Alex patah hati karena wanita yang ia incar ternyata lebih memilih rival bisnisnya. Membuat pria ini putus asa dan memilih melampiaskan kesedihannya dengan minum minuman keras.
Dalam keadaan terpuruk, tak sengaja Alex bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan wanita yang ia sukai.
Sayangnya kesalahpahaman sering terjadi di antara mereka. Meski begitu, tak dipungkiri bahwa Alex sebenarnya juga menyukai gadis itu.
Akankah Alex mampu merebut hati si gadis penolong? Ataukah malah menghindarinya gara-gara gadis itu berwajah mirip dengan wanita yang dia suka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Hakku
Beda dengan seseorang yang telah dimabok cinta, Alex dan Emma sama-sama gelisah. Sama-sama tak bisa tidur. Sama-sama saling merindu.
Alex bukanlah pria yang bisa menahan ingin. Tak mau mati gelisah, Alex pun mengirim pesan pada Emma.
"Sudah tidur belum, Yang?" tulis Alex pada pesan teksnya.
Satu menit kemudian..
"Belum, nggak bisa tidur," jawab Emma.
"Kenapa? Kangen aku ya?" tanya Alex, sengaja menggoda.
"Hehehe... " balas Emma.
"Kok cuma tawa doang? Aku ke kamarmu ya!" pinta Alex.
"No... jangan. Aku nggak mau kita kelewatan batas. Please, nggak usah. Aku mohon!" jawab Emma.
Di lantai atas Alex tertawa gemas. Ia tahu jika Emma pasti mempunyai perasaan sama sepertinya. Perasaan rindu. Perasaan kangen. Perasaan ingin bertemu.
Namun, mereka harus tetap menjaga batasan. Alex sendiri sangat mengerti itu. Secara, ketika di dalam mobil tadi mereka hampir kelepasan. Berciuman sepanas itu dan hampir tidak ingin menyudahinya. Baik dirinya maupun Emma, mereka berdua sama-sama tidak mau lepaskan satu sama lain.
"Ya sudah, kamu tidur. Besok jangan lupa bangunin aku ya dan beri aku ciuman!" pinta Alex.
"Dibangunin pasti, tapi kalo ciuman nggak janji," jawab Emma malu.
"Nggak ada, pokoknya besok kamu harus kasih aku itu, kalo nggak, lihat saja nanti," ancam Alex, ditambah emoji senyum yang menawan.
"Baiklah, ya sudah. Kita sama-sama tidur. Besok masih harus berjuang lagi. Selamat malam, selamat tidur. Semoga mimpi indah," tulis Emma lagi. Kemudian Alex membalas pesan itu dengan ucapan cinta dan juga sebuah kecupan manja.
Sungguh mereka seperti sedang dimabuk asmara. Jiwa mereka berbunga penuh kebahagiaan.
***
Keesokan Harinya...
Oma Asri menatap marah pada jendela kamarnya, kabar yang ia terima dari salah satu orang kepercayaannya sukses memuat wanita tua ini kesal.
Bagaimana tidak? Seseorang yang selama ini menghilang, membawa sebuah rahasia besar dari masa lalu mereka, kini hendak datang dan pasti akan menghancurkan segala kebahagian yang selama ini coba ia berikan pada Alex.
Sebenarnya Asti tidak takut dengan manusia jahat itu. Tetapi dia tidak memiliki bukti atas kebenaran tentang dirinya. Wanita itu sangat busuk sehingga bisa memanipulasi segala keadaan yang ada. Termasuk menusuknya dengan segala tuduhan yang ada.
Meski begitu, Oma Asri berjanji, ia tak akan pernah memberikan Alex padanya. Matipun oma Asri tidak akan menyerahkan bayi yang sudah ia rawat selama ini. Sekalipun nyawa taruhannya.
Oma Asri tersadar dari lamunan mana kala ponselnya berdering. Wanita itu segera menyambut panggilan itu sebab ia tahu siapa yang menghubungi ponsel miliknya.
"Halloo... " sambut Oma Asri, sedikit tak suka.
"Hay, Sayang... aduh jangan marah begitu dong! Aku cuma mau ngingetin, besok aku mau ambil bocah itu, saatnya dia menghasilkan pundi-pundi uang untukmu. Sesuai kesepakatan kita bahwa kamu hanya berhak memilikinya 25 tahun dan aku sudah memperpanjang masa itu. Kamu sudah memilikinya lebih dari itu, maka sekarang anak itu adalah hakku. Kamu masih ingat perjanjian kita bukan?" ucap wanita itu dengan gaya cantil khas wanita j*lang pada umumnya.
