NovelToon NovelToon
Menatap Senja

Menatap Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Chicklit / Tamat
Popularitas:120.4k
Nilai: 5.2
Nama Author: winda siregar

Bismillah... Kisah ini aku ambil dari beberapa orang yang memiliki pengalaman yang sama. Aku menggabungkannya menjadi sebuah kisah yang mungkin banyak sekali terjadi di kehidupan ini.

Gerd Anxiety adalah Masalah pencernaan, seperti heartburn, mual, dan sakit perut adalah gejala umum yang bisa ditimbulkan baik oleh GERD maupun anxiety. Kalau di masyarakat lebih di kenal dengan sakit asam lambung akut.

Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang wanita yang ingin sembuh dari penyakit yang dia derita. Berbagai cobaan hidup, jatuh bangun dalam menghadapi kehidupan ini hingga dia akhirnya sembuh dan sukses.

Jangan lupa pilih menu Favorit ya sebelum dibaca 🥰🥰

*****

Deg.. deg.. deg..

Tiba - tiba saja aku merasa sesak dan kesulitan bernafas. Aku segera meraba dadaku, jantungku sangat kencang sekali berdetak. Keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Pakaianku mulai basah karenanya.

Lututku bergetar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon winda siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Setelah selesai acara saling curhat pengalaman kami tentang penyakit yang sama - sama kami derita. Akhirnya kami melanjutkan acara makan siang bersama.

Setelah makan siang baru acara selesai. Aku sudah menghubungi suamiku untuk menjemput. Saat kami baru selesai shalat dzuhur di Musholla Restoran tiba - tiba ponselku berdering.

Aku melihat layar monitor ponselku. Tertera nomor developer rumah yang akan kami beli.

Seeer... jantungku berdesir.

Ya Allah apakah ini kabar buruk? Apakah pengajuan kami ditolak? tanyaku dalam hati.

Aku segera menerima telepon itu sambil mengucap Bismillah.

"Siang Bu. Tadi saya sudah hubungi ke nomor Bapak tapi tidak diangkat, makanya saya hubungi nomor Ibu" ucap bagian admin developer yang sudah sangat aku kenal karena pertemuan yang intens kemarin saat pengajuan KPR rumah.

"Iya Mbak suami saya mungkin sedang di jalan, gimana ada kabar apa?" tanyaku langsung dengan jantung yang berdebar.

"Alhamdulillah Bu, pengajuan Bapak dan Ibu diterima" jawabnya.

"Alhamdulillah ya Allah" sambutku.

Aku menarik nafas lega.

"Senin nanti Bapak dan Ibu datang ke Bank ya untuk akad kredit. Setelah itu nanti kita akan atur jadwal penyerahan kunci" ungkapnya.

"Kalau sudah terima kunci saya bisa langsung bangun dapur kan?" tanyaku.

"Bisa Bu, pindah langsung aja sudah bisa Bu" sambutnya.

"Iya.. iya.. nanti saya sampaikan sama suami saya ya Mbak. Terimakasih atas informasi dan bantuannya" ucapku.

"Sama - sama Bu. Sampai ketemu di Bank ya Bu" ujarnya.

"Iya.. iya.. InsyaAllah hari senin kami akan datang" sambutku.

Telepon terputus, karena posisiku masih di Musholla aku langsung sujud syukur karena baru mendengar kabar gembira.

Bu Sri dan Bu Eli mungkin heran melihat wajahku terlihat cerah dan bersemangat.

"Kamu kenapa Nak Anggi, dapat kabar gembira?" tanya mereka penasaran.

"Alhmdulilah Bu pengajuan rumah saya sudah disetujui. Hari senin saya dan suami diminta datang ke Bank untuk akad kredit" jawabku sambil tersenyum.

"Alhamdulillah.. syukurlah. Ini buah dari kesabaran kalian Nak Anggi" ucap Bu Eli memberi semangat.

