NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Terjerat Cinta Antara Kakak & Adik

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:553.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Annisha A

Terjebak di antara dua pilihan yg sulit, antara kakak beradik yg dua duanya ada di hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisha A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 19 Pesta Ulang Tahun Rudi

Akhirnya tiba lah Juan tepat di hadapanku, kami pun saling menatap dan mungkin sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

"Apa tatapan mu ini mengartikan kau sedang terpana?" Tanya Juan sambil menjetikkan jari tangannya di depan wajahku.

Hal itu sontak saja jadi membuyarkan lamunanku.

"Eh, Ha? Kenapa? Kamu bilang apa?" Tanyaku saat merasa kaget dan mendadak menjadi tidak konsen.

"Se terpana itukah dirimu, hingga susah mencerna apa yang aku ucapkan?" Tanya Juan lagi dengan tatapan yang mulai menggodaku.

"Rasa percaya dirimu sangat berlebihan, itu sungguh tidak bagus untuk kesehatanmu." ketusku kesal dan langsung berbalik membelakanginya.

Mendengar itu Juan pun hanya tertawa, bahkan suara tawanya sangat renyah sekali terdengar di telingaku.

"Ah Juan apa yang sudah kau lakukan pada perasaanku ha?" Pekik ku dalam hati.

"Ayo" Juan berdiri di sampingku sembari menjulurkan tangannya sebagai kode untukku agar menggandengnya.

Aku yang melihat itu pun akhirnya menghela nafas sejenak dan kemudian menggandeng tangannya.

"Aku berharap kamu adalah orang yang bisa di percaya dan menepati janji" Ucap Juan sedikit berbisik sembari matanya yang memandang ke arah keramaian.

Aku pun kembali mengambil nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan sebagai tanda aku sudah siap bersandiwara lagi, bersandiwara untuk terakhir kalinya.

Kami melangkah beriringan menuju keramaian, taman belakang itu kini sudah mulai di penuhi oleh tamu-tamu undangan. Band akustik yang di pojok kanan juga sudah mulai menyanyikan lagu-lagu mereka yang membuat suasana semakin hidup.

Rudi dan tunangan yang sedari tadi sibuk menyambut para tamu kini sudah bergabung di tengah-tengah kami, ia berdiri di belakang meja dengan kue ulang tahun yang akan siap dia tiup, terlihat lilin berangka 25 yang menunjukkan usianya saat ini. Tiupan lilin itu pun di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dan di iring juga dengan lagu selamat ulang tahun yang di nyanyikan oleh band di pojok kanan.

Moment suap-suapan kue pun berlangsung singkat, kini Rudi beranjak menaiki panggung kecil yang berada di pojok kanan, terdengar dia memberi sambutan dan ucapan terima kasih untuk para tamu dan saudara-saudaranya. Tak begitu banyak yang ia katakan sampai akhirnya dia turun dari panggung dan kembali di sambut tepuk tangan yang meriah lagi.

Acara ulang tahun Rudi ternyata tak hanya cukup sampai disitu, masih ada acara dinner bersama. Tamu di persilahkan untuk menyantap berbagai makanan yang sudah terhidang di atas meja, namun khusus untuk BBQ terlihat sudah di siapkan seorang koki yang selalu siaga membakarkan daging BBQnya saat ada tamu-tamu yang ingin menyantapnya.

Sepanjang acara berlangsung, Juan terus menggenggam tanganku tanpa melepaskannya, beberapa kali dia berpapasan dan bersalaman dengan teman-temannya yang lain, ia pun juga ikut mengenalkan ku pada mereka seolah aku benar-benar kekasihnya.

Perlakuan manis Juan membuat aku jadi terharu, aku seperti merasa sangat di special kan.

Dalam hatiku memang sudah berniat untuk membahagiakan Juan malam ini. Jadi ku putuskan untuk memperlakukan dia layaknya aku memperlakukan seorang kekasih.

Aku dan Juan akhirnya memilih duduk di kursi yang memang di sediakan untuk para tamu menyantap makanan.

