NovelToon NovelToon
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI

TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:565.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zainuri I

TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).

Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.

Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LAMARAN AKBAR

TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 17

Akbar dan yang lainnya telah tiba di depan rumah Azza. Rumah Azza sederhana namun asri. Banyak bunga dan tumbuhan yang tumbuh. Indah dan terawat.

“Rumah Mbak Azza sejuk ya?” ucap Mila senang.

“Iya. Nyaman banget. Indah lagi” jawab Suci.

“Mari masuk. Saya panggilkan dulu orang tua saya” ajak Azza melangkah masuk dan diikuti oleh Akbar dan lainnya.

Lima menit kemudian, keluarlah pria paruh baya dengan kumis tebal dan seorang wanita dengan gamis hitam dan kerudung putih. Mereka adalah orang tua Azza. Tak lama kemudian, Azza datang membawa minuman dan beberapa cemilan.

“Selamat datang anak-anak semua” ucap Rois, ayah Azza.

“Baik Pak” jawab mereka serempak.

“ Kalian teman Azza?” tanya Halimah, ibu Azza.

“Iya bu” jawab Akbar singkat. Akbar memandang sekilas wajah orang tua Azza. Sejuk. Itulah kata yang terlintas dalam pikiran Akbar saat memandang mereka. Sama seperti yang Akbar rasakan saat memandang Azza.

Keluarga ini semuanya bersinar. Bahkan rumah yang sederhana ini mengalahkan kenyamanan hotel berbintang. Sejuk dan asri. Bisa bikin orang betah tinggal lama di sini. ~ Mala.

“Silahkan diminum dan dinikmati kuenya, seadanya. Maaf karena tidak mengabari terlebih dahulu, jadi kami tidak bisa menyambut dengan layak” ucap Halimah dengan lembut.

“Tidak apa-apa Bu. Ini sudah lebih dari cukup” jawab Suci.

Memang kebiasaan keluarga Azza sangat menghornati tamu. Jadi sebisa mungkin mereka memuliakan tamu seperti yang diajarkan Rasulullah.

“Kalau boleh tahu, kalian ini menjadi teman Azza sebagai apa?” tanya Rois membuat semuanya bingung.

“Sebagai apa?” guman mereka bersama-sama.  Meskipun kecil suaranya, namun ternyata Rois masih bisa mendengarnya.

“Hahahaha, maaf membuat kalian bingung” ucap Rois tertawa mengingat pertanyaannya memang ambigu.

“Maksud Abah, teman mengajar, teman kerja atau teman kuliah” jelas Rois.

“Abah ini. Jelas mereka bingunglah. Umi saja juga bingung tadi” Halimah menimpali ucapan suaminya.

“Sebenarnya kami baru kenal hari ini, Bah. Kalau dengan Mas Akbar dan Mbak Suci.sudah lumayan sih. Mas Akbar ini adalah donatur tetap dan penyalur dana di Panti tempat Azza mengajar. Kalau mereka yang kembar itu

adalah adiknya Mas Akbar. Baru hari ini ketemunya” jawab Azza mewakili semua pertanyaan Rois.

“Wah bagus sekali anak muda seperti kalian peduli dengan yayasan sosial. Jaman sekarang ini, sangat jarang sekali anak muda yang peduli dengan lingkungan, apalagi jiwa sosialnya, belas ndak ada” ucap Rois bangga.

“Alhamdulillah Pak, kami selalu dididik oleh orang tua untuk tidak melupakan mereka yang lebih susah dari kami. Bahkan orang tua kami yang mengajarkan bagaimana cara berbagi dan memberi” jawab Suci dengan senyum

mengembang.

“Alhamdulillah kalau orang tua kalian juga peduli. Silahkan disambi makan dan minumnya” ucap Rois menyilahkan mereka.

“Maaf Pak. Saya mau bicara dengan serius” ucap Akbar setelah mereka menikmati hidangan yang disuguhkan.

“Bukannya dari tadi kita sudah serius ya?” tanya Rois menggoda.

“Abah” tegur Halimah.

“Hmm, maksud saya...”

