"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
Mesly mendobrak semua kamar yang ada di tempat itu, hatinya sangat khawatir dengan keadaan sepupunya tetapi gadis itu tidak menemukan kamar tempat Melisa berada.
Mami Rose panik ketakutan melihat anak buahnya terkapar semua, melihat Mesly datang dengan wajah bengis dan menendang mami Rose sambil menanyakan di mana keberadaan Melisa.
"Di mana kau sembunyikan dr Melisa?" tanya Mesly sambil menjambak rambut mami Rose.
"Siapa yang anda maksud nona? saya tidak kenal yang namanya Melisa?" kata mami Rose.
Mesly mengeluarkan sebuah foto dan menunjukannya kepada wanita itu, melihat foto wanita yang dia beli semalam mami Rose sangat terkejut.
"Dia ada di bangunan belakang kamar VVIP, kata mami Rose penuh rasa ketakutan.
Mesly segera pergi meninggalkan wanita itu langsung berlari menuju kamar yang di tunjuk tadi, bangunan itu terletak agak jauh dari ruang utama, desain bangunannya pun sangat elegan di penuhi barang-barang mewah karena kamar itu khusus untuk pelanggan istimewa.
Mesly tiba di tempat itu dan melihat puluhan bodyguard yang berjaga-jaga di sana, dengan gesit gadis itu menghajar para bodyguard mami Rose dengan bantuan anak buahnya.
Di dalam kamar Melisa dan Richard sedang tertawa dan bercanda, sifat humoris Richard membuat Melisa sedikit terhibur dan melupakan rasa takutnya yang dari kemarin berada di tempat itu.
Tiba-tiba pintu kamar di dobrak seseorang membuat Melisa dan Richard kaget, Mesly segara masuk untuk segera menyelamatkan sepupunya tetapi apa yang dia lihat tidak seperti yang gadis itu pikirkan.
Mesly melihat Melisa sedang tertawa bahagia tanpa ada rasa sedih dan ketakutan sama sekali di wajahnya, karena kesal Mesly mengambil bantal di sofa dan melemparkannya ke wajah Melisa yang menurutnya sangat menyebalkan.
"Astaga..., aku datang kesini buru-buru, minta bantuan anak buah ayah juga karena saking khawatirnya sama kamu eh malah yang di khawatirkan lagi pacaran disini" kata gadis itu sambil melempar bantal di tangannya.
"Akhirnya pahlawanku datang, terimakasih ya cantik kamu memang sepupu aku yang paling baik, cantik dan tangguh makin sayang deh aku sama kamu" kata Melisa sambil memeluk Mesly.
"Sepupu aneh... udah di culik, di jual bukannya panik dan ketakutan malah pacaran sama pembelinya" kata Mesly kesal.
"Sebentar sayang aku kenalin dulu ya, pria tampan ini memang kekasihku, kamu pernah tanya kan mana pacarku dan aku bilang dia lagi di luar negeri dan kamu malah tertawa dan mengatakan aku menghayal terlalu tinggi sekarang aku buktikan kalau aku tidak bohong sama kamu" kata Melisa menjelaskan.
Mesly merasa aneh dengan perkataan sepupunya itu, gadis itu mendekati Richard hendak menjabat tangannya setelah pria itu membalas jabatan tangan itu Mesly segera memelintirnya hingga pria itu teriak kesakitan.
"Siapa kamu? jangan pernah bohong di depanku karena aku tidak suka pria yang suka drama!" kata Mesly.
Melihat Richard kesakitan Melisa terus berusaha menolong pria itu dan memohon pada Mesly untuk segera melepaskan pria yang sudah menolongnya.
"Jangan sakiti dia Mes, tolong dengerin alasan dia dong kasihan kan pacarku kesakitan" kata Melisa penuh permohonan.
Melihat sepupunya memohon Mesly segera melepaskan Richard, pria itu segera bangun dan merapikan pakaiannya.
