NovelToon NovelToon
Penerus Pendekar Naga Putih.

Penerus Pendekar Naga Putih.

Status: tamat
Genre:Perperangan / Penyelamat / Fantasi / Kebangkitan pecundang / Action / Reinkarnasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hendra 31.

Han Zian, seorang pemuda sederhana dari Pulau Askara, terjebak dalam badai kehidupan. Fitnah yang tidak pernah dia lakukan menghantamnya, sampai dia diusir bersama ayahnya dari ibu kota, Shogun!

Qing Shu seorang Pendekar Naga Hitam dan putra Raja Kin, diam-diam membalas dendam kepada Pendekar Naga Putih beserta penerusnya.

Karena dendam yang tak terobati dari zaman ke zaman. Dimana, pendekar Naga Hitam diperintah oleh anak Raja Kin, untuk menghancurkan Pulau Hindi. Untuk mendapatkan putri Raja Tin, yang telah menolak lamaran Putra Raja Kin.

Membuat Raja Tin marah dan mencari bantuan kepada Sekte Bayangan Putih dan kepada Pendekar Naga Putih, untuk mengalahkan Qing Shu dan melawan Naga Hitamnya dengan Naga Putih. Agar telor yang akan menghancurkan Pulau Hindi berakhir.

Han Zian, penerus pendekar Naga Putih yang hidup menempa pedang dari besi bersama ayahnya. Harus menerima serangan bertubi-tubi dari kejahatan dendam Putra Raja Kin bersama Qing Shu pendekar Naga Hitam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendra 31., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 ~ Pernikahan.

Seminggu berlalu dalam kesibukan yang menyenangkan, para murid Klan Pedang Pusaka dengan semangat membersihkan dan menghiasi setiap sudut tempat yang akan menjadi saksi bisu janji suci Han Zian dan Hu Rong.

Lampion-lampion merah dan emas digantung di sepanjang jalan setapak, menebarkan cahaya meriah namun tetap khidmat. Aroma bunga-bunga bermekaran memenuhi udara, bercampur dengan wangi dupa yang menenangkan.

Di kediaman Jiang Lei, para istri Jiang Lei dengan telaten membantu Mei Xin mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Kain-kain sutra berwarna cerah dibentangkan, perhiasan-perhiasan berkilauan ditata dengan hati-hati dan hidangan-hidangan lezat mulai disiapkan. Sesekali, tawa renyah Mei Xin memecah keheningan, menambah kehangatan suasana.

Sementara itu, utusan dari Klan Pedang Pusaka telah tiba di Sekte Bayangan Putih untuk menyampaikan undangan pernikahan kepada tetua Ling Zhi. Sang utusan menyampaikan salam hormat dari Tetua Bai Yu dan menjelaskan betapa pentingnya kehadiran Tetua Ling Zhi dalam acara yang berbahagia ini.

Di tempat terpisah, Han Zian dan Hu Rong menghabiskan waktu bersama dalam penantian hari bahagia mereka. Mereka saling bertukar pandang penuh cinta dan harapan, membayangkan masa depan yang akan mereka rajut bersama. Meskipun ancaman dari luar masih terasa samar, kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini mampu mengalahkan segala kekhawatiran. Mereka berdua berjanji dalam hati untuk saling melindungi dan mengarungi kehidupan bersama, apa pun yang terjadi.

Akhirnya, hari yang dinanti-nantikan tiba. Matahari pagi menyinari Klan Pedang Pusaka dengan cahayanya yang lembut, seolah ikut merayakan kebahagiaan yang tengah bersemi. Para tamu undangan dari klan dan Sekte serta perguruan yang bersahabat dengan sang Kakek Han Zian mulai berdatangan.

Para tetua Klan Pedang Pusaka siap menyambut kedatangan para tamu undangan, dan para murid-murid siap memberi hormat hangat kepada para undangan dengan diiringi alunan musik yang merdu.

Di tengah halaman yang telah didekorasi dengan indah, Han Zian tampak gagah dalam balutan pakaian pengantin berwarna hitam dan emas. Di sisinya, Hu Rong terlihat anggun dan mempesona dalam gaun merah menyala yang dihiasi dengan sulaman bunga-bunga yang indah. Keduanya berdiri di bawah altar yang dihiasi dengan untaian bunga dan ukiran naga dan phoenix yang melambangkan persatuan dan keharmonisan.

