NovelToon NovelToon
Asrama Berdarah

Asrama Berdarah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Spiritual / Tamat
Popularitas:283k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

Bagaimana rasanya ketika kamu bercermin dan ternyata bukan wajahmu yang muncul pada pantulan cermin? Inilah yang dialami Vega Indriana di sekolah barunya.

Setiap kali bercermin, bukan wajahnya yang muncul, melainkan sosok asing yang tak dikenalnya.

Sejak kedatangannya di sekolah asrama, berbagai gangguan misterius kerap dialaminya. Bahkan mimpi yang sama selalu datang di malam hari.

Dibekuk oleh rasa penasaran, Vega pun mencari tahu tentang misteri yang tersimpan. Hingga akhirnya ia menemukan fakta tentang tragedi berdarah yang terjadi 17 tahun lalu, yang ternyata berkaitan erat dengan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yang Sebenarnya ....

“Uhuk! Uhuk!”

Debu yang beterbangan memenuhi kamar menjadi sambutan pertama bagi Vega di kamar mendiang ibunya. Ia meraba dinding tepat di sebelah pintu dan menekan sakelar, yang membuat lampu menyala meskipun redup. Kamar tua itu tampak dipenuhi dengan sawang dan debu. Sepertinya tidak dibersihkan dalam waktu yang sangat lama.

Perlahan Vega melangkah masuk. Di kamar itu hanya ada satu tempat tidur usang, sebuah lemari pakaian reot dan juga beberapa lukisan yang menggantung di dinding. Sesekali Vega masih terbatuk-batuk akibat menghirup debu, yang membuat dadanya agak sesak.

Gadis berambut sebahu itu kembali meneliti setiap sudut ruangan sambil menyingkirkan sawang yang memenuhi kamar. tak ada satupun foto ibunya yang menggantung.

Ah, mungkin di lemari.

Vega sangat berhati-hati saat melangkah menuju lemari. Sebab di lantai ada banyak pecahan gelas kaca. Sementara dirinya tidak sedang menggunakan alas kaki.

Perlahan ia mengulurkan tangan demi membuka pintu lemari. Hawa dingin entah dari mana asalnya tiba-tiba berhembus. Membuat seluruh tubuhnya meremang. Untuk beberapa saat sepasang mata Vega terpejam. Seperti ada yang memanggilnya dari dalam sana.

Vega menatap isi lemari. Di mana terdapat pakaian-pakaian tua yang ia tebak adalah milik mendiang ibunya. Aroma tak sedap sempat memenuhi indera penciuman Vega, yang sempat membuatnya mual.

Aroma serbuk kayu dan serangga bercampur menjadi satu.

“Album foto?”

Hati Vega serasa mengembang mendapati sebuah album foto dari dalam lemari. Ia dengan cepat menyambar dan kembali menutup pintu lemari. Kala suasana kamar semakin terasa mencekam, Vega memeluk album di dadanya dan berlari keluar.

*

*

*

Vega menghembuskan napas lega. Buku album tua ia letakkan di atas meja. Kini ia tengah berada di kamar Tante Indri. Kebetulan bibinya itu sedang berangkat keluar kota, sehingga Vega dapat menempati kamarnya untuk sementara.

Ia terduduk di kursi. Kemudian perlahan membuka lembar demi lembar album foto tersebut.

“Kenapa cuma ada foto Oma gendong anak kecil? Apa bayi ini adalah foto ibu saat masih bayi?” Vega bermonolog dalam kesunyian malam.

Ia kembali membuka lembar demi lembar dan menemukan beberapa foto keluarga, termasuk foto Om Bram dan Tante Ambar. Namun, sejauh ini ia sama sekali belum menemukan foto sang ibu. Semua foto yang ada di dalam album itu ia mengenali, karena beberapa di antaranya sama seperti yang ada di album Om Bram.

"Oma bilang di sini ada foto ibu. Tapi sepertinya tidak ada."

Vega menarik napas dalam-dalam. Kemudian membuka lembar paling terakhir dari album tersebut.

Deg!

Deg!

Deg!

Jantung Vega terpompa cepat. Sepasang matanya mendadak dipenuhi cairan bening. Apa yang ia temukan di lembar terakhir album tersebut membuatnya seolah kehilangan akan sehat.

Foto tersebut telah mengakhiri pencarian panjangnya dan tanda tanya besar yang selama ini memenuhi ingatan Vega. Dalam foto terlihat seorang wanita muda dengan rambut panjang. Dia tersenyum tipis dengan mengenakan seragam sekolah. Ada nama Annisa Wulandari yang tertulis dengan tinta emas pada bagian bawah foto.

Membuat Vega meyakini jika wanita dalam foto memang benar adanya. Tetapi, bagaimana mungkin? Vega tak dapat menemukan penjelasan masuk akal.

“Ibu!” Tangisan Vega menggema memecah kesunyian. Menyiratkan rasa sakit bagai ditusuk ribuan jarum.

Betapa tidak, ia sangat mengenali wajah dalam foto tersebut. Wajah yang selalu muncul saat ia sedang bercermin. Wajah yang selalu hadir dalam mimpinya.

...****...

1
Setiya Wati
Penasaran dengan ceritanya... lanjutin donk Thor
Nuning Listiani
bagus cerita nya , jadi ingin terus membaca
Nuning Listiani: /Heart/ saya suka.akur cerita nya
total 1 replies
Safitri Agus
gak ada sambungan nya ini?
lanjut dong kak Chicha 😊
diara
ditunggu up nya
Lemsi Sembiring
gmna apa ada kelanjutan nya.gantung ceritanya penasaran
Rini Astuti 10
emang ini udah tamat chica saay , klw ita ko gantung banget
Dia_Ana
katanya tamat tapi kok gantung
Dia_Ana
kamarnya masih serumah knp gak dibersihkan
Dia_Ana
langsung ketemu alamatnya...apa vega pernah berjumpa oma sebelumnya?
Dia_Ana
apa andin gaksadar kalau wujud vega mirip icha?
Dia_Ana
wajah icha dan vega memang sama dari awal apa gimana?
Dia_Ana
bagus...novel horor pertamaku
Dia_Ana
sisil yang adiknya juno kh ini
Sri Ngatini
bagus seru jg horor
Azumi Rahmat
Kok ngantung si Thor gk ada kelanjutannya lgi
Anissa Mayasari
KA chica...mana kelanjutan nya
Rifanda Dewi
good
Hera Imoet
akhirnya bisa ketemu sama ayahnya... lanjuttttttt yupzzz cemungutzz 😘🥰
Hera Imoet
Andin masih menutupi kebenaran kenapa yaa
Hera Imoet
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!