NovelToon NovelToon
RAIDEN

RAIDEN

Status: tamat
Genre:Petualangan / Game / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

'Elvort Garden' merupakan sebuah dunia virtual game paling sempurna buatan sebuah perusahaan bernama HD Corporation.

Kau tidak perlu tidur seharian untuk memainkan game ini. Setelah memakai V-Gear dan memutuskan untuk Log In, tubuhmu akan langsung berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang. Rasanya mirip dengan perpindahan dimensi atau masuk ke dunia lain.

Tidak ada sistem yang akan menemanimu, tidak ada bar status atau lainnya. Karena setelah kau masuk, maka hanya ada dua jalan untuk bisa keluar..

Kalahkan Big Bos dan ucapkan keinginanmu atau.. Mati.

Tidak ada tipuan dari pengembang game saat Raiden menggunakan V-Gear miliknya. Dia telah membaca buku panduan game serta risiko yang ada di dalamnya.

Raiden telah memutuskan, dia akan mencoba peruntungan hidupnya di dunia yang sudah lama dia impikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 - Yun

Arashi mulai bangun perlahan, pakaian berwarna merahnya terlihat agak kotor. Dia baru akan berbalik saat menyadari sesuatu melesat ke arahnya. Segera dirinya melompat menghindar.

!!

Serangan Lulu begitu dahsyat, namun hanya mengenai puing bangunan. Dia nyaris melukai Arashi andai pria itu tidak bergerak cepat.

Tatapan mata Lulu yang seakan ingin menelan lawan hidup-hidup membuat beberapa pemain yang menyaksikannya tanpa sadar menahan napas. Jelas sekali bahwa aura yang seakan keluar dari tubuh Lulu bukanlah aura polos seorang anak kecil.

"Dia.. Sebenarnya siapa?"

"Tatapan matanya seperti sudah banyak melakukan pembunuhan. Itu tatapan mata seorang pembunuh."

"Anak kecil itu... Kurasa dia tidak waras,"

Tiga orang pemain yang salah satunya adalah wanita nampak membicarakan Lulu. Hanya saja belum sempat rekannya yang lain menjawab--sebuah serangan mengarah pada mereka.

"Hati-hati..!!" seseorang berseru. Peringatannya tepat waktu hingga para rekannya yang lain dapat menghindar. Raut wajah mereka nampak sangat terkejut.

Arashi yang saat ini berdiri di sebuah atap bangunan melihatnya. Serangan yang diarahkan kepada rekannya tidak lain adalah perbuatan Lulu dan dia merasa bahwa gadis mungil itu sangat sengaja melakukannya.

Seorang pemain menegur Lulu, "Hei..! Apa kau tidak melihat?! Kau hampir melukai kami..!"

"Memang itu yang kuinginkan." suara Lulu dingin, tatapan matanya lebih menusuk daripada sebelumnya. "Siapa di antara kalian yang memanggilku, 'anak kecil'?"

Vit seperti menyembur keluar dari bilah pedang Lulu, gadis mungil itu seperti tidak dalam pengendalian yang baik.

Sebenarnya ada dua ucapan yang paling tidak disukai Lilulu dan sebutan 'Anak Kecil' adalah salah satu yang berbahaya. Teman Raiden ini bisa saja mengamuk karenanya.

Arashi menyadari itu. Dia pun mengangkat seruling miliknya dan bersiap untuk memainkannya, bila tidak segera bertindak--Lulu dapat membuat kekacauan.

Nada pertama mulai terdengar, disusul oleh nada kedua dan seterusnya. Alunan dari seruling itu jernih, menenangkan, tapi dengan cepat berubah menyiksa.

!!

Kedua pedang Lulu terjatuh. Senjata itu berubah menjadi butiran cahaya ketika menyentuh lantai dan kemudian menghilang. Lulu sendiri langsung menutup telinganya dan berjongkok seperti sedang menahan sakit. Dia tidak mau mendengar suara mengerikan ini.

