NovelToon NovelToon
Ayahku Konglomerat

Ayahku Konglomerat

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Oyi_jy

Tiba-tiba ada yang mengaku sebagai ayah kandungku!


Dia masih muda, dan kaya raya. apa dia benar ayah kandungku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oyi_jy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Hari sudah menjelang pagi, alan sudah bangun dari tidurnya. Alan turun dari kamar dan menuju dapur, pagi ini alan ingin lari pagi berkeliling kompleks.

"Selamat pagi tuan muda" sapa pak agus

"Pagi pak agus" sapa alan

"Apa tuan muda membutuhkan sesuatu?" Tanya pak agus

"Aku ingin lari sebentar pak agus di sekitar kompleks, minta tolong siapkan air di botol saja" ucap alan

"Baik tuan muda" jawab pak agus, segera menyiapkan permintaan alan.

Alan memakai sepatu olahraganya di teras rumah, sembari melihat taman di depan teras.

"Taman yang indah" gumam alan

Setelah selesai memakai sepatunya, alan melakukan pemanasan terlebih dahulu.

para pelayan yang melihat alan berada di teras, menyapa alan dengan sopan.

Alan hanya membalas dengan senyuman dan anggukan saja. Tak lama pak agus membawa botol air minum yang di minta alan.

"Ini air minumnya tuan muda" ucap pak agus, memberikan botol air minum pada alan.

"Terima kasih pak agus, aku pergi dulu ya. Kalo ayah sama alana nyariin alan tolong kasih tahu ya pak" ucap alan

"Baik tuan muda. Tuan muda, walaupun hanya di kompleks saya ingin tuan muda tetap di kawal beberapa pengawal" ucap pak agus

"Ya, atur saja pak agus" jawab alan

Alan sudah terbiasa dengan adanya pengawal pribadi di belakangnya, awalnya sih memang alan sangat risih dengan adanya pengawal yang mengikutinya kemanapun dia pergi.

Alan keluar dari rumah, dan langsung berlari kecil di ikuti 2 pengawal dari belakang.

------

Sementara itu di rumah arthur.

Arthur baru saja bangun, dan langsung keluar dari kamarnya. Di liatnya alana yang sedang meminum susunya di meja makan sendirian.

"Kok sendirian, dimana alan?" Batin arthur.

"Selamat pagi tuan" sapa pak agus,

"Pagi pak. dimana alan pak?" Tanya pak agus

"Tuan muda sedang berolahraga tuan" jawab pak agus

"Begitu ya" ucap arthur, lalu duduk di samping alana.

"Pagi alana, anak ayah yang paling cantik" sapa arthur.

"Hm... pagi yah" jawab alana, cemberut

"Loh, kok pagi-pagi mukanya di tekuk gitu, ada apa sayang?" Tanya arthur, lalu menatap pak agus yang berdiri jauh di dekat meja makan.

Pak agus tahu tatapan arthur, seraya bertanya "kenapa anakku"

hanya menggeleng kepalanya tidak tahu.

"Alana kesal sama kak alan!" Jawab alana

"Kesal?.. kesal kenapa nak?" Tanya arthur

"Karena kak alan gak ngajak alana lari pagi juga, alana kan juga mau lari pagi keliling kompleks ayah!!" Jawab alana lagi.

"Begitu ya. Alana pasti masih tidur pas kak alan pergi lari kan?" Ucap arthur

"Tapi kan kakak bisa bangunin alana!" Jawab alana, makin kesal.

Arthur menghela nafasnya. "ya sudah kapan-kapan kita lari pagi sama-sama oke" ucap arthur

"Kapan?" Tanya alana

"Kapan ya? ayah masih sibuk akhir-akhir ini nak. hehe..." ucap arthur

"Hmp.." alana memalingkan wajahnya masih cemberut, lalu melihat pak agus.

"Pak agus, alana mau sarapan sekarang aja!" Ucap alana

"Baik nona" jawab pak agus.

"Alana, kenapa jadi ngambek juga sama ayah?" Tanya arthur, melihat alana memalingkan wajah darinya.

"Karena ayah nyebelin, sama kayak kak alan!!" Ucap alana.

Arthur menghela nafasnya lagi, lalu memilih untuk diam mengalah pada anak perempuannya.

Sementara itu pak agus yang sedang memasak sarapan terlihat tersenyum mendengar obrolan arthur dan alana, bukan hanya pak agus, indra yang sudah bangun juga dan duduk di ruang keluarga mendengar ucapan alana, langsung tertawa.

