❤Tahap Revisi❤
Andita Andriani adalah seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya demi perempuan lain. Empat tahun menjalin hubungan jarak jauh, Andita tidak menyangka akan menerima sebuah pengkhianatan.
Dirinya bertekad untuk membalas semua penghinaan dan pengkhinatan yang sudah diterimanya dari sang kekasih.
Disatu sisi, seorang CEO muda yang tampan dan sukses, juga sedang mengalami patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
Zidan Pratama Wijaya, harus merelakan cinta pertamanya pada sang sahabat. Dan karena hal itu pula yang membuat Zidan berubah menjadi pribadi yang dingin dan sulit didekati.
Lalu bagaimanakah kisah perjalanan mereka?
Ikuti ceritanya yaa...
Jangan lupa berikan Like, Komen, Vote, dan Hadiah kalian untuk Author, supaya Author semangat nulisnya..
Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RatuElla11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Kembali
"Andita, seharusnya kau tidak perlu menemani Ibu kerumah sakit, Nak! Ada Bu Ira yang bisa menemani Ibu." Ucap Ibu, ketika mereka berdua sedang berjalan dikoridor rumah sakit.
"Tidak apa Bu. Lagipula aku jarang sekali menemani Ibu kerumah sakit. Jadi biarkan kali ini aku yang menemani Ibu, agar aku tahu perkembangan kondisi Ibu." Andita berjalan sembari memapah tubuh sang Ibu.
Ibu tidak menjawab lagi ucapan putrinya. Karena Ibu sangat paham betul akan sifat putri sulungnya itu. Andita memang memiliki karakter yang keras kepala dan berani seperti mendiang ayahnya. Padahal ibu mengkhawatirkan pekerjaannya. Jika dia sering izin dari kantor ibu takut atasannya akan marah dan memecatnya.
Sebelumya Andita memang sudah meminta izin lebih dulu kepada kepala divisi bahwa dia tidak akan datang kekantor karena harus mengantar ibunya berobat. Dan kepala divisinya pun mengizinkannya.
Kini Ibu sudah berada didalam ruangan yang telah disiapkan oleh tim medis untuk melakukan cuci darah setelah sebelumnya melakukan serangkaian tes pemeriksaan.
Andita menunggu diluar karena dirinya juga harus mengurus beberapa administrasi pembayaran. Ketika Andita sedang berjalan menuju kasir, Nazwa meneleponnya untuk menanyakan kabar ibu. Sepanjang koridor Andita pun berbicara dengan Nazwa, ketika akan melewati tikungan rumah sakit, Andita tidak sengaja menabrak seseorang.
Andita dan orang yang ditabrak itu pun memekik bersamaan. Ponsel yang digenggam Andita juga sempat jatuh, sehingga menimbulkan kepanikan pada Nazwa diseberang sana.
"Hallo Kak?! Ada apa? Apa kakak baik-baik saja?!" Tanya Nazwa.
"Hallo, Naz. Kakak baik-baik saja. Nanti Kakak akan menghubungimu lagi ya! Bye!" Andita langsung mematikan sambungan teleponnya pada Nazwa.
Kini Andita beralih pada wanita yang tidak sengaja ditabraknya itu lalu membantunya berdiri.
"Maafkan Nyonya, sungguh saya tidak sengaja, apa anda baik-baik saja?"
"Ya, tidak apa-apa. Saya baik-baik sa.." Belum wanita paruh baya itu menyelesaikan kalimatnya, dirinya sudah terkejut terlebih dulu ketika melihat wajah Andita.
Di-dia?! bukankah dia gadis yang semalam dibawa oleh Zidan? Dan bukankah dia juga adalah gadis yang pernah menolongku dari perampok waktu itu?!
"Nyonya?!" Andita terlihat bingung ketika wanita yang akan ditolongnya malah menatapnya dengan tatapan terkejut.
"Ah, iya. Saya tidak apa-apa!" Ucap wanita itu yang tak lain adalah Nyonya Wildan.
"Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya. Maaf sekali lagi karena saya sudah tidak sengaja menabrak anda!" Andita menundukan kepalanya lalu segera melangkahkan kakinya pergi dari sana.
"Tunggu dulu!" Cegah Nyonya Wildan.
Andita berbalik.
"Ya. Ada apa Nyonya?"
"Kau tidak ingat padaku?!"
Andita mengernyitkan dahinya bingung.
"Maaf Nyonya apa anda mengenal saya? Atau, sebelumnya kita pernah bertemu?"
"Kau sungguh tidak ingat padaku? Aku adalah wanita yang tempo hari pernah kau tolong ketika aku dirampok!"
Andita mencoba mengingat-ngingat , dan tidak butuh waktu lama Andita pun mengingatnya.
"Ah iya, saya mengingat anda Nyonya!" Ucap Andita.
Nyonya Wildan pun tersenyum senang.
"Kenalkan aku, Liyana! Siapa namamu?" Nyonya Wildan mengulurkan tangannya pada Andita.
"Saya Andita Nyonya." Andita membalas uluran tangan Nyonya Wildan , dan tangan mereka pun saling menjabat.