Arashi hanya memainkan tiga nada berulang-ulang dan kemudian berhenti. Dia pun melompat turun dan tepat berdiri di hadapan Lulu yang tubuhnya terlihat bergetar seperti sedang ketakutan.

"Maafkan aku karena sudah kelewatan," Arashi mengakui kesalahannya karena bertindak sedikit berlebihan pada anggota baru dari Guild-nya. Hanya saja ucapan maafnya itu tidak bisa didengar oleh Lulu.

"Apa kau baik-baik saja..?"

"…"

Gadis mungil berwajah manis itu memang tidak suka disebut 'Anak Kecil', tapi sekarang dia menangis dan sama sekali tidak mencerminkan orang yang telah dewasa.

!?

Arashi dan para anggota Guild Phoenix Api terkejut ketika Lulu menangis semakin keras, beberapa di antara mereka bahkan menjadi panik. Segera mereka bergegas ke arah gadis mungil itu dan menghiburnya.

Lilulu memang punya cara unik ini jika tidak bisa mengalahkan lawannya atau orang yang dia lawan terlalu kuat. Cara sederhana dan mudah memancing rasa simpati lawan. Dengan tindakannya ini, maka dia tidak perlu merasa malu karena mengalami kekalahan. Hal baiknya, justru dia dapat membuat lawannya merasa tidak enak dan mengalami perasaan seperti menyesal.

"Jangan menangis lagi, ayo tenanglah.."

"Bagaimana jika 'Kakak' memberimu ice cream?"

"Sudah, sudah~"

Ada tiga orang gadis yang berusaha membujuk Lulu untuk tenang, tetapi mereka hanya mengucapkan kata sederhana tanpa tahu bagaimana cara menghentikan tangisannya.

"Aduh, bagaimana ini..? Kumohon jangan menangis~" seorang gadis berambut hijau muda nampak cemas, dia seperti takut.

"Adik kecil~ sayang.. Kami minta maaf karena sudah keterlaluan padamu. Kami hanya bercanda, kau jangan menangis lagi ya~ Arashi memang menakutkan, tapi dia Kakak yang baik. Tenanglah, ya?"

"…"

Lilulu tetap mengeraskan suara tangisannya, namun dalam hati dia benar-benar merutuki para pemain di sampingnya ini.

Kedua pipinya nampak menggelembung, "Cara membujuk mereka sangat payah, sama sekali tidak seperti Rai dan Yun.." Lulu tiba-tiba saja mengingat kedua rekannya, tanpa sadar tangisannya pun berhenti.

Para anggota dari Phoenix Api termasuk Arashi kini dapat mengembuskan napas lega. Mereka berpikir telah berhasil menghibur Lulu hingga berhenti menangis, tanpa tahu bahwa gadis mungil itu melakukannya karena teringat pada teman sepetualangannya.

Meski terlihat dingin dan seakan tidak peduli pada teman, namun sebenarnya Lulu adalah gadis yang baik. Dia tetap memikirkan keadaan Raiden dan Yun, mereka sekarang melalui jalan yang berbeda-beda. Entah bagaimana takdir akan mempertemukan mereka lagi.

Sebenarnya bukan hanya Lulu yang merasa demikian, tetapi juga Yun. Pemuda berambut gimbal dengan pakaian seperti pesulap itu terlihat berdiri di tengah-tengah arena pertarungan.

Dalam tiga gerakan, dia melempar beberapa kartu yang mana benda itu melesat tajam ke arah lawannya. Hanya satu jentikan jari, kartu yang masih di udara langsung meledak hingga membuat kaget lawan.

Dia pun kembali melesatkan benda lain dan kali ini adalah sebuah tali yang amat kuat. Hanya dalam waktu singkat, Yun bisa unggul dari lawan termasuk memenangkan pertarungan tersebut.

"Haah.. Kapan kita bisa bertemu lagi.." Yun dalam hati mengembuskan napas. Meski dia memikirkan kedua temannya, namun sama sekali tidak menghilangkan fokus dalam pertarungannya.