"Perkenalkan nama saya Richard Hanz, saya warga kebangsaan Italia datang kesini karena urusan bisnis juga kangen ingin ketemu kekasih saya, saya datang kesini di ajak salah satu rekan bisnis saya bahkan saya tidak tau kalau ini tempat protitusi, saat saya melihat seorang wanita yang di lelang saya terkejut kalau yang sedang di lelang adalah kekasih saya untuk itu saya membelinya dengan harga yang mahal biar Melisa tidak jatuh ke tangan lelaki hidung belang yang ada di tempat ini, buat melawan mereka saya tidak sanggup sendirian dan Melisa menelpon sepupunya untuk minta bantuan mengunakan handphone saya" kata Richard Hanz menjelaskan walau di selingi drama yang sudah di sepakati mereka berdua.
Mesly melihat Richard dan Melisa secara bergantian mencari kebohongan di sana tetapi tidak menemukannya,( padahal kenyataannya bohong ).
"Oke untuk saat ini aku percaya kepada kalian, awas kalau kau menyakiti sepupuku ini akan aku cari kemanapun kau pergi dan pasti akan aku cincang-cincang tubuhmu" kata Mesly.
Richard yang mendengar ancaman itu menjadi kagum dengan keberanian Mesly, sosok tomboy, galak dan kuat mencerminkan kepribadian gadis itu.
"Wow gadis yang luar biasa, sangat cocok menjadi pendamping sepupuku yang dingin pasti rumah tangganya bakal seru saat pasang muka cool tiba-tiba di banting dengan istrinya" kata Richard dalam hati sambil senyum-senyum sendiri membuat Melisa merasa kesal dan segera mencubit pria itu.
"Tolong ya tuh mata di kondisikan, kamu naksir sama sepupu aku? kata dokter cantik itu sambil mencubit pinggang Richard.
"Aah sakit sayang... ga mungkin lah aku naksir wanita lain sedang aku sudah punya kekasih yang sempurna di hadapanku" jawab pria itu dan pasti membuat Mesly gerah melihatnya.
"Kalau tau yang di tolongin kaya gini mending aku biarin aja di culik, toh yang di culik ya seneng" kata Mesly kesal dan langsung pergi meninggalkan sepasang kekasih itu.
Melihat Mesly pergi Richard dan Melisa ikutan pergi mengikuti gadis itu, setiba di ruang utama Mesly segera menarik anak buahnya untuk pergi meninggalkan tempat itu.
"Bakar tempat ini jangan ada yang tersisa, bebaskan para gadis yang di paksa oleh mereka untuk jual diri" perintah Mesly kepada anak buahnya.
Mami Rose berlutut memohon ampunan kepada Mesly supaya tidak menghancurkan tempat usahanya namun di abaikan oleh gadis itu.
"Setiap hal yang berurusan dengan BRUZZLY maka akan tamat" ucap gadis itu.
"Tetapi saya tidak pernah bikin masalah Nona, saya juga tidak kenal siapa BRUZZLY itu" kata mami Rose.
"Kau menculik adikku dan kau menjualnya itu sama aja kau mencari masalah dengan BRUZZLY." jawab Mesly sambil melangkahkan kakinya meninggalkan wanita itu.
Melisa pulang bareng sepupunya sedangkan Richard pulang dengan mobilnya sendiri, sebelum mereka berpisah Richard dan Melisa sepakat akan pergi ke Italia setelah urusan bisnisnya selesai.
"Tony...! bawa sebagian anak buahmu untuk memberi pelajaran kepada tuan Hartono yang sudah menculik Melisa, apabila dia mengulangi kesalahan yang sama dia akan mengalami kehancuran bisnisnya sendiri di depan matanya dalam sekejap" perintah Mesly kepada salah satu anak buahnya.
Tony segera menjalankan perintah gadis itu, setelah melihat tempat itu habis dilalap api Mesly dan anak buahnya pergi meninggalkan tempat itu, Melisa merasa kagum dan bangga melihat sepupunya yang tegas dan hebat.
Melisa tidak menyangka seorang Mesly kecil yang cengeng menjadi wanita yang pemberani dan hebat bahkan di takuti semua musuhnya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..