“Saya tahu. Kalau begitu katakan saja maksud kamu. Abah akan serius kali ini” potong Rois.

“Saya, Akbar Putra. Sebenarnya tertarik dengan putri anda Azza. Bolehkan saya meminang Azza sebagai istri saya? Jika Bapak mengijinkan, saya akan datang bersama orang tua saya untuk meminang Azza secara resmi” ucap Akbar mantap. Entah kemana keragu-raguannya tadi.

Azza, jangan ditanya. Tentu saja dia terkejut dengan pernyataan Akbar. Selama ini dia merasa tidak pernah memberi harapan padanya. Bukannya Azza tidak tahu akan perasaan Akbar padanya. Namun karena dia tidak ingin pacaran, sehingga dia mengabaikan orang-orang yang terlihat menyukainya

termasuk Akbar.

“Apa yang kamu Nak, hingga kamu berani meminang anak gadis saya?” tanya Rois. Mukanya benar-benar serius, namun masih telihat sejuk dipandang.

“Insya Allah saya sudah siaplahir batin. Saya siap menafkahi Azza. Sandang, pangan dan papan juga saya sudah siap memberikannya” jawab Akbar mantap.

“Hanya itu?” tanya Rois datar.

“Maksud Bapak?” tanya Akbar tidak mengerti.

Mala sudah ketar-ketir dalam hati.

Apakah firasatku akan secepat ini terjadi? ~ Mala.

“Apakah semua yang kamu sebutkan tadi bisa menjamin Azzaku bisa meraih surga?” tanya Rois lagi.

Deg. Akbar tidak   pernah berfikir akan mendapat pertanyaan seperti itu. Dia fikir selama dia mampu memberi nafkah lahir dan batin, dia siap menjadi suami yang siaga. Namun bagi keluarga Azza, semua itu tidak penting. Yang terpenting adalah meraih surga Allah. Akbar akui masalah agama memang kurang. Namun bukan berarti dia

sama sekali tidak tahu agama. Kali ini dia pesimis akan pengetahuan agamanya.

“Tidak bisa menjawab? Anda didiskualifikasi” ucap Rois enteng tanpa beban.

Duaaar. Benar apa yang dikhawatirkan Mala. Kecewa dan patah hati untuk kakaknya. Mala menatap wajah sendu kakaknya dengan sedih.

“Lagi pula, Azza sudah ada yang melamar. Kami sudah menerima lamarannya. Sebagai muslim dan muslimah yang baik, kami tentu tidak bisa menerima lamaran diatas lamaran orang lain. Itu sangat dilarang oleh agama. Mungkin Azza bukan jodoh kamu Nak Akbar. Abah minta maaf telah mengecewakan kamu. Abah dan umi benar-benar tidak tahu jika Nak Akbar juga megharapkan Azza kami” ucap Rois menenangkan Akbar.

“Saya terima keputusan Bapak dan Ibu dengan lapang dada. Insya Allah saya akan memperbaiki diri hingga suatu saat nanti, ada orang tua yang menanyakan seperti yang Bapak tanyakan, saya dengan tegas dapatmenjawabnya. Terimakasih atas pelajaran yang Bapak berikan hari ini” ucap Akbar legowo meskipun hatinya sakit. Tentu saja sakit. Siapa orang yang patah hati akan merasa senang? Hanya orang gila mungkin.

“Kalau begitu kami permisi” ucap Akbar langsung undur diri.

Mereka satu persatu bersalaman dan mengecup tangan Rois serta Halimah bergantian.

“Saya antar mereka dulu Bah, Umi” pamit Azza dan diangguki oleh keduanya.

Saat Akbar hendak naik ke mobil, Azza memanggil Akbar.

“Mas Akbar” panggil Azza dann Akbar menghentikan langkahnya. Da membalikkan badannya dan memandang Azza dengan pandangan sendu. Tiada kata yang terucap dari bibir Akbar.

