NovelToon NovelToon
One Separate

One Separate

Status: tamat
Genre:Fantasi / Romansa Istana / Tamat
Popularitas:787.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mauraa_14

Soques, merupakan negara yang tepat di mana sebuah Kerajaan berdiri megah.

Dengan kekuasaan yang dimiliki, Raja itu membuat semuanya seolah-olah sebagai permainan hidup. Memilih seorang gadis yang berasal dari Keluarga yang memiliki popularitas sebagai pendamping hidupnya.

Tidak ada rasa manis dalam setiap kehidupan, semua berubah seketika disaat melangkah di kehidupan yang baru.

~Satu Yang Terpisah~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mauraa_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

What Will You Do, Queen?

"Dasar anak itu! Dia menyuruhku untuk mengambil sesuatu yang tidak penting di kamar Queena." Gerutu Vianze yang menulusuri koridor.

Orang-orang yang melintas selalu memalingkan wajah mereka, bagaimana tidak, Sang Raja keluar dengan pakaian mandi atau piyama tentu saja menjadi pusat perhatian. Akhirnya Vianze sampai di depan kamar Queena, dua pengawal di sana membukakan jalan untuk Vianze.

"Hm... Dua penjaga melindungi kamar Queena dengan ketat, berarti dia masih membersihkan dirinya." Batin Vianze.

Vianze melangkahkan kakinya melewati kedua penjaga itu dan langsung memasuki kamar Queena secara perlahan. Setelah berhasil memasuki kamar Queena, Vianze ingin segera mencari mainan milik Adiknya. Kondisi kamar Queena juga sangat sunyi, jadi Vianze berusaha mati-matian agar tidak membuat suara.

"Bocah itu! Di mana dia meletakannya." Batin Vianze. Dengan tata susunan yang rapi di kamar Queena, dia berusaha agar tidak membuat kekacauan di sana.

Vianze berjalan menulusuri sofa besar dekat jendela, dan sesuai dugaannya. Boneka dengan ukuran yang besar, persis dengan anjing. Mungkin itu yang Yanze maksud, pria dengan rambut hitam itu langsung mengambil boneka ukuran raksasa itu lalu membawanya ke luar.

Pengawal yang menjaga kamar Queena terheran-heran karena Yang Mulia baru saja keluar dari kamar Ratu dengan membawa sebuah boneka besar, lalu berlari sekuat mungkin, layaknya anak kecil.

Bruaak!

"Ini mainanmu!" Ucap Vianze selaras dengan bantingan pintu.

"Hahaha! Kau tidak pandai memainkannya Leon!" Ujar Yanze sambil tertawa.

Vianze dapat menemukan dua makhluk yang mengisi kamarnya yaitu, Leonard dan Yanze. Mereka berdua tengah bermain catur dengan bahagia, sedangkan Vianze layaknya orang bodoh.

"Kalian berdua!!"

...👑👑👑👑...

♤Esok Harinya Di Tengah Hari♤

"Kakak akan pergi?" Tanya anak kecil sambil memeluk boneka yang berukuran besar.

Sedangkan, pria dengan julukan Raja tengah bersiap diri dengan perlengkapannya. Di hari seperti ini, biasa bagi Vianze untuk pergi memeriksa Khallem. Khallem adalah sebuah tempat di dekat kaki gunung bagian tenggara, letaknya lumayan jauh dari Soques. Vianze biasanya memeriksa keadaan di sana, kenapa? Karena itu adalah sihir terakhir yang ingin dia dapatkan, dengan menggunakan Queena sebagai wadahnya.

Leonard dan Kertia juga membantu Vianze dalam bersiap. Vianze melihat wajah Adiknya yang lesu. Tidak mungkin Vianze mengatakan yang sebenarnya mengeai tujuan kepergiannya. Vianze mendekati Yanze lalu merangkuhnya hingga ke dalam dekapan Vianze.

"Kakak akan pulang secepat mungkin." Ujar Vianze berusaha menenangkan Adiknya. Walaupun kedua Adik dan Kakak itu terus bertengkar, Vianze selalu menyayangi Adiknya, begitupula dengan Yanze sendiri.

"Tapi akan pulang hari ini kan?" Tanya Yanze yang sangat lesu.

"Be-" Ucapan Vianze terpotong karena suara ketukkan pintu.

Tok! Tok! Tok!

"Hm? Masuklah."

"Yang Mulia!" Teriak pelayan itu dengan histeris saat memasuki kamar Vianze, pria itu mendekati pelayan tersebut sambil menahan Yanze dalam rangkuhannya.

"Kau pelayan Fenith bukan? Apa yang membawamu kemari?" Tanya Vianze dengan tatapan biasa.

"No- Nona Fenith! Dia tiba-tiba sakit!" Ucap pelayan itu.

