel,"ujar Aurel yang keluar dari dalam mobil
"Iya Non sama sama ,lagian ini juga sudah tugas bapak Non ,"jawab supir tersebut
"Hm kalau gitu Aurel masuk dulu nya pak ,"ujar Aurel yang berlalu pergi masuk kedalam mansion
"Sayang kamu baru pulang ,"ujar Hendro yang sedang duduk di meja makan bersama dengen Liora dan kedua anak nya
"Papa ,"ujar Aurel yang terdiam melihat Liora dan kedua anak nya
"Iya sayang sini duduk kita makan bersama sama Mama kamu dan kedua saudara kamu ,"ujar Hendro yang membuat Aurel terkejut sampai iya menjatuhkan tas bekal nya sembari air mata yang mengalir
"Papa jahat Mama baru saja pergi tabi Papa sudah menikah lagi hiks hiks ,"ujar Aurel yang terisak
"Sayang dengarkan Papa ,"ujar Hendro yang menghampiri Papa nya
"Gak usah peluk peluk Aurel, Papa jahat Aurel benci sama Papa , kenapa Papa lakukan itu Aurel tidak suka Pa ,hiks hiks Aurel tidak mau puya Mama baru ,"ujar Aurel
"Aurel jaga ucapan mu ,Papa gak suka ,"ujar Hendro keras
"Terus saja Papa bentak Aku ,Aurel gak takut Aurel benci sama Papa ,"teriak Aurel
"Aurel,"ujar Hendro
"Aurel gak pernah setuju dia jadi Mama Aurel hiks hiks ,lebih baik Aurel pergi dari pada harus tinggal sama Papa ,"ujar Aurel yang berjalan menuju kamar nya
"Aurel, Aurel,"panggil Hendro namun tidak di jawab oleh Aurel
"Udah Pa biar nanti Aku yang bujuk Aurel,kita makan dulu ,"ujar Liora
"Iya ,kalian jangan ambil ucapan Aurel nya ,dia emang begitu kalau lagi lelah dan marah bawaan nya kesal , biasalah dia manja banget,"ujar Hendro kepada Liora Viola dan Andra
"Iya Om ,"jawab Andra dan Viola,
"Gak usah panggil Om ,kan sekarang sudah jadi Papa kalian,"ujar Hendro
"Maaf kami lupa Pa ,"ujar Viola sembari tersenyum memperlihatkan wajah polos nya itu
Di dalam kamar
"Mama hiks hiks , Aurel mau ikut Mama ,Papa jahat Ma hiks hiks , Aurel tidak mau mengganti kan Posisi Mama hiks ,plis Mama jemput Aurel saja ,"ujar Aurel sembari terus mencium foto Mama nya dan kemudian memeluk nya erat
"Aurel mau pergi saja Ma ,tidak mau tinggal sama Papa ,Papa sekarang udah berubah Ma ,Papa selalu bentak Aurel selalu marahin Aurel hiks hiks Papa gak sayang lagi sama Aurel, Aurel sekarang sendiri Ma ,Mama jemput Aurel,"ujar Aurel yang kemudian berdiri dari duduknya dan kemudian keluar dari dalam kamar dan berjalan keluar dari dalam mansion
"Aurel,kamu mau kemana ini udah sore ,"ujar Hendro
"Lepaskan Aurel, Aurel mau ikut Mama saja Aurel tidak mau tinggal sama Papa ,"ujar Aurel
"Jangan sayang ,kamu gak kasian sama Papa hmm ,?Taya Hendro sembari memeluk Putri nya
"Gak Mau Papa ,hiks hiks Papa aja gak sayang sama Aurel dan Mama ,"ujar Aurel yang mencoba melepaskan pelukannya
"Jangan Aurel,kamu putri satu satu nya Papa ,Papa sayang sama Aurel,"ujar Hendro
"Tapi Papa gak sayang Mama hiks hiks , kalau Papa sayang Mama dan Aurel, kenapa Papa nikah lagi sama Mama ,"ujar Aurel
"Jawab Pa kenapa, jangan sembunyi kan apa sama Aurel, Aurel sudah besar Papa , Aurel gak suka di bohongi terus ,"ujar Aurel yang menatap Papa nya
"Baiklah Papa jujur sama Kamu ,"ujar Hendro
