Bagaimana mungkin pria yang ia hormati sebagai ayah dari sahabat nya tiba-tiba menikahinya karena sebuah permintaan yang cukup berat diterima Serena.
---
Nayla, sahabat Serena sejak SMA gadis itu menderita sebuah penyakit dan berakhir meninggal dunia sebelum menghembuskan nafas terakhirnya nya Nayla mempunyai satu permintaan kepada Serena dan Ethan, ayah Nayla.
Karena sebuah permintaan itulah yang mengharuskan Serena dan Ethan menjadi terikat satu sama lain dan mempunyai tanggung jawab besar dalam kehidupan baru mereka.
Terlepas dari adanya cinta atau tidak itu akan menjadi urusan belakang yang mungkin akan menjadi penyesalan atau sebuah kebahagiaan diakhir kisah mereka.
MURNI KARYA AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DENGAN KARYA ORANG LAIN YANG TIDAK DI SENGAJA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 18
Serena sebenarnya tidak mempersalahkan masalah urusan seperti itu, karena sejak awal itu memang hak nya sebagai istri jika suami meminta betulkan? Serena melakukan nya juga bukan karena terpaksa.
Hanya saja, yang ia pertanyakan apakah pria yang sudah menjadi suaminya ini benar-benar tulus kepadanya atau cuman karena nafsu saja lalu meninggalkan nya suatu hari nanti.
" Dengar, saya sudah pernah mengatakan nya padamu. saya hanya akan menikah sekali seumur hidup dan itu hanya kamu. saya tahu kamu meragukan hubungan kita tapi kita jalani saja dulu ke depan nya seperti apa. "
" Ibarat kata seperti ' Air Yang Mengalir ' seperti itu hubungan kita ke depan nya. " ucap Ethan.
" Sudah sekarang kita tidur, kamu pasti capek. " ucap Ethan menarik tubuh istrinya pelan merebahkan nya disamping nya yang sudah mulai memejamkan mata.
...✿ ✿ ✿ ✿...
1 Minggu kemudian.
BANDARA SOEKARNO-HATTA, JAKARTA INTERNASIONAL.
" Ayo Om, nanti taksi nya keburu pergi duluan. " ucap Serena menghampiri suaminya yang sedikit lamban.
" Sabar Ser, barang bawaan kita terlalu banyak. " ucap Ethan.
" Ck, nanti pak sopir nya keburu bete terus cari pelanggan lain. " ucap Serena ngedumel.
" Biarkan saja, toh saya sudah menghubungi sopir pribadi rumah. sebentar lagi datang. " ucap Ethan santai sembari mendorong troli berisikan koper-koper dan Tote bag milik mereka.
" Ishh, aku kan pengen nya naik taksi Om! " ucap Serena merajuk gadis itu melangkah cepat meninggalkan Ethan yang berada dibelakang nya.
Ethan menggelengkan kepalanya,apa begini nasib menikah dengan anak remaja ? ah atau bisa disebut dibawah umur?! sepertinya Ethan harus menyiapkan stok kesabaran penuh untuk kedepannya.
Kedua pasangan pengantin baru itu berdiri di depan gedung bandara menunggu sopir pribadi keluarga Ethan. karena sopir taksi yang sudah Serena pesan ternyata sudah berpihak ke pelanggan lain karena mereka terlalu lama.
Dan sopir taksi itu mengira Serena hanya sekedar prank atau bermain-main saja. jadilah sekarang mereka menunggu sopir pribadi datang menjemput.
" Selamat pagi Tuan dan Nyonya muda. " sapa sopir lelaki itu yang usianya kisaran 47 tahun.
" Selamat pagi Pak Seto. " sapa Ethan dengan wajah datar.
Serena membalas senyuman lelaki tua itu, yang sepertinya sangat cocok untuk Serena panggil sebagai ayahnya.
KLEK...
BLAM...
" Kita akan pergi kemana dulu Tuan? " tanya Pak Seto.
" Kerumah mama dan papa. " jawab Ethan.
" Mama sama Papa tahu gak kita sudah di indonesia? " tanya Serena.
" Tentu, sudah saya beritahu semalam. " jawab Ethan.
Serena manggut-manggut menanggapi. Setelah 1 jam perjalanan dari bandara ke rumah utama, tibalah mobil yang mereka kendarai.
" Akhirnya, si pengantin baru pulang juga. " sambut Maya menghampiri anak dan menantu nya diruang tengah.
" Kalian gak lupakan bawa pesanan dan oleh-oleh buat mama " tanya Maya menyipitkan matanya.
" Syukur-syukur, mereka sudah pulang dengan selamat loh Ma. " timpal Edward yang baru memasuki rumah.
" Pesanan Mama sudah kita belikan. " sahut Ethan.
" Loh, Mama kan hanya tanya aja. Papa terlalu serius terus. " sahut Maya mendelik kesal.
" Kalian sudah buatkan pesanan Mama? " tanya Maya lagi.
Kali ini Maya berdiri di depan Serena yang sejak tadi hanya diam, wanita itu mencoba menutupi rasa gugup nya saja.
" Ma, sudah biarkan saja mereka istirahat dulu pertanyaan nya dipending dulu pas makan siang. " ucap Edward.
" Iya, Ma kita masih capek dan lelah banget perjalanan dari Paris ke Indonesia lumayan memakan waktu berjam-jam Ma. kasihan menantu mama. " ucap Ethan menimpali cepat.