Vianze yang mendengarnya langsung menurunkan Yanze dan lekas berlari ke luar, sepertinya ingin menemui Fenith. Yanze hanya terdiam melihat tingkah laku Kakaknya.

Di sisi lain, Queena telah siap dengan hari-harinya dan langsung keluar dari kamarnya.

*S**wu**uuuush*!

Queena mematung sejenak melihat Vianze yang berlari begitu cepat melintasinya. Queena yang melihatnya begitu ingin tahu apa yang terjadi. Tapi, semua perihal Vianze bukanlah urusannya.

"Kakak! Kakak!" Teriak bocah itu sambil berlari dengan kedua kakinya yang mungil. Queena yang masih berada di depan kamarnya tersentak mendengar teriakkan Yanze.

"Yanze!" Panggil Queena dengan suara yang cukup kuat, sehingga mereka berdua dapat saling bertemu.

Yanze berlari sekuat tenaga menghampiri Queena, dan hampir saja terjatuh, dengan usaha Queena yang melebihi Yanze membuat bocah cilik itu terjatuh menimpa Queena. Vianze mendadak menangis, Queena diambang kebingungan, kini Yanze menangis tanpa sebab.

"Yanze kemarilah," Ucap Queena lalu merangkuh tubuh kecil Yanze sambil menepuk pelan punggung kecilnya. "Baiklah, apa sekarang kau bisa menceritakannya pada ku?" Kini setelah dapat merasakan ketenangan dari Yanze, Queena mulai bertanya dengan perlahan.

"Kak Ze, tiba-tiba meninggalkanku saat mendengar kabar bahwa Kak Fenith jatuh sakit!" Jelas Yanze sambil terisak dalam pundak Queena.

Queena tidak menyangka bahwa demi Fenith dia harus meninggalkan Adiknya seperti ini. Queena menenangkan Yanze lebih lanjut dan membawa anak itu mengitari Istana. Beberapa menit ke depan Yanze jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, bocah yang masih bisa disebut dengan Pangeran Mahkota itu tersenyum ceria saat para pelayan yang berlalu-lalang menyapanya dengan hangat serta habis mencubit gemas kedua pipi Yanze yang bulat

Queena bersyukur jika Yanze dapat melupakan kejadian tadi. Ratu cantik itu berhasil membuat Sang Pangeran tenang. Queena mulai merangkuh Yanze dengan lebih tinggi, sehingga membuat anak kecil itu tertawa sampai puas.

Di tengah-tengah tawa Yanze, Leonard muncul dari arah yang berlawanan. Leonard maupun Queena dapat melihat kehadiran mereka masing-masing. Queena pikir Leonard akan melaluinya ternyata tidak, dia ingin menemui Queena secara pribadi.

"Wuaah lihat ini! Yanze ada di sini! Apa kau mau bermain dengan sihir?" Tanya Leonard untuk membujuk Yanze.

"Woooaah! Mau!" Ucap Yanze dengan cepat sambil menganggukkan kepalanya dengan lucu.

"Leonard, sihir bukan-"

"Anda tenang saja Yang Mulia Ratu, aku dapat menjamin bahwa Pangeran akan baik-baik saja." Ucap Leonard dengan perasaan yakin.

Karena mendapat kepercayaan dari Sang Ratu, Leonard membuat sebuah pedang karet yang elastis namun seperti nyata. Kini Pangeran mungil itu sedang asik bermain dengan pedang mainannya. Sekarang adalah waktunya bagi Leonard untuk berbicara dengan Queena.

"Apa yang ingin kau bicarakan denganku, Leonard?" Tanya Queena dengan ekspresi datar seperti biasa.

"Maaf aku akan langsung ke intinya saja," Tukas Leonard dengan sopan. "Fenith tidaklah sakit."

♤Kamar Fenith, Bagian Barat.♤

"Kau baik-baik saja?" Tanya Vianze dengan khawatir.

"Hem! Sejak Kakak di sini aku baik-baik saja." Jawab Fenith dengan suara sendu.

Vianze masih di dalam kamar Fenith untuk memeriksa keadaannya. Kini Vianze dapat melihat wajah pucat dari Fenith karena penyakit yang dia bebani. Vianze mulai curiga dengan penyakit yang diderita Fenith, itu semacam penyakit kutukkan. Dan di Istana hanya Sang Ratu yang memiliki sihir kutukkan.

Melihat ekspresi Vianze, Kertia tahu betul apa yang kini Rajanya itu pikirkan. Sebelumnya Kertia menyuruh Leonard untuk meninggalkan kamar Fenith, dengan sikap polosnya itu mungkin akan membuat masalah dalam keadaan seperti ini, lagipula Kertia sangat yakin bahwa Leonard tahu apa yang terjadi sebenarnya.

