NovelToon NovelToon
Anak Rahasia Raja Vampir

Anak Rahasia Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Romansa Fantasi
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Kanaya Tabitha adalah definisi wanita sempurna. Cantik, pintar, dan mandiri, dia sukses membangun bisnisnya dari nol. Di balik keanggunannya, Kanaya adalah sosok wanita tangguh yang menguasai seni bela diri tingkat tinggi, dan jangan harap ada pria yang bisa mendekatinya dan mengusik hidup tenang nya, hubungan dan cinta tidak ada di dalam daftar hidup nya.

Namun, dunia indahnya runtuh saat sebuah rahasia besar mendadak memutarbalikkan hidupnya. Tubuhnya mengalami perubahan aneh yang tak masuk akal. Bagaimana bisa dia hamil tanpa pernah disentuh pria mana pun?

Kanaya tidak tahu bahwa setiap malam, rahimnya telah diklaim oleh Alexander Giorge, Raja Vampir yang posesif dan berbahaya di balik kegelapan.

"Kamu milik ku, Kanaya. Berlari lah sejauh apa pun, darah daging ku akan selalu membimbingku kembali ke tempat tidurmu. Jika ada pria lain yang berani menyentuhmu, ku pastikan namanya tinggal sejarah."_ Alexander Giorge.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MUAL

"Eungh... ahh... gerah," racau Naya dalam tidurnya yang setengah sadar, kepalanya bergerak gelisah ke kanan dan ke kiri dengan keringat yang mulai membesahi dahinya.

"Panggil nama aku, Sayang. Alexander," geram Alexander yang sedikit tidak suka mendengar racauan tak jelas dari bibir Naya, meski dia tahu gadis itu masih terjebak di dalam tidurnya.

Sebagai seorang Raja Vampir, ego Alexander begitu tinggi, namun keindahan tubuh Naya selalu berhasil meruntuhkan pertahanannya.

Alex membungkuk, menatap wajah Naya yang tampak begitu cantik di bawah remang lampu kamar.

"Ahh... sakit... tapi enak... ahh..." gumam Naya lagi dengan mata yang masih terpejam, tangannya bergerak spontan mencengkeram sprei kasur dengan erat.

"Tahan sebentar, Sayang, ini akan terasa luar biasa untuk kita berdua," jawab Alexander sambil meraih kedua tangan Naya, menguncinya ke atas kepala gadis itu dengan satu tangan besarnya yang kokoh.

Deg

Naya tersentak dan terbangun dari tidurnya.

"Sialan, mimpi gila itu lagi?" umpat Naya dengan suara serak khas bangun tidur.

Naya mendudukkan diri di ranjang, menyibak selimut nya dan seketika tertegun dan matanya melotot, ada noda cairan bening yang sudah agak mengering di atas seprai sutra putihnya.

"T-tidak mungkin..." bisik Naya pada diri nya sendiri.

Sudah beberapa Minggu ini dirinya bermimpi aneh, dan selalu terbangun dengan kondisi yang sama, seperti hari ini.

Naya adalah wanita karir, seorang COW di perusahaan yang dia dirikan sendiri, gadis itu terkenal sebagai pengusaha wanita dengan sifat dingin dan cuek, baginya, laki-laki hanyalah makhluk yang merepotkan.

Tapi seminggu terakhir ini, tidurnya selalu diganggu oleh pria misterius bernama Alexander itu.

Mimpi tentang seorang pria bernama Alexander yang selalu memperlakukannya dengan begitu lembut dan menuntut di atas ranjang.

"Kenapa rasanya nyata banget sampai badanku pegal semua begini?" gumam Naya sambil memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut kencang.

Naya menyentuh lehernya, merasakan sensasi hangat yang aneh di sana, seolah-olah baru saja ada napas seseorang yang berembus di kulitnya.

Naya menggelengkan kepala kuat-kuat, mencoba mengusir pikiran konyol itu, segera turun dari ranjang, meraih jubah mandinya, dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum bersiap pergi ke kantor.

Perutnya juga terasa tidak nyaman dan mual, seperti ada gejolak yang mendesak naik ke kerongkongannya.

