Emin Erdana gadis cantik nan rupawan, usia 18 tahun terpaksa harus menikah dengan Tuan muda Abelano putra tunggal Tuan Basten dan Nyonya Agatha. Untuk menyelamatkan reputasi Keluarga Besar Basten. Setelah pernikahan Putranya Abelano gagal karna sang kekasih lebih memilih pria lain.
Akankah Emin Erdana menerima pernikahannya dengan Abelano?
"Apakah Abelano dapat menerima pernikahan itu? simak ceritanya di "Contrac wedding 30 day's with CEO "
by Morata
FB Nolan s
Ig Sihalohoherlita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19. DI SAMERA GROUP
Sementara di tempat lain, Emin sudah mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan salah satu pimpinan perusahaan tempat Arum bekerja saat ini. "Apa kamu sudah siap untuk interview sekarang?" tanya Arum kepada Emin yang melihat penampilan Emin sudah tampak perfect bertemu dengan seorang pimpinan.
"100% Emin sudah siap. Doakan saja aku diterima bekerja di sana, agar kita bekerja bareng." ucap Emin sambil mengembangkan senyumnya, seolah dirinya tidak memiliki beban pikiran.
Emin sengaja tidak memberitahu segalanya kepada sahabatnya Arum. Tetapi ia juga memberitahu sebagian permasalahannya, yang Ia membutuhkan uang saat ini, untuk biaya kehidupan keluarganya sehari-hari. apalagi Pak Erdana saat ini, tidak memiliki penghasilan yang menetap.
Kedua sahabat itu berlalu dari rumah kedua orang tua Arum, tentunya setelah berpamitan kepada orang tua Arum. Kini keduanya sudah berada di dalam taksi online yang mereka pesan sebelumnya. "Pak, hantarkan kami ke kantor samera group." ucap Arum meminta kepada driver taksi online yang mereka tumpangi menghantarkan mereka ke kamera grup.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, mereka pun tiba di samera group. Arum dan Emin turun dari taksi . Arum meraih Uang pecahan dua puluh lima ribu rupiah dari tas sandang miliknya.lalu memberikannya kepada driver taksi online itu kemudian mereka masuk ke area kantor Samera Group.
Terlihat Emin dan Arum masuk ke dalam kantor . "Maaf Mbak, apa Tuan Paris ada di dalam?" tanya Arum sambil mengembangkan senyumnya kepada resepsionis yang bertugas di sana. "Maaf Arum Apa kamu tidak masuk hari ini?" tanya resepsionis itu penuh selidik sambil memperhatikan penampilan Arum yang berbeda dari biasanya.
Arum hanya nyindir kuda Ketika sang resepsionis menatap penampilannya dengan tatapan penuh tanya. "Mengapa Mbak bertanya seperti itu kepada saya?" Tentu saya bekerja hari ini. Hanya saja teman saya ini ingin interview hari ini. Berharap dia dapat bergabung dengan kita bekerja di kantor ini." sahut Arum sambil terkekeh.
"Saya tidak memiliki maksud apa-apa bertanya seperti itu Arum, Maaf kalau sudah membuat kamu tersinggung. Tetapi jujur saya pangling melihat penampilanmu saat ini tidak seperti biasanya." ucap sang resepsionis sambil mengembangkan senyumnya. lalu resepsionis itu pun mempersilahkan Arum dan Emin masuk ke ruang CEO yang ada di lantai 2.
Arum dan Emin berlalu meninggalkan sang resepsionis. Mereka pun menuju ke lantai 2. melihat ruang CEO masih tertutup rapat, Arum memberanikan diri untuk mengetuk pintu itu.
Tok....
Tok....
Tok.... suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Paris selaku CEO perusahaan samera Group. Samera group yang bergerak di bidang properti memang cukup berkembang. membuat arum betah bekerja di sana. gaji yang lumayan membuat Arum dapat melanjutkan sekolahnya ke jenjang universitas.
"Masuk?" teriak Paris dari dalam ruang kerjanya
Ceklek....
Sekali hentakan pintu terbuka lebar. Kedua wanita yang berparas cantik itu, masuk ke ruang kerja Paris." Eh kamu Arum, Ada apa datang ke ruanganku? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Paris ramah.
"Maaf Pak, saya sudah mengganggu waktu Bapak. ini sahabat saya Emin yang sebelumnya saya sudah bicarakan kepada Bapak, kalau sahabat saya ini berniat untuk bekerja di kantor ini. Itupun jika bapak berkenan menerimanya bekerja di sini. Arum memberitahu tujuan mereka datang menghampiri Paris ke ruang kerjanya.
Paris menatap penampilan Emin dari ujung kaki dan ujung rambut."Cantik, muda!" tetapi saya seperti pernah melihatnya." gumam Paris dalam hati, seperti mengenali sosok Emin.
Emin memberi salam kepada Paris dan memperkenalkan diri."Maaf siapa namanya tadi?" tanya Paris memperjelas nama Emin. "Nama saya Emin pak.
Paris menganggukkan kepalanya lalu kembali melayangkan pertanyaan kepada Emin.
"Kamu bisa menggunakan komputer?tanya Paris penuh selidik. "Alhamdulillah saya bisa Pak, walaupun tidak selancar orang-orang." sahut Emin memberitahu kemampuannya. "?"Apa kamu sudah memiliki pengalaman kerja tanya Paris kembali.
Emin menggelengkan kepalanya, Ia sedikit ragu kalau ia tidak diterima bekerja di kantor itu. Kalau kamu memang niat bekerja, saya akan memberikan kamu kesempatan bekerja di kantor ini. Tetapi bekerjalah dengan rajin dan tekun agar tetap dipekerjakan di sini.
" Kamu akan di training di sini selama 3 bulan jika kamu bisa melewati masa training maka kontrak kerja kamu akan kita lanjutkan." sahut Paris sambil mengembangkan senyumnya membuat Emin bernafas lega setidaknya Emin mendapat pekerjaan setelah pergi dari rumah keluarga Basten.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN
Dan semoga Emin selalu sukses di luar sana,Jgn mau di pujuk pulang oleh pria tua itu lagi iya Emin..👍🏻