NovelToon NovelToon
Nayara

Nayara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: andi mutmainna

gak pandai bikin deskripsi, langsung baca aja yah :)
semoga suka, jangan lupa untuk kasih like di setiap chapternya :)

Gavin Nikola Wijaya (17 tahun)
Nayara Samira Abyasa (17 tahun)

ig : a.mtmna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andi mutmainna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

•19•

05 : 00 PM

Ceklek..

Gavin akhirnya sampai di ruang uks, lebih tepatnya di ruang istirahat Naya saat ini. Riana yang menyadari kedatangan Gavin langsung beranjak keluar agar Gavin dan Naya memiliki waktu berdua.

"Jangan ngomongin yang macem-macem dulu Vin, dia masih shock" pesan Riana ketika berpapasan dengan Gavin.

"Iyah"

Dan Gavinpun beranjak mendekati Naya. Dia menatap Naya seraya tersenyum sendu sedangkan Naya menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, terlihat jelas raut kekhawatiran di wajah Naya saat melihat kondisi wajah Gavin yang di penuhi luka.

"Ga usah komentarin muka gue dulu, sini peluk!" ucap Gavin dan langsung membawa Naya yang menangis masuk ke dalam pelukannya.

"Maafin gue yah, gue belum bisa jadi suami yang bisa jagain lo" ucap Gavin lalu mencium bahu Naya sekilas dan melepas pelukannya.

Dia menatap wajah Naya yang memiliki beberapa luka, bahkan di pipinya masih terlihat jelas bekas tamparan Bara tadi. Gavin mengusap pelan sudut bibir Naya yang sedikit berdarah.

"Maafin gu--"

"Ga, kamu ga salah kok"

"Ga Nay, ini jelas gue yang salah" sanggah Gavin.

"Andai gue lebih cepet nyadar kalau lo udah ga ada pas pertandingan tadi, pasti lo ga bakal sakit kayak gini" ucap Gavin membuat Naya diam beberapa saat.

"Gavin.."

"Hm?"

"Kamu habis ngerokok yah?" tanya Naya tiba-tiba mengubah topik pembahasan.

"Hehe" Gavin cengengesan.

"Kamu ga boleh nyentuh-nyentuh aku  kalau habis ngerokok"

"Kok ga boleh?"

"Aku ga suka bau asep, kayak bau om-om!" balas Naya dengan ekspresi polos plus kesalnya.

"Emang lo pernah nyium om-om?!" tanya Gavin dengan ekspresi menggoda.

"Tau ah, pokoknya aku ga suka bau asep rokok!"

"Yaudah iyah deh ga lagi, ayo pulang. Lo udah kuat jalan kan? Atau mau di gendong?!" tanya Gavin.

"Gak gak, aku jalan sendiri aja"

°°

01 : 05 AM

Naya terbangun dari tidurnya karena merasa sedikit kelaparan, maklum setelah sholat Isya tadi dia langsung memilih tidur dan melewatkan makan malamnya. Naya mendudukan tubuhnya kemudian menoleh ke Gavin yang sedang terlelap di sampingnya.

Tanpa membangunkan Gavin Naya langsung beranjak keluar kamar dan menuju ke dapur, dia memasak mie instan yang menjadi menu andalan nya ketika kelaparan di jam kritis seperti ini.

Saat Naya sedang asik menyantap mie gorengnya tiba-tiba Gavin datang dengan mata yang setengah tertutup.

"Kok ga bangunin gue Nay? Kalau lapar kan tinggal nyuruh gue beli di luar"

"Yakin kamu pengen beli makanan jam satu subuh?" balas Naya seraya tersenyum tipis.

"Ini udah jam satu yah?" tanya Gavin memastikan.

"Iyah, kamu tidur lagi aja sana" perintah Naya tapi tak di dengarkan oleh Gavin, suaminya itu malah duduk di samping Naya lalu membaringkan kepalanya di meja  dan menghadap ke Naya.

"Aku tau kamu ngantuk, aku gapapa kok. Ga enak loh tidur di meja makan, gih balik ke kamar" perintah Naya lagi.

"Ih yang tidur siapa coba!? Orang mata gue kebuka gini" sanggah Gavin masih kekeh menemani Naya.

"Paling bentar lagi ketutup" ucap Naya tapi tak di pedulikan oleh Gavin.

"Nay.."

"Apa? Aku lagi makan Gavin, jangan ngajak ngomong"

"Yaudah bentar aja deh"

Naya pun melanjutkan aktivitas makannya, di tengah-tengah suapannya dia melirik Gavin yang masih setia menatapnya.

"Kamu mau?"

"Ga, gue udah kenyang liat lo makan dengan lahap"

"Bilang aja ga suka makan mie" balas Naya kemudian melanjutkan aktivitas makannya lagi.

"Hehe tau aja istri gue"

Lima menit berlalu, dan Naya sudah selesai makan. Dia tidak beranjak dari duduknya tapi dia menggeser posisi duduknya menghadap ke Gavin.

"Tadi kamu mau ngomong apa hm?!"

"Mm.. Lo pengen ikut gue ga?"

