NovelToon NovelToon
GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU

GAIRAH ISTRIKU MELUKAIKU

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Penyesalan Suami / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novi putri ang

Ketika cinta dan kepercayaan tidak dihargai, apakah biduk rumah tangga ini harus dipertahankan?

Aku Sebastian Prasetya terlahir dari keluarga yang sederhana. Berjuang dari titik terendah hingga mampu menjalankan bisnis yang membangun perekonomian di keluarga kecilku. Setelah satu tahun pernikahan bersama Clarissa Darmawangsa, usahaku semakin naik pesat. Dan terpaksa membuatku berjarak dengannya, karena aku sering bepergian keluar kota.

Siapa sangka, ketika aku sibuk membanting tulang demi kehidupan yang lebih baik. Istri yang sangat ku cintai tega menjalin hubungan dengan lelaki lain. Hasratnya yang tak terbendung membuatnya bermain dibelakangku hingga ia mengandung.

Entah benih siapa yang ia kandung saat ini, karena ia mengaku jika janin di rahimnya adalah darah daging ku. Ini adalah kisah pahitku, karena tak bisa menahan gairahnya, istriku bercinta dengan lelaki lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

"Apa maksud Mbok Itoh? saya hanya ingin memberikan Mas Tian minum. Memang Mbok pikir saya mau kasih apa hah?"

"Bukan begitu Nyah, Tuan sepertinya sedang tidak haus. Matanya terus berkedip sepertinya ia memberi tanda tak ingin meminumnya."

"Mbok Itoh gak usah sok tahu, emangnya Mbok Itoh tahu darimana kalau Mas Tian menolak minum?"

"Suster Nandini yang ngasih tahu saya Nyah. Tuan suka ngajak bicara dengan kedipan mata."

"Udahlah Mbok Itoh urus saja Stefani, saya akan menunggu Suster Nandini datang."

Mbok Itoh pergi dengan menggendong Stefani. Tak ada kecurigaan dengan gelagat Clarissa yang tak biasanya perduli dengan Sebastian. Padahal biasanya jika bukan dirinya atau Nandini yang mengurus kebutuhan Sebastian, tak ada lagi yang akan mengurusnya.

"Beres sayang. Perempuan tua itu udah pergi keluar rumah ngajak Stefani jalan-jalan. Cepat berikan minum itu padanya." kata Raymond tersenyum melalui sudut bibirnya.

Raymond dan Clarissa memaksa Sebastian meneguk minuman yang sudah ada di mulutnya. Sampai akhirnya minuman yang sudah dicampur zat berbahaya itu tertelan oleh Sebastian. Keduanya tersenyum puas, karena telah berhasil memberikan zat berbahaya itu pada Sebastian.

"Kita harus meninggalkan rumah sekarang juga. Sebentar lagi Nandini datang, dia pasti akan memberikan makan minum pada lelaki lumpuh itu. Dan gak lama setelahnya zat berbahaya itu akan bereaksi, setelah itu dia akan meregang nyawa. Lalu Nandini yang akan dipersalahkan atas meninggalnya pasien yang dirawatnya. Lalu kau bisa menguasai segalanya sayang hahaha." ucap Raymond seraya menggandeng tangan Clarissa ke dalam mobil.

Pagi itu Nandini datang terlambat karena ada perbaikan jalan di sekitar rumahnya. Ia berdiri mematung di depan pagar, tak ada satupun orang yang membuka pagar itu.

"Loh Suster kok masih diluar? berarti Tuan sendirian di rumah ya, itu mobil Nyonya sudah gak ada."

"Iya Mbok, saya terlambat nih. Sini saya yang bukakan pagarnya."

Nandini mengambil kunci dari kantong baju Mbok Itoh. Mereka bergegas masuk ke dalam, nampak Sebastian terbaring di atas ranjang dengan nafas tersengal-sengal. Nandini memberikan obat yang biasa di konsumsi Tian. Tapi tak ada perubahan, Tian masih saja bernafas tak beraturan. Nandini panik dan mengecek kondisi Tian, nampak raut wajah Tian berubah pucat. Seluruh kuku nya berubah menghitam, ia berteriak memanggil Mbok Itoh yang sedang meletakkan Stefani di bok bayi.