"Papa dari dulu memang tidak pernah suka sama Mama kamu ,tapi Papa harus menerima kenyataan bahwa Papa harus menikah sama Mama kamu di saat Papa masih bersama Mama Liora, BLA BLA BLA,"ujar Hendro payang lebar menceritakan kronologis cerita kehidupan nya dan Andin dulu
"Jadi begitu hiks hiks , kalau Papa gak sayang sama Mama , kenapa Papa harus menglahir kan Aurel kenapa Pa , sekarang Aurel yang menanggung sakit nya ,"ujar Aurel
"Karena Dedy Papa ingin memiliki Cucu sayang ,"ujar Hendro
"Jadi Papa gak ikhlas Aurel lahir di dunia ini ,?Taya Aurel
"Buka gak ikhlas Aurel,tapi Papa ingin kamu lahir dari rahim nya Mama kamu sekarang Liora,tapi Papa gak boleh berbuat sesuatu ini sudah takdir nya ,"jawab Hendro santai tampa memikirkan perasaan Aurel yang seperti di tusuk pisau
"Papa tidak sadar apa yang sudah Papa ucap kan ,hiks hiks sampai kapan pun Aurel tidak mau lahir dari rahim dia ,dan Papa tau , Aurel tidak mau tinggal lagi bersama Papa , dan Papa tenang saja Aurel akan pernah jauh dari Papa ,dan pada akhirnya Papa akan menemukan Aku sudah bersama Mama di sana ,"ujar Aurel yang kemudian berlalu pergi dengen hati yang begitu sakit
"Aurel apa yang kamu kata kan ,"ujar Hendro
"Papa gak usah cariin Aurel lagi ,"ujar Aurel yang kemudian berlalu keluar dari dalam perkembangan mansion dengen masih mengunakan seragam sekolah sembari membawa foto Mama nya
"Papa kenapa terbaik teriak ,"Taya Liora yang menghampiri suaminya
"Itu Aurel pergi,"ujar Hendro
"Aurel mungkin sedang ingin sendiri Papa gak usah khawatir nanti juga pulang ,"ujar Liora
"Iya ,"jawab Hendro
"Yasudah kita masuk yok ,"ujar Liora yang menuntut suami nya untuk masuk kedalam Mansion
"Viola buatkan kopi buat Papa nya ,"ujar Liora
"Iya Ma , tunggu sebentar nya Pa ,"ujar Viola yang berlalu menuju dapur
"Akhirnya si gadis tidak berguna itu pergi juga makin banyak peluang Geu untuk rebut milik nya ,"ujar viola pelan sembari mengaduk secangkir kopi, setelah selesai iya pun langsung mengantar kan nya kepada Hendro
"Ini Pa ,"ujar Viola
"Makasih nya ,kamu memang anak yang baik ,"ujar Hendro
"Sama sama Pa ,"jawab Aurel sembari tersenyum kepada berlalu pergi
"Aku masih kepikiran Aurel,"ujar Hendro
"Gak Papa Pa ,nanti juga pulang sendiri,"ujar Liora
"Hmm ,"jawab Hendro
Disisi lain Aurel sedang menangis di pemakaman Mama nya sembari terisak dan menceritakan semuanya kepada sang Mama tercinta nya
"Mama Aurel pengen ikut Mama , Aurel sangat sedih Mama , kenapa Papa bohongin Aurel sejauh ini Ma ,"ujar Aurel
"Mama Aurel tidak suka Papa ,Papa jahat sama Mama , hiks"ujar Aurel yang mengelus batu nisan Mama nya
"Aurel ikut Mama saja , Aurel tidak puya siap siap lagi sekarang, sekarang tidak ada lagi yang jagain Aurel dan mendengarkan Aurel,Mama jemput lah Aurel hiks hiks Aurel ingin pergi bersama Mama saja ,"ujar Aurel yang semakin terisak
"Saya sangat sama gadis kecil ku ini ,"jawab Arzan yang baru saja tiba dan mengelus rambut Aurel
"Om Arzan ,"ujar Aurel yang menatap Arzan dengen mata sembab nya bikin Arzan ingin sekali melahapnya
Bersambung.
Thank you 😘 yang sudah baca bab baru ku 💚