Siapa yang tidak kecewa saat keluarga kita sendiri lebih menyanyangi orang lain yang bahkan bukan anaknya sendiri. Sejak saat itu ezra berubah menjadi dingin.
"Ma..tadi dikelas aku bisa menjawab soal yang ibu guru kasih"
" Hmmm, emang yang guru tanya?"
" Pertanyaan bagaimana proses rantai makanan ma, terus"
Mama...mama..
"Ade dapat dapat penghargaan dari ibu guru karena ade tadi menang lomba nyanyi di kelas"
" Wahhh sayang kamu hebat banget mama bangga sama kamu, sini peluk dulu. Cup...cup..cupp.cup ahh kamu mau makan apa hari ini mama akan masakan makanan kesukaan kamu."
Ma..
"Apa sih dari tadi panggil terus, sudah sana belajar di kamarmu!!!"
Bentak mama kepada ezra. Ezra wijaya itu adalah namaku, aku terlahir dari keluarga yang terpandang, dulu kasih sayang mama dan papa begitu besar untuk ku bahkan saat itu kami harmonis sekali apalagi bang kenzo yang sangat perhatian walau kadang suka jutek namun semua itu berubah saat kedatangan Alea di rumah ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kursipojokan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tasya
Sesampainya di UKS Ezra dengan gesit mengobati gadia yg ia tolong tadi, membersihkan lukanya samoai dengan membalutnya dengan rapi bukan hanya itu dia juga menggendong gadis itu.
Dia menatap dalam gadia chubby yg masih terbaring pulas di atas bangkar UKS itu, entah kenapa dia merasa ingin melindunginya yg membuatnya heran dia baru pertama kali ketemu gadis ini namun kenapa perasaan itu muncul seketika saat menatap mata teduh dan penuh luka dari gadia yg matanya masuh saja betah terpejam.
Brakkk... pintu UKS di doromg dengan kasar dari luar
"Za gimana keadannya?" Tanya Kayra "Lo kepala lo juga harus di obati sini gue obatin" setelah mengudarakan kalimat tanya dengan penuh kekhawatiran itu kayra dengan cepat mengambil peralatan untuk mengobati kepala Ezra yg terluka dan belum diobati sama sekali
"Santai ajah itu hanya luka kecil"
"Luka kecil lo bilang,lo udah gila yah?" Juleha merasa marah mendengar jawaban ezra barusan bukan apa dia dan Kayra khawatir setengah mati terhadapnya namun dengan santainya dia bilang itu luka kecil
"Tau tuh nih anak bandelnya nggak pernah hilang"
Aohhh "kenapa gue di cubit"
"Lo pantas mendapatkan itu karena lo bandel" juleha pun duduk di ranjang yg kosong, muka puasnya setelah mencubit Ezra begitu kentara apalagi dengan senyuman penuh kebahagian itu
Bukannya marah Ezra malah terkekeh dengan kelakuan sahabatnya yg tidak pernah berubah, inilah yg dia rindukan dari kedua sahabatnya dan mungkin sebentar lagi nambah personil baru
"Wehhh Za ini anak nggak meningoy kan?"
"Gila kali lu Leha anak orang lo doain koid"
"Yah kan kayak drama gitu siapa tahu dia koid dulu terus transmigrasi gitu"
"Astaga ini anak habis makan apa sih" decak kayra terhadap tingkah juleha
"Kecebut got kayaknya dia" mendengar kalimat yg dilontarkan Ezra pecahlah sudah tawa kayra
"Hahahahaha. Hahahahh"
"Pantas mukanya kayak tai ayam. Hahahah" kayra tertawa terpingkal-pingkal sebab menistakan Juleha adalah kebahagiannya
"Lohh kok gitu sih kay, nggak setia kawan luu. Ngambek nih" ancamnya kepada kayra "ini juga si kulkas main ikut-ikutan bully orang" dumel Juleha merasa jengkel terhadapan candaan kedua sahabat non akhlaknya itu
"Ehhh sundel bolong muka mu memang pantas untuk di nistakan"
"Udah cocok banget dia kayaknya jadi sundel bolong kay" lanjut Ezra memanas-manasi
"Gue aduin mami kalian yah!" Marah juleha yg malah mendapat ledekan dari dua sahabatnya
"Iaa...ia maaf dehh. Anak M A M I" kayra demgan sengaja menekan kata anak MAMI Biar makin jengkel sahabatnya itu
Puftt.. Ezra yg dari tadi menahan tawa akhirnya pecah sudah melihat tatapan anak kucing yg seperti tidak diberi makan tuannya dari Juleha
Hahahahah.... hahahah
Kayra dan Juleha terpaku atau tepatnya terpana dengan suara dan kecantikan Ezra yg semakin bertambah saat dia tertawa maupun tersenyum
"Sumpah loo cantik banget"
Bukan suata Kayra ataupun Juleha melainkan suara gadia kacamata yg akhrinya terbangun dari tidurnya
"Akhirnya sadar juga lo" juleha dengan cepat menimpali perktaan cewek itu yg masih terpana dengan pesona Ezra
Ia berusaha untuk duduk, melihat itu Ezra dengan gesit membantu cewek itu
"Emmm. Nama lo?" Tanpa basa basi Ezra menyodorkan tangannya untuk berkenalan
Melihat kelakuan sahabat kulkas mereka Juleha dan Kayra serentak menepuk kening secara bersamann
Cewek kacamata itu hanya menatap tangan Ezra, matanya melotot melihat jari lentik nan mulus itu.
