NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Khitbah

Tiba-Tiba Khitbah

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Cintapertama
Popularitas:100k
Nilai: 5
Nama Author: Asda Tan

"Zahra, hari ini kamu bertunangan," ucap sang ummi kepada putri kesayangannya yang baru saja pulang bekerja. "Bertunangan? Apa maksud Ummi?" Zahra Alia, gadis cantik berusia 29 tahun yang dihadapkan pada perjodohan dengan seorang ustadz tanpa sepengetahuannya. Zahra ingin kabur karena bukan pernikahan seperti itu yang ia harapkan, karena cinta Zahra hanya untuk Alexander, sahabat baiknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asda Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema Hati

"Mas, kenapa kamu diam? Apakah kamu senang melihat aku menikah dengan lelaki yang tidak aku cintai?"

Dengan nada suara tinggi dan mata melotot, Zahra menatap dan menantang Alex dengan pertanyaan yang spontan keluar dari lisannya. Namun, dalam sesaat lelaki itu berpaling, ia tidak berani menatap mata Zahra, bahkan menatap lantai dan sekelilingnya seolah tidak ingin menjawab pertanyaan gadis cantik yang ada di depannya itu.

"Mas, jawab aku!"

Nada suara Zahra meninggi, ia membentak Alex dan berharap lelaki itu tidak menghindarinya.

"Ra, sebagai seorang kakak tentu saja Mas akan merasa sangat senang dan bahagia jika adik yang sangat Mas sayangi menikah dengan lelaki yang sangat baik ilmu agamanya," jawab Alex kikuk tanpa menatap sedikitpun ke arah Zahra.

"Oke, Mas, baiklah! Jika itu yang membuat Mas bahagia maka aku akan menikah dengan lelaki itu, sekarang Mas silahkan pergi dari sini karena aku ingin istirahat!"

Zahra mengangkat tangan kanannya, kemudian jari-jarinya menunjuk ke arah pintu, meminta Alex untuk pergi dari kamar inapnya karena ia tidak ingin melihat lelaki itu ada disini di depan matanya.

Entah mengapa, batin gadis itu bergejolak, ia merasa tidak suka jika Alex menyuruhnya menikah dengan orang lain, apalagi sampai mengatakan kalau lelaki itu akan bahagia dengan apa yang tengah Zahra alami, bahkan tanpa rasa empati sedikitpun kepadanya.

"Ara, kamu benar-benar tidak dewasa, sikapmu seperti anak TK!" ucap Alex sembari membalikkan badannya dari Zahra.

"Terserah! Sekarang pergilah!"

Dengan langkah pelan, Zahra sesekali mengintip Alex melangkah meninggalkannya dengan wajah yang terlihat datar dan tanpa ekspresi sedikitpun hingga membuat Zahra semakin kesal kepadanya.

Zahra kesal, ia berpikir panjang, dan ia merasa bagaimana mungkin seorang lelaki tidak memahami perasaan wanita. Bahkan, Alex pergi meninggalkan kamar Zahra tanpa menoleh sedikitpun kepada gadis itu, padahal Zahra tidak benar-benar ingin ditinggalkan oleh Alex.

Zahra tidak suka sendirian dan ia tidak ingin sendirian, ia butuh orang lain untuk menemaninya, ia butuh seseorang yang menjaga dan mendengarkan keluh kesahnya, tapi sebagai seorang wanita tentu saja Zahra menjaga gengsinya, karena apa yang diucapkan oleh wanita memiliki banyak arti. Ya, jika Zahra mengusir Alex maka itu artinya ia ingin lelaki itu tetap tinggal disini bersamanya untuk menemani dan menjaganya. Namun, sebagai seorang lelaki, Alex tidak memahaminya. Pengusiran yang Zahra lakukan berarti kalau Zahra sudah tidak ingin lagi ada dirinya di tempat itu.

"Alex, kamu mau kemana? cepat kembali!" ucap Zahra dengan nada suara tinggi dan lantang.

Seolah tidak mendengarkan, Alex terus berjalan meninggalkan Zahra, bahkan ia mempercepat langkah kakinya seolah orang yang Zahra panggil bukan dirinya.

