Merasuki tubuh Logan, seorang pria lumpuh yang tak berdaya, sang karakter utama diberikan misi oleh sistem untuk membalaskan dendamnya agar ia bisa kembali ke dunia asalnya!
Merasa bahwa dia memiliki orang-orang penting yang menunggunya, sang karakter utama pun menyanggupi misi tersebut dan membalaskan dendam Logan menggantikan dirinya!
Dibantu oleh sistem, Logan pun menapaki jalan balas dendam!
Mampukah sang karakter utama menyelesaikan misi dari sistem dan memenangkan balas dendamnya?
* Karya ini hanya fiksi belaka, jangan meniru adegan apa pun yang ada di dalamnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Fitur Navigasi
Setengah jam sudah terlewat dari waktu pulang putrinya. Tapi hingga detik ini, batang hidung putrinya masih belum nampak di rumah Logan.
Duduk sendiri di ruang tengah, Logan mulai merasa gelisah dan cemas jika sesuatu terjadi pada putrinya, Liliana.
'Mengapa ia masih belum pulang? Apa yang terjadi?'
Di tengah kegelisahan itu, Logan masih berusaha berpikir positif hingga sistem memberinya notifikasi.
[Ding!! Keadaan darurat terdeteksi!!]
[Meminta Tuan Rumah untuk segera mengaktifkan fitur Navigasi!!]
"Huh?"
Logan yang mendapati notifikasi tersebut merasa bingung dan tak mengerti apa maksud yang dikatakan oleh sistem miliknya.
"Fitur Navigasi? Fitur macam apa itu? Ini pertama kalinya aku mendengarnya."
Menanggapi pertanyaan Logan, sistem pun menampilkan deskripsi dari fitur Navigasi yang dimaksud.
\=\=\=
Navigasi
- Sebuah fitur yang membantu Tuan Rumah dalam menunjukkan titik lokasi dari sesuatu yang berkaitan pada takdir Tuan Rumah.
Terkunci (buka dengan 25.000 poin).
\=\=\=
Pada saat Logan membaca deskripsi tersebut, matanya langsung tertuju pada jumlah poin yang dibutuhkan untuk membuka kuncinya.
"Sistem, jujurlah padaku, apa kau ingin merampokku di siang bolong?"
Menurut Logan, jumlah poin yang dibutuhkan itu terlalu besar dan bisa langsung membuat sisa poin yang dimilikinya habis begitu saja.
[Ding!! Keadaan darurat terdeteksi!!]
[Diharapkan bagi Tuan Rumah untuk segera mengaktifkannya!!]
Sayangnya, sistem tidak mengindahkan keluhan Logan dan malah memaksanya segera membuka fitur Navigasi yang masih terkunci tersebut.
"Oke, oke, aku paham."
Logan pun akhirnya pasrah dan mengalah pada sistemnya.
"Sistem, bantu aku mengaktifkan fitur Navigasi ini."
[Ding!! Membuka fitur Navigasi dengan 25.000 poin telah berhasil.]
[Poin yang tersisa saat ini : 4.000 poin.]
"Kuh!"
Logan tidak bisa untuk tidak merasa sakit ketika mendengar poin yang dimilikinya hanya tersisa sebanyak 4.000 poin.
Logan merasa tidak adil karena setiap kali ia berhasil memanen banyak poin, maka pada saat itu juga poin yang dimilikinya langsung terpakai habis.
[Ding!! Keadaan darurat terdeteksi!!]
[Dua kenalan Tuan Rumah, Liliana dan Tania telah menjadi korban penculikan.]
[Menampilkan lokasi mereka saat ini.]
Bersamaan dengan notifikasi tersebut, sebuah layar besar berisikan peta dari kota yang Logan tinggali muncul di sana.
Melakukan zoom otomatis, layar tersebut menampilkan dua titik yang terhubung. Titik tersebut menunjukkan tentang lokasi Logan saat ini dengan lokasi di mana Liliana dan Tania berada.
