NovelToon NovelToon
Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Militer / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Selingkuh / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Rindu Yuliana

Gisya Kayla Nursalsabila, seorang gadis pemilik 'Caca Bakery'. Ketika Ayahnya mengucapkan keinginan terakhirnya. Gisya hanya mampu menerima semua keinginan Ayahnya sebelum meninggal.
"Ayah, selamat Jalan Ayah. InshaAllah Caca akan memenuhi semua amanat Ayah." ucap Gisya dalam hatinya.

Perjodohannya dengan Zayn membawa Gisya pada luka hati yang mendalam. Zayn selalu menunda Rencana Pernikahan mereka.
"Maafkan aku Gisya, aku tidak bisa menikah dengan kamu. Aku mencintai oranglain, meskipun tak bisa dipungkiri aku juga ingin bersamamu." Batin Zayn.

Pada akhirnya, Gisya bertemu dengan Fahri. Seorang Tentara yang sama-sama dikhianati. Zayn menjalin hubungan dengan Santi, yang merupakan kekasih Fahri.

Gisya dan Fahri kemudian bertemu, dan menjalin sebuah hubungan.

"Mengalir aja ya, Bang! Gak usah saling genggam terlalu erat, takutnya nanti ada yang patah. Kalo Abang butuh aku, Aku akan selalu ada disamping Abang. Kalo Abang rindu, aku akan selalu ada disini. Dihati Abang. Hiduplah seperti sebelum kamu mengenal aku, Bang. Jangan jadikan keberadaanku sebagai beban dihidup kamu." Tutur Gisya.

"Abang yang harusnya berterimakasih, kamu sudah mau menjadi teman hidup Abang. You’re the one girl that made me risk everything for a future worth having. I just wanna say something, I Love you Gisya. That’s all." ucap Fahri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. H-7 Ulil Day

Gisya melajukan motornya perlahan, dengan perasaan was-was karena tidak memakai helm. Saat di persimpangan, dilihatnya sedang ada Razia polisi. Gisya berniat untuk putar balik, tapi sayangnya seorang Polisi sudah menghadangnya.

"Selamat pagi, apa ibu tau kesalahannya?" tanya Polisi.

"Uqii yang baik hatiii, jangan ditilang ya! Helmnya tadi kebawa sama Bang Fahri." ucap Gisya memelas.

"Gak bisa Teh, Uqi harus profesional dong. Harusnya malu! Masa adiknya Polisi, kakaknya doyan langgar aturan." bisik Syauqi.

Yap!! Bripda Syauqi Malik yang menilangnya.

"Ada apa ini, Syauqi?" tanya Iptu Aditya.

"Gak ada apa-apa Bang, ini mau saya tilang." jawab Syauqi sambil menuliskan surat tilang.

"Awas ya Qi, gak bakalan Teteh kasih kamu Airflow cake lagi!" bisik Gisya namun terdengar oleh Aditya.

"Ekheemm!"

"Maaf Bang, dia kakak saya!" ucap Syauqi.

"Meskipun keluarga, tetep profesional ya Syauqi." ucap Iptu Aditya.

"Cepetan Uqi! Teteh musti belanja bahan buat kue nikahan Ulil ini, nulis aja lelet banget sih!" kesal Gisya.

"Yee! Bentar atuh Teh, tunggu disini! Uqi ambil dulu helm buat Teteh pake," ucap Syauqi.

Saat Syauqi mengambilkan helm, Aditya mengajak Gisya berkenalan.

"Namanya siapa? Saya Iptu Aditya, rekan kerjanya Syauqi." tutur Aditya.

"Saya Gisya, kakaknya Uqi." jawab Gisya.

"Lain kali mematuhi peraturan lalu lintas ya, Gisya."

"Maaf Mas, tadi saya memang pake helm. Cuman kebawa sama--" ucapan Gisya terpotong oleh Syauqi.

"Nih, pake helm punya Uqi! 50ribu sehari ya teh," ucap Syauqi.

"Minta sama Bang Fahri!" kesal Gisya.

Tanpa berpamitan pada Adit, Gisya melajukan scooter matic kesayangannya. Setelah sampai rumah, Bunda Syifa sudah berkacak pinggang didepan pintu.

