Kinara gadis 23 tahun yang bekerja di perusahaan Geraldio company, yang hampir satu tahun namun sekalipun belum pernah melihat seperti apa wajah bosnya.
Rasa penasaran yang tinggi membuat Kinara nekat naik ke lantai 17 ruangan pimpinan perusahaan bernama Radhika. B Geraldio. Pria kaku irit bicara sulit senyum, sosok pria aneh yang membuat Kinara jatuh cinta.
Ketika hati mulai terbuka Radhika justru bertemu wanita yang mirip almarhum calon istrinya Mukta Arandyah.
Kinara terpaksa pergi membawa luka hatinya yang baginya sulit untuk melupakan pria pertama yang mampu membuatnya jatuh cinta.
Sosok Bara yang hadir sebagai pengganti Radhika adalah dua nama dengan satu karakter yang sama.
Ikuti terus ceria Asmara dan Luka Kinara dana Bara hanya disini👇👇
Sorry I Love You Boss!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Dia?
“Kinara semalam telepon! Pasti dia mau bertanya kapan aku akan pulang?“ senyum David mengembang memasukkan kembali ponsel kedalam saku jaket nya, lalu kembali memantik gas motornya menuju makam Amaya.
Setelah mengisi perutnya dengan selembar roti dan satu gelas kopi cup hangat yang dibelinya dari cofee shop. Yang menjual makanan instant serta berbagai minuman panas dan dingin yang tersedia di sepanjang rest area.
David kembali memacu kecepatan motornya bak singa jalanan.
Setibanya di makam David melihat ada taburan bunga yang masih baru dan segar, juga karangan bunga yang sebagian sudah layu dan rontok dari kelopaknya.
“Sepertinya seseorang telah datang ke makam ini. Pasti kedua orangtuanya yang telah datang berziarah atau mungkin juga calon suaminya itu.“ llirihnya menduga-duga. “Amaya aku datang menemuimu untuk kembali meminta maaf darimu. Aku yakin jika kau masih ada mungkin kau tidak akan mau melihat ku, atau bahkan kau akan marah berteriak histeris melempar ku dengan belati tajam dengan tangan mu sendiri. Aku berjanji aku akan mempertanggungjawabkan kesalahan fatal ku, tapi aku ingin melihat adikku menikah dan bahagia dengan pria baik bukan seperti diriku. Aku memang naif begitu naif dan munafik,“ David memaki dirinya yang memang seprti pecundang sejati.
Sungguh miris dia yang berbuat bejat tapi adiknya lah yang hampir dirusak masa depannya oleh temannya sendiri jika saja atasan adiknya tidak datang menyelamatkan Kinara.
***
Diana yang tengah bersiap kembali ke Jakarta, setelah kemarin seharian lelah mengadakan do'a memperingati seribu hari kepergian Amaya calon menantunya yang gagal menikah dengan Radhika putranya. Karena kematian Amaya yang belum diketahui sebab gadis itu melakukan bunuh diri.
“Pak Ramli! Apakah semuanya sudah siap?“ tanya Diana pada supir pribadinya.
“Sudah Nyonya,“ jawab supir singkat.
“Oh, ya sebelum kembali ke Jakarta saya mau mampir ziarah ke makam Amaya sekali lagi. Lagipula pegawai kita sudah pulang lebih dulu dengan pesawat jadi kita lebih santai.“ pinta Diana ingin mampir ke pemakaman Amaya sekali lagi.
“Baik Nyonya,“ singkatnya lagi.
Diana menuju tempat pemakaman setelah melakukan cek out hotel. Dan sampai di disana tepat pukul 9 pagi, matahari pun perlahan merangkak tinggi semburat cahaya yang tadi terasa hangat semakin terasa panas menembus kulit.
“Siapa pria itu?“ tanya Diana memicingkan matanya heran pada dirinya. “Mungkin saja itu salah satu keluarga Amaya yang juga datang ke makam Amaya?“ pikir Diana kembali melanjutkan langkahnya menuju makam Amaya.