"Iya Bu, ternyata Allah sangat sayang kepada saya" sambutku dengan mata berkaca - kaca.

"Setiap kita akan naik tingkatan pasti akan ada ujiannya. Begitu juga dalam hidup ini. Sebelum Allah angkat derajat seorang manusia terlebih dahulu Allah akan beri cobaan. Kalau lulus maka kita berhasil naik tingkat. Percayalah, Allah itu akan memberikan sesuatu diwaktu yang tepat, saat kita benar - benar sangat membutuhkannya " pesan Bu Sri.

"Saat Ibu melihat kesuksesan saudara - saudara Ibu, Ibu berusaha mencari hikmah dari semuanya. Hingga akhirnya Ibu berpikir. Mungkin Allah sangat sayang kepada Ibu sehingga DIA memberikan kehidupan Ibu seperti ini. Kalau Ibu kaya seperti yang lain mungkin Ibu akan menjadi orang yang sombong dan lupa bersyukur. Ibu akan menjauh dari Allah. Allah punya tujuan yang lain yang ternyata itulah yang terbaik bagi kita. Hanya saja kita yang tidak berpikir seperti itu, malah berburuk sangka kepada Allah" ungkap Bu Eli.

"Karena setelah kehidupan di dunia ini ada kehidupan selanjutnya yang lebih abadi. Yaitu akhirat, kita hanya singgah sebentar di sini. Apa yang telah Allah takdirkan untuk kita jalani saja dengan lapang dada. InsyaAllah pasti akan ada balasannya. Kalau tidak kita dapatkan di akhirat mungkin Allah akan membalasnya di akhirat " sambung Bu Sri.

"Iya Bu.. terimakasih atas semua kata - kata nasehat Ibu" jawabku tulus.

Tak lama suamiku mengirim pesan bahwa dia sudah sampai dan menunggu di parkiran Restoran.

"Bu aku pamit duluan ya.. suamiku sudah menunggu di depan" ucapku sopan.

"Silahkan Nak Anggi, sampai ketemu bulan depan ya dipertemuan selanjutnya. Salam buat suaminya Nak Anggi. Kapan - kapan perkenalkan kami dengan suaminya" sambut Bu Sri.

"Iya Bu, nanti salam Ibu akan saya sampaikan pada suami saya" jawabku.

Aku mencium tangan dan berpelukan dengan dua wanita baik ini yang diutus Allah untuk memberikan nasehat - nasehat tentang hidup ini. Aku sangat bersyukur hari ini bertemu dengan mereka orang - orang baik.

Aku berjalan menuju parkiran Restoran dan menghampiri suamiku.

"Tadi orang developer menghubungi Ayah Bun, tapi tidak ayah angkat karena lagi di jalan. Ada apa ya kira - kira" lapor Mas Fadil saat kami bertemu.

Aku langsung tersenyum menatap wajah suamiku.

"Pengajuan kita diterima Yah, hari senin kita diminta datang ke Bank untuk akad kredit" ungkap ku pada Mas Fadil.

"Alhamdulillah ya Allah. Bunda kok tau?" tanya suamiku penasaran.

"Tadi mereka menghubungi Bunda karena Ayah gak jawab telepon. Mereka menyampaikan berita baik itu" jawabku.

"Syukur lah... tapi itu kenapa matanya sembab begitu? Bunda baru nangis? Kok bisa, ngapain aja tadi?" tanya suamiku curiga.

"Mau tau aja atau mau tau banget?" godaku sambil tersenyum.

"Banget donk" balas Mas Fadil.

Dia ikut tersenyum melihat wajahku yang kembali ceria.

"Nanti aja ya Bunda cerita di rumah. Sekarang kita pulang yuk jemput anak - anak. Sebelumnya kita singgah di KF* beli ayam goreng kesukaan mereka" ucapku.

"Oke Bun" sambut Mas Fadil.