"Aku harap Anda tidak membebani Ratu lagi, Yang Mulia." Batin Kertia.

Vianze juga telah menanyakan banyak hal pada pelayan Fenith mengenai letak kejadian insiden itu, dan sesuai perkiraannya, insiden itu terjadi di taman selatan. Kini keraguan serta perasaan Vianze menjadi-jadi, dia terus beranggapan bahwa Queena tidak ada hubungannya dengan ini semua.

"Kak?"

"Ha? Ada apa?"

"Kau tidak perlu memikirkan yang aneh-aneh, aku orang yang kuat seperti 'Ratu', jadi kau tidak perlu khawatir." Jelas Fenith.

"Seperti... Ratu... Ya."

♤Taman Selatan♤

"Hm... Jadi dia berusaha untuk menjebak diriku lagi." Ucap Queena yang masih dalam keadaan tenang seperti tidak terjadi apa-apa. Leonard terpukau karena disituasi seperti ini Queena dapat tetap menjaga ketenangannya.

"Ratu kalau begitu, bagaimana kalau-"

"Biarkan saja." Tukas Queena.

"Tapi, kita tidak bisa membiarkan gadis kurang ajar itu bersikap semaunya, apalagi dengan Anda." Leonard berusaha membela Queena.

"Raja tidak akan mempercayaiku Leo," Ucap Queena. "Jujur atau tidak, aku akan tetap salah di mataNya." Tambah Queena. Leonard merasa bahwa jawaban Queena salah. Karena merasa janggal Leonard berdiri dari tempatnya.

"Salah di mata itu wajar, Anda hanya perlu meyakinkannya melalui hati. Ada banyak cara untuk meyakinkan orang lain, selagi orang itu memang ingin membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah."

Queena tertegun mendengar ucapan Leonard, dia merasa bahwa ucapan Leonard ada benarnya. Dirinya tidak harus menjadi dasar sebuah permasalahan. Tidak harus bagi Queena menanggung semuanya sendiri. Awalnya gadis dengan wajah cantik itu berfikir bahwa akan tetap sendiri dan selalu sendiri. Serta kesalahan akan tetap menjadi takdirnya, namun ternyata tidak. Ada banyak orang yang mendukungnya, ada banyak orang yang mempercayainya layaknya Ratu.

"Jadi... Apa yang akan Anda lakukan, Yang Mulia Ratu?"

1
𝐊𝐈𝐌💋𝐇𝐖𝐀①④🆁&🆉👻ᴸᴷ
paket komplit Thor .😉😉😉😉👍👍👍
SyukaAja
sangat suka, sedikit rumit tetapi bikin penasaran...
Brawijaya Bc
Intrik crita bagus tapi kebanyakan alur maju mundur periode waktunya
Jinawaty J
Terima kasih thor...cerita yg sangat menarik...
Jinawaty J
Semangat thor 💪💪💪
Dyah Lestari
raja bodoh, fenith tuh licik masih aja percaya.😡😡
Susy Siahaan
ceritanya bagus 👌👌👌 terimakasih thorr untuk karyanya 🙏
Ella Jie
the end
rednow
nyeseeekkk banget perpisahan queena dg reolius 😭😭😭😭😭😭😭
rednow
ada stalker niih 🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
aahh rajaaa...ternyata rasa itu sdh hadir tapi masih berbalut gengsi tinggi yaa
rednow
kak lucifer diperbolehkan masuk, sedang aku tidak....

kalimat yunze sakti banget bisa bikin raja vianze lsg menghilang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
lucifer sama yanze nih beneran dua rubah yg licik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
yanze...boleh cubit pipi gembilnya ga 😍😍

gemeeeessshhh banget...niat ngerawat kak queena sampe lupa apelnya diabisin sendiri
rednow
emang vianzhe tuh harus dibikin cemburu dulu...panas ...pusing...kepala berasap
rednow
lucifer ni cocok banget namanya...suka tebar api sana sini ...

api emosi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rednow
kakak2 tersayang....segeralah ambil adikmu...bawa dia pergi...biar sang raja merasa dunianya hilang
LilyArni
kok agak membingungkan cerita nya trus muter2 gak jelas cuman bahas sskit nya ...
Evan: Hehe kalo ga suka ga papa. karna selera stiap manusia juga beda" :') Author terima kritikkannya☺
total 1 replies
Nuzlie🎭eiLzun
seperti perkiraanku thor.. masalahnya hanya berkisar di ruang lingkup istana.. ga sipp thorr, ginian berpusing tujuh keliling istana ga kan bisa buat sihirnya berkembang.. ayoo thort semangatt karyanya.. pertualang harus bisa hadir kalo punya sihir sehebat ratu
Evan: Makasih supportnya Kak! 😀
total 1 replies
Nuzlie🎭eiLzun
ternyata king punya otak sebatas lutut hahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!