"Mbok saya sudah menghubungi ambulance, setelah ini saya akan membawa Pak Tian ke Rumah Sakit. Saya sudah mencoba menghubungi Bu Clarissa, tapi ia tak menjawab panggilan telepon saya. Tolong sampaikan padanya, jika mendadak kondisi Pak Tian kritis, jadi saya terpaksa membawanya tanpa ijin terlebih dulu."

Mbok Itoh terlihat cemas, ia tak tega melihat kondisi Sebastian. Yang terlihat seperti mayat hidup, dengan berlinang air mata Mbok Itoh mengantarkan Tuan nya itu sampai ke dalam mobil ambulance.

Sesampainya di Rumah Sakit, Sebastian langsung mendapatkan penanganan dari Dokter Spesialis. Karena kondisi yang di alami Sebastian memang membutuhkan penanganan khusus. Beruntungnya Nandini cepat membawa Sebastian ke Rumah Sakit, karena jika terlambat mendapat pertolongan dari Dokter, nyawa lelaki malang itu bisa hilang dalam hitungan jam.

"Suster Nandini, apakah anda memberikan sesuatu pada pasien diluar resep dari Dokter?" tanya Dokter Spesialis itu.

"Saya hanya memberikan obat yang biasa Pak Tian konsumsi Dok."

"Sepertinya ada sesuatu yang masuk ke dalam pencernaan nya. Kita masih menunggu hasil tes dari laboratorium untuk memastikan apa saja yang dikonsumsi pasien."

Dengan gelisah Nandini menunggu hasil tes, kondisi Tian masih belum sadarkan diri, tapi Dokter sudah memastikan jika ia sudah melewati masa kritisnya. Tak lama setelah itu Clarissa datang dengan menangis histeris. Ia menyalahkan Nandini karena lalai menjalankan tugasnya.

"Apa yang kau berikan pada suamiku hah? kenapa ia sampai sekarat seperti ini, jangan-jangan kau memberikan sesuatu padanya! cepat katakan padaku, mengakulah!" seru Clarissa dengan membulatkan kedua matanya.

"Apa maksud ibu? saya hanya memberikan obat yang biasa dikonsumsi Pak Tian."

Perdebatan keduanya terhenti ketika Dokter datang dengan membawa hasil laboratorium. Dokter menjelaskan jika pasien mengkonsumsi zat berbahaya di dalam tubuhnya.

"Kami menemukan kandungan Benzena dalam tubuh pasien. Benzena juga berpotensi merusak sistem kekebalan tubuh dengan mengubah kadar antibodi dan menyebabkan hilangnya sel darah putih. Beruntungnya Suster Nandini bertindak cepat dengan membawa pasien ke Rumah Sakit."

Clarissa menelan salivanya ketika mendengar penjelasan Dokter. Nampaknya Sebastian berhasil diselamatkan, dan ia tak berhasil melenyapkan nyawa Sebastian.

"Aah kenapa Nandini harus menyadari kondisi buruk Mas Tian, jika tidak aku sudah berhasil mendapatkan semuanya." batin Clarissa kecewa.

"Kalau ibu mau, saya akan melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib. Karena sepertinya ada yang sengaja ingin mencelakai suami ibu."

"Tidak perlu Dok, saya akan menyelesaikan masalah ini sendiri. Takutnya Suster Nandini lalai dalam tugasnya, dan gak sadar ngasih sesuatu ke suami saya. Saya gak mau Suster Nandini bermasalah dengan polisi."

Nandini menundukan kepalanya, ia merasa tak melakukan kesalahan apapun. Tapi berulang kali Clarissa seakan menuduh nya memberikan zat berbahaya itu pada suaminya.

"Maaf bu kalau saya lancang, karena saya gak pernah merasa memberikan zat berbahaya itu. Kalau ibu masih gak percaya, lebih baik pihak kepolisian yang mengusut kasus ini." kata Nandini dengan wajah serius.

"Bukan begitu maksud saya Sus, saya gak bermaksud menuduh Suster Nandini. Kalau begitu kita gak perlu membahas masalah ini lagi."

Clarissa memilih tak membahas masalah itu lagi, ia hawatir jika Nandini benar-benar mengusut kasus ini ke pihak yang berwajib. Karena nantinya akan menimbulkan masalah untuk dirinya sendiri.

"Pak Tian, maafkan saya sudah lalai menjaga Bapak huhuhu." Nandini terisak di samping Sebastian yang terbaring.