Arthur, yang mendengar indra tertawa langsung menoleh ke indra dan menatap tajam indra. Indra yang di tatap hanya pura-pura tidak tahu saja dan fokus pada laptop yang ada di depannya.

"Padahal dia punya segalanya, tapi menenangkan anak yang lagi ngambek dia gak bisa.. Haha" batin indra.

-----

Alan masih berlari keliling kompleks, melihat pengawalnya yang sudah terlihat kelelahan, alan memutuskan untuk beristirahat sebentar.

Alan mengajak duduk di bangku yang ada di kompleks tersebut.

"Kalian membawa minum?" Tanya alan

"Kami membawanya tuan muda" jawab seorang pengawal.

"Minumlah, habis ini kita pulang" ucap alan

"Baik tuan muda" jawab pengawal.

Alan memandangi sekeliling kompleks, meskipun luas hanya ada beberapa rumah saja di kompleks tersebut.

"Apa ini tanah milik ayah semua ya?" Batin alan

Setelah di rasa cukup beristirahat, alan mengajak 2 pengawalnya untuk pulang ke rumah. Dan lagi perut alan sudah meminta makan sedari tadi.

"Apa kalian sudah lama bekerja untuk ayah?" Tanya alan pada 2 pengawalnya.

"Saya sudah 2 tahun bekerja untuk tuan arthur, tuan muda" jawab pengawal 1.

"Kalo saya baru 1 tahun bekerja untuk tuan arthur, tuan muda " jawab pengawal 2.

"Begitu ya. aku belum tahu nama kalian, padahal kalian yang selalu mengawal setiap aku pergi. Kalo boleh tahu, nama kalian siapa?" Ucap alan.

2 pengawal tersebut saling memandang, dan saling mengangguk.

"Nama saya, harry tuan muda" jawab pengawal 1

"Nama saya Leo tuan muda" Jawab pengawal 2.

"Oh.. oke, kak harry dan kak Leo ya" ucap alan.

"Tuan muda bisa memanggil nama saja pada kami" ucap harry, pengawal 1.

"Tidak, kalian lebih tua dari ku. Tidak ada penolakan" jawab alan.

2 pengawal tersebut hanya diam, setelah mendengar ucapan alan.

"Tidak ada penolakan, sama seperti kata-kata tuan arthur. Ya.. tuan muda kan anak nya tuan arthur." batin seorang pengawal.

------

Alan sampai di rumah, langsung masuk ke dalam. Di liatnya alana bersama arthur dan Indra di ruang keluarga.

Alan menuju dapur terlebih dahulu untuk meletakkan botol air minumnya. Tapi, belum sampai di dapur pak agus datang mendekatinya dan meminta botol air minumnya. Alan memberikan botol itu pada pak agus

"Terima kasih pak agus" ucap alan, pak agus hanya mengangguk dan kembali ke dapur.

Alan berjalan mendekat ke ruang keluarga.

"Alan pulang" ucap alan.

"Oh... kau sudah pulang nak, gimana olahraganya?" Tanya arthur

"Biasa saja ayah" jawab alan

"Alana ngambek tuh, gak di ajak olahraga sama kamu nak" ucap arthur

"Iya... kenapa gak bangunin alana!!" Sahut alana, masih dengan muka cemberutnya.

"Haaaahhh... aku udah bangunin beberapa kali, kamunya aja yang tidurnya kaya kerbau. Lagian kamu gak kuat lari lama-lama alana" jawab alan.

"Kok samain alana sama kerbau sih.!! Tau ah, kak alan nyebelin!!" Ucap alana

Alan berdiri. "Iya.. iya.. kakakmu ini emang nyebelin, tapi nyebelin-nyebelin gini kamu gak bisa jauh dari kakakmu kan. Besok bangun pagi, kalo mau ikut lari" ucap alan, sambil berjalan menuju kamarnya.

"Udah tahu alana gak bisa jauh dari kakak, kenapa ninggalin alana??. Bener ya besok ajak alana?, awas kalo ninggalin lagi" ucap alana

"Iya maaf.. bener kok" jawab alan

"Oke" ucap alana, tersenyum.

Arthur dan indra saling bertatapan, padahal dari pagi tadi alana cemberut terus, di ajak ngobrol juga jawabnya cuek. Sekarang dengan mudahnya dia tersenyum pada orang yang membuatnya kesal.