"Sayang, apa kamu lapar?" Bisikku pelan dengan kata-kata sayang yang sedikit terkesan sengaja aku ucapkan.

"Apa kamu baru saja memanggilku dengan sebutan sayang ?" Tanya Juan tersenyum sumringah seolah tak percaya.

"Bukankah aku pasangan mu malam ini?" Ucapku sedikit manja.

kulihat Juan makin melebarkan senyumannya, dia menatapku dengan tatapan yang kali ini terlihat sangat senang, dan di lanjutkan dengan mendaratkan sebuah kecupan singkat di keningku.

"Aku mau makan asal kamu suapi." Bisik Juan lembut yang kemudian mengedipkan sebelah matanya.

"Emm baiklah, kamu mau makan apa? biar aku ambilkan." Tanyaku pada Juan sembari bangkit dari duduk ku.

"Makan apa saja asal kamu suapi." Jawab Juan sambil tersenyum menggoda.

"Ok tunggu ya."

"Sayang jangan lama-lama, nanti aku rindu." kata Juan menggodaku lagi.

Aku pun hanya bisa tersenyum geli sembari menggelengkan kepalaku, lalu aku langsung beranjak menuju meja panjang yang menghidangkan banyak makanan di atasnya. Tatapanku fokus ke arah meja hidangan itu dan tanpa disadari aku bertabrakan dengan seorang wanita dan membuat minuman yang di pegangnya tumpah ke gaunku, Hal itu pun sontak membuatku terkejut sembari menatap wanita itu.

"Ups sorry, aku tidak sengaja." Ucap wanita itu singkat lalu pergi begitu saja.

Aku yang panik melihat gaunku tersiram minuman, langsung berlari menuju toilet untuk membersihkannya. Ku bersihkan gaun ku yang sedikit kotor dengan tisu yang sudah ku basahi dengan air.

"Huh, untung saja kotornya hanya sedikit dan nodanya bisa hilang." Kataku saat sukses membersihkan gaun ku.

Selesai dari itu, aku pun langsung kembali ke taman dan bergegas mengambil makanan, namun saat baru ingin mengambil makanan, tak sengaja aku melihat ke arah Juan yang seperti tengah asik mengobrol bersama wanita, terlihat wanita itu beberapa kali tertawa dan tersenyum sambil sesekali memegang bahu Juan, Aku yang melihat itu tiba-tiba merasakan panas yang menjalar di dadaku, hatiku seperti terbakar, aku merasa sangat kesal hingga tanpa sadar aku meremas sendok nasi sangat kuat dan membuat telapak tanganku memerah.

"Apa-apaan itu, aku disini sedang sibuk mengambilkan makan untuknya, sampai bajuku kotor tertumpah air oleh orang tak dikenal, sekarang dia malah asik ngobrol dengan wanita lain." Ketusku dalam hati.

"Tapi apa-apaan juga aku ini? Kenapa harus semarah ini? Bukankah aku hanya sedang bersandiwara? Harusnya aku senang jika dia dekat dengan wanita lain, itu berarti dia tak perlu mengharapka ku lagi dan tak akan membuat rumit keadaanku." Tambahku lagi yang terus menatapnya kesal.

Kini entah kenapa jiwa keegoisanku seperti meronta-ronta.

Aku menghela nafas beberapa kali, untuk mencoba menenangkan diriku. Aku memutuskan untuk membawakan makanan itu ke Juan dan berusaha bersikap sebiasa mungkin.

"Kamu sudah kembali? Kenapa lama sekali?" Tanya Juan saat melihatku datang.

"Lama tidaknya aku pergi tadi bukankah tidak membuatmu bosan menunggu?" Sindirku sambil tersenyum yang di paksakan.