Tiba-tiba jari jemari Tian bergerak, perlahan Sebastian mulai bisa menggerakkan beberapa anggota tubuhnya. Nampak Nandini menyunggingkan senyumnya, ia sangat bersyukur pada Tuhan, karena ada mukjizat dibalik musibah hari ini.

"Alhamdulillah ya Allah terima kasih atas mukjizatMu." ucap Nandini bersyukur melihat hal yang tak mungkin terjadi secepat itu, karena biasanya pasien yang mengalami cedera tulang belakang akan sembuh dalam waktu yang lama.

...Bersambung....

1
ruly
raymond hebat
Shifa Burhan
novel pelipur lara
Indriyani Pkl
aku kira sebastian & lani akan jdi pasangan
Mega
payah,,, si rafael jg goblok,udh tau dan jelas clarussa itu kayak apa,tp kenapa msh mau berhubungan sm dia,apa ini jg bentuk sakit hati dia sm sebastian jg thorrr,,, jd raffael dendam,,,
Mega
sama aja,biar kan aja tu si sebastian menderita sm perempuan gatal itu,raffael biar cari perempuan yg lebih bisa menjaga kehotmatan dia,dia laki2 baik tp sahabatnya sndri tidak bisa menghargai dia,raffal yg berjuang biar sebastian sembuh dan membantu perusahaan dia tp dia di buang bgtu sj,pdhl dulu sebastian sndri memberi lampu hijau buat raffal supaya mengngejar nandini,tp tdk taunya,,, hahahahaha,,, mmg novel bisa aja ya,saudara bisa jd musuh,kawan jg bisa jd lawan,real jg banyak si sptri itu,,,,
Mega
lama2 alurnya ngk enak bgt thorrr,,, kayak sengaja balas dendam tp yg jd korban org lain,jd laki2 itu harus tegas,kl kayak gini siapa yg mau sm nandin,ibaratnya nandin kayak sebuah kaca yg retak,hanya segelintir yg msh mau dgn kaca yg retak itu,dan sebastian jg laki2 yg ngk tau diri,demi cinta dia sm nandin smp memperkosa ngk mikir akibatnya,pdhl sebastian tau kl rafa cinta sm nandin,apa sebastian lupa sm penggorbanan rafa,,,???? apa pantas seorg teman yg model kayak sebastian ini,dr dia mau mati yg ngurus rafa,tp apa balasan buat rafa,malah menghancurkan rafa,kayak air susu di balas air tuba,,, maaf thorr aku ngk lanjut baca,udh sebel jdnya sm sebastian yg otaknya uh ke blinger,,,,
Else Widiawati
akhirnya nandini dan sbastianbersatu, selamat yah, semoga bahagia
yuli Wiharjo
Semoga terungkap ya thor Knp itu bs terjadi (nandini sampe hamil)
Else Widiawati
ahh sebastian dateng...udah terima sebastian, bener kata sinta dan ibu diana...kasihan anakmu
Else Widiawati
jangan2 diana ibunya nandini.... beruntungnya mereka kalo benar dipertemukan oleh nasib dan keadaan.... iyaa sebastian harus bertanggung jawab biar gimana juga dia ayahnya nandini harus dinikahi, kasihan anaknya😑😑
yuli Wiharjo
ga pegang omongan lu clarisa
yuli Wiharjo
jahat nya kok bisa gitu ya larisa
Else Widiawati
hallahh udah rafa, lepasin ajah nandini kasih aja sbastian biar dia dinikahin, biar ngga pusing, dan ngga dosa lagi nantinya, kaya ngga ada perempuan lain ajah, pasti banyak yang mau kan
Else Widiawati
hhmmmmm
Else Widiawati
semoga cepet sembuh thor, jaga kesehatan musimnya ini banyak2 minum vitamin
Else Widiawati
haaalaaah rafael samanyaaa😤😤🐉
Else Widiawati
yaaa ampunn bener2 yah clarissa ...uleeer berbisaaa🦨🦨😤😤😤
Else Widiawati
greget aku sama clarissa....
Else Widiawati
kalo menurutku, bilang aja sama sbastian, tentang keadaan nandini, seperti kata sinta
Else Widiawati
kasihan nandini
ɳσνιρυтяι😻IG•Author_noviputri: iya kak sebatang kara dia 🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!