"Yaa Allah Gisya! Bunda kelaparan nungguin kamu dari jam 6.30 pagi. Bunda telponin gak diangkat-angkat, tau gak Bunda tuh khawatir! Datang-datang malah nyengir begitu!" kesal Bunda Syifa.

"Hehe, Assalamualaikum dulu Bunda."

"Walaikumsalam! Jelasin sekarang." titah Sang Bunda.

"Tadi waktu beli lontong kari, Caca ketemu sama Bang Fahri. Terus diajakin makan bareng sama Danki dan istrinya. Caca kan gak enak kalo nolak, Bun. Eh pas pulang Caca apes banget Bun. Ditilang sama anak Bunda, jadi deh Caca telat pulangnya." jelas Gisya.

"Hmm.. Kenapa Uqi tilang kamu?" tanya Bunda.

"Caca gak pake helm, Bang Fahri kelupaan gak buka helm waktu Caca anterin kedepan Batalyon. Begitu sampe langsung lari kedalem, takut telat Apel pagi katanya. Itu yang jaga gerbang, sampe ketawa-ketawa Bun liat kelakuan Bang Fahri," tutur Gisya yang antusias menceritakan.

"Alhamdulillah, kamu ceria lagi seperti dulu Nak. Terimakasih, Fahri." batin Bunda Syifa.

"Yaudah cepet siap-siap, 15 menit lagi Mama Rini sama Umma sampe!" ucap Bunda.

Gisya pun bergegas masuk kedalam kamarnya dan mengganti bajunya. Gisya memakai rok pink dan atasan warna hijau muda. Tanpa memakai make up dan hanya memakai pelembab bibir. Saat keluar kamar, dua sahabatnya itu sudah berkacak pinggang didepan pintu.

"Astaghfirulloh, berasa Syurga dan Neraka deh ada 2 penjaga." celetuk Gisya yang membuat kedua sahabatnya itu terheran.

"Kamu tadi pas nganterin Bang Fahri gak jatoh kan?" tanya Febri.

"Apaan sih! Udah ayok! Nanti kesiangan, banyak yang harus dibeli tau." tutur Gisya.

Mereka berbelanja kebutuhan pernikahan Yuliana dan Jafran. Saat ini Mami Lia dan Papi Yuda sedang melaksanakan ibadah Umroh. Mereka memiliki Nadzar, jika Yuliana menikah maka mereka akan melaksanakan ibadah Umroh. Karena Yuliana hanyalah anak mereka satu-satunya. Maka persiapan pernikahan Yuliana, semuanya dibantu oleh Bunda, Umma, dan Mama Rini.

Pasar Andir dan Pasar Baru, kedua tempat itu yang mereka kunjungi. Mereka membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Yuliana meminta agar stand makanan pendampingnya diatur oleh Gisya. Sementara makanan utamanya diatur oleh Catering.

"Kamu mau bikin apa aja Ca buat stand makanan?" tanya Bunda Syifa.

"Gak banyak Bun. Cuman Airflow Cake, Puding buah, Soes buah, Beef Pastry sama Risoles Ayam." ucap Gisya.

"MashaAllah, kamu kuat bikin itu semua sendiri Ca? 1000 pcs loh!" ucap Umma Nadia.

"Gak sendirian atuh Umma! Kan dibantu sama karyawan yang lain. Calon manten juga kebagian tuh bikin Rujak Malaysia sama Es Goyobod." ujar Gisya.

"Iya Umma, udah tenang aja! Aman pokoknya mah!" ucap Febri.

"Terharu deh! Makasih semuanya," ucap Yuliana memeluk Umma.

Hari terus berlalu, tak terasa hari ini H-7 menuju hari pernikahan Yuliana. Gisya dan Febri sibuk membantu segala persiapannya. Seperti hari ini, mereka sedang menemani Yuliana untuk fitting kebaya pernikahan.

"Biw, kayaknya aku mulai kurusan nih! Baju nya muat sekarang," antusias Yuliana. Pasalnya saat minggu lalu ke butik untuk mencoba, kebayanya kekecilan.

"Alhamdulillah, akhirnya muat juga." tutur Febri.

"Mbak Caca sama Mbak Febri gak sekalian pesan atau coba kebaya yang ada disini? Siapa tau cocok jadi model bu Anne." Ucap Intan pegawai butik.

"Aku udah pesen buat bulan depan Mbak Intan. Suruh Caca aja tuh, yang belum ada hilal." Celetuk Febri.

