NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Reinata Ramadani

Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.

CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.

Ig : @reinata_r

Untuk readers tersayang

Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...

Gomawo chingu 💞💞💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cedera

°°°~Happy reading~°°°°

°°°~Like~°°°

°°°~ Rate~°°°

°°°~ vote~°°°

🐣

Dengan sigap, Karin membalikkan badannya ke arah kamar mandi.

Namun naas, saat kaki kirinya melangkah memutar berniat membalikkan badannya, entah mengapa kaki kanannya masih diam di tempatnya. Dan akhirnya...

Klek...

Braaak....

Langkahnya tertahan saat kaki kanannya terjebak tak bisa digerakkan karena menekuk paksa melebihi batas kemampuannya, membuat ia menjatuhkan lututnya paksa sebelum akhirnya tubuhnya benar-benar beringsut ke bawah dengan posisi duduk.

Aaaahhh.....

Karin mendengus kesakitan, tak mampu menahan rasa sakit yang begitu melilit di area pergelangan kakinya.

Ia mencengkeram pergelangan kakinya, mencoba menetralisir rasa sakit yang mungkin bisa berkurang dengan cengkraman kuat dari tangannya. Namun usahanya sia-sia, rasa sakit itu masih saja menusuk hingga membuat nafasnya terengah tak mampu menahannya.

" Apa yang kamu lakukan, capat bangun... " Perintah Marcel kembali menatap layar ponselnya, masih tak bergeming melihat kondisi Karin yang sudah sangat mengenaskan itu.

" Sakit sekali...., Tolong.... " Ucap Karin merintih.

" Aku tidak akan tertipu denganmu, aku akan tetap menghukummu. Cepat bangun... " Ketus Marcel.

"Tolong aku.... " Karin memelas.

" Bangun... " Tukas Marcel dengan sorot mata menajam.

" Tidak ada gunanya meminta tolong pada orang kejam sepertimu... "

Karin memaki Marcel lantang, rasa sakit di pergelangan kakinya berubah menjadi amarah yang sudah tak dapat di bendungnya lagi.

" Cih... Beraninya dia.... '' Batin Marcel

Sekuat tenaga Karin mulai membangkitkan tubuhnya. Tangan kanannya menggenggam tiang pintu kamar mandi untuk menjadi penopangnya, sedang tangan kirinya setia mencengkeram lilitan handuknya agar tak melorot dan mengekspos lekuk tubuhnya.

Ahhhhhh.....

Karin mendengus kesakitan, tak kuasa membangkitkan tubuhnya dan akhirnya kembali terduduk lemas dengan rasa sakit yang semakin melilit.

Melihat Karin yang bersusah payah untuk menegakkan tubuhnya, membuat Marcel yang sebelumnya acuh itu menjadi iba dengan kondisi gadis kecil itu.

" Apa dia benar-benar sakit? " Batin Marcel masih merasa dibohongi.

Marcel meletakkan ponselnya di bibir ranjang, membangkitkan tubuhnya dan berangsur mendekati Karin yang masih mematung di ambang pintu kamar mandi.

Marcel menurunkan tubuhnya, menyejajarkan wajahnya dengan wajah Karin. Ia mengedarkan pandangan ke arah pergelangan kaki Karin yang tampak memerah dan sedikit membengkak, membuatnya percaya bahwa gadis itu benar-benar kesakitan.

" Kenapa tidak hati-hati..." Ucap Marcel, nadanya kini sehalus dan selembut sutra, ia juga mengelus pelan rambut Karin yang masih basah bekas mandinya.

Karin hanya diam membisu, air matanya masih mengalir deras hingga membentuk anak sungai di kedua pipinya.

" Maaf membuatmu terkejut..... " Ucap Marcel sembari mengusap air mata yang sudah membanjiri kedua pipi Karin.

Marcel langsung mengangkat tubuh Karin yang sudah beringsut.

Dengan sekali tarikan, Marcel berhasil memindahkan Karin ke dalam pelukannya. Ia segera mengangkat tubuh Karin dan merebahkannya ke atas ranjang dengan lembut, bahkan sangat lembut hingga Karin merasa melayang di udara bebas.

Karin yang masih dengan balutan handuknya itu pun sudah terduduk di ranjangnya dengan menyandarkan kepalanya.

Tak lupa, Marcel juga menyelimuti tubuh itu sebatas pinggangnya.

Laki-laki itu kemudian memungut ponselnya, segera ia menelpon Reihan untuk memanggilkan dokter untuknya.

" Han, panggil dokter ke kamar Karin. Pergelangan kakinya cedera. " Perintah Marcel pada Reihan melalui sambungan telponnya.