"Mulus banget" gumamnya tanpa sadar
Melihat tangannya di abaikan dan hanya ditatap saja dia dengam cepat mengambil tangam gadis itu untuk bersalaman dengannya
Gadis kacamata itu melotokan matanya karena tangan itu begitu lembut
"Nama lo" ezra kembali bertanya dengan mengangkat dagu gadis itu yg sedari tadi memperhatikan tangan seperti melihat permata saja
"Tasya" jawabnya dengan tersenyum sangat manis apalagi lesung pipinya begitu menambah kecantikannya
"Ok"
"Makasi yah kalian udah nolongin aku, soalnya di sekolah ini tidak ada yg berani sama Alea"
"Harusnya lo lawan"
"Aku takut, tapi siapa nama kamu kok aku baru lihat kamu?"
"Ezra, pindahan"
Melihat raut bingung Tasya Kayra pun menjelaskan tentang Ezra
"Jadi kamu murid pindahan yah?" Ia kembali bertanya dan kali ini di jawab dengan anggukan kecil oleh Ezra
"Gimana kalau kamu jadi sahabat kita ajah kan lumayan tuh nambah personil kita " Juleha yh merasa gemas denga Tasya dari tadi akhirnya mengeluarkan suaranya sambil mengajak Tasya menjadi sahabat mereka itung-itung ganti sahabat edannya yg sialnya ada dua lagi
"Wmmm emang boleh" Tanya Tasya yg terlihat ragu-ragu dan malu
"Iaa serius itung-itung gue tuh afa sahabat yh waras karena selama ini gue temenan sama orang gila" gebu Juleha mengungkaoan keinginan sekaligus kelih kesanya kepada Tasya
Plakk.
"KULKAS!!" "kenapa gue geplak" suarnya sudah naik 7 oktaf, penyanyi dong canda 2 oktaf maksudnya
"Brisik" mendapat jawaban singkat dari teman kulkasnya membuatnya semakin ingin menganti sahabat saja,tapi nanti mereka merindukan dirinya yg cantik membahana ini. Yah itulah yg di pikirkan Juleha dalam otak kecilnya yg tidak seberapa itu
Kringg...kringg
"Ehhh Bel masuk itu ayo ke kelas" ajak Kayra
"Duluan"
Kayra yg paham maksud Ezra dengan cepat menarik tangan Juleha sebelum gadis itu banyak tanya
***
"Makasi banyak yah udah antarin aku pulang aku senang banget akhirnya aku punya teman sekarang" ucap Tasya dengan tulus kepada Ezra
"It's ok sudah sepantasnya manusia saling membutuhkan" "gue boleh nanya?"
Tasya mengangguk kecil bersedia untuk di tanya sama Ezra berasa mau di introgasi emak ajah nih.
"Sejak kapan Alea ngelakuin itu"
"Maksudnya?"
"Sejak kapan Alea bully kamu?" Dia mengulangi lagi kalimatnya dengan pertanyaan yg sama dengan kata-kata yg berbeda
"Sebenarnya dari sejak kelas 1 SMA.dia udah sering bully bahkan banyak korbannya dulu ada satu anak beasiswa yg mencoba melawan tapi sampai saat ini jejak tidak pernah di temukan lagi__" jelas Tasya dengan detailnya tanpa ada ditutupi lagi dari teman barunya itu
"Gue paham, lo harus hati-hati ada kemungkinam dia masih mau jahatin kamu lagi"
"Ia aku tahu tapi aku bingung dan takut gimana nanti kalau dia melakukan hal yg sama ke kamu" Tasya masih l
Khawatir dengan teman barunya sebab yg ia demgar tadi di koridor kelas kalau Alea dan teman-temannya masuk rumah sakit gara-gara di hajar sama Ezra
"Nggak usah takut" Ezra mengusap pelan kepala Tasya dan tersenyum manis padanya "sudah gih sana masuk" suruhnya pada Tasya
"Dahh aku masuk dulu yah,kamu hati-hati" setelah mengucapkan itu Tasya memeluk Ezra sebentar dan berlari dengan cepay karena ia malu demgam tingkah konyolnya
Ezra yg melihat itu hanya tersenyum tipis saja. Dasar bocil gumamnya sambil memasang helmnya dan berlalu dari rumah Tasya.
Yahh Ezra mengantar Tasya pulang karena kasihan dengan gadis itu yg menunggu jembutannya namun tidak juga datang. Sejam menunggu bareng jembutan itj namun tak kunjung datang akhirnya Ezra memutuskan untuk mengantar Tasya pulang ke rumahnya
semangat 💪🥳🥳🥳🥳🥳🥳
mampir dan ikuti juga "sepotong sayap patah"ya
mari saling dukung🤍