Menikah dan memiliki keluarga yang hangat penuh kasih sayang, merupakan impian setiap wanita. Memiliki anak anak yang lucu, suami yang perhatian dan sangat mencintai keluarga nya.
Namun, semua itu tidak terjadi pada rumah tangga ku. Aku di nikahi oleh seseorang yang sama sekali tidak aku cintai.
Selama 2 tahun pernikahan kami dikarunia oleh seseorang putra. Kehidupan ku terasa semakin hampa, aku pernah berpikir, jika sudah memiliki anak, cinta itu akan muncul. namun tidak. Hidup ku tetap terasa hampa. Hingga Mantan pacar ku datang dan merubah segalanya.
Salah kah????
Salah kah?? aku tidak bisa memikirkan nya lagi. Aku takut, dan bahagia.
Baca cerita lengkap nya, jangan lupa like, komen dan favorit kan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anha Permana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19
"Permisi nyonya Ryan, bagaimana kabar nya hari ini?
Tanya dokter yang sedang memeriksa kondisi Amel hari ini.
" Baik dok! "
"Seperti nya nyonya Ryan siang ini sudah bisa pulang ya"!
Ujar dokter memberi kabar.
" Alhamdulillah, terimakasih ya dok"
kata mama.
Amel mengabari Ryan agar menjemput nya siang ini. Mama pun berkemas agar nanti tinggal berangkat saja bila menantu nya menjemput.
Amel pun mengabari Dian.
"Dian, siang ini aku sudah bisa pulang"!
Tetapi Dian tidak membalas.
Amel pun tidak menghiraukan semua itu, Mungkin Dian sedang kerja.
Sesampainya nya di rumah, Amel melihat ada perubahan sikap Ryan terhadap nya. Ryan lebih perhatian dibandingkan sebelum nya.
" Sayang, si dedek ini mirip siapa ya? kayak nya gak mirip aku deh? "
Ryan merasa curiga.
"Masa sih, itu hidung nya mirip kamu"
Amel mencoba meyakinkan Ryan.
"O iya ya sayang," kata Ryan sambil tersenyum.
Amel sangat takut kalau Ryan curiga, dari kelahiran anak ke dua ku ini Ryan sudah curiga karena Ryan merasa kandungan ku belum cukup sembilan bulan masih kurang enam minggu lagi di perhitungan aldi,karena memang Amel memberitahukan bahwa dia hamil usia kandungan nya sudah enam minggu. Tetapi untung saja Amel bisa memberi alasan yang tepat. Dan keraguan Ryan bisa teratasi.
Dua bulan sudah pasca melahirkan Amel dan waktu cuti pun berakhir. Besok Amel sudah mulai bekerja, dan selamat dua bulan pula Amel tidak ada komunikasi dengan Dian. Amel selalu memberi kabar pada Dian tetapi ia tidak membalas setiap pesan Amel. Itulah yang menjadi beban terbesar Amel selama dua bulan belakangan ini.
***
Hari ini hari pertama Amel ke kantor. Amel sengaja tidak memberitahu kan Dian karena Amel sengaja ingin melihat kenapa Dian berubah.
Diam diam Amel datang ke gudang, dan ya Amel menemukan jawaban nya yang selama dua bulan ini.Amel mendapati dian tengah bermesraan dengan karyawati yang juga seorang sales di kantor tersebut. Sungguh membuat hati Amel panas mendidih ke ubun ubun.
"Hhmmm, hhhmmm,,, maaf kalau aku mengganggu"
Amel menyapa dengan hati kesal dan sedih, sambil berlalu pergi kembali ke ruangan nya.
sampai di ruangan nya Amel hanya menangis, rasa cemburu membuat nya terluka.
"Kenapa Dian,mudah sekali kamu melupakan ku. Padahal aku ini baru selesai melahirkan putri mu dan apa yang aku lihat pagi ini? Kenapa Dian? "
Tangis Amel yang tertahan.
'tok,,, tok,,, "
suara pintu ruangan Amel di ketuk.
"Masuk! "
"permisi"
Ternyata Dian.
"Kamu kenapa Amel? , kenapa kamu nangis? "
Tanya Dian, dengan tatapan khawatir.