"Sial, salahku karena terlalu meremehkannya." seorang pria berpakaian putih terlihat berwajah masam, dia tidak mampu bergerak karena tali yang mengikatnya.

Arena pertarungan Yun bisa dikatakan jauh dari kerusakan, ini memang karena dia bertarung tidak sampai dua menit. Lawannya jujur saja kuat, tetapi sayangnya terlalu angkuh hingga membuat kesalahan yang besar.

"Aku pasti akan kalah jika Senior bertarung dengan penuh kesungguhan sejak awal. Kemampuan Senior tidak mungkin membuatku menang dengan mudah seperti ini, namun aku tetap berterima kasih karena telah sangat diremehkan,"

Wajah Yun memang biasa-biasa saja, tubuhnya pun kurus dan tidak sebagus Raiden. Dari segi ketampanan, jelas bahwa dia mutlak kalah dengan pemuda bermata merah itu. Apalagi dari segi kemampuan bertarung, bisa dikatakan dia adalah yang paling lemah dibandingkan Lilulu.

Hanya saja, kemampuan Yun yang paling diakui Raiden ialah kecerdasannya. Dia merupakan otak sekaligus pemimpin yang dipercaya oleh kedua temannya itu.

"Mengagumkan.."

"Kupikir dia hanya badut amatiran. Namun tidak disangka dia bisa menang dalam waktu yang benar-benar singkat,"

"Senior Ogiwara harusnya tidak mudah dikalahkan, tapi.."

"Penampilannya sangat menipu. Awalnya kupikir dia lemah dan termasuk bodoh dengan tampangnya itu, tapi rupanya aku sudah salah menilai. Hah, junior tahun ini lumayan juga,"

Ada empat orang yang nampak sedang membicarakan Yun. Pemuda berpakaian ala pesulap itu sendiri tidak mengatakan apa-apa meski mendengarnya. Sesuatu semacam ini memang sudah biasa, dan baginya itu dapat dijadikan keuntungan.

Yun terlihat membantu seniornya, dia melepaskan tali yang mengikat pria bernama Ogiwara tersebut dan lalu memapahkan ke tempat yang lebih baik.

"Senior, aku benar-benar meminta maaf. Tolong untuk tidak mengambil hati tindakanku," suara Yun pelan. Dia bisa saja dalam masalah jika menyinggung anggota dari Guild Banteng Putih.

"Yaah, tidak perlu dipikirkan. Kau kuat, itu kebenarannya. Akulah yang ceroboh sebab telah meremehkanmu. Berikutnya, aku pasti akan bersungguh-sungguh."

"Baik--!" Yun sebenarnya berniat menjawab dengan penuh semangat, tetapi tiba-tiba saja terdengar suara dari tulang bahunya.

Ogiwara terkejut, dia berhenti berjalan dan langsung menatap Yun. "Barusan apa itu?!"

"Ehm.. Senior, tubuhmu besar dan berotot. Aku yang kurus ini.. Sebenarnya sulit untuk memapahmu,"

!!

Ogiwara berkedip, dia baru tersadar dengan ekspresi wajah Yun yang nampak pucat. Diperhatikan baik-baik, pemuda ini nyaris bagai ranting yang dibungkus kain. Dia merasa dapat mematahkan tubuh Yun menjadi dua bagian hanya dalam satu gerakan.

"Kau ini.. Apa tidak pernah makan?" Ogiwara sponta bertanya, dia berpikir juniornya kemungkinan besar telah menjalani separuh hidupnya dengan kelaparan.

"Senior.." Yun sulit berkata-kata. Dia sebenarnya sangat suka makan, tetapi memang porsi miliknya tidak sebanyak Raiden. Dan jujur saja, gen keluarganya memang sudah seperti ini.

Ogiwara sendiri merasa kasihan, "Kau seperti orang yang kekurangan gizi. Tapi tenang saja, selama Seniormu ada di sini. Maka akan kupastikan dalam waktu kurang dari sebulan, tubuhmu akan se-kekar banteng..!"

!!

