NovelToon NovelToon
NADIR

NADIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:214.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Juanda Afipasari Silaen

"Nyatanya, semua tak seindah kelihatannya"
Binar Latisha Orzia

"Kamu rapuh, aku tahu itu. Aku akan menjadi perekat hidupmu"
Awan Buana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juanda Afipasari Silaen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nadir ~ Nomor Tidak Dikenal

Jangan datang jika hanya memberi luka, pergilah aku tak butuh luka itu lagi.

Sepertinya malam ini cuaca lagi sangat mendukung. Binar membuka gorden kamarnya hingga menampakan bintang yang sedang berkelip di atas sana.

Binar memasukan tangannya kekantung kemudian menikmati terpaan angin malam. Cukup dingin, tapi itu tidak membuat Binar untuk cepat cepat masuk ke dalam.

Binar menarik nafas perlahan kemudian menghembuskannya pelan, lengkungan di bibirnya mulai tertarik.

Sunyi, gelap, sendiri itulah yang berada di sisi Binar, hanya ada suara jangkrik dan cahaya pancaran dari kamarnya yang menemani.

Binar kemudian menaikan satu alisnya, sekarang moodnya sedang baik, ia masuk kedalam mengambil sesuatu di samping lemarinya, gitar.

Binar membawa gitar ke atas balkon kamarnya, kemudian duduk bersender disana.

Tangan mungil Binar mulai memetik senarnya pelan hingga mengeluarkan alunan suara yang lembut di telinga.

Binar mendongak keatas, menatap kearah langit seperti sedang memohon kepada sang kuasa, kemudian Binar memejamkan matanya. Binar mengambil pernapasan dan mulai bernyanyi sehalus mungkin.

Bolehkah kita mengulang...

Masa masa indah itu

Ku tak mengerti apa yang terjadi hingga begini.

Binar bernyanyi penuh penghayatan, setiap bait lagu yang ia nyanyikan menjelaskan perasaannya sekarang.

Bagaimana kah kabarmu

Berhasilakah lupakan ku...

Diriku yang bodoh ini masih mendamba hadirmu.

Binar menghentikan nyanyiannya, ia mengesahkan air matanya yang sekarang mulai jatuh di pipinya. Binar kembali melihat keatas berharap hari ini hujan turun. Binar ingin menangis di bawah air hujan, supaya ia tak merasakan bahwa yang jatuh adalah air matanya.

Binar meletakan gitarnya kesamping, ia berhenti memainkannya, alunan musik melo itu membuatnya teringat sesuatu, rasa rindu tentang dulu kini hadir bertamu kehatinya.

Baru beberapa menit Binar merasakan kenyamanan dengan suasananya, sekarang dirinya sedang di usik oleh nada dering dari ponsel miliknya. Binar berdecak kesal, apa tidak ada waktu lain untuk mengganggunya.

Binar berjalan masuk kekamar dan mengambil ponselnya di atas meja belajarnya. Binar melihat ada panggilan tak terjawab, nomor tidak dikenal. Lagi lagi Binar berdecak, apa tidak ada nomor lain yang bisa mereka hubungi selain nomor Binar, mengapa orang orang yang tak Binar kenal selalu mengusik lewat ponselnya.

Binar meletakan kembali ponsel miliknya di atas meja belajar, ia mengabaikan panggilan itu.

Masih 2 langkah Binar berjalan, ponsel itu kembali berdering, dari nomor yang tadi.

Binar kemudian mengambil ponsel itu dan menekan tombol hijau.

"Hallo ini siapa yah? " tanya Binar langsung. Tak ada sautan yang terdengar dari sana, fiks ini pasti orang iseng lagi ngerjain Binar.

Karena tak ada sautan apa apa, Binar langsung mematikan sambungan telefon itu, tapi belum sempat Binar meletakan ponselnya, panggilan itu muncul lagi. Binar mendengus kesal, tangannya dengan cepat menekan tombol merah, Binar menolak panggilan.