Aku naik ke atas motor dan kami meninggalkan area parkiran restoran. Kemudian singgah di KF* untuk membeli ayam goreng. Setalah itu baru kami jemput anak - anak ke rumah mertua.

Sesampainya di rumah anak - anak sangat senang ketika melihat apa yang aku bawa. Mereka langsung dengan lahap memakannya.

"Jadi udah bisa nih cerita apa aja tadi yang Bunda lakuin saat bertemu dengan teman - teman baru Bunda?" tanya suamiku saat kami duduk di meja makan menemani anak - anakku makan.

"Kami cuma bercerita Yah. Cerita tentang kisah masing - masing dan apa penyebab yang membuat kami sakit. Ternyata penyakit mereka semua lebih parah dibanding Bunda" ungkapku.

"Oh ya? Ada berapa orang tadi anggota groupnya? " tanya suamiku.

"Ada lima orang termasuk Bunda. Mereka semua hampir seumuran dengan Pak Pramono. Cuma Bunda yang paling muda diantara mereka" jawabku.

"Trus kenapa Bunda sampai nangis?" selidik suamiku.

"Mereka bertanya tentang hidup Bunda dan penyebab Bunda sakit. Bunda cerita semua yang Bunda alami dan Bunda rasakan. Disitulah Bunda tau kalau ternyata yang mereka alami lebih parah dari Bunda. Bahkan ada yang sampai mau bunuh diri" ungkapku.

"Oh ya?" Mas Fadil mungkin tidak percaya.

"Iya Mas. Semua merasa permasalahan yang mereka alami sangat berat. Sama seperti yang Bunda rasakan. Bahkan mereka sampai putus asa makanya mau bunuh diri" ujarku.

"Trus apa pelajaran yang Bunda dapatkan dari pertemuan tadi?" tanya suamiku.

Aku tersenyum dengan penuh semangat aku menjawab pertanyaan Mas Fadil.

"Setiap manusia yang hidup pasti akan mempunyai masalah. Tingkat beratnya masalah itu tergantung dengan kekuatan manusia itu sendiri. Allah tidak akan memberikan ujian jika manusia itu sendiri tidak sanggup menghadapinya. Jadi apa yang Bunda alami sekarang, Bunda yakin karena Allah tau Bunda sanggup menjalaninya dan menyelesaikannya" jawabku tegas.

"Alhamdulillah, istriku sudah semakin kuat sekarang" sambut suamiku lega.

.

.