Mengetahui akan ada yang memasuki kamarnya, Karin mulai was-was dengan keadaannya saat ini yang tak pantas untuk dilihat.

" Tuan.... " Panggil Karin, membuat Marcel sontak berbalik menghadap kearahnya.

" Bisakah mengambilkan aku pakaian di lemari itu? " Karin menunjuk lemari yang tepat berada di pojok kanan ruangannya.

Marcel hanya diam membisu dengan menelungkup kedua tangannya, masih menimbang apakah harus membantunya atau hanya mengacuhkannya.

" Sial, harusnya aku tak usah meminta bantuan pada anjing gila itu " Batin Karin menggerutu.

Melihat Marcel yang mengacuhkannya, membuat Karin merasa tak akan dapat bantuan sekecil apapun dari Marcel. Tak ada pilihan lagi selain mengambil pakaiannya dengan kedua tangannya sendiri.

Karin menyibakkan selimutnya bersiap menurunkan kakinya dari ranjang. Belum sempat kakinya menyentuh lantai, ia terhenti ketika Marcel dengan sigap menghentikannya.

" Tetap diposisimu... " Tegas Marcel kemudian berlalu mendekati lemari pakaian Karin.

Agak lama Marcel memilih pakaiannya, menyibakkan beberapa baju yang menggantung untuk mencari baju yang sekiranya cocok dan nyaman untuk Karin.

" Pakailah... "

Marcel menyodorkan sebuah dress selutut yang mungkin akan mempermudah Karin untuk memakainya.

Dengan sigap, Karin merenggut pakaian itu dari tangan Marcel dan berniat memakainya, tapi kemudian ia mengurungkan niatnya setelah melihat Marcel yang masih bersarang di kamarnya.

" Aku akan mengganti pakaianku, tidak bisakah keluar terlebih dulu?"

" Cepat ganti atau kuambil lagi pakaiannya?" Tukas Marcel sembari duduk di bibir ranjang membelakangi Karin, menyilangkan kakinya dengan menelungkupkan kedua tangannya di depan dada.

" Kalau dia berani berbalik, aku akan mengutuknya... "

Karin pun segera mengganti bajunya secepat kilat, sebelum Marcel kehilangan kesabarannya dan berujung memaksa untuk melihat tubuh polosnya.

Tok tok tok

Di tengah Karin mengganti bajunya, ketukan pintu berhasil memecah keheningan ruangan itu.

" Tuan, dokternya sudah tiba.... " Ucap Reihan dari balik pintu yang tertutup rapat.

Belum sempat Marcel membuka mulutnya, Karin langsung menyambar memelas pada Marcel.

" Tunggu dulu, beri aku satu menit lagi " Ucap Karin masih sibuk menaikkan resleting di bahunya yang entah kenapa tak ingin dinaikkan ke atas.

" Sebentar... " Ucap Marcel setengah berteriak agar mampu menembus pintu dan menyampaikan pesannya pada Reihan.

Hufffff....

Marcel menghela nafas dalam, masih memunggungi Karin yang masih mengganti pakaiannya. Mimpi apa semalam hingga ia harus menuruti semua kemauan Karin kali ini.

______________

Mimpi apa hayo....

Mimpiin aku yah 😂

Hi readersku yang paling luph luph❤️

Selalu dukung author dengan like, rate, dan vote yah

loph you, muachhh...😘

1
Napoleon
si Sinta blm tau aja kalo suaminya sahabat nya CEO di perusahaan dia magang 😂
Napoleon
moga aja paman Ama bibi nya Marcel baik sih , Jan sampe kek ibu Ama adek nya
Napoleon
ngidam nya banyak kali ah ,
Napoleon
waduh ketahuan ini
Napoleon
lagi hamil permintaan nya gak bisa ditolak
Napoleon
sepertinya ini tidak akan ke 1 tahun pasti selamanya
Ucie
siap2 Ratih. n
Kezie fitri
bagus thor,,
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏
Rina Yulianti
sepertinya karin hamil deh
Rina Yulianti
ini pasti marcel anaknya marcus dan ana
Amelia Putri
rejeki nomplok marcelllll menyala abangku
Eno Pahlevi
ayo up lagi yg banyak thor
Jumi Eko
bagus
Sunarmi Narmi
Kpan ini belnjut Thor...kutunggu ya ...
melting_harmony
Luar biasa
Rita Susanti
ggk pake lama kali thor upnys
senja indah
torrr lnjutin lgi donk ini
Rafael Dika
aqu mampir kk..
Irna Slalu Dy Hati
cerita nya bgus bget.
Ida Lailamajenun
sekian banyak baca baru ini ktmu ma tokoh wanita nya yg lembek kayak bubur ayam.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!