"Pasti cuma masuk angin karena stres mikirin tender besar siang ini," ucap Naya pada dirinya sendiri, mencoba mengusir kecurigaan lain yang mulai melintas di kepalanya.

Naya bangkit, lalu berjalan menuju kamar mandi dengan langkah tegas, wanita seperti dirinya tidak punya waktu untuk mengeluh sakit, apalagi memikirkan sebuah mimpi hanya bunga tidur.

Satu jam kemudian, Naya sudah rapi dengan pakaian kerja nya, wajah nya yang cantik serta tatapan matanya yang tajam, membuat pesona seorang Kanaya Tabitha semakin mempesona.

Naya turun ke lantai bawah menuju meja makan, di mana Bi Sumi, asisten rumah tangganya, sudah menyiapkan sarapan.

"Selamat pagi, Non Naya, ini roti panggang sama kopi hitamnya sudah siap," sapa Bi Sumi dengan senyuman ramah.

"Pagi, Bi. Terima kasih," jawab Naya singkat, duduk dan langsung menyesap kopi hitam tanpa gula kesukaannya.

Bi Sumi memperhatikan wajah majikannya yang terlihat sedikit pucat, lengkap dengan lingkaran hitam tipis di bawah matanya.

"Non Naya kelihatan capek banget. Akhir-akhir ini tidurnya kurang nyenyak ya, Non?" tanya Bi Sumi hati-hati, merasa khawatir dengan kesehatan wanita muda yang sudah dia anggap seperti anak sendiri itu.

Naya menghentikan kunyahan rotinya sejenak, lalu menghela napas pelan.

"Saya cuma kecapekan kerja urus proyek baru, makanya otaknya stres dan kurang tidur," jawab Naya bohong, tidak mungkin dia menceritakan mimpinya, tentu saja itu terlalu memalukan.

"Ya sudah kalau begitu, Non. Tapi kalau ada apa-apa, langsung kasih tahu Bibi ya," ucap Bi Sumi sebelum kembali ke dapur.

Naya menyelesaikan sarapannya dengan cepat, dia melirik jam tangan mahal nya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi, waktunya dia berangkat ke kantor karena ada rapat penting dengan investor jam 9 nanti.

Naya bangkit berdiri, menyambar tas kerja dan kunci mobilnya di atas meja. Namun, baru dua langkah berjalan menuju pintu depan, kepalanya mendadak berputar hebat. Pandangannya mengabur selama beberapa detik, membuat tubuhnya limbung.

"Uuugghhh..." Naya mengerang sambil memegangi pinggiran sofa terdekat agar tidak terjatuh.

Naya memejamkan matanya erat-erat, mencoba menetralkan rasa pusing yang datang tiba-tiba, perutnya juga mendadak terasa mual dan bergejolak.

"Kenapa tiba-tiba pusing dan mual begini? Apa aku masuk angin karena semalam lupa tutup jendela kamar?" gumam Naya heran sambil memegangi perut ratanya.

Naya menarik napas dalam-dalam, sampai rasa pusing itu perlahan mereda.

"Cuma masuk angin biasa. Nanti di kantor tinggal minum obat juga sembuh," ucap Naya menenangkan dirinya sendiri.

Naya menarik napas dalam-dalam, mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau semuanya baik-baik saja. Namun, baru saja dia menegakkan tubuh, rasa mual yang tadinya hanya samar kini mendadak naik ke kerongkongan dengan begitu kuat.

"Hoek..."

Naya membekap mulutnya sendiri, matanya langsung berair karena menahan desakan dari perutnya.

Tanpa pikir panjang, dia berbalik dan berlari kecil kembali ke arah kamar mandi di dekat dapur.

Suara langkah kakinya yang terburu-buru membuat Bi Sumi yang sedang mencuci piring langsung menengok dengan wajah panik.

"Non Naya? Non, kenapa?" tanya Bi Sumi, buru-buru mematikan keran air dan menyusul majikannya.