"Kemana?"

"Pokoknya jauh dari sini"

"Jangan mulai deh Vin, kamu jangan ngomong yang aneh-aneh lagi!"

"Gue serius Nayaraaa.."

"Sekarang lo pilih pengen kemana, kita bakal tinggal disana untuk selamanya"

"Ga ada, aku pengennya disini aja"

"Kok gitu? Disini ga aman buat lo Nay"

"Gak, bagi aku disini itu aman asal ada kamu"

Gavin menghela nafasnya pelan, dia selalu heran kenapa Naya selalu bisa menyanggah ucapannya. Sebenarnya dia hanya ingin membawa Naya pergi dan menjauh dari kehidupan masa lalunya yang berbahaya, terutama membawa Naya menjauh dari yang namanya Sesil.

Cukup lama mereka berdua diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing, dan akhirnya Naya beranjak dari duduknya dan menarik tangan Gavin.

"Ayo tidur lagi, besok sekolah" ajak Naya dan akhirnya Gavin mengikutinya.

Sampai di kamar Gavin gantian menarik Naya dan berjalan menuju ke balkon. Naya yang di tarik hanya pasrah saja walaupun dia sebenarnya tidak mengerti tujuan Gavin menariknya ke tempat ini.

"Gavin kita ngapain kesini? Dingin tau" keluh Naya.

"Tahan dulu yah, gue cuma pengen ngomong sesuatu" balas Gavin.

Gavin membawa tubuh Naya menghadap ke gedung-gedung yang berada di hadapan mereka, sedangkan dia berdiri di belakang Naya dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Naya.

"Gavin kamu kenapa? Kamu belum mau mati kan? Kamu ga sakit parahkan?"

"Apaan sih Nay.."

"Yaa abis kamu aneh, masa tengah malem ngajak kesini. Terus peluk-peluk kayak gini lagi"

Bukannya membalas ucapan Naya Gavin malah menundukkan badannya dan mencium pipi Naya.

"Sejak kapan sih kamu bawel kayak gini?!"

Naya langsung menoleh kaget saat mendengar ucapan Gavin barusan, itu adalah pertama kali Gavin memanggilnya dengan sebutan 'Kamu'.

"Gavin kamu ga habis makan yang aneh-aneh kan?" tanya Naya kikuk.

"Kok nanya gitu? Yang barusan habis makan kan kamu!" jawab Gavin dengan santainya.

Naya langsung tersenyum malu ketika mendengar Gavin lagi-lagi memanggil nya dengan sebutan 'Kamu'. Sebenarnya hal itu adalah hal yang biasa, tapi bagi Naya itu adalah hal yang cukup membuatnya melayang ke langit ke tujuh.

(alay bat wkwkwkw)

"Jangan senyum-senyum nanti siverqueen bangkrut!"

"Apaan sih Gavinn"

"Hehe"

"Nay.." ucap Gavin menggenggam tangan kedua Naya.

"Iyahh"

"Aku sayang sama kamu"

Naya langsung menghela nafasnya ketika mendengar ucapan Gavin.

"Kamu sadar gak, akhir-akhir kamu sering banget bilang sayang ke aku"

"Terus?" balas Gavin.

"Kamu ga pengen minta istri baru kan?" tanya Naya dengan menaikan satu alisnya.

"Hahaha, Ya enggaklah! Kamu aja udah cukup" balas Gavin dan makin mempererat pelukannya.

"Terus sekarang kita ngapain? Mau pelukan kayak gini sampe pagi?!" tanya Naya seraya mendongak menatap Gavin.

"Boleh"

Naya langsung berdecak kesal dan langsung melepas pelukan Gavin, dan mendorong tubuh suaminya itu masuk kembali ke kamar.

"Masuk! Besok sekolah. Kamu udah mulai ngaur kalau tengah malem" perintah Naya membuat Gavin terkekeh geli.

•••

Masih edisi Crazy up, like dan komen jangan lupa :D

Makasih udah mau baca:)

1
Lina Aulia Hikmah
bagus bagusss
Lina Aulia Hikmah
penasaran siii
Lina Aulia Hikmah
Bagus bagus ceritanya, kak, aku mampir, jangan lupa mampir dikaryaku "3 serangkai" 🤗
Susanto santo
gregetan
Susanto santo
😍😍
nyg
bagus..sukses sll ditunggu karya selanjutnya😊
Reima Tenisia
keren
Desiana S. Pd
tamatnya ngegantung gak jelas🤦
Salma Alma
lanjut dong kak nayara2
Nia Kurniasih
mantul ceritanya ,lanjut k
Nia Kurniasih
masa puber
Nia Kurniasih
ceritanya menarik ,jadi pengen tahu lebih
Nia Kurniasih
bagus
Nia Kurniasih
lanut
Asrini Zafarani
nyesek
Yayu Rozana
makin seru
Yayu Rozana
makin seru deh
Yayu Rozana
lanjut thor
Yayu Rozana
mantap thor
Fa Rel
salah sndiri lu begok sih jadi kn trima nasib lu aja naya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!