NovelToon NovelToon
Deavenny’S Choice

Deavenny’S Choice

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Demi bisa hamil, Deavenny sampai nekat mencuri benih suaminya sendiri yang tak mau memiliki anak dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

“Memangnya ada urusan apa ke sana? Apa kau sakit?” Seperti biasa, Marvel akan menginterogasi istrinya. “Kalau kau sedang tak sehat, maka akan ku antar. Tak mungkin ku biarkan istriku sendirian ke rumah sakit.” Tangan kekarnya mengusap pipi Deavenny dengan sangat lembut, sembari merasakan apakah wanitanya demam atau tidak.

“Aku tidak sakit, baik-baik saja,” jawab Deavenny. Dia sangat meyakinkan dengan menunjukkan kebugaran dirinya.

“Lantas, untuk apa ke rumah sakit?” Marvel menaikkan sebelah alis.

“Em ....” Sial memang memiliki otak minimalis dan tak pandai berbohong, Deavenny memutarkan kedua bola mata ke atas karena berpikir mencari alasan.

“Kenapa? Bosan di penthouse dan ingin jalan-jalan di sana?” Marvel segera menebak karena melihat istrinya tak kunjung menjawab.

“Ya, seperti saat itu.”

Marvel terkekeh lucu dengan kebiasaan aneh istrinya yang dilakukan akhir-akhir ini. Dia mengacak-acak rambut Deavenny yang sudah dicatok rapi. “Ada-ada saja kau itu, kalau bosan, main saja ke rumah saudaramu, di sana banyak keponakan kita.”

“Sudah bosan berkunjung ke tempat tinggal mereka. Sekarang aku sedang menjadi teman Dokter Ele, jadi ingin bertemu dengannya juga di rumah sakit.” Deavenny mencoba beralasan sebisa mungkin, walaupun sangat sulit memikirkan untuk berkilah lagi. “Boleh, ya?” Ia menatap dengan penuh permohonan.

Marvel mengangguk, berusaha memahami istrinya yang jenuh seorang diri. “Boleh, tapi cium aku.” Telunjuknya menunjuk bibir.

“Dengan senang hati.” Deavenny segera meninggalkan kursinya, beranjak mendekati Marvel dan duduk di pangkuan pria itu. Melingkarkan kedua tangan di leher suami, ia menyatukan bibir demi diizinkan ke rumah sakit tanpa dicurigai sedikit pun.

“Sudah, cukup, nanti kita berakhir di ranjang kalau ciumannya terlalu panas.” Marvel memundurkan kepala untuk menyudahi pagutan tersebut.

Deavenny tersenyum menunjukkan rentetan gigi. “Selamat bekerja, Sayang.” Terakhir, kecupan dilayangkan pada pipi. “Ayo ku antarkan kau sampai ke basement.” Dia tak sabar agar suaminya segera berangkat ke kantor, sampai membawakan tas kerja Marvel.

Marvel menggelengkan kepala karena melihat tingkah istrinya yang nampak bersemangat. “Kau terlihat sangat senang, apakah Dokter Ele seasyik itu menjadi temanmu?” tanyanya seraya merangkul pinggang Deavenny saat berjalan bersamaan.

“Sangat seru, apa lagi aku jarang memiliki teman. Jadi, kau pasti tahu bagaimana senangnya perasaanku.”

“Aku sangat tahu. Semoga Dokter Ele bisa menjadi teman yang baik untukmu.” Marvel mengusap puncak kepala Deavenny ketika mereka berada di dalam lift.

Keduanya sampai juga di basement dan segera berdiri di samping mobil Marvel. “Hati-hati ketika jalan-jalan di rumah sakit, semoga harimu menyenangkan.” Dia mengecup kening Deavenny.

Deavenny melambaikan tangan saat kendaraan suaminya mulai melaju. Dia segera naik ke atas lagi untuk mengambil tas dan barang-barang berharga lain. Dengan diantarkan oleh dua bodyguard, akhirnya sampai juga di rumah sakit.

Wanita itu segera masuk ke dalam ruangan Dokter Hillary. “Maaf, Dok. Apa aku terlambat?”

“Belum, Nona. Anda sudah siap untuk melakukan proses selanjutnya?”

“Sangat siap.” Tanpa disuruh, Deavenny langsung duduk di atas brankar.

“Baik, saya akan panggilkan laboran yang bertanggung jawab dengan embrio Anda.” Dokter Hillary segera menelepon rekannya.

Tak lama kemudian, ada seorang wanita yang masuk ke dalam dengan membawa tabung berisi embrio yang sangat kecil.

Deavenny sudah membuka lebar kedua pangkal paha, siap dimasuki oleh calon anaknya dan Marvel.

“Dengan kondisi kesehatan Anda, saya tidak menyarankan hamil kembar, apa tak masalah jika mengandung satu janin saja?” Sebelum memasukkan embrio, Dokter Hillary meminta pendapat dan persetujuan pasiennya.

...*****...

...Tiati loh De, siapa tau bodyguardmu cepu lagi wkwkwk...

1
Si Memeh
selalu best karya mu thor
Ra~~~~~
Sedihhh deavanny doang yg berjuang, marvell jahatttt
Ra~~~~~
ketahuan
Ra~~~~~
uhhh
Mochimolala
bener bgt
mars
mssa ya metalica ada2 aja
mars
jht bgt
Lina Muzdalifah
kak nukha emang the best kalo bikin cerita begini
Hieny Firman
Luar biasa
Safa Almira
seru
Ravel Lio
Luar biasa
epha seraya
cerita kenapa deavenny dan marvel bisa menikah dmn kak...
Soraya
mau tanya thor Dominic sama Davis satu orang yang sama apa beda,kok dua dua nya ayahnya Dea
instagram: heynukha: Satu kak. Drake Davis Dominique
total 1 replies
Soraya
harusnya mereka terbuka satu sama lain biar semuanya jelas termasuk orang tuanya Dea biar gak ada kesalahpahaman
Soraya
knp gak jujur aja sih Marvel ama Dea klo orang tuanya dea gak bolehin dea hamil
Soraya
biasanya klo kita beli taspec sudah sekalian cup nya thor
Soraya
Lumayan
Soraya
bagus cerita nya thor
Soraya
mampir thor
Suginah Ana
cerita ini sngt menyentuh hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!