Di dalam kamar mandi, Naya bertumpu pada wastafel, memuntahkan cairan bening, perutnya seperti diaduk-aduk, padahal dia baru saja makan roti panggang dan kopi hitam.

"Hoek... uhuk!" Naya membasuh mulutnya dengan air mengalir, napasnya terengah-engah dan wajahnya yang tadi sudah dipoles makeup kini tampak semakin pucat.

Bi Sumi yang baru sampai di depan pintu kamar mandi langsung memijat tengkuk Naya dengan lembut.

"Ya ampun, Non...masuk angin, sampai muntah air begitu. Kopinya belum sempat dicerna ya?" ucap Bi Sumi, khawatir.

Naya memejamkan mata sambil memegangi perutnya yang masih terasa melilit.

"Iya kayaknya, Bi. Perut saya langsung kaget pas minum kopi tadi. Agak melilit banget rasanya," jawab Naya, pelan.

"Makanya, Non, kalau lagi stres atau capek, jangan langsung minum kopi hitam pagi-pagi, lambungnya gak kuat," omel Bi Sumi dengan nada khawatir, tangannya masih telaten mengusap punggung Naya.

"Bibi ambilin minyak kayu putih ya? Sama buatin teh anget manis dulu," ucap Bi Sumi.

"Gak usah, Bi. Gak sempat lagi, setengah jam lagi saya harus sudah sampai di kantor. Investor dari negara G gak suka sama orang yang gak tepat waktu," jawab Naya menggelengkan kepala pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding wastafel.

1
muhammad ibnuarfan
aduuhh..bang James ni...cari kesempatan dalam kesempitan...bilang aja pengen cium...pakek banyak alasan...🤭🤭
Yue Li MZy
cerita ini apa hubungannya dgn Aurora Thor??,apa Alexander George termasuk saudara jauh Aurora??
Azura75
Ayo James. jgn ksh kendor..! kl perlu ada debay susulan. 😆
Rai Gojess
c assistan Raja Vampir ini, bakalan ada baby baru kalau begini Thor..🤣🤣
Nao_Hangesti 🍀
mantap bgt ka👍👍
Ayu Oktaviana
haduh james maen sosor aj ni ...🤣🤣😁😁
Ayu Oktaviana: awas ntar ketagihan lo🤣🤣😁😁🤭
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
heeeyyy main sosor aja kamu mah 🤣🤣🤣
Maria Lina
lanjut thor hehehe
Anbu Hasna
vampir bisa bercermin?
IG : hofi03_skrniii: kakkk😭😭
total 1 replies
Zhang Wuyang (张五阳)
akhirnya datang juga bapak dari anak nya itu 🗿
Zhang Wuyang (张五阳): hah, masak iya sih wah seru nih🗿💃
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
yaaahh, ketemu alex nya di tunda ampe besok 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
aki aki jatuh cinta, eh karuhun kali ya, soalnya umurnya udah ribuan tahun kan 🤔🤔🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
dih gak nyadar bapaknya 😒😒🤣🤣🤣
muhammad ibnuarfan
naaahhh...kaaannn...makanya...jangan ngeremehin musuh...katanya dijaga ketat...la itu musuh masih bisa masuk...😤😤😤...pada ngopi kali ya yang jaga...makanya kecolongan...🤭🤭
muhammad ibnuarfan
jangan suka meremehkan musuh Lex...
Eka Haslinda
penjaga bayangannya bobo kah 🤣🤣
Eka Haslinda
sepertinya asisten bapak Raja kecantol manusia juga 🤭🤭
Eka Haslinda
macam Bella hamil anak Edward
Rai Gojess
aiii mana tu penjaga bayangan? penjagaan ketat Konon tapi gak, bisa masuk tu vampir liar, gak ada penjaga...menipu saja kau Raja Vampir, Kanaya hampir celaka dan mati oleh para musuh vampirmu...hukum saja penjaga bayangan yang lalai, tidur dan makan dan minum darah saja kerja penjaga itu, dibodohi saja kau Raja Vampir yang sok sok kan tegas dingin dan sombong...
Maria Lina
yah thor lgi tegang"nya hbs hadeh😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!