"Alan, tunggu nak" ucap arthur

Alan berhenti di tengah-tengah tangga dan berbalik " Ada apa ayah?" Tanya alan

"Habis mandi, bisa ke ruang kerja ayah. Ayah mau minta tolong sama kamu" ucap arthur

"Oke" jawab alan. lalu berjalan lagi menuju kamarnya.

"Alana mau nyusul kak alan aja, dah ayah, om indra" ucap alana, pergi meninggalkan arthur dan Indra menyusul alan ke kamar.

Setelah alan dan alana masuk ke dalam kamar. Indra meletakkan laptopnya di meja

"Haha... aku kira akan ada pertengkaran yang seru, tapi ternyata...." ucap indra.

"Haaaahhh.... mereka terlalu menggemaskan" ucap arthur

"Tapi kak, sepertinya kau harus belajar dari alan cara menenangkan alana kalo lagi ngambek, di liat kakak yang gak bisa menenangkan alana tadi.. hahaha" ucap indra, meledek.

"Sialan lo... aku ke ruang kerja, kau juga kerja lah" ucap arthur kesal.

"Haha... memangnya sedari tadi aku pegang laptop ngapain kak, aku kerjain kerjaan mu yang ketunda ini" jawab indra.

"Ya kali aja, nonton video mesum. Kau kan masih jomblo, belum pernah ngerasain itu" ledek arthur, berlalu meninggalkan indra.

"Saya tidak pernah seperti itu ya!!!" Ucap indra sedikit berteriak.

"Ck... kau juga kan sudah jomblo, pake ngatain jomblo ke orang" batin indra

"Aaaarrgghh... ini kerjaan kapan kelarnya sih, gimana aku gak jomblo. setiap hari kerja gak ada waktu buat nyari jodohlah" batin indra lagi.

Setelah puas berdebat dengan dirinya sendiri, indra memutuskan untuk menyusul arthur masuk ke dalam ruang kerja, tak lupa membawa laptopnya.

------

Di dalam kamar alan, alan baru saja selesai mandi.

Alana sedang duduk di meja belajarnya, menonton kartun kesukaannya di laptop.

"Aku mau ke ruang kerja ayah alana, mau ikut?" Ucap alan, selesai memakai bajunya.

"Emm.. gak ah, paling ngomongin pekerjaan. Alana nonton aja di kamar." Jawab alana

"Sok tau kamu" ucap alan, lalu keluar dari kamar. .

"Sok tahu apa, benerkan ayah paling ngomongin masalah kerjaan" gumam alana.

"Ah... aku kangen kakek, kangen tante rida juga. Kapan ya bisa main ke sana lagi" gumam alana lagi.

"Hmmm... telpon aja kali ya" gumam alana, berdiri dari duduknya "ponsel kak alan mana ya" gumam alana, mencari ponsel alan di kasur milik alan. Padahal alana punya ponsel sendiri, tapi dia selalu pakai ponsel milik alan. Kenapa??. Gak tahu juga.

Setelah menemukan ponsel milik alan, alana membuka ponsel tersebut dan mencari nomor ponsel endra kakeknya.

Setelah menemukan nomor ponsel kakeknya, alana langsung memanggil endra, video call tepatnya .

📱*Kakeekkkk* panggil alana, melambaikan tangannya

📱*Loh, kakek kirain alan yang telpon ternyata cucu perempuan kakek toh. Ada apa alana?* Ucap endra

📱*Hehe.. kakek kapan main ke sini lagi, alana kangen, pengen nonton bareng kakek lagi. Oya Tante rida mana?, alana juga kangen tante rida kek* ucap alana, merengek.

📱*Nanti kakek main kok ke sana, Tante rida lagi di dapur masak buat kakek* jawab endra

📱*wah.. enak dong, alana juga mau masakan tante rida* ucap alana.

Tiba-tiba pintu terbuka.. alana menoleh di liatnya alan masuk ke dalam kamar.

"Sedang apa, kenapa pakai ponsel kakak?" Tanya alan

Alana menghadapkan ponsel pada alan.

📱*Kakek* panggil alan

📱*Oh.. alan, kamu sedang apa nak* tanya endra

📱* Bantuin ayah, sudah ya kek.. alan mau ke ruang kerja ayah lagi soalnya* ucap alan

📱* Oke nak* jawab endra .

Alan mengambil laptopnya, dan keluar lagi dari kamar menuju ruang kerja arthur.

📱* Ya sudah kek, alana mau lanjut nonton kartun lagi. Hehe.... nanti kakek beneran main ke sini ya, nitip salam buat om arfi dan Tante rida. Dah kakek* ucap alana

📱*Oke, cucuku sayang* jawab endra.