“Maafkan Azza. Seandainya Azza tahu maksud Mas Akbar mengantar saya tadi, saya akan bicara jujur pada Mas. Jujur saja saya memang tahu kalau pernah dilamar. Namun saya sampai sekarang belum tahu siapa yang melamar saya. Terlebih abah dan umi sudah menerima lamaran orang tersebut. Sekali lagi saya minta maaf” ucap Azza tidak enak hati.

“Tidak apa-apa. Saya mengerti. Terimakasih untuk semua. Saya pamit dulu” jawab Akbar dan segera berlalu dari hadapan Azza. Bahkan dia lupa mengucapkan salam pada Azza. Kesedihannya membuatnya tidak fokus akan hal lainnya. Suci mengambil alih kemudi saat melihat keadaan Akbar tidak baik-baik saja. tanpa protes, Akbar membiarkan Suci mengemudikan mobilnya kali ini.

Mala dan Mila yang berada di mobil berbeda juga membicarakan nasib kakaknya.

“Kasihan Kak Akbar. Firasatmu selalu tepat. Coba tadi kita kasih tahu kakak” ucap Mila dengan sedih.

“Kalau tidak dicoba mana tahu hasilnya. Kamu tahu jika tadi kita memberi tahu kakak?” tanya Mala pada Mila.

“Tidak tahu” jawab Mila.

“Kakak akan tetap mencoba dan hasilnya akan tetap sama. Kamu tahu kan kalau takdir itu untuk dijalani, bukan dilamunin” ucap Mala mengejek Mila.

“Kaya lagu aja” jawab Mila membalas ejekan Mala.

“Lagu juga terispirasi dari kenyataan kali”

“Benar juga ya. Yowes lah. Nanti kita hibur kakak kita yang satu itu”

“Kamu benar”

*****

NEXT

*****

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA YAH? BERI JUGA HADIAH JIKA BERKENAN. TERIMAKASIH!

JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA KARYA AUTHOR YANG LAIN. VOTE DAN BERI HADIAH JUGA UNTUK KARYA AUTHOR DENGAN JUDUL PERNIKAHAN DADAKAN DAN OH SUAMIKU. TERIMAKASIH!

1
Budinahwati
Luar biasa
Mer_y
sangat terhibur dan ada sedikit pelajaran disalanta
🍒나는 천사🍒
vote q buatmu mak othor🤗
Nafisatun Najah
bun aku mau kasih saran boleh kan, itu tulisan amin kan artinya aman, harusnya tulisanya aamiin bukan amin.
Nafisatun Najah
benar juga kamu mala😄😄😄
Femi L Shakti
Nining itu yang diajak Rafa makan trs dihina sama ibu ibu karena dekil. dan pada akhirnya sama David didandani pakek baju bagus dan ibu ibu itu disuruh David ganti total harga baju. dan setelahnya terjadi penyerangan pada Rafa yang kedua kalinya. kalau gak salah yg itu
siti fatonah
l
Intan Alawiah
gakk bisa berhenti😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Nuris Sadiyah
kl aku mah tipe orang yg gk peduli sama kesalahan penulisan, yg penting ceritanya bagus, seru alurny pasti habis dah bacanya....🤭
Nuris Sadiyah
suka ceritanya
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅
Eli Yana
semangat Mala jgn kasih kendor sama musuh selamatkan bebebnya😁😁😁
Eli Yana
semangat Mala jgn kasih kendor sama musuh selamatkan bebebnya😁😁😁
Eli Yana
semangat bunda aku suka ceritanya dicerita ini kompit humor, relijius, terus laganya juga pokoknya aku suka the best be author
💫Sun love 💫
bener bunda.. kyai juga manusia... 🥰🥰🥰🥰
💫Sun love 💫
konyol tapi membawa berkah ya Mala....🤭🤭🤭
💫Sun love 💫
ya.... ampiuuuun Mala.....🤣🤣🤣🤣
💫Sun love 💫
penasaran 🙃🙃🙃🙃🙃
💫Sun love 💫
ada misteri ni.... kayaknya si Azam ni tuan muda deh....
💫Sun love 💫
keributan apakah gerangan.....🤔🤔🤔
💫Sun love 💫
keren banget visualnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!