"ALEX, BRENGSEK, jangan tinggalkan aku!"

Emosi Zahra terus memuncak, ia marah dan kesal kepada Alex, bahkan rasanya ingin sekali wanita itu mengejar Alex saat ini, bukan untuk menahannya lagi tetapi untuk menjitak kepalanya karena lelaki itu telah mengabaikan Zahra.

"Dasar lelaki yang nggak punya rasa iba, jahat banget sih!"

Dengan nada suara bergetar, dada yang terasa sempit, Zahra mengumpat dan meluapkan amarahnya seperti gunung yang akan memuntahkan larvanya.

Gadis manja itu akhirnya tidak kuasa mengeluarkan air mata jatuh dan mengalir membasahi pipi Zahra, ia akhirnya meraung sejadi-jadinya. Ya, air mata itu tidak hanya karena ditinggalkan Alex tapi sudah bercampur dengan sejuta amarah dan kesedihan yang telah memuncak dan sudah lama tertahankan di dadanya.

Zahra merasa sakit dan terluka ketika Alex meninggalkannya, bahkan hati gadis itu seolah terasa teramat sangat hancur dan patah seperti seorang wanita yang ditinggalkan oleh kekasih hatinya.

Alex bukanlah kekasihnya, dan menurut Zahra, ia juga tidak memiliki perasaan apapun kepada Alex selain rasa sayang sebagai seorang sahabat dan teman dekat. Namun entah mengapa rasanya hati ini tidak terima dan tidak suka jika Alex bersikap seolah-olah Zahra bukanlah siapa-siapa untuknya.

"Kenapa kamu tega meninggalkan aku, Alex?" pekik Zahra dengan nada suara tinggi dan keras. Namun, semua yang ia lakukan percuma, karena tidak ada seorangpun yang mendengarkan Zahra disini, bahkan ia lebih seperti orang gila yang meraung-raung tidak jelas tanpa arah dan tujuan.

Kini Zahra benar-benar sendirian, tidak ada yang mendukungnya dan tidak ada yang menemaninya lagi.

"Zahra, kehidupan seperti inikah yang kamu harapkan?" ucap Zahra dalam isak tangisnya.

Zahra memukul-mukul dadanya yang terasa teramat sangat sesak, rasanya ia sudah tidak mampu dan tidak kuat lagi menjalani hidupnya ini.

Teringat oleh Zahra kembali dimana ia melawan dan membentak kedua orang tuanya, padahal ia sangat tahu kalau melukai hati dan perasaan orang tua adalah dosa terbesar yang paling dibenci oleh Allah. Zahra juga berusaha membunuh dirinya sendiri, memotong rambut hingga yang tersisa rambut acak adul yang pendek seperti laki-laki, dan kini Zahra berniat kabur meninggalkan kedua orang tuanya tanpa berpikir panjang kalau ia akan meninggalkan aib dan rasa malu untuk keluarganya kelak jika ia melakukan hal yang tidak seharusnya. Namun, keegoisan hati membuat Zahra gengsi untuk meminta maaf kepada kedua orang tuanya, bahkan keinginan hati untuk kabur dari rumah masih tetap kuat.

Ah, tapi tidak ada yang perlu Zahra sesali sekarang, karena nasi telah menjadi bubur dan ia tidak mungkin bisa memutar balikkan keadaan, karena yang bisa ia lakukan sekarang adalah berjuang sesuai dengan isi hati yang ia anggap benar.

'Aku sepertinya harus menyewa kost-kostan yang dekat dengan kantor,' ucap gadis itu di dalam hati dengan rencana singkat yang muncul dalam benaknya.

Zahra kemudian mencabut slang infus yang melekat di tangannya dengan paksa, karena ia ingin segera kabur dari rumah sakit ini sebelum seseorang mengetahuinya.

Pikiran singkat yang muncul dari jiwa seseorang yang merasa putus asa atas hidup yang dijalaninya.

"Aw, sakit!"