Tapi baru dua detik Binar menolak panggilan itu, sekarang nomor itu muncul lagi di layar ponsel Binar.

"Ni orang maunya apa sih, di angkat gak ngomong, di tolak nelpon nelpon mulu," Kesal Binar, tangannya kembali menekan tombol merah, tapi lagi lagi nomor itu muncul di layar ponsel Binar membuat Binar menjadi geram. Binar hampir membanting ponsel miliknya .

"Ya Allah, anak siapa si ini," ketus Binar, akhirnya Binar menerima panggilan itu.

"Apa sih nelpon nelpon mulu, ganggu banget tau gak! kayak gak ada kerjaan lain, awas yah kalau nelpon lagi, gue makan lo." amuk Binar pada orang itu.

Tak ada sautan juga, yang terdengar hanya suara seseorang bernafas dan mungkin suara sedang tertawa kecil. Fiks Binar dikerjain.

"Ngese-"

"Adara"

Deppp

Seketika Binar terbungkam dengan suara dan panggilan itu, Binar mengenali suara itu, suara yang selalu menghantui telinganya saat dulu, tapi tunggu, tidak mungkin itu dia, iya tidak mungkin.

Binar terdiam tak lagi bersuara.

"Apa kabar? " suara itu kembali muncul, Binar sekarang benar benar tak bisa berkata apa apa.

"Ini gue, Reygan"

Seketika jantung Binar berhenti berdetak sejenak, nama itu, nama yang selalu dia banggakan, yang selalu membuat suasana hatinya bahagia, tak mungkin.

"Hallo? Dar, lo masih disanakan?" Ucap Reygan lagi.

Binar masih tak bergeming, tangannya gemetaran, Binar langsung mematikan panggilan itu dan mengoffkan ponselnya.

Ini benar benar di luar dugaan Binar.

*****

Binar belum berani menghidupkan kembali ponselnya, ia takut jika nanti nanti Reygan menelpon dirinya. Sejak malam itu Binar kepikiran dengan Reygan, pertanyaan pertanyaan mulai muncul di kepala Binar mengenai Reygan.

Mengapa Reygan menghubunginya kembali? itu adalah salah satu pertanyaan yang paling utama.

Binar mengetuk ngetukan jarinya ke atas meja, mencoba mencari jawaban sendiri atas pertanyaan yang ia buat sendiri.

Disaat Binar sedang serius seriusnya, selalu ada saja gangguan manusia langkah yang menganggu, "Woii." ketus Juni tiba tiba, Binar terkejut karena kehadiran Juni.

Juni melihat ekspresi Binar yang WOW. "Gak usah gitu juga kali, emang gue udah wow banget makanya lo sampe kaget gitu?" celetuk Juni. Binar terpelongo, mungkin ini yang di rasakan Juni semalam, tak paham.

"Ha? " Binar bingung.

"Ha ho ha ho, kenapa lo gak bales chat gue ha? gak ada kuota lo? wifi lo mati? mati listrik di rumah lo?" omel Juni pada Binar.

Binar menatap Juni tak percaya, apa ini temannya, seperti emak emak kalah tauran diskon.

"Bisa gak ngomong gausah teriak teriak, gue masih sayang kuping gue," sinis Binar.

Juni menarik nafas kemudian tersenyum, "Binar sayang kenapa lo gak bales chat gue ha? habis kuota lo?" ucap Juni sepelan mungkin.

"Ha?" respon Binar.

Juni yang mendapat respon hanya ha mencoba bersabar. Orang sabar pasti manusia.

Juni mendekatkan wajahnya kearah Binar, "Binar maemunah," panggil Juni halus membuat Binar tersenyum.

"LO BUDEK YAH, BUDEK KOK DI PELIHARA, AYAM NOH DI PELIHARA." teriak Juni dikuping Binar membuat Binar melotot karena suara Juni. Kuping Binar sekarang berdengung, rasanya suara Juni mantul mantul di telinganya.