Aku pun memandangi Juan dan wanita itu secara bergantian, dan aku kembali terkejut melihat wanita itu adalah wanita yang menabrak dan menumpahkan minuman ke gaunku. Bisa kulihat wanita itu juga memandangku dengan tatapan sinis seperti tidak suka akan kedatanganku. Hal itu kini membuat rasa kesalku kian menjadi-jadi dan aku pun tak bisa menahannya lagi.

"Apa maksudmu berkata begitu? Oh iya, ini kenalkan, dia adalah..."

"Kamu makan lah sendiri, nafsu makan ku mendadak hilang!" Ketusku kesal sembaru menyodorkan piring berisi makanan yang ku ambil tadi, lalu aku pun langsung beranjak pergi.

Aku berjalan dengan cepat meninggalkan Juan dan wanita itu, aku mulai berfikir sepertinya wanita itu sengaja menabrakku dan menumpahkan minumannya kepadaku. Aku terus berjalan menjauh dari mereka, lalu tiba-tiba Rudi yang tengah berbincang pada sepupu dan temannya yang lain sontak mencegatku.

"Hei cha, kemana saja? Kenapa aku baru melihatmu?" Tanya Rudi sambil memegang segelas wine di tangannya.

"Oh aku tadi dari toilet, aku ke sana dulu ya." Kataku tersenyum tipis sambil menunjuk ke sembarang arah.

"Kenapa terburu-buru? Ayo sini minum sebentar, cuma wine kok." Kata Rudi menarikku untuk bergabung dengannya dan temannya yang lain.

Kulihat ada Yana yang juga tengah asik mengobrol sambil sesekali meminum wine yang ada di tangannya.

"Ta, tapi Rud, a, aku tidak pernah minum." Jawabku ragu.

"Ayolah cha, ini pesta ulang tahunku aku mau kita semua menikmati. Lagi pula ini hanya wine, kamu tidak akan mabuk walau kau menghabiskan satu botol sendirian."

"Gak akan mabuk kok Cha jika cuma minum segelas dua gelas wine, paling cuma membuat kamu jadi sedikit manja saja hahaha" Celetuk Yana menambahi sambil tertawa.

Rudi pun tersenyum sembari memberikan ku segelas wine yang tidak terisi penuh.

"Minum ini, agar kamu sedikit lebih rileks, karena wajahmu terlihat sangat tegang sekali."

Mendengar ucapan Rudi yang katanya wine itu bisa membuatku rileks, sontak saja aku langsung meminum wine itu hanya dengan sekali teguk. Aksiku itu mengundang tepuk tangan dan sorak dari Rudi, Yana bahkan semua yang bergabung disitu.

Bersambung...

1
Rena Roy
Lumayan
Rena Roy
Buruk
sakura09
wkkw...aku suka bgt ini alurnya seru bgt
sakura09
alurnya seru bgt...sampe jingkrak"sendiri....keren
Dhita Rosmalia
akh pasti aku ga akan bisa move on dr Juan Thor 🥰🥰🥰
Erloviana Messakh Dethan
keren
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Faridah Usman
hadeeh. Icha...ichaa.....sadar Icha....
Faridah Usman
aasyeek...
Lita Fediyani
bner2 crita terkerennddd...
tp bnr ada yahh crita gni d dunia nyata
iyaa Smngtt trs y KK👍👍👍👏👏
Nika Nugraha
ichaa nya masih labil , belum bisa mastiin hati nya sepenuh nya buat rendi
Aprilia Amanda
yaelah cha knp harus boong sih😌 knp juga setuju sm permintaan nya juan? ih kesel😌
Aprilia Amanda
tp dia kan pacae abang lu😌
Aprilia Amanda
emang nasinya punya mata?🤣
Aprilia Amanda
kok feeling ku icha sm juan ya? gatau juga sih😂
Aprilia Amanda
visual juan sejuta novel thor😂
Rizky
Omg akhirnyaaaaa selamat yaa thor ceritamu luar biasa menghiburrr
Rizky
Yahhh beneran tamat ini?? Seriusss????
Rizky
Jgn sampe mami ola datangg
Rizky
Sedih campur deg deg an aduh gimana sihhh ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!