"Kau tidak akan pernah kubiarkan menyentuh cucuku, meski nyawaku yang jadi taruhannya. Selama aku masih hidup, maka kamu tidak akan pernah bisa memilikinya. Paham!" balas Oma Asri marah.
"Benarkah? Oh my god... mengerikan sekali ancamamu, Sayang. Bagaimana jika aku sebar rekaman percakapan kita waktu itu ha? mungkinkah cucu kesayanganmu itu masih mau menganggapmu wanita penyelamatnya atau justru wanita yang telah membunuh kedua orang tuanya. Emm, aku jadi penasaran dengan kelanjutan drama ini, Sayang. Pasti sangat menyenangkan, hemm?" ucap wanita itu dengan nada manja namun mengancam.
"Jangan pernah sekalipun kamu berani mengancamku. Sampai matipun Alex adalah cucuku. Kamu tidak akan pernah bisa menyentuhnya, walau hanya sehelai rambutnya. Ingat itu!" balas Oma Asri berani.
"Benarkah, Sayang. Gimana ya jika seandainya cucu kesayanganmu itu tahu, bahwa Oma yang ia sayangi adalah penyebab kematian kedua orang tuanya. Ohhh, akan sangat seru jika fakta keren ini terungkap. Uhhh... sungguh, aku menunggu saat itu," ucap wanita itu lagi.
"Sander dan Jeyna meninggal bukan karena aku. Jangan ngarang kamu. Mereka meninggal murni kecelakaan. Kamu tahu itu!" ucap Oma Asri.
"Benarkah? Bukankah kamu yang menyuruh seseorang untuk menghabisi orang tua bayi itu karena kamu cemburu pada mereka. Mereka miliki bayi dengan cepat, sedangkan kamu.. heh kamu wanita mandul yang tidak berguna. Itu sebabnya kamu menghabisi orang tuanya agar kamu bisa memilikinya, bukan? Jangan mengelak lagi Asri. Kamu bisa membohongi seluruh dunia, tapi tidak denganku. Sekarang kamu punya dua pilihan, berikan dia padaku atau rahasia besarmu akan terbongkar?" ucap wanita itu, masih setia mengancam.
"Sudah ku bilang jangan pernah mengancamku. Tidak ada sedikitpun rasa gentar di hatiku hanya karena ancaman bodohmu itu. Sampai matipun aku tidak akan pernah menyerahkan Alex padamu. Karena Alex adalah cucuku. Dia milikku! Aku yakin Jeyna juga tidak akan rela jika anaknya jatuh ke tangan wanita ****** sepertimu. Aku tahu kamu pasti akan menjadikannya gigolo, kan!" jawab Oma Asri marah.
"Aduh, kamu pandai sekali menebak, Sayang. Tentu saja, Alex sangat tampan. Pasti pelanganku akan sangat suka dengannya," ucap wanita itu lagi.
"Jangan macam-macam kamu, Jal*ng! Cucuku pemuda baik-baik. Bahkan dia akan segera menikah. Jangan kurang ajar kamu!" ucap Oma Asri geram.
"Aduh, Sayang. Jangan begitu lah. Aku sudah menawarkannya pada beberapa pelanggan. Dan mereka sangat tertarik dengan ketampanan Alex. Kau tahu berapa mereka menawar pemuda tampan itu? Nilainya sangat Fantastis, Sayang. Tolong, jangan menghalangiku!" ucap wanita itu lagi, senang.
"Jangan pernah bermimpi mau menjual Alexku, aku tak akan membiarkan itu terjadi. Dasar wanita jal*ng murahan!" bentak Oma Asri kesal.
"Astaga, Sayang. Jangan gitu lah. Ingat perjanjian kita, hemm!"
"Dasar wanita jal*ng busuk. Aku tak akan pernah membiarkan kamu dan pelanggan-pelanggan bejatmu itu mengotori tubuh cucuku!" bentak Oma Asri, marah.
"Benarkah kamu bisa melepaskan dia dari jerat ku? Dia itu terlalu tampan untuk kita sembunyikan. Aku sendiri saja berdebar apa lagi wanita-wanita muda yang sedang sibuk mencari kepuasan. Sepertinya akan sangat menyenangkan jika cucumu itu juga berakting di kamera. Sudahlah, jangan ulur waktu lagi. Aku rasa akan sangat menyenangkan jika dia ku jadikan primadona di industri film biru ini," ucap wanita itu lagi.
Kesal, Oma Asri memilih memutuskan panggilan telepon itu sepihak.
Tubuh Asri tiba-tiba gemetar. Ia takut wanita itu kembali ke Indonesia dan membuat keributan seperti tiga puluh tahun yang lalu.
Bersambung...
Visual Mas Alex... semoga suka
kog malah muncul masalah baru,...
lanjut crazy up gtu kak😊