Mungkin bukan hanya Binar yang merasakan kerasnya suara Juni, tapi orang orang yang ada disana juga meraskannya, karena sekarang Juni menjadi sorotan mata sinis dari orang orang yang sedang mengelus ngelus telinganya.

Juni melihat kearah mereka, kemudian menyengir kuda.

"Kuping gue mati rasa," lirih Binar memegangi kupingnya.

"Lo sih budek," ucap Juni kemudian mengambil alih tempat duduk Binar supaya Binar berpindah ketempat duduknya, disamping.

"Tapi gak usah teriak teriak juga ny*t," ketus Binar.

"Iya sorry sorry" "Emang kenapa sih gak bales chat gue, pake centang satu segala lagi, kuota lo beneran habis, atau listrik lo mati karna lo lupa bayar? " Juni mulai mencerocos.

"Gak."

"Jadi? "

"Gue off'in hp gue, ni." Binar menunjukan ponselnya yang tengah mati.

Juni meraih ponsel Binar, "Dih, kenapa? rusak? ganti barulah." celetuk Juni lagi.

"Bukan." Binar kembali mengambil ponselnya.

"Jadi? " Juni meraih ponsel Binar lagi.

"Males aja, banyak yang ngechat soalnya." ucap Binar tak memgambil ponselnya lagi melainkan Juni yang melemparnya langsung ke Binar, "Dih sombong banget lo, baru aja banyak yang ngechat udah gitu, gue yang gak ada ngechat b aja." celetuk Juni membuat Bianr langsung tertawa sambil menyentil kepala Juni. "Sadisnya hidup lo neng."

1
Capit
😊😊
Capit
aku suka banget ceritanyaa..... mampi juga ke ceritaku ya thor, CLAUDIA
Ilan Irliana
yah...ko sad end k..huaaa
Ilan Irliana
awan udh kek hantu..d dmn2..
isti soemardi
yaa Tuhan rasanya nyesek bangettt inih, thor 😭😭😭😭😭😭😭😭😭 ceritanya bagus.. makasih yaa, thor ☺☺☺☺☺☺
Dsyy
Semangat kk🙃
Juanafif: terimakasih :))
total 1 replies
Miss GD💞
thor ko kaMu tega knpa Misahin si binar Ma si awan,,seriusan taMat thor,trus nasib si juni gMna d penjara apa gila trus perasaan ibu nyah si binar si friska pas tau si binar Meninggal gMna Merasa kehilangan yg aMat sangat kah😭seMpilin extrapart nyah duong thor😁Makasih thor story bagus seMangat trus ok😊😊😊
Miss GD💞: cerita bgus psty saya baca thor😊
total 2 replies
Agathaa ⟭⟬⟬⟭ ⁷
sumpah sedih banget 😭
Agathaa ⟭⟬⟬⟭ ⁷: ada season 2 nya nggak thor ?
total 2 replies
Miss GD💞
huuuh slah besar deh kyak nyah si binar..sahabat yg kyak giMana dulu yg Mesti dpertahanin...sahabat kyak gto Mh buang aja ke laut,,
Yora
baca sambil ngemil
Dsyy
Semangat kk💪💪aku nitip jempol lgi ya 👍ditunggu up selanjutnya 😊

Salam dari author police lgi hate you🤭
LF
Semangat
LF
Lanjut
Nursari
Lanjut! semangat ya💚

Nextnya ditunggu di karyaku sudah UP,
- Psychopath And Me
- Not Until
Yora
lanjut
Dsyy
Aku bawa jempol lgi kakak 🤭semangat 💪💪

#salam dari police l hate you kk🙏
Yora
😆 uuuupppp
Yora
ih kesel
LF
Semangat lanjut
Agathaa ⟭⟬⟬⟭ ⁷
ih sumpah kesel banget aku bacanya 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!