Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terbaik?!
"Oi kawan! Apakah kau belum melihatnya?! Kau ada di peringkat pertama!" Ucap pria itu sambil menepuk bahu Arthur dari belakang dan merangkulnya.
Pria itu adalah salah satu teman baik Arthur selain Damian. Dia bernama Jordi namun lebih dikenal oleh orang-orang dengan sebutan Gladiator malam. Sebutan itu tidak muncul begitu saja. Julukan tersebut muncul akibat keperkasaannya yang konon telah meng-esek-esek lebih dari 20 wanita hanya dalam satu malam.
.
.
.
Arthur tak percaya dengan perkataannya. Meskipun ia sangat unggul di bidang teori sihir ada satu bidang yang tak bisa ia kuasai. Bidang itu adalah penggunaan sihir.
Ia pun melepaskan cengkraman tangan temannya dan pergi melihat majalah dinding.
Orang-orang yang ada disana memberikan nya jalan. Arthur pun sempat kebingungan dengan tingkah mereka. Ia pun dengan segera melaluinya dan melihat ke arah majalah dinding.
"Apa?!" Ucap arthur dalam hati.
Matanya langsung terbelalak kaget begitu melihat namanya berada di puncak dengan poin 390 bintang yang berarti ia hanya butuh ikut ujian akhir dengan santai.
Meskipun seluruh ujiannya mendapatkan nilai 0 tapi dengan kehadirannya untuk ujian maka ia mendapatkan 10 poin bintang dan ia berhak untuk lulus dari pendidikan kelas dan melanjutkan pendidikan luar kelas(praktek) karena poin minimum untuk lulus adalah 400 poin.
Ia pun melihat satu baris di bawah namanya.
DAMIAN ZEPHYROS
Seorang bangsawan inti kerajaan dengan kecerdasan luar biasa serta ketampanan tiada Tara telah dikalahkan olehnya. Damian memperoleh poin 310 bintang.
Karena saingan terdekatnya tidak mungkin mengejar poinnya meskipun mendapat nilai sempurna dalam ujian nanti Arthur langsung dinobatkan menjadi lulusan kelas terbaik di sekolah.
Kemudian ia melihat lagi lebih kebawah.
"Elina?!" ia terkejut kembali saat melihat nama musuh utamanya ternyata berada di bawah Damian.
Elina menempati posisi ketiga dengan perolehan poin 309.
"Kamu itu hanya beruntung" tiba tiba terdengar suara seorang gadis. Suara itu berasal dari seorang gadis yang sedang berdiri menyender ke tembok sambil menyilangkan kedua tangannya. Gadis itu tak lain adalah Elina.
Wajahnya terlihat tampak tak senang. Tentu saja ia terlihat kesal. Karena ia baru saja dikalahkan oleh manusia terbodoh di dunia menurutnya.
Arthur pun hanya mengedipkan sebelah matanya untuk mengejek elina.
Elina pun pergi dari sana bersama teman-temannya.
"Bagaimana jika malam ini kita rayakan dengan pergi ke bar? Sekalian cari yang segar segar hehehe" Ucap Jordi yang tiba-tiba merangkulnya kembali.
"Bar?" Arthur seperti pernah mendengar nama itu.
"Kau terlalu fokus belajar hingga menjadi kuno seperti ini ya, nanti malam temui aku di depan gerbang sekolah" ucap Jordi. Ia meninggalkan Arthur disana.
Arthur pun hanya tersenyum mendengar. Menurut nya tidak apa-apa jika sesekali bersenang-senang setelah mendapatkan hasil yang baik.
Ia pun juga pergi dari sana untuk menyusul Elina.
Tak lama kemudian orang-orang disana juga ikut pergi karena telah puas melihat hasil mereka masing-masing.
Disana hanya menyisakan seorang pria yang tengah menggenggam sapu. Pria itu tak menunjukkan ekspresi apapun. Ia menggenggam erat sapu itu hingga patah.
Baik lengan dan wajahnya dipenuhi oleh urat.
"Aku akan membunuhmu" Hanya sepintas kata itu saja yang diucapkan oleh pria itu sebelum pergi.
Malam harinya Arthur telah bersiap untuk pergi bersama Jordi. Ia pun pergi menuju gerbang sekolah.
Disana ia mendapati Jordi bersama dengan Damian. Ia pun segera menghampiri mereka.
"Damian? Kau ikut juga?" Tanya Arthur.
"Dia memaksaku" Ucap Damian sambil menunjuk ke arah Jordi yang berada disampingnya.
"Untuk mendapatkan yang segar segar tentu saja kita harus membawa umpan yang bagus hahaha" Ucap Jordi sambil menepuk-nepuk punggung Damian.
"Baiklah ayo kita segera berangkat" ajak Jordi.
Ketiganya pun pergi menuju sebuah bar yang berada di pusat kota.
Malam itu Suasana di kota begitu ramai karena besok adalah hari libur. Banyak sekali orang yang lalu lalang di sana. Ada yang berdagang di pinggir jalan, ada juga yang hanya pergi mencari hiburan seperti mereka bertiga.
Jordi dan Damian telah terbiasa dengan suasana ini karena keduanya memang tinggal di kota. Berbeda dengan Arthur yang hidup di desa dan hanya sesekali pergi ke kota.
Ketiganya pun sampai di sebuah bar besar yang bangunannya terbuat dari kayu. Mereka pun memasuki bar tersebut.
Arthur terperangah melihat isi dari bar ini. Menurutnya ini merupakan tempat yang tidak seharusnya ia kunjungi.
Disana terdapat banyak pria dewasa yang sedang mabuk dan ditemani oleh para gadis. Ditambah dengan alunan musik yang dimainkan oleh beberapa orang di pojok ruangan yang terdapat panggung kecil. Ruangannya sangat luas. Sejauh mata memandang hanya itu lah yang dapat ia lihat.
"Sangat tidak berkelas" Damian mendengus melihat orang-orang disana.
"Sepertinya kita salah tempat, bagaimana jika.." Ucap Arthur yang mulai melangkahkan kakinya menuju keluar. Namun Jordi meraih tangannya.
"Kita sudah jauh-jauh lo" Jordi menarik arthur untuk mencegahnya pergi.
Mereka bertiga pun pergi menuju tempat duduk yang kosong. Disaat mereka berjalan menuju tempat duduk, Damian berhasil mencuri perhatian terutama perhatian para gadis-gadis disana. Mereka semua terdiam melihat ketampanannya.
mereka pun akhirnya duduk melingkar mengikuti meja yang berbentuk lingkaran.
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