"Kenapa kau bisa ada disini? Apa ada keluargamu yang sedang sakit? Atau kau yang sakit?"
"Ibu saya yang sakit Nyonya. Beliau sedang melakukan cuci darah dirumah sakit ini."
"Apa Ibumu mengalami gagal ginjal?" Tanya Nyonya Wildan.
"Ya Nyonya." Andita mengangguk.
"Sudah berapa lama?"
"Sudah hampir satu tahun ini Nyonya."
Nyonya Wildan terdiam sejenak. Seketika ia ingin menanyakan sesuatu tentang Zidan pada Andita. Namun tiba-tiba suster datang menghampiri Andita dan memberitahunya bahwa dia harus segera menyelesaikan administrasi pembayaran. Andita pun baru ingat kalau dia harus segera kekasir.
"Maaf Nyonya, sepertinya saya harus meninggalkan anda." Tutur Andita tak enak hati.
"Baiklah, tidak apa-apa. Lain kali kita akan bertemu lagi!"
*******
Diruangannya Zidan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Apalagi yang dia pikirkan jika bukan Andita. Sedari pagi Zidan memantau ruangan kerja Andita lewat cctv yang tersambung ke layar monitornya, namun gadis itu tak juga nampak batang hidungnya.
Ken yang sedang berada diruangan yang sama dengan atasannya itu , hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat raut wajah Zidan yang nampak gusar.
"Apa ada masalah Tuan? Kenapa anda terlihat cemas sekali?"
Zidan sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan Ken. Namun karena rasa penasaran yang sudah menggebu-gebu akhirmya ia menanyakan Andita pada asistennya itu.
"Kemana dia? Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya?" Pandangan Zidan masih tertuju pada layar monitor.
Ken yang paham siapa orang yang dimaksud tuannya langsung bertanya untuk memastikan.
"Apa dia yang anda maksud adalah Andita, Tuan?"
Zidan mendesah lalu menatap Ken dengan tatapan kesal.
"Tentu saja! Siapa lagi kalau bukan dia?!"
"Hari ini dia tidak masuk kekantor Tuan, karena dia harus mengantar ibunya kerumah sakit."
"Kerumah sakit?"
"Ya. Setahun belakangan ini ibunya mengalami gagal ginjal, dan mengharuskannya untuk cuci darah sebanyak 2 kali dalam seminggu." Jelas Ken.
"Kenapa kau bisa tahu sedetail itu?"
"Tentu saja Tuan, saya harus tahu latar belakang orang yang sudah berani mengusik hati anda!"
"Hish!"
Ken tergelak kecil.
"Oh ya Tuan, ada yang ingin saya tanyakan pada anda." Kini wajahnya berubah serius.
"Katakan!"
"Apa semalam terjadi sesuatu diacara makan malam anda bersama keluarga Tuan Reyhan?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Semalam Tuan besar menghubungi saya untuk menjemputnya direstoran yang anda datangi semalam, Tuan. Ketika saya sudah sampai, wajah Tuan besar terlihat seperti sedang menahan amarah. Saya tidak berani untuk menanyakan apapun padanya."
"Ya, mungkin Ayah sedang marah padaku. Aku meninggalkan Ayah dan Ibu disana karena Andita. Pasti mereka merasa malu pada Tuan Reyhan. Bahkan tadi pagi pun Ayah tidak menegurku."
Zidan menyentak udara dihadapannya. Ia mulai menceritakan tentang kejadian yang dialami Andita semalam pada Ken. Ken mendengarkannya dengan seksama.
Ken langsung bisa menyimpulkan jika tuannya benar-benar sudah jatuh hati pada Andita.
.
ternyata marahnya berkelanjutan karena lagi San*e ya Dita?🤔🫣
Bilang atau rayu suamimu dong..
kan lucu jadinya.. mirip ayam betina suka nyerang tanpa sebab kalau lagi birahi 😁🤣🤣🫣
pada kemana?
jajan bakso ya?😁🫣
sebelum nikah saja Dita sudah dikawal bodyguard bayangan untuk mengetahui pergerakannya.
kok sudah nikah, malah nggak ada pengamanan sama sekali walaupun dari jauh
kamu harus bisa buktikan omongan keluarga Dirga bahwa fokus kamu cuma uang bukan janji itu adalah benar
wajar dong dia mencari keuntungan ganda..
ibu sehat, sisa uang ada.. malah dapat suntikan dana dari camer yg nggak setuju.
kaya dan bebas dari tanggung jawab.
janji dan hutang Budi urusan belakangan ya Dita🤣🤣🤣
menang 2x kamu..
kalau terpojok tinggal keluarkan jurus andalan..
status sosial, tidak ada restu dan tidak ada cinta..
buktikan kalau kamu muna sejati
jadikan status sosial sebagai alasan 👍
toh uang juga sudah diterima..
jangan pikirin perasaan orang lain, pikirkan perasaanmu saja dan juga kepentinganmu..
ibumu sudah sehat, saatnya ngelunjak
baru kali ini baca novel yang mana sekeluarga hobinya menjegal kaki orang 😁
mereka keluarga pebisnis apa keluarga pemain sepak bola antar kampung?🤣🤣🤣