" Ya, udah deh kalian istirahat aja dulu. " ucap Maya mendengus pelan.
Ia, tahu itu hanya akal-akalan anak dan suaminya saja agar menghindari pertanyaan nya.
" Kita ke kamar dulu ya Ma. " pamit Ethan memandu Serena berjalan.
" Ma, kira-kira mereka sudah buatkan cucu kita gak? " tanya Robert penasaran.
" Tadi katanya, gak usah terlalu ikut campur sekarang penasaran dasar bapak-bapak tua. " dumel Maya.
" Kan Papa gak enak aja gitu sama menantu Mama kesan nya kayak apa gitu dimata nya nanti, Papa kan harus jaga Image yang bagus. " ucap Robert gelagapan melihat istrinya mulai ngambek.
" Huh, tapi kayanya udah goal deh Pa. lihat cara jalan nya aja beda kok. " ucap Maya memperhatikan Serena dari lantai dua ke kamar Ethan.
DI KAMAR.
Setelah mengganti pakaian dan membersihkan diri Serena merebahkan tubuhnya sembari menelepon sahabat satu-satunya itu.
" Eh gimana rasanya Honeymoon sama yang lebih tua? " tanya sahabatnya berniat menggoda.
" Ya begitulah, nanti lo rasain aja sendiri kalau sudah halal. " balas Serena yang kembali membayangkan kejadian saat di Paris.
" Ah ehlah! gue kepo Ser, spill dong biar gue pas nikah nanti gak gugup banget. " ucap Genna.
" Gila lo! lo rasain aja sendiri sama pacar loh tuh gimana rasanya. " sewot Serena.
" Gak usah marah juga kali, tapi lo beneran sudah di itu sama Om Ethan?! gak sakit pinggang kan dia pas main goyang-goyangan sama lo? kan Om Ethan mulai tuwir kan ya sedangkan lo masih muda stamina nya pasti lebih kuat. " tanya Genna dengan gamblang.
" Iya juga ya, tapi kulihat dia biasa aja kok pas paginya gak kayak orang sakit pinggang atau urat kecentit gitu. " ceplos Serena mengingat kembali.
" Tuh kan! lo sudah di perawan sama Om Ethan! gila sih, sahabat gue gak gadis lagi sudah. " pekik Genna histeris.
" Mulut lo Gen! kalau ada yang dengar bisa mampus gue. " dumel Serena.
Seandainya dia berhadapan langsung dengan sahabatnya itu sudah dapat dipastikan akan menggeplak congor bebek sahabatnya itu.
" Eh, sorry-sorry! gue terlalu kaget, syok, gimana itu dengarnya. " ucap Genna mulai tenang.
" Eh Ser, kalau lo gak PW lagi bentar lagi lo dibuntingin dong sama Om Ethan! lo yakin mau hamil secepat itu diusia muda lo? " sambung Genna bertanya.
Serena sempat terdiam sejenak, ia baru memikirkan sesuatu.
" Selama di Paris, gue main sama Om Ethan gak pernah pakai pengaman. mampus gue. " batin Serena mengumpat.
" Kenapa lo diam aja? jangan-jangan lo gak kepikiran sama sekali masalah tentang ini ke depan nya saat lo main? " tanya Genna.
" G-gue baru ingat kalau lo gak bilang. " ucap Serena lirih.
" Yang penting Om Ethan nya main aman aja sih Ser, jadi lo gak perlu panik. " ucap Genna.
" Ya, mungkin Gen. " jawab Serena tergagu sejenak.
" Tunggu jangan bilang, lo main nya gak pakai kondom gitu? atau minimal keluarin nya di luar gak didalam?! " panik Genna.
Serena hanya terdiam, dia tidak membalas pertanyaan sahabatnya itu. Serena masih mencoba mengingat kembali kemesraan nya dengan Om Ethan saat itu.
" Cukup Gen, gue gak mau mikir itu dulu sekarang. gue jalanin ke depan nya gimana kalau emang dikasih ya gue bakal mencoba menerima nya dengan baik gak mungkin juga gue gugurin anak gue sendiri kan. "
" Gue mau jalanin kehidupan gue yang sekarang ini dulu untuk ke depan nya urusan belakangan deh. " sambung Serena kepalanya seakan pusing memikirkannya.
" Tapi gue cuman kasih tau lo yang terbaik aja, gue gak akan ngelarang lo dalam bentuk apapun itu. itu sudah keputusan dan hak lo gue sebagai sahabat akan jadi pendengar dan mensupport yang terbaik doang. "
" Tapi kalau Om Ethan sampai macam-macam sama lo! gue gak akan tinggal diam begitu aja. itu tugas gue dari orang yang menitipkan lo pada gue sebagai sahabat sampai kapanpun. " ucap Genna tegas.
Ya Genna adalah orang satu-satunya setelah sahabatnya. ia diberi tanggung jawab oleh kakak Serena semasa ia hidup menitipkan Serena sebagai amanahnya untuk menjaga dan melindungi Serena kalau gadis itu mendapat kesulitan.
Dan Genna menyanggupi permintaan kakak Serena sebelum kakak Serena meninggal di kemudian hari.
Sejak saat itu Genna punya tanggung jawab untuk melindungi Serena sebagai sahabat terdekat dan sudah ia anggap seperti saudara sendiri.
tadi baca cuma angka 3 . itu mksdnya usia papa Nayla 3 thn gitu
tadi bacanya kq cuma angka 3 aja mksdnya usianya 3 thn gitu