NovelToon NovelToon
PACARKU Anak SMA

PACARKU Anak SMA

Status: tamat
Genre:Berondong / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: ara cahya

Terpaksa dia harus menyamar sebagai tenaga pengajar di sekolah bergengsi dan terkenal di kota tersebut.

Rencana tersebut terpaksa dilakukan lantaran, sampai detik ini, tersangka pembunuhan berantai yang melibatkan siswa SMA sebagai korbannya belum juga di temukan.

Alhasil, pihak kepolisian harus menggunakan cara tersebut.

Membuat Bulan, mau tak mau harus melakukan tugas yang di bebankan pada dirinya.

Bagaimana jadinya seorang polwan cantik, masuk ke dalam area sekolah. Bahkan menjadi seorang guru di sekolah tersebut.

Apa Bulan akan mengalami kesulitan, atau malah menemukan pelaku dari pembunuhan berantai tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara cahya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PaS 19

"Minggir Jevo..." usir Bulan.

"Jevo... jangan uji kesabaran saya." tekan Bulan, karena Jevo tetap berdiri di depan Bulan. Menghadang langkah kaki guru cantik tersebut.

Bukannya segera menggeser badannya, Jevo malah memandang lekat ke mata Bulan. Jevo kembali mengingat kejadian semalam.

Sayangnya, dia tidak bisa melihat dengan jelas lantaran hari yang sudah malam. Minimnya lampu penerang jalan.

Meski ada sorot lampu dari mobil yang Arya kemudikan, namun masih belum cukup untuk Jevo benar-benar mengenali siapa yang semalam hampir mereka tabrak.

"Semalam ibu di mana?" tanya Jevo, masih memandang lekat ke arah Bulan.

Bulan mengangkat sebelah alisnya. Maju beberapa langkah, mendekatkan diri pada anak didiknya tersebut. "Jika kamu orang yang penting, pasti akan saya jawab. Sayangnya, kamu bukan siapa-siapa son." Bulan tersenyum mengejek.

Bulan kembali melangkahkan kakinya. Berhenti tepat di samping Jevo. "Jaga cara bicara dan sikap kamu. Saya adalah guru kamu. Bukan teman kamu. Ingat itu." tekan Bulan, melanjutkan langkah kakinya menuju ke ruang guru.

"Sayang,,,, Jevo....!" Claudia datang dan langsung bergelayut manja di lengan Jevo.

Jevo melepaskan tangan Claudia di lengannya. Mengacuhkannya dan meninggalkan Claudia tanpa berkata apapun. "Iihhh,,, kamu kenapa sih...?!" seru Claudia, merasa jika Jevo bersikap aneh.

Bel berbunyi, pelajaran kembali di mulai. Bulan melihat ada yang berbeda di dalam kelas. Seorang murid baru. "Dia siswi pindahan bu, baru masuk pagi ini." jelas murid lain.

Siswi baru tersebut berdiri. "Salam kenal bu, nama saya Moza." ucap Moza dengan sopan dan senyum ramah.

Bulan mengangguk dan membalas senyumnya. "Kita mulai pelajarannya." ucap Bulan.

Selama pelajaran berlangsung, Jevo terus menatap Bulan dengan lekat. Dirinya masih penasaran dengan sosok semalam.

Dan Jevo yakin, jika dia adalah Bulan. "Jevo,,, Jevo,,," panggil Bulan berulang.

Namun Jevo tetap diam, dengan memandang lekat ke arah dirinya. "Jev,, elo dipanggil?" Arya menepuk pundak Jevo.

Menyadarkan Jevo dari lamunannya. "Apa ibu mau mengakuinya?" tanya Jevo spontan. Seolah dirinya lupa, sedang dimana mereka berada.

Semua murid menatap aneh ke arah Jevo. Begitu juga kedua teman Jevo dan saudara kembarnya, Jeno.

Bulan berjalan ke arah Jevo. "Keluar. Lari keliling lapangan. Sepuluh kali. Se-ka-rang!" tegas Bulan.

Jevo memejamkan kedua matanya. "****...!! Apa yang gue lakukan?!" umpatnya pelan.

Baru kali ini, Jevo merasakan hal seperti ini. Rasa penasaran yang mampu mengalahkan kesadarannya. "Keluar!!" seru Bulan.

Semua murid terdiam. Merasakan aura mencekam di kelas mereka. "Sumpah, ternyata bu Bulan sangat killer." batin murid lain.