Berdasarkan titik yang ditampilkan, terdapat jarak yang cukup jauh antara tempat Logan dengan tempat di mana keduanya berada.
Melihat informasi ini, Logan tenggelam dalam pikirannya.
'Apakah penculikan ini memiliki keterkaitan dengan datangnya dua pria tak dikenal barusan?'
'Dan jika memang benar demikian, apakah itu artinya dalangnya adalah orang yang sama?'
'Dan jika memang seperti itu, lalu apa tujuan si dalang melakukan ini?'
Logan tidak bisa menebak apa motif dari si pelaku ketika ia merencanakan semua ini.
Satu-satunya jawaban yang bisa Logan pikirkan adalah bahwa si pelaku yang mendalangi semua ini ingin membawanya untuk menyiksanya dan mempertontonkan padanya apa yang akan mereka lakukan pada Liliana dan Tania.
Memikirkan hal ini, Logan bisa menebak betapa busuknya orang yang ada di balik semua ini.
'Berdasarkan ingatan yang kulihat, tidak mungkin istriku ada di balik semua ini.'
'Itu artinya, ini adalah ulah adik iparku tersayang.'
Setelah mendapatkan gambaran atas keseluruhan situasi, Logan kembali ke kamarnya untuk mempersiapkan diri.
Di sana, Logan berganti ke pakaian yang bisa membuatnya leluasa dalam bergerak.
Logan juga memilih menggunakan kaus dan celana yang serba panjang supaya itu bisa menutupi ciri-ciri fisiknya jika secara kebetulan ia bertemu dengan orang yang mengenalnya dengan baik.
Logan juga mengambil topi guna menutupi rambut dan sedikit wajahnya.
Sebagai langkah terakhir, Logan membuka fitur Toko dan membeli item yang ia anggap cocok untuk digunakan dalam situasi ini.
"Sistem, bantu aku membeli Topeng Penyamaran."
[Ding!! Transaksi pembelian Topeng Penyamaran untuk 3.000 poin telah berhasil.]
[Poin yang tersisa saat ini : 1.000 poin.]
[Saat ini, harga yang ditawarkan telah dinaikkan sebanyak dua kali lipat menjadi 6.000 poin.]
[Item telah dikirimkan kepada Tuan Rumah.]
[Silakan diperiksa.]
Dari udara kosong, sebuah topeng muncul dan ditangkap oleh Logan dengan tangannya.
\=\=\=
Topeng Penyamaran
- Membantu pengguna dalam mengubah wajahnya agar tidak dapat dikenali (hanya untuk sekali pemakaian dengan efek yang berlangsung selama 1 jam).
Harga : 3.000 poin
\=\=\=
Melihat deskripsi, Logan merasa agak kecewa karena efeknya hanya bertahan selama satu jam dan topeng itu akan hancur setelah selesai digunakan.
Tapi, melihat harganya yang murah, Logan berpikir bahwa itu cukup masuk akal.
"Baiklah, dengan ini seharusnya sudah cukup."
Dengan itu, Logan langsung memakai topengnya dan bersiap berangkat.
Namun, Logan tidak melewati pintu depan dan justru menggunakan pintu belakang dan berjalan memutar menuju mobilnya.
Hal itu dilakukannya agar ia bisa tetap menyembunyikan rahasianya yang telah sembuh dari kelumpuhan dari warga sekitar.
Menaiki dinding pembatas, Logan pun berjalan menyusurinya layaknya kucing.
Untungnya, tidak ada siapa pun yang melihatnya sehingga Logan bisa dengan bebas berjalan di atasnya hingga ia menemui jalanan.
Sesampainya di jalan, Logan langsung melompat dari atas dinding pembatas dan berjalan cepat menuju mobilnya.
Pada saat ini, Logan sedang berpacu dengan waktu.
/Bye-Bye//Cleaver/