BERSAMBUNG

1
Andi
banyak pelajaran hidup yang bisa kita petik
nonelnya seperti kehidupan kita sehari'', benar'' hidup seperti nyata kita alami,
luar biasa sekali pengalaman yang bisa kita petik
Masfaah Emah
terima kasih Thor smoga sukses d karya selanjutnya 👍,aku suka ceritanya bagus malah ni kisah nyata bukan halu,aku dah baca karya k Winda pernikahan yg 2, play boy insyaf,kita yg berbeda,n menatap senja sekarang mu mampir yg lain nya , karya k Winda emang the best smoga sukses d karya yg lain nya 🤲👍👍
Masfaah Emah
Alhamdulillah buah dari kesabaran Anggi jdi sukses 👍 smoga lancar usahanya, ni benar2 kisah nya seperti aku, yg pindah rumah baru setahun, karena korona usaha nya jdi merosot,aku jga bikin rumah uang nya separo pinjam dri bank selama 4thn , Alhamdulillah sekarang jga dah lunas walaupun dgn terseok-seok k uanganku, emang benar kata suamiku bahagia nya ga punya utang, karena untuk yg pertama x nya aku punya utang itupun demi ingin punya rumah sendiri, cuman yg beda aku blum bisa mengumpul kan uang untuk menjalankan rukun Islam yang kelima, karena usaha nya makin sulit, mungkin karena banyak nya saingan, tapi Alhamdulillah cukup lah buat makan mah ga susah2 amat, terimakasih ya Thor novel nya banyak pelajaran d kisah ini karena ni bukan kisah halu tpi nyata smoga sukses d cerita berikut nya 🤲🤲🤲👍👍🖕💪💪💪
Masfaah Emah
sma seperti orang tua ku klau berdoa 8 nama anaknya d sebut satu persatu, smoga lancar usahanya, itu kta orang tua ku 🤲
Masfaah Emah
ni novel cerita nya bukan dunia halu, ceritanya seperti nyata, ada kesamaan nya dengan kehidupan ku,
Masfaah Emah
ya Allah ni salah siapa,,? salah didikan nya apa,,? atau salah pergaulan,,? anaknya ga ada hati tuk membantu nenek n kakeknya padahal yg mengurus dia n memberi makan sedari kecil,,,?
Masfaah Emah
Allah memberikan Wati kesempatan untuk menjadi orang yang baik
Masfaah Emah
cobaan demi cobaan telah mereka lalui, tapi blum jga mereka bahagia
Masfaah Emah
Alhamdulillah,, smoga cepat sembuh n seperti sedia kala
Masfaah Emah
npa sih novel ini kaya kisah aku,aku jga yg slalu mengalah,aku 8 bersaudara,kamar ada 7 yg stu ortu kakak rumah nya deket jdi ga pernah nginep klau lgi kumpul aku slalu ga kebagian kamar,aku jga slalu ngalah ska tidur d ruang tv kadang aku jga suka sedih,
Masfaah Emah
seperti bapak ku,pke HP nya yg jadul,ga mau katanya yg sekarang pusing,ga ngerti 🤦😅
Masfaah Emah
emang pada saat itu penuh ketegangan, klau mau keluar takut soal nya d sana sini banyak yg meninggal
Masfaah Emah
emang d waktu itu sakit sedikit ja takut bgt kena covid
Masfaah Emah
bener2 ni anak ngeyel bgt hadeeeh 🤦 harus d gimanain ni anak 🙈
Masfaah Emah
terima kasih Thor benar2 ini pelajaran buat aku cara mendidik anak perempuan Yg susah d atur, pa lgi ni anak tiri susah d kasih taunya d marahin g mna ga d marahin g mna jga, padahal kita ngasih tau tuh sayang sma dia bukan nya benci toh buat kebaikan nya jga, eeh tanggapan nya apa coba,,,?
Masfaah Emah
emang klau punya anak perempuan khawatir bgt, apalagi anaknya yang yg susah d nasihati,klau kata orang Sunda mah seperti nanggey telor d tangan takut jatoh
Masfaah Emah
jadi ingat aku jga, waktu pertama x pindah rumah, awal nya usaha ku jg maju,pas baru setahun pindah rumah kena kofit akhirnya usaha ku menurun, malah waktu pertama kofit ga boleh jualan dan akhirnya usaha ku merosot n suamiku menyalahkan sejak pindah rumah usaha kita menurun, suami ku bilang mungkin rmh ini ga bwa hoki n slalu menyalahkan aku karena aku yg ingin cepat pindah rumah, padahal waktu kita ngontrak usaha kita bagus ,pas pindah ja usaha kita begini , kisah ini persis bgt kaya aku,pasbikin rumah aku ga mau pinjam k orang karna aku jga anti pinjam k orang, karena aku punya ga punya slalu diam, maka angpan orang itu aku slalu punya,
Masfaah Emah
gara2 covit banyak sanak saudara, temen kita yg meninggal, hampir tiap hari dengar orang meninggal d sana sini,aku juga sampai takut 🙈
Masfaah Emah
ya Allah cobaan nya bertubi-tubi, istilah nya sudah jatuh tertimpa tangga,, sabar ya Gi,,,!
Masfaah Emah
🤲🤲🤲,,, walaupun aku terlambat bacanya karena aku baru tau kalo ada novel yg bagus ceritanya 👍,ni padahal pengetahuan cara menyembuhkan penyakit macam Anggi yg d kira penyakit jantung,,..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!