"Gak usah Mbak Intan, saya sudah punya kebaya Bridemaids!" tolak Gisya.

Setelah selesai, mereka berjalan menuju parkiran membawa beberapa paperbag ditangan mereka. Saat Gisya berjalan, dia ditabrak oleh seorang laki-laki hingga semua paperbagnya terjatuh.

"Pak kalo jalan liat-liat dong!" kesal Gisya.

"Eh, maaf-maaf. Gisya!" ucap Aditya.

"Siapa ya?" tanya Gisya yang lupa pada Aditya.

"Ya ampun, saya Aditya. Atasan adik kamu, kita ketemu waktu kamu ditilang!" Tutur Aditya mengingatkan.

"Oh iya, Mas Aditya ya!" ucap Gisya sambil mengingat.

"Padahal belum lama lho, tapi kamu sudah lupa."

"Maaf ya Mas Adit, saya permisi dulu. Udah ditunggu sama temen." pamit Gisya.

Aditya terus menatap Gisya, entah kenapa hatinya begitu tertarik pada sosok Gisya.

"Siapa Ca?" tanya Febri.

"Atasannya si Uqi," Jawab Gisya.

"Ganteng fix! Kenal dimana?" tanya Yuliana.

"Heh! Udah mo kawin juga, jelalatan!" kesal Febri.

"Nikah Biw! Kenal pas waktu ditilang," jawab Gisya.

"Gawat! Antara hijau dan pink dong kamu, Ca!" celetuk Yuliana.

"Hah? Maksudnya?" tanya Febri penasaran.

"Antara Persit dan Bhayangkari! Gitu aja gak paham, heran deh!" kesal Yuliana.

"Yeee, ngaco banget sih!" ucap Gisya yang sudah masuk kedalam mobil.

Setelah fitting baju, mereka pergi ke Salon kecantikan muslimah untuk lulur dan perawatan.

"Aduhh enak banget, bisa-bisa ketiduran ini mah!" celetuk Yuliana.

"Emang kamunya aja tukang molor, Lil." kesal Febri.

"Undangan udah disebar semua kan, Ca?" tanya Yuliana.

"Udah aman sama Uqi, Jafran mulai cutinya kapan?" tanya Gisya.

"H-2 baru bisa cuti, biar agak lama menikmati suasana pengantin baru!" ucap Yuliana.

"Huhu, sahabatku udah mau pada Sold Out." ucap Gisya.

"Mudah-mudahan kamu juga nyusul, Ca." harap Febri.

"InshaAllah kalo udah ada jodohnya. Mas Andi datang pas hari H si Ulil?" tanya Gisya.

"Mudah-mudahan bisa ngambil cuti. Lagian kan gak bisa seenaknya cuti. Apalagi kita mau nikah bulan depan," ucap Febri.

"Yess! Jadi aku ada temen khaaaannn!" bahagia Gisya.

"Dih, malesin!" ketus Febri.

Wajah dan badan mereka jauh lebih segar setelah perawatan. Gisya dan Febri sudah berada di Toko, mempersiapkan segala kebutuhan untuk membuat dessert untuk stand nanti. Toko 'Caca Bakery' pun tutup selama 3 hari mulai dari H-2. Selama seminggu ini, Fahri tidak pernah menampakkan dirinya. Terakhir mereka bertemu ketika sarapan pagi bersama. Gisya sama sekali tidak memiliki kontak Fahri, begitupun sebaliknya. Tapi ketika mereka bertemu, pandangan mata mereka seperti pasangan kekasih yang lama terpisah.

"Assalamualaikum, Calon Makmum." sapa Fahri.

"Dih, walaikumsalam!" ketus Gisya.

"Gini nih, lama gak di apelin. Ngambek ya, Dek." goda Fahri pada Gisya.

"Apaan sih, abang tuh kayak Jailangkung! Datang gak di undang pulang gak diantar," kesal Gisya.

"Ciee ngambek!" tutur Fahri makin menggoda.

Mereka saling melemparkan candaan dan sesekali tertawa. Pemandangan itu tak luput dari pandangan Febri. Dia hampir saja meneteskan airmata bahagianya. Bahkan Febri memotret kebersamaan Candid mereka.

"Welcome back Gisya! Terimakasih Bang Fahri!" ucap Febri dalam hati.