“Mama!“ panggil Radhika tiba-tiba dari belakang.
“Radhika! Mama pikir kau tidak jadi datang ke Surabaya?“ tanya mamanya tersenyum melihat kedatangan Radhika.
“Jika ada waktu Radhika pasti akan sempatkan datang, Ma.“
“Ya sudah ayo kita kesana!“ ajak mamanya meraih bahu putranya.
“Tunggu, Ma! Siapa pria yang berada di makam Maya itu?“ tanya Radhika lewat sorot matanya rasa penasaran menuntun dirinya mendekat menghampiri pria yang masih duduk berjongkok bertumpu dengan kakinya.
“Mungkin saja itu salah atu dari keluarga Amaya, mungkin saja kan?“ tebak mamanya.
Drtttttt.......
Getar ponsel di sakunya menghentikan langkah Radhika dan mamanya. Diraihnya ponsel dalam jas, terpampang nama papanya dalam layar pintarnya.
“Sipa yang telpon, Sayang?“ tanya Diana melirik ponsel Radhika yang berada dalam genggaman putranya.
“Pap, Ma,“ jawab Radhika cepat. Sedikit jengah pria tampan rupawan itu membuka akses layar pintarnya dengan sidik jarinya.
~ Radhika kemarin Michelle mengatakan jika kau membawa seorang gadis ke acara meeting kalian.
~ Sudahlah, Pah Kita bicarakan semuanya jika papa sudah kembali dari Australi.
Radhika memutus panggilan ayahnya secara sepihak sedang papa masih ingin mengatakan sesuatu yang penting padanya.
“Apa ada sesuatu yang penting, Sayang?“ Diana mengelus punggung Radhika lembut menuntun langkahnya mendekati makam Amaya.
“Biasalah, Ma. Papa selalu meminta Radhika mendekati Michelle dan mama tahu Radhika tidak suka dipaksa.“ Dilihatnya pria yang tadi berada di depan makam Amaya telah pergi sebelum mereka menemuinya.
************
Gadis cantik dengan rambut panjang yang menutup sebagian wajahnya, masih tidur bergumul didalam gulungan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
Mengerjapkan kedua matanya menyisakan gerak naik turun bulu matanya yang lentik. Menghalau bias cahaya sinar matahari yang menusuk masuk melalui celah tirai jendela kamar.
“Aku dimana?“ Menyibak selimutnya memandangi tubuhnya heran. Seingatnya gadis itu tidak mengganti pakaiannya tapi mengapa setelah bangun tidur Kinara memakai kaos oblong putih dengan hotpants warna hitam.
Seorang wanita berseragam hitam putih masuk ke kamar, dimana Kinara berdiri menyapu seluruh ruangan dengan bingung. Membawa meja dorong berisi makan dan minuman masuk kedalam.
“Selamat pagi Non, Kinara!“ sapa wanita berseragam yang usianya kira-kira diatasnya tiga tahun.
“Siapa kau dan aku ada dimana sebenarnya?“ tanya Kinara pada wanita itu lewat tatapan matanya.
“Aku adalah Naina. Kau sekarang ada di hotel milik keluarga Geraldio,“ Kinara nampak berpikir dan paham setelah Naina menjelaskan padanya.
Jadi Tuan Radhika yang membawaku kesini. ucap Kinara pada hatinya.
Setelah menyiapkan semua yang Kinara butuhkan, Naina kembali keluar tapi Kinara secepatnya menghentikan langkahnya.
“Naina! Apa semalam kau yang menggantikan pakaian Ku?“ tanya Kinara malu.
“Tentu saja, Semalam tuan membawa Non Kinara dalam keadaan pingsan.“ jawab Naina.
“Lalu dimana dia sekarang? Semalam dia tidur dimana?“ cecar Kinara. Memastikan jika semalam tidak terjadi sesuatu antara dirinya dan bossnya, meskipun dia yang telah menyelamatkan dirinya yang hampir diperkosa oleh Gilang teman abangnya.
🌷Bersambung____