Begitulah pekikan kecil yang keluar dari mulut Zahra, yang menandakan kalau ia adalah wanita egois yang hanya berpikir singkat untuk melakukan apa yang ia anggap benar pada saat itu, tanpa peduli dengan apa yang akan terjadi setelahnya, termasuk masalah kesehatan dirinya.

"Zahra, kamu ngapain? Kamu mau kemana dalam keadaan berdarah seperti itu?"

Zahra kaget dengan satu tangan yang refleks memegang dadanya. Suara nyaring dan lantang itu terdengar menyimpan sejuta emosi dan amarah kepadanya. Suara yang sangat ia kenal itu cukup membuat jantungnya kaget dan terasa seperti ingin copot.

Zahra mengangkat wajahnya dan melihat sosok ummi Fatimah berdiri di depan pintu masuk dengan mata melotot dan wajah yang terlihat sangat merah sekali.

1
Samsiah Yuliana
lanjutkan Thor, lgi seru ini ceritanya
larasatiayu: smangattt lanjut
total 2 replies
Zayna Almeta
yuk mampir
Samsiah Yuliana
lanjut cerita nya,,,
udh mulai Seru nih,,,😍😍😍
Zayna Almeta: siap kak, pantengin terus ya kak
total 1 replies
Utayiresna🌷
Baiklah. aku pasti kuat menghadapi nya.. dan sama dengan Ara kau wanita yang kuat. semangat!
Zayna Almeta: semangat juga untuk kakak
total 1 replies
Utayiresna🌷
Setuju
Zayna Almeta: semangat utk ara dan kakak
total 1 replies
Selviana
Ini baru benar Zahra meminta petunjuk kepada Allah.
Selviana
Jangan Zahra hidup kamu masih panjang.Masa cuma di jodohkan mau mati saja.Apa kamu mau mati gentayangan.😁😁😁
Fitray Uni
gimana ya kalo hati udah memilih yg lain, emang susah untuk di ajak kompromi, 🥰👍 semangat kak
Zayna Almeta: begitulah kak, hati terlalu sulit utk menerima org baru
total 1 replies
Fitray Uni
Zahra ya udahlah ikutin dulu 🥰👍
Zayna Almeta: zahranya juga keras kepala kal
total 1 replies
Fitray Uni
menarik tinggalin jejak dulu nih kakak
Zayna Almeta: terima kasih banyak kakak udah mampir, pantengin terus ya
total 1 replies
Utayiresna🌷
aku lanjutkan bacanya😁
Utayiresna🌷
aku masukin ke rak buku dan like nya karena aku suka sama ceritanya. semangat ya kak Nulis nya.💪
Utayiresna🌷: pasti
total 2 replies
Danny Muliawati
bagus cerita nya AQ suka
Zayna Almeta: terima kasih banyak kak, pantengin terus ya kak
total 1 replies
Samsiah Yuliana
lanjutkan Thor,,,
asli penasaran bgt Pengan tau kelanjutannya 🤗🤗🤗
Zayna Almeta: siap kak, pantengin terus ya kak
total 1 replies
Selviana
Taaruf itu lebih indah Zahra di dibandingkan pacaran lalu menikah.
Zayna Almeta: tapi hati zahra ke orang lain kyknya kak
total 1 replies
Selviana
Zahra terima saja berjodohan yang sudah di pilihan orang tua kamu, karena mungkin itu yang terbaik untuk kamu Zahra
Rey
turutin dulu kemauan orang tua mu Zahra, gak ada salahnya kenal dulu dengan ustadz Fahri 😊.
hai kak aku mampir ya,
ini tadi yang di wa, ayo saling berbalas membaca setiap part'nya, saling berbalas like serta komen 🤗
Selviana
Aku jadi penasaran.Siapa sih pria itu yang akan di jodohkan Zahra
sani yuliyani
perasaan ceritanya adik² zahra udah nikah sm punya anak, tp ini study di luar negeri??
Zayna Almeta: iya kak, author lupa, maksudnya kedua adik zahra tinggal di luar kota bukan luar negeri kak
total 1 replies
Ngastini Yuniarti
aku kok bingung baca novel ini ya...🤔🤔🤔
List: Hallo Kk Author salam Kenal ya Ijin Promo Karyaku yang Masih Pemula
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!