Alana meletakkan ponsel milik alan, di meja lalu lanjut menonton kartun.

------

Di ruang kerja arthur, alan, arthur dan Indra duduk di sofa.

"Ayah minta maaf, merepotkan kamu alan" ucap arthur

"Tidak apa-apa, alan senang bisa membantu ayah" jawab alan.

"Terima kasih alan" ucap arthur

"Lalu apa yang akan ayah lakukan setelah mengetahui ini semua?" Tanya alan, menunjuk laptopnya.

Alan baru saja meretas ponsel milik CEO erik, seperti yang dia lakukan kemarin, untuk mengecek apa ada pesan atau panggilan terbaru, dan benar saja. Hari ini ada beberapa pesan yang masuk.

"Ayah akan memikirkan nak, kita sudah tahu kalo akan ada orang yang masuk ke perusahaan, lewat CEO erik. Dia tahu kalo ada tempat yang kosong saat ini" ucap arthur

"Kalau begitu, bukankah dia akan menjadi sekretarismu kak. Karena posisi itu sedang kosong sekarang" sahut indra

"Benar, aku sedikit khawatir tentang ini. Entah kenapa aku merasa tidak tenang" jawab arthur

"Sekretaris, bukankah om indra sekretaris ayah?" Tanya alan

"Iya, om indra itu berbeda dengan sekretaris pada umumnya tuan muda. Ayah tuan muda ini memiliki beberapa sekretaris, bulan kemarin salah satu sekretaris resign karena mau melahirkan dan fokus mengurus anaknya, jadi ya posisi itu kosong sekarang" jawab indra

"Begitu ya.." ucap alan.

"Aku punya ide kak, apa kau mau mendengarnya" ucap indra

"Tentu saja" jawab arthur.

Indra lalu mengatakan apa idenya dan apa yang akan di rencanakan.

"Boleh juga, tapi kalo idemu ini gagal kau tahu akibatnya bukan. Dan lagi setiap ruangan itu ada cctv nya?" Ucap arthur

"Tenang saja ayah, alan bisa mengatasi itu. Alan akan ikut ke perusahaan, nanti alan akan melihat keamanan di sana" sahut alan

"Apa kau yakin nak?, Kau bisa melakukannya?" Tanya arthur

"Iya, tentu saja" jawab alan

"Apa dia benar-benar bisa melakukannya?.. Haaaahhh... tidak aku sangka selain mereka menggemaskan mereka juga sangat pintar, apalagi kamu alan. Kamu baru 11 tahun loh nak, tapi kemampuan mu benar-benar patut di banggakan" batin arthur.

"Baiklah, ayah percaya padamu alan" jawab arthur.

Bersambung......

1
Dewi Fitriani
Kecewa
Dewi Fitriani
Buruk
Andi Rahmawati
Di sambung ya cerita Alan dan alana thor
Aisyah Suyuti
seru
Azril Parmen
Luar biasa
Azril Parmen
Lumayan
The Lovely
Yg dtng siapa sih
The Lovely
Lelah knp ya Alan
The Lovely
Ngapain jg sih tuh 2 Bocil ganggu Alan aja
The Lovely
Penasaran siapa sih anak laki" itu
The Lovely
Gak pnya sopan santun bngt sih tuh Alan sama Alana manggil yg lebih tua nama udh gtu klau mau nyuruh orng gak ada kata tolong walaupun pekerjaan di bwh ayahnya tetap aja gak sopan gak ingat apa sblm ktmu ayahnya mrka itu orng miskin dan tinggal dipanti segala
The Lovely
Cpt kasih tau ayah kalian
The Lovely
Psti kerjaannya kakaknya Yulia deh
The Lovely
Kakaknya Yulia jahat bngt sih
The Lovely
Alan baik bngt ngasih beasiswa ke Harry
The Lovely
So sweet bngt sih Alan sma Alana adiknya
The Lovely
Dasar cwek murahan tuh udh ngaku2 lgi di dpn slh satunya Arthur malah didorong yg ada murka tuh
The Lovely
Kasihan jg Anggita
The Lovely
Sumpah ya Alana itu kekanak2an bngt pake segala ngambek lagi. Lgi jg gk masalah klau ayahnya nikah lagi kan msh muda butuh sosok pendamping jdi anak jngn pada egois
The Lovely
Lagi ngapain jg sih Anggita ikut segala bkin anak2nya Arthur salah paham aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!