"Abang! Helm Caca belum dibalikin, ya!"

"Huft! Kesel tau kalo inget helm itu, Abang diledekin satu Kompi gara-gara itu helm!" kesal Fahri.

"Hahahaha, rasain! Itu balesannya godain Caca," ucap Gisya sambil tertawa. Fahri terus memandangi wajah Gisya yang tertawa.

"Bahagia terus ya, Ca! Jangan ingat hal-hal yang membuat kamu sakit." ucap Fahri tiba-tiba.

"Bang! Setelah pengkhianatan hari itu, yang aku sadari adalah satu-satunya yang bisa menyembuhkan luka hati aku ya cuma diriku sendiri. Dengan menikmati dunia yang baru. Setelah kejadian itu, pada akhirnya itu hanya menjadi masalalu aku sama dia. Aku emang gak pernah berjanji setelah itu untuk selalu bahagia. Karena menurut aku, luka itu juga perlu untuk sebuah pendewasaan." tutur Gisya yang membuat Fahri terkesiap.

"Alhamduillah, Abang lega dengernya." ucap Fahri.

"Dengan memaafkan dan berdamai dengan keadaan, Caca paham bahwa cinta itu memang tidak bisa dipaksakan. Buktinya mereka sampai nekat melakukan dosa besar, demi mempertahankan cinta mereka Bang. Caca sudah ikhlas, semoga Abang juga."

"Memang tidak mudah, mengingat hampir 7 tahun kami menjalin hubungan. Tapi setelah Abang tau dia mengandung, Abang sudah mengikhlaskan semuanya." Tutur Fahri.

Pada akhirnya, hal yang paling berarti adalah seberapa Ikhlas kamu melepaskan sesuatu yang tidak dimaksudkan untukmu.

-Gisya&Fahri-

Salam Rindu, Author ❤

1
Ara Dhani
aku datang kembali Thor, gak bosen bolak balek baca
Rindu Yuliana 🌸: terimakasih banyak masih mendukung author 🙏🤗
total 1 replies
Tsaqib Hasbi
ini bab yg paling membuat aku nangis,
Tsaqib Hasbi
emang nikah siri gk pake wali,sampai orang tua febri tidak tahu
Tsaqib Hasbi
aku sneng baca kisah ini, romantis, tp ,pas cerita panasnya d skip.👍 bagus,jd ku rasa yg belum nikah pun aman baca kisah ini
alvika cahyawati
kehilangan. ke2 ortu memang sedih tp semua itu. kita kembalikan. pd yg kuasa amien
alvika cahyawati
padahal aku ini udah baca novel untuk kesekian kali nya tapi. ngk bosen baca nya.
w komahoks
meleleh hati adek bangggg🤭
citra marwah
oalaaaa trnyata nasib mirda kaya nasib fahri🥺
citra marwah
19 thn wah wah...mnding skrg chandra 23 jdi agak turun dkit lah perbedaan usia nya,16 thn perbedaan nya...nnti Elmira 20 thn chandra 45 waduuh udh bapak2 bgt😄
citra marwah
klo part ebiw kok melow trs ya🥺
citra marwah
🤣🤣🤣🤣
citra marwah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣Saking panik nya dia mau lahiran sendiri x🤭
Danny Muliawati
lebih baik bgt ca tau dr awal dr pd tau sdh menikah nyesel nanti
Dewi Ink: Hallo ka, ijin sharing🙏 karya Novelku yang berjudul:
180 Hari Menjalani Wasiat Perjodohan.
Siapa tahu suka, terimakasih😊
total 1 replies
Lina Astika Sari
anakmu lah baba.. masak anak meng😂😂😂
Lina Astika Sari
😂😂😂.. jadinya huruf hijaiyah ya baba jafran😁
Lina Astika Sari
😂😂😂😂.. sukak bener deh uqiii..
panik komandan fahri😁
Lina Astika Sari
aku pun gak sanggup kehilangan mas andi thor😭.. menggingatkanku dg alm. adekku😭
Lina Astika Sari
sauqiiiii maliiiiikkkk.. sukak gemes deh sama uqiiiiiii😂
Lina Astika Sari
ngakak aku di part ini.. bisa pulak pak dankinya begurau😂
Ati Rohayati
ending nya sad ya 😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!