Velia harus rela menggantikan sang kakak yang kabur di hari pernikahannya dengan Daniello. Laki-laki yang memiliki kelakuan menyimpang, sampai dimana sang ayah mertua meminta janji pada Velia agar mengubah sang anak menjadi laki-laki yang normal.
"Berjanjilah pada papah, bahwa kamu. Akan membawa anak papah ke jalan yang benar,"
"Tapi..."
Dengan memelas ayah mertua Velia Tuan Samanta memohon pada dirinya, membuat Velia tak bisa berbuat apa pun. Dan belum lagi cinta masa lalu Velia dan Daniello yang kembali, saat mereka saling cinta.
Akankah mereka bersama? Ikuti kisah Velia dan Daniello.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 19
...Bukan tentang ucapan cinta yang wanita inginkan, tapi janji dan kepercayaan yang ingin mereka lihat....
Cahaya mentari menelusup melalui celah gordeng, tak mampu membuat dua insan yang telah menyatu terusik akan sinarnya.
Velia menggeliat mengerjapkan mata, dia menatap sekeliling dan baru teringat sedang berada di Bandung. Velia ingin bangun, namun sebuah tangan melingkar di perutnya dia menatap ke samping.
Dan mendapati wajah tampan Ello yang terlelap membuatnya mulai merasakan bunga-bunga cinta yang mulai tumbuh, Velia tak membutuhkan apa pun lagi. Selain kepercayaan dan janji yang Ello ucapkan, dia ingat sore kemarin sampai malam terus melakukannya dengan Ello. Seolah tenaga Ello tak ada habisnya, dan sekarang dia merasakan perih di **** *************. Mungkin bengkak, dan juga Velia merasa lapar.
"El bangun, udah pagi." Ucap Velia, sebab dia ingin ke kamar mandi untuk buang air.
Ello hanya menggeliat dan kembali mengeratkan pelukannya, malah semakin erat.
"Ello," rengek Velia.
"Selamat pagi sayang." Ello mencium pipi Velia, dan meraba ke bawah milik sang istri.
"Jangan mulai deh, itu ku masih perih. Kamu semalam gak ada habisnya," kesal Velia, membuat Ello terkekeh.
"Maaf yah! Soalnya kamu nikmat banget,"
Lagi-lagi Ello mencium pipi Velia, dan meninggalkan tanda di dada sang istri.
"Masa sih? Bukannya Alvaro yang lebih nikmat?" cibir Velia.
"Sudahlah kamu yang nikmat, lagian aku sudah sembuh dan normal sekarang." Kata Ello.
"Ya sudah awas, aku mau ke kamar mandi."
Saat Velia akan berdiri, tiba-tiba Ello mengangkat tubuh Velia membuatnya memekik terkejut. Mereka masih sama-sama polos, sehingga milik Ello yang tegang di pagi hari membuat Velia meremang.
"Ello," protes Velia.
"Aku akan memandikan mu," putus Ello.
Mereka pun masuk ke kamar mandi, dan melakukannya kembali di kamar mandi sebanyak dua kali setelah Velia buang air tentunya.
Velia cemberut saat Ello membantu dia mengeringkan rambutnya, Ello terus saja mencium pipi dan bibir Velia.
"Sudah El, aku cape. Lapar lagi," keluh Velia.
"Lagian kata kamu, malam tadi harusnya kita berendam malah aku di kurung terus gak di lepas." Omel Velia, membuat Ello gemas dan membalik badan sang istri langsung menyerang kembali dengan *******.
Velia mendorong dada Ello, dan mencubit perutnya.
"Iya... Iya, maaf sayang. Soalnya kamu nikmat sih," kekehnya.
"Tau ahh..." Kesal Velia.
"Kita makan di tempat Bu Laras apa pesen aja?" tanya Ello.
Velia nampak berpikir dan melirik Ello, rasanya dia ingin melihat Ello masak. Tapi nanti sajalah di apartemen, begitu pikir Velia.
"Pesan saja, aku mau nasi goreng seafood." Kata Velia.
"Oke, apalagi?"
"Udah itu aja,"
"Oke dua porsi nasi goreng dengan berbagai macam gorengannya dan makanan tradisional," gumam Ello.
Mereka harus banyak makan, karena semalam sangat menguras tenaga. Apalagi Ello melihat Velia yang nampak lebih pucat. Semalam Ello terlalu bersemangat dan sedikit kasar, tapi Velia malah mendesah keenakan.
Tepat pukul sembilan, Ello dan Velia keluar dari penginapan dan akan menemui Bu Laras.
"Bu." Panggil Velia.
Bu Laras tersenyum memperhatikan cara jalan Velia.
"Kenapa ibu lihatnya kok gitu sih?" tanya Velia.
Ello sendiri sudah duduk di bangku yang di sediakan di dekat warung Bu Laras.
"Tidak apa, aneh saja jalannya." Kekeh Bu Laras.
"Ahh... Ibu," rengek Velia.
"Udah jangan tanya itu, ibu kaya yang gak pernah ngalamin aja." Ujar Velia dan tawa Bu Laras pun pecah.
"Maaf semalam aku gak jadi ke rumah ibu," ungkap Velia.
"Tidak apa, ibu mengerti romansa pengantin baru." Goda Bu Laras.
Velia memeluk Bu Laras, karena malu terus di goda oleh Bu Laras. Dan hari ini mereka akan pergi ke makam Adelia, jaraknya lumayan dekat jadi mereka berjalan kaki.