Jevo menghela nafas, berdiri dengan santai. "Akan saya lakukan." Jevo melirik ke arah Bulan, dan tersenyum miring. "Bukankah hanya sepuluh kali." lirih Jevo, hanya bisa di dengar Bulan.

Bulan memandang semua murid di kelasnya. "Jaga konsentrasi kalian. Ini kelas. Bukan kamar tidur tempat melamun." sarkas Bulan.

Jeno menatap saudara kembarnya yang sedang berlari di lapangan dari jendela kelas. "Jika kamu ingin menemaninya, silahkan keluar. Saya tidak akan menghalanginya." jelas Bulan.

Jeno segera mengalihkan pandangannya. Jeno penasaran, kenapa Jevo sampai bertanya hal seperti itu pada sang guru.

"Pasti ada sesuatu yang terjadi. Tapi apa? Tumben Jevo nggak cerita ke gue." batin Jeno.

"Anak itu, nyalinya cukup besar. Kelihatannya pekerjaan gue akan terganggu karena ulahnya." batin Bulan kesal.

Di kelas lain, semuanya tampak heboh melihat Jevo berlari mengelilingi lapangan. Begitu juga dengan beberapa guru yang merasa takut, akan hal itu.

Mereka takut jika sampai orang tua Jevo tahu. Tak pelak, sekolah pasti akan terkena masalah. Itulah yang dipikirkan oleh sebagian guru.

Berbeda dengan kepala sekolah. Beliau tersenyum dengan berdiri dari kejauhan. Melihat muridnya dihukum oleh seorang guru.

"Semoga dia tetap mengajar di sini." ucapnya disertai kekehan.

Kepala sekolah mengambil video saat Jevo dihukum lari keliling lapangan oleh Bulan. "Pasti kamu merasa senang. Saat ini, ada guru yang berani bertindak tegas dengan putra pembangkang kamu." ucapnya, saat mengambil video tersebut.

Pak Prapto, kapala sekolahan di mana Bulan mengajar, mengirimkan video berdurasi tak lebih dari dua menit tersebut pada Tuan David. Papa dari Jevo.

Seperti dugaan Pak Prapto, Tuan David yang sedang berada di perusahaan, tertawa senang melihat apa yang dikirimkan oleh sahabatnya tersebut.

"Penasaran, seperti apa guru yang menghukum Jevo. Hingga Jevo menurutinya dan tak melawan." ucap Tuan David tersenyum.

Beliau merasa lega, akhirnya ada guru yang tidak melihat putranya seperti seorang raja. Hanya karena apa yang dia miliki.

"Sepertinya aku harus ke sana. Melihat sendiri. Seperti apa guru baru itu. Menarik." kekeh Tuan David.

"Mama harus tahu. Aku akan mengajaknya segera ke sana." papar Tuan David merasa harus segera menghilangkan rasa penasaran tersebut.

Beliau segera mengirimkan video dari sahabatnya yang menjabat menjadi kepala sekolah di mana sang putra belajar kepada sang istri.

Tak lupa, Tuan David memberitahu pada sang istri untuk bersiap-siap. Sopir akan menjemputnya, mengajaknya untuk pergi ke sekolahan sang putra.

1
Musri
bolak balik d cek,sapa tau thor nya baik hati mau lanjutin season 2 nya🤭
Rayhan Febriansyah
kasian gara, setiap jatuh cinta harus merasakan sakit hatinya Krn merasa dirinya cacat jadi ga bisa menggapai cinta nya ..semoga gara mendapatkan kekasih yg bisa menerima dia apa adanya
Siska S
season 2 thor boleh😊
Reza Talita
kurang dong soal romantis nya Jeno sama bulan ..
Reza Talita
maaf kakak dama apa sama kakak soal kata sama sering ada jadi 😕
DeeDE
ibu yang hebat ibu yang keren... istri yg bijaksana...
etina_
Thor ini cerita nya udh end kahh?
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Rui Holib
nunggu kabar lanjut ceritanya kapan sudah kangen cerita jeno Dan bulan
Ami Siti
wah keren thoot,tapi kurang seru cb sampai bulan dan jeno menikah dan jeno lulus,bekerja...he he he tks
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Rhien
lanjut kak
semangat💪😊
ciru
cakeep. bab ini mengandung bawang yg pekat 😭😭😭😭😭
ciru
cakeep
ciru
😭😭😭😭😭😭😭smoga Gara bisa terselamatkan
ciru
cakeepp
ciru
cakeep
Sri Wahyuni
1000
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!