Jesyca jeje
Bolehkan sekali kita berkhayal?
Seandainya pun boleh, pastikan khayalan tersebut dapat terwujudkan.
Kisah sosok seorang pendamba cinta, setelah sekian lamanya terjebak dalam penyakit yang entah sejak kapan datangnya, dan bertemu dengan wanita yang mampu menimbulkan hasratnya kembali.
Akankah pria itu sembuh, ataukah sebaliknya, apa yang terjadi?
Yuk lanjut aja bacanya, jangan lupa dukung author dengan cara like, komen dan vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesyca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps #19
Sudah 20 menit wanita itu di dalam kamar mandi, Adit pun masih setia berbaring di tempat tidur sambil mengecek laptop nya. Walaupun tidak berada di kantor, pria itu menghandle pekerjaan nya dari jauh tanpa ada yang terlewatkan.
Kreettt...
Amira sedikit mengeluarkan kepalanya dan melihat Adit masih berbaring di tempat tidur.
"Kenapa kamu masih di sini? "Tanya Amira
"Aku masih mengerjakan tugas ku. "Pria itu menjawab tanpa melihat orang yang bertanya.
Gadis itu kebingungan, ia tidak tau harus memakai baju apa, pasalnya baju yang di siapkan Adit semua nya baju yang kekurangan bahan. Ia pun lupa meminjam baju kepada Anggun.
Sudah lama Adit menunggu Amira, tapi gadis itu masih setia berdiri di balik pintu.
"Sayang, apa yang kau lakukan? "Adit berjalan menuju kamar mandi.
"Jangan kemari. "Teriak Amira
"Kenapa, kau tidak apa-apa kan? "
"Emmm.. Itu, anu. "
Adit sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Amira, ia pun membuka pintu kamar mandi dengan paksa.
Gadis itu masih menggunakan kimono dan berdiri di depan wastafel.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berdiam diri di sini, kenapa belum memakai baju? "
"Cukup! Simpan semua pertanyaan konyol mu itu, kau yang membuat ku seperti ini, apa maksud mu menyiapkan baju kekurangan bahan di koper ku? "Gadis itu bersedekap dan membuang pandangan ke arah lain..
"Phuufff.. "Adit menahan tawa nya sambil menutup bibirnya dengan tangan..
"Kenapa kau tertawa, aku sudah kedinginan, apa kau ingin membunuh ku dengan cara membekukan tubuh ku. "Gadis itu menghentakkan kaki nya.
"Tidak mungkin itu terjadi, aku akan memberi kehangatan untuk mu. "Adit mendekati Amira.
"Apa yang kau lakukan? Jangan macam-macam dengan ku, "Amira mendorong Adit dengan kedua tangannya.
Tetapi pria itu tidak goyah, dia semakin mendekat dan mendorong tubuh Amira sampai menempel di dinding.
"Tenanglah sayang.. Aku tidak akan menyakitimu, aku hanya ingin memberi mu kehangatan, kau pasti suka. "
"Adit, jangan.. "Ucapan Amira terpotong karena Adit langsung menciumnya.
Cupp
Kecupan singkat mendarat di kening Amira.
Cupp
Kecupan itu mendarat di pipi kanan kiri Amira.
"Sudah ku katakan, aku tidak akan menyakitimu, belajarlah mencintai aku mulai detik ini. "Adit langsung ******* bibir ranum Amira, tanpa ia beri kesempatan untuk Amira menjawab perkataannya.
Amira tampak sudah kehilangan banyak oksigen, Adit melepaskan ciumannya dan sedikit merenggangkan tubuh nya dari Amira.
Amira diam tak bersuara, begitu banyak rasa yang dia alami saat ini. Rasa dingin yang sudah menusuk ke tulang, rasa debaran jantung nya yang tidak beraturan, dan rasa tubuh nya mulai menegang bergejolak.
"Apa kamu suka kita melakukan di sini? "Tanya Adit tanpa malu.
"Tidak, aku sangat kedinginan. "
Adit tersenyum mendengar ucapan Amira. Dia pun langsung menggendong Amira dan menurunkannya di kasur.
"Aku mau yang tadi. "Adit membelai wajah Amira sambil memainkan rambutnya.
"Ak.. Aku takut. "Ucap Amira terbata-bata.
"Heem.. Takut kenapa sayang? "
"Aku ta.. Takut kita akan melewati batas, aku ingin menyerahkan mahkota ku kepada suamiku kelak. "
Adit tersenyum mendengar ucapan Amira, dia yakin bahwa Amira adalah gadis baik-baik.