Tetua Bai Yu dengan suara lantang memimpin upacara pernikahan. Kata-kata bijak dan penuh makna terucap, memberkati ikatan suci yang terjalin antara Han Zian dan Hu Rong. Para hadirin menyaksikan dengan haru ketika kedua mempelai saling bertukar janji setia, mengikrarkan cinta dan kesetiaan abadi di hadapan langit dan bumi.

Setelah upacara selesai, Jiang Lei maju ke depan dengan senyum lebar. "Hari ini adalah hari yang berbahagia bagi kita semua," katanya dengan suara penuh sukacita. "saya berharap Han Zian dan Hu Rong akan selalu dilimpahi kebahagiaan dan cinta yang abadi."

Pesta pernikahan pun dimulai. Tawa riang dan ucapan selamat menggema di seluruh penjuru Klan Pedang Pusaka. Hidangan-hidangan lezat tersaji, minuman kas Klan Pedang Pusaka disiapkan oleh para pelayan atas perintah Mei Xin, dan alunan musik menambah semarak suasana. Han Zian dan Hu Rong tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan mereka, terus bergandengan tangan dan menyapa para tamu dengan senyum yang tak pernah pudar.

Di tengah kemeriahan pesta, seorang murid berlari tergesa-gesa menghampiri Jiang Lei. "Lapor Tetua Bai" serunya dengan napas terengah-engah. "Tetua Ling Zhi dari Sekte Bayangan Putih telah tiba!"

Seketika, suasana menjadi hening. Semua mata tertuju pada gerbang masuk, tempat di mana sesosok pria berpakaian serba putih dengan aura dingin namun berwibawa muncul. Itu adalah tetua Ling Zhi, memenuhi undangan pernikahan Han Zian dan Hu Rong. Kedatangannya membawa kejutan dan pertanyaan, namun juga harapan akan aliansi yang lebih kuat di masa depan. -

Kehadiran tetua Ling Zhi disambut dengan rasa hormat oleh Jiang Lei dan tetua Bai Yu. Mereka berdua segera menghampiri tetua dari Sekte Bayangan Putih itu, menyambutnya dengan hangat meskipun ada sedikit ketegangan yang terasa di udara.

"Selamat datang, Tetua Ling Zhi," sapa Jiang Lei dengan senyum ramah. "suatu kehormatan bagi kami Anda bersedia hadir di hari bahagia ini."

Tetua Ling Zhi mengangguk pelan, matanya yang tajam menatap Han Zian dan Hu Rong yang berdiri di antara para tamu. "Saya mendengar kabar baik ini dari utusan kalian. Sekte Bayangan Putih selalu menjunjung tinggi persahabatan antar persaudaraan," jawabnya dengan suara tenang namun berwibawa. "terima kasih telah menerima pesan yang ku sampaikan lewat utusanku, dan membimbing dengan kemampuanmu yang mumpuni serta harta yang telah kau keluarkan untuk Zian."

"Kau tak usah sungkan terhadapku, Zian adalah tanggung jawab kita sebagai Penerus Pendekar Naga Putih yang pernah menjadi bagian hidup kita." ucap Jiang Lei

Han Zian dan Hu Rong segera menghampiri tetua Ling Zhi dan memberikan salam hormat. "Terima kasih atas kehadiran, Paman." ucap Han Zian dengan tulus sambil mengangguk sopan bersama Hu Rong yang berada disisinya.

Tetua Ling Zhi mengamati kedua mempelai pandangan ceria dan ada sedikit senyum terukir di bibirnya yang tipis. "Kalian berdua terlihat serasi. Semoga pernikahan ini membawa kebahagiaan dan kekuatan bagi kalian berdua."

Kehadiran tetua Ling Zhi memberikan kesan mendalam bagi seluruh hadirin. Ini adalah sinyal kuat dukungan dari salah satu sekte besar, yang tentu saja akan menambah rasa aman bagi pernikahan Han Zian dan Hu Rong, setidaknya untuk saat ini.

Pesta kembali berlanjut dengan suasana yang sedikit berbeda. Kehadiran tokoh penting seperti tetua Ling Zhi menambah bobot acara ini. Para tetua dari sekte, dan Klan lain yang hadir pun memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang dan mempererat tali silaturahmi dengan Tetua Ling Zhi dan Jiang Lei.