Beberapa puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di pemakaman umum sekitar. Velia menaburkan bunga di atas pusara sang ibu, dan mengusap nisannya dan mengirimkan doa untuk Adelia.
***
Sementara itu Dev menemui Alvaro, untuk membuat kesepakatan di antara mereka. Pertemuan kali ini di apartemen milik Alvaro Keira pun turut ikut serta, dan seperti biasa pakaiannya selalu mewah dan seksi.
Kini di sini lah mereka sekarang di ruang tamu Alvaro, Dev tengah membaca surat perjanjian itu. Dimana itu banyak menguntungkan dirinya, namun juga terlalu berisiko. Dia tahu siapa keluarga Johnson.
"Bagaimana? Kamu setuju?" tanya Alvaro, menatap Dev yang terlalu lama berpikir.
"Baiklah aku setuju, tapi bagaimana perusahaan ku? Apa bisa di pindahkan ke Indonesia?"
"Bisa, tapi kenapa di pindahkan? Aku lihat di sini menguntungkan." Ujar Alvaro.
"Tidak apa, kami hanya ingin di tempat kelahiran kami saja. Agar dekat dengan orang tua," balas Dev, Alvaro pun mengangguk.
"Itu nanti akan aku urus, kamu tenang saja. Asal rencana mu harus berhasil saja," cetus Alvaro.
"Baiklah, kamu tenang saja itu bisa di atur."
"Kapan lo ke Indonesia?" celetuk Keira.
"Besok." Jawab Alvaro datar.
"Oke gue ikut," ucap Keira dengan acuh.
Dev dan Alvaro menandatangani surat perjanjian itu, setelah urusan mereka selesai. Keira dan Dev kembali ke apartemen mereka, untuk membereskan semua barang dan berkas perusahaan.
"Kamu harus janji Dev, agar tak melibatkan hati saat mendekati Velia." Ucap Keira memperingati Dev.
"Ya mana mungkin aku menggunakan hati, aku akan selalu ingat jika wanita yang aku cintai itu kamu dan ibu ku." Tegas Dev.
Tapi dalam hati dia tak yakin akan jatuh cinta lagi pada sang mantan, Velia mengingat satu nama itu. Membuat hatinya berdebar kembali, dia selalu menempati hati terdalam Dev.
Semua gerak gerik Alvaro pun di ketahui oleh Gerry melalui anak buahnya, dan di laporkan olehnya pada Tuan Samanta.
"Pantau terus dia, jangan membuat dia mendekati Velia dan Ello." Perintah Tuan Samanta.
Tanpa dia tahu, rencana Alvaro dan Dev luput dari anak buah Gerry.
"Berani dia mengusik menantu ku, jangan segan hancurkan saja perusahaan Alvaro."
"Baik tuan," jawab Gerry patuh.
Tuan Samanta tahu, bahwa Alvaro memiliki usaha sendiri. Untuk nanti dia tak akan pernah melihat Bagas sebagai ayah Alvaro.
Indi sendiri dia di paksa untuk menikah dengan Alvaro oleh kedua orang tuanya.
"Aku gak mau papah," tolak Indi.
"Tapi nak, papah mohon. Jika tidak om Bagas akan memecat papah," jelas Papah Indi yang bernama Heri.
"Bukannya kamu menyukai Alvaro Di?" tanya Intan mamahnya Indi.
Indi menghela napas dengan pelan, orang tuanya tak tahu. Bahwa Alvaro penyuka sesama jenis, dan selalu memanfaatkan Indi untuk dekat dengan Ello.
Apa jadinya jika orang tuanya tahu? Apakah mereka akan tetap, meminta Indi menikah dengan Alvaro.
"Aku gak bisa."
Setelah mengatakan itu, Indi pergi ke kamarnya. Sudah beberapa bulan dia tak bertemu dengan Alvaro, menurut asisten pribadinya Alvaro sedang berada di Florida untuk urusan bisnis. Selama ini yang menggantikan pekerjaan Alvaro di sini adalah Indi dan Galih.
"Indi." Panggil Heri.
"Sudahlah pah, biarkan Indi tenang dulu. Nanti kita bujuk lagi," ucap Intan.
"Kamu tahu kan, mas Bagas itu gimana? Dia itu keras kepala."
"Iya aku tahu, tapi mau bagaimana lagi. Indi gak mau," cetus Intan.
"Sudahlah aku pusing," kesal Heri, berlalu meninggalkan Intan di ruang tamu.
Intan pun tak bisa berbuat apa-apa, anak dan suaminya memang susah mengalah dalam hal apapun. Watak mereka sama, membuat Intan harus ekstra sabar. Dia pun membiarkan suaminya pergi ke kamar menenangkan diri.
tbc...
Semoga suka, maaf typo 🙏
Jangan lupa vote tinggalkan jejak
Dev melecehkan istri orang segitu aja hukumannya
alvaro juga menyerah istri orang untuk dilecehkan dan percobaan pembunuhan malah tidak dapat hukuman sama sekali
dan ene eng saat wanita lain yang melakukan kesalahan
keyra melakukan kesalahan pada beliau langsung diberi hukuman disekap dan dibuat menderita dan taura baru dibebaskan
aku setuju semua tokoh jahat mendapatkan kesempatan berubah tapi yang jadi masalah kenapa hanya wanita jahat yang dapat hukuman yang kejam sedangkan pria2 jahat bebas begitu saja, bahkan setelah melecehkan istri orang
ini lah sifat wanita, mereka akan kejam pada wanita lain yang jahat padanya tapi akan lembut dan tidak tega pada pria lain yang jahat padanya