"Gak usah sok perhatian dan sok khawatir kan aku, luka ini karena kamu. "
"Karena aku? apa yang aku lakukan? "
"Ternyata kamu udah punya pacar baru ya? , pantes aja kamu gak ngasih kabar ke aku lagi atau pun kamu gak pernah menanyakan kabar anak mu lagi. "
"Maaf Amel, bukan itu maksud ku, tapi aku sengaja menjalin hubungan dengan cewek lain agar hubungan kita tidak tercium oleh siapa pun karena aku hanya ingin hubungan dengan putri kita hanya akan menjadi rahasia besar kita saja. "
"Tapi aku mohon sama kamu jangan bermesraan di hadapan ku, terserah kamu mau menjalin hubungan dengan siapa pun tapi cari lah yang seagama dan menerima kamu apa ada nya. "
Dian hanya terdiam dan mata nya berkaca kaca tapi dia berusaha untuk terlihat tegar di hadapan Amel.
"Jujur aku cemburu, aku sakit saat melihat kamu bersama cewek lain walaupun aku tahu kenyataan nya kita tidak akan bisa bersatu, walaupun sudah ada buah cinta kita."
Ujar Amel setengah memohon kepada Dian.
"Maaf"!
Hanya itu kata yang terucap oleh Dian, dan pergi setelah Amel memberikan faktur yang di butuhkan nya.
Saat Amel sendiri ia menumpahkan semua kesedihannya, lalu maya datang.
" Amel! ada apa? kenapa kamu nangis? kamu kan masih punya baby jadi kamu gak boleh stres loh, gak baik buat baby kamu nanti juga buat kesehatan kamu? "
"Maya, kenapa kamu gak ngasih tau aku kalau Dian punya pacar baru saat ini? "
"Maaf Amel, tadi nya aku pikir mereka hanya bercanda saja, tapi ternyata mereka benar benar pacaran dan Dian meminta ku untuk tidak memberi tahu mu. "
"Aku tahu may, kalau aku gak ada hak apa pun tentang Dian mau menjalin hubungan dengan siapa tapi hati ku gak bisa bohong kalau aku masih sangat mencintai nya walaupun kami tidak bisa bersama. Apa itu salah? . "
"Cinta itu memang egois Amel, tapi mau bagaimana Dian berhak bahagia kan?. "
"Iya maya, mungkin aku yang egois dan itu sebab nya aku ingin sekali resain dari sini may. "
"Amel? hanya karena cinta kamu mau melepas jabatan kamu ini?, bos udah sayang banget loh sama kamu dan ya reputasi kamu di perusahaan ini baik banget lo. "
"Aku gak peduli dengan jabatan ini maya, dari pada aku ngerasa sesak setiap kali melihat Dian bersama kekasih nya. Dan selalu diantara kemesraan mereka, aku gak kuat maya! "
Maya hanya diam tertunduk mendengar kekalutan yang di alami sahabat nya itu
"Tapi maya, kamu jangan cerita ke siapa pun kalau aku mau resain! "
"iya, kamu tenang aja! "
"Termasuk Dian! "
Tekan Amel.
"iya, aku tau! ".
Diam diam Amel mengurus dokumen untuk ia ajukan kepada direktur perusahaan nya.
Awal nya pimpinan perusahaan itu tidak menerima pengunduran diri pada Amel dan memberi nya waktu untuk berfikir selama seminggu. belum seminggu Amel yang dari awal sudah tidak nyaman melihat dengan hubungan Dian dengan sales kantor itu mencoba untuk tenang dan menerima kenyataan bahwa Dia dan Dion itu tidak bisa bersama.
Pagi itu Amel harus memberikan faktur orderan batang yang harus di siap kan untuk di antar salas dan,,
"Sayang, kamu beneran cinta sama aku"
"Iya sayang, lalu sama siapa lagi?"
"Itu artinya kamu cuma milik aku dong? "
"Tentu! "
jawab Dian dengan tanpa keraguan dan merangkul cewek itu dengan mesra di balik tangga, dimana di sana pertama kali nya Dian mencium Amel.
"Permisi, maaf kalau aku mengganggu kalian, aku cuma mau memberikan faktur ini agar kalian persiapkan orderan nya dan segera d antar. "
Sambil menyodorkan faktur nya pada Dian.
Lalu pergi dengan membawa luka.
Mereka yang sedang bermesraan hanya terdiam karena kaget atas kedatangan Amel yang begitu tiba tiba.
Sesampainya nya di ruangan nya kembali Amel yakin kalau dia memang ingin berhenti bekerja.
Dan kembali keruangan pimpinan nya dengan surat pengunduran diri nya. Tanpa mengatakan apa pun setelah menyerahkan surat pengunduran diri itu Amel keluar dari ruangan direktur dan mengambil tas nya lalu pergi dengan membawa luka yang telah disayat oleh Dian.
***