Di tengah keramaian, Han Zian dan Hu Rong menyempatkan diri untuk berterima kasih secara pribadi kepada tetua Ling Zhi atas kehadirannya.

"Kehadiran Paman sangat berarti bagi kami," kata Hu Rong dengan mata berbinar.

Tetua Ling Zhi mengangguk. "Saya melihat ketulusan di mata kalian. Jaga baik-baik pernikahan ini. Dunia luar penuh dengan ketidakpastian."

Setelah menyampaikan beberapa patah kata nasihat, tetua Ling Zhi berpamitan kepada Jiang Lei dan Tetua Bai Yu serta tetua yang lain. Kepergiannya diiringi dengan rasa hormat dan sedikit kelegaan. Kehadirannya yang singkat namun berkesan memberikan harapan baru bagi Klan Pedang Pusaka.

Malam semakin larut, dan para tamu mulai berpamitan. Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Han Zian dan Hu Rong. Mereka berdiri berdampingan, menatap bintang-bintang yang bertaburan di langit malam, merayakan awal dari babak baru kehidupan mereka.

Jiang Lei menghela napas lega. Pernikahan Han Zian dan Hu Rong berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti. Namun, di lubuk hatinya, ia tetap waspada. Ancaman dari para pengintai yang mencari Han Zian mungkin masih ada. Ia harus memastikan bahwa keamanan Klan Pedang Pusaka tetap terjaga.

"Malam ini adalah malam yang indah," bisik Hu Rong sambil menyandarkan kepalanya di bahu Han Zian.

Han Zian merangkul istrinya erat. "Dan ini hanyalah awal dari keindahan yang akan kita rajut bersama."

Keduanya terdiam sejenak, menikmati kehangatan satu sama lain di bawah langit malam yang bertaburan bintang. Mereka tahu, perjalanan ke depan mungkin tidak selalu mudah, tetapi dengan cinta dan dukungan satu sama lain, mereka yakin akan mampu menghadapi segala rintangan.

Lokasi Klan Pedang Pusaka tidak bisa dideteksi oleh para pendekar berkekuatan apapun, kecuali kekuatan pendekar Naga Hitam. Namun Qing Shu pendekar Naga Hitam belum turun tangan mencari Han Zian secara langsung, jadi keberadaan Han Zian di Klan Pedang Pusaka masih terbilang aman dari para utusan Qing Shu.

1
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Naro kopi dulu ya, Een. Bacanya ntar kalo udah bisa nyender 😁
Mr.Gendo!: ok kk. nyender ja dulu, biar baca nya ngerepi😄
total 1 replies
𝕬𝖉𝖊 𝕾𝖚𝖑𝖙𝖆𝖓
kenapa ayah dan akan beda marga ?
Mr.Gendo!: Karena dia sebenarnya keturunan dari eropa, mangkanya penerusnya bermata hijau. ikuti aja trus ceritanya, jangan lupa klik dan kasih pote.🙏
total 1 replies
Lanjutkan
Semoga Mcnya tdk mudah terjebak oleh wanita
Hadir....
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
imajinasi nya keren bgt sih thor. bisa buat cerita kek gni /Casual/
Mr.Gendo!: Alhamdulillah dengan bantuan kakak mensuport cerita ini, saya jadi Tamba semangat membuatnya dan mendapatkan ide serta imajinasi yang kreatif. Dan saya ucapkan terima kasih banyak atas dukungan yang kakak berikan 🙏
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
menghadapi orang licik emang harus hati² thor. lanjut/Joyful//Determined/
Mr.Gendo!: Betul Thor, apalagi orang liciknya kuat. Kita harus banyak berdoa 😁😄
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
lanjut thor jgn lp mampir karyaku "DICINTAI OLEH RAJA MAFIA"/Rose//Ok/
Mr.Gendo!: ok siap Thor.
total 1 replies
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
Ini babnya diapus banyak yak?
Perasaan kemaren uda banyak/Smile/
Mr.Gendo!: iya kak.
total 3 replies
Mita Maharani
Keren ya masih kecil udah pintar seperti itu . Kaisar nya aja akan jadikan mereka bagian di kekaisarannya kalo sudah besar .!!
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ: Permisi Kaka, aku mau promosi novel baru ku judulnya TERLANJUR MENIKAH. boleh ka sekalian mampir😁✌️
total 1 replies
Mita Maharani
"Wah seperti nya keren nih cerita nya. Lanjutkan thor.!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!