"Aku tidak akan melewati batas, aku berjanji padamu, aku hanya ingin bercumbu dengan mu, apa kau mengijinkannya? "
"Kenapa kau bertanya soal itu, aku cukup malu untuk menjawab pertanyaan konyol mu. "
"Hahahaha, mulai sekarang, jangan pernah malu bercumbu dengan ku, aku hanya ingin bercumbu dengan mu saja."
"Kenapa harus aku, aku bukan sapa-sapa mu."
"Sudah ku katakan dari kemarin, kamu adalah wanita ku, jadilah pacar ku, jadilah istriku dan ibu dari anak-anak ku. "
"Apa kau sedang mengatakan cinta mu pada ku? "
"Apa kau tidak pernah menjalin cinta, sehingga pernyataan cinta ku kau anggap seperti kicauan burung."
"Bukan itu maksud ku, aku hanya takut tersakiti. "
"Apa kamu meragukan aku, apa ada pria lain yang cukup meyakinkan hati mu? "
"Tidak. "Ucap Amira singkat, terlintas di benak nya kenangan bersama Ronal.
"Apa aku boleh meminta tolong pada mu? "
"Apa yang kau ingin kan. "
"Menyingkir lah dulu dari atas tubuh ku, aku tidak bisa bernafas jika terus begini. "
"Aku ingin seperti ini, kata kan lah apa yang kau inginkan. "
"Anu.. Emm.. Apa kau bisa membelikan aku baju di toko terdekat. "
"Aku sudah menyiapkan baju spesial di koper mu, kenapa kau tidak memakai nya. "Goda Adit.
"Kita belum menikah, aku tidak pantas memakai baju itu, apa kau senang pria lain melihat tubuh sexi ku ini. "
"Sapa pun pria itu, berani melihat tubuh sexi mu, aku akan membutakan mata nya. "
"Memang kau sapa ku, seharusnya aku yang duluan membutakan mata mu. "
"Sudahlah, apa kau tidak capek dari tadi berdebat dengan ku, aku hanya ingin bermesraan dengan mu, tapi kau memarahi ku berjam-jam. "
"Yasudah, cepat kau pergi belikan aku sepasang baju. "
"Bercumbu lah dengan ku, maka aku akan menuruti nya. "Adit menyeringai
"Adit! "Bentak Amira.
"Tuan sayang ku. "Adit mengedip kan satu matanya.
Amira yang sudah kedinginan dan merasa capek berdebat dengan Adit, ia pun mencium kilas bibir Adit. Tapi bukan Adit nama nya jika tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada. Pria itu memegang tengkuk Amira dan langsung menciumnya dengan lembut, semakin lama semakin panas.
"Eem.. Ahh. "Tanpa sadar Amira mengeluarkan suara laknatnya.
Adit menarik tubuh Amira di dalam pelukannya dan kini Amira sudah di atas tubuh Adit. Mereka saling membalas ciuman satu sama lain, semakin lama semakin memanas, tangan Adit pun tidak tinggal diam, tangannya sudah menjelajahi tubuh Amira.
Amira tersadar, ia sudah terbawa suasana dan tidak ingin hal lain terjadi, ia pun menarik tubuh nya sedikit menjauh.
"Maaf, kita sudahi di sini, aku tidak ingin kita berbuat lebih jauh. "
"Maafkan aku juga, aku terbuai dan sangat menikmatinya tadi. "Adit tersenyum.
"Cepat pergi belikan aku baju. "Amira mendorong bokong Adit dengan kaki.
"Haiss.. Kau ini wanita yang kejam. "Adit memegang bokong nya.
"Tunggulah di sini, pakai selimut mu, aku akan pergi ke toko terdekat. "Adit berjalan meninggalkan Amira.
"Tunggu. "Teriak Amira membuat langkah Adit terhenti.
"Apa? "
"Aku lapar. "Amira menjawab sambil menundukkan kepala nya.
"Tunggulah sebentar, aku membeli baju dulu dan nanti kita makan di luar. "
"Baik lah, cepat kau pergi, perut ku sudah keroncongan dari tadi. "
Adit tidak menjawabnya dan langsung menutup pintu kamar Amira.
Pria itu menjalankan mobil sportnya mencari toko baju terdekat menggunakan google map, ia pun mencari restauran yang romantis, ia berniat ingin kembali menyatakan cinta kepada gadis pujaan hatinya itu. Ia tidak ingin melewatkan setiap kesempatan yang dimiliki..
Bersambung..
Jangan lupa like, komen dan vote ya❤❤❤
..adit good joob