Yun tersentak, dia tidak akan percaya bila tak mendengarnya secara langsung. Dia pun tertawa pahit dan lalu mengangguk pelan. Rasanya seakan dirinya hendak dijadikan peliharaan.

Jika Yun sudah bisa akrab dengan seniornya di Guild Banteng Putih, maka lain halnya dengan Raiden saat ini.

Pemuda tampan itu baru saja turun dari Drift miliknya dan langsung mendapat serangan tiba-tiba. Yuna, gadis yang bersamanya bahkan terlonjak kaget.

!!

Belati milik Raiden berbenturan keras dengan bilah pedang yang besar, sungguh sebuah sambutan yang panas.

"Anggota baru yang sangat tidak tahu diri. Kau terlambat!"

Seruan itu terdengar mengandung amarah disertai tenaga yang besar. Raiden masih memakai helm-nya dan harus terlempar akibat tidak mampu memposisikan diri dengan baik.

"Raiden..!" Yuna berseru ketika orang yang telah menemaninya sepanjang jalan kemari terlihat membentur salah satu batang pohon dengan keras. Pohon itu bahkan sampai bergoyang.

Raiden berusaha untuk bangun, dia bersyukur karena masih memakai helm sehingga sakit yang dialaminya tidak terlalu parah. Dirinya pun mulai membuka pelindung kepalanya itu dan melihat seorang wanita berambut merah terang dengan pedang besar yang berdiri di depannya.

Senjata itu nyaris setinggi tubuh wanita cantik yang dilihat Raiden, dirinya pun berdecak kagum. "Woah, sambutan yang mengerikan. Senior, apa kau tidak bisa sedikit lebih lembut pada 'Junior'-mu yang tampan ini?"

"Hmph, inilah perlakuan paling lembutku..!"

Mata wanita berambut merah itu berkilat. Detik berikutnya dia seperti menghilang dan sebuah garis kilat merah tiba-tiba saja membentang di udara, melesat tepat ke arah Raiden.

!!

***

1
Fadiyah NK
Kak jujur kangen Raiden, ini KK GK niat lanjut lagi kah? Sampe aku baca ulang saking kangennya
Uchy
Raiden nampaknya kurang mendapat perhatian dari Dasha.....
Uchy
Dari semua karya Dasha,,, hanya Raiden yang belum punya julukan fans.....
Uchy
Hari ini kok ngga dapet iklan LG favorit ku, ya.?!😁😁
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Uchy
Sepertinya Raiden perlu banyak persiapan untuk melanjutkan petualangannya.
Anna Bisay
ahmm suka
Uchy
meskipun hanya cerita sebuah game, tapi jln ceritanya sangat menarik
Uchy
Kapan Raiden di lanjut.?!
Dasha masih sibuk kah.?!
Uchy
Ternyata Raiden belum di lanjut 😁😁
Uchy
jatuh cinta kah Raiden pada Yuna.?!
Uchy
Sebagai tokoh utama dalam cerita.
mana mungkin Raiden akan tewas.?!
sekalipun nyawa hanya tinggal seujung rambut....
Uchy
Raiden....
Pastikan bahwa itu adalah seringai terakhir dari lawan mu.....
Uchy
Raiden semangat 💪
Tunjukkan kemampuanmu pada Hide, dan tundukan Hide dlm pertandingan antar pemain.
Uchy
Hide kebakaran jenggot sampai rambutnya jadi pirang kepanasan 🤪🤪🤪🤪
Uchy
Meskipun bukan yang pertama.
tp aku akan tetap hadir dengan dukungan tulus.
Alan Bumi
banyak kalimat yang kehilangan satu huruf di setiap kata dan ada juga yang kelebihan satu huruf di setiap katanya
Hamtaro Dasha: Siap kak. Nanti direvisi kembali typo-nya, 。^‿^。Terima kasih ya karena sudah menolong Dasha memeriksa ulang tiap episode di novel kami. Ini sangat membantu (*´∀`~*)
total 1 replies
Alan Bumi
musuhnya = musuhmu
Alan Bumi
membunuh = pembunuhan
Alan Bumi
Adhd tuh apa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!