Alena keponakan dari Rangga mencari pekerjaan dan mendapatkan nya di kota,dia menjadi pembantu di rumah SEO ,, SEO anak dari David. David dan Rangga adalah sahabat dari kecil.. akankah David menemukan Alena?? akan kah Alena memaafkan SEO.. karena telah melakukan kesalah pahaman??
penasaran?? yuu simak ceritanya
happy Reading📖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cillomillo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback
Keponakan Rangga
Lanjut yah kita up biar cepat cepat ketauan ceritanya biar jalan ceritanya semakin lengkap.. sebelumnya boleh dong like dan komentar aku tunggu biar aku jadi makin yakin sama cerita aku ini hehehe terimakasih🤩
Jadi karena Rangga itu tidak memiliki anak jadi bapaknya Bella itu menitip seorang anak yaitu keponakan Rangga dan Bella untuk tinggal bersamanya dan di anggap anak oleh mereka.
Back to cerita
Ketika Rangga dan Bella sedang di ruang tamu mereka sibuk membicarakan soal perkenalan anak dari David yang ingin di jodohkan oleh Rangga.
"Bella sepertinya saya harus bilang ini kepada Alena, walaupun bagaimana Alena tetap lah anak anggap kita dan sekarang Alena sudah besar jadi saya kira Alena bisa mengetahui tentang hal ini." Kata Rangga
"Ya sudah kalau menurut mas Rangga baik ya silahkan, karena itu semua tanggung jawab Mas Rangga, Bella mah ikut yang baiknya aja,, emangnya sahabat mas Rangga itu sudah menikah?." Tanya Bella kepada Rangga.
"Nah baik kalau kamu sudah setuju akan keputusan ku,, sahabat saya itu sudah menikah awal sebelum saya di desa ini pada saat saya di luar kota. jadi ceritanya panjang dan mungkin sekilas ceritanya saja dulu itu kita merencanakan perjodohan apabila kita memiliki anak,, karena saya masih punya perusahaan di kota yang sekarang dipegang david.
Semoga aja perusahaan itu semakin berkembang pesat dan maju untuk menjadi warisan Alena kelak.. karena Alena adalah anak kita.
"Hem perjodohan yang Mas Rangga buat dengan pak David itu sudah kabar kabar sampai saat ini.? apakah mas rangga masih mengingat tempat atau nomer telpon nya ada?." Tanya Bella.
"Untuk kabar saya belum kasih tau David dan nomornya pun ilang entah dimana tapi pada saat itu saya mencatat nomor nomor penting mungkin ada di lemari saya.. nanti saya cari, tapi yang saya butuhkan saat ini, apakah Alena mau yah dijodohkan dengan anak David. Karena perjodohan itu tidak mudah." Ucap Rangga kepada Bella.
"Boleh di bicarakan dulu untuk soal itu, karena bagaimana pun Alena kan baru lulus sekolah, dan Alena bilang Alena ingin mencari pekerjaan tapi kalau Alena siap dan mau yah terserah Alena saya percaya kepada anak itu,, karena saya yakin Alena itu anak yang pandai dan baik.
" Nah begitu nanti kita bicarakan dulu untuk soal perjodohan,, saya pun harus tau bagaimana kondisi Alena.
"Karena Alena pun pernah bilang Alena ingin mencari pekerjaan di kota semoga dia menemukan anak dari David, mungkin hal yang tidak memungkinkan tapi saya berdoa dan berusaha untuk kepentingan Alena dan keluarga kita agar hidup kita kembali seperti dulu. " kata Rangga.
"Iya semoga saja kita bisa menemukan permasalahan itu." Ucap Bella
Alena kini yang sibuk mencari pekerjaan dengan nurul Sahabat nya pernah bercerita bersama,, sampai pada saatnya mereka pun menghayal
"Nurul bagaimana yah ketika kita bisa menemukan pekerjaan di kota dan kita tinggal di sana." kata Alena.
"Iya yah Len andai aja kita juga menjadi orang kaya kota dengan suami yang tinggal di sana hehe mungkin kita sudah pakai baju glamor kali yah kaya princess syahrini." Jawab nurul yang menghayal tinggi.
"Aduh! ya ampun nurul, aku ini lagi bicara soal pekerjaan bukan suami, kita akan baru lulus sekolah udah mikir kesitu aja,, hehe. " Alena yang tertawa kecil.
"Ya gapapa lah Alena siapa tau beneran jodoh kamu ada di kota apalagi kita kan ada niatan mau bekerja di sana, dan semoga aja kita dapet kerjaan sebagai kantoran atau bahkan istri dari bos, hehe kayanya kita bakal makan enak dan membahagiakan orang tua kita hah len." Ucap Nurul dengan mimik muka yang berkhayal panjang.
"Iya Amin amin semoga aja doa yang kamu bilang tadi bisa terwujud yang terpenting kita yakin berdoa dan tentunya harus sambil usaha, tapi yah nurul aku tuh tidak pengen pengen banget sih jadi istri bos jadi kantoran pun tidak apa apa,, atau jadi pembantu pun aku bersyukur yang terpenting sih itu yang tadi nurul bilang kita kalau kita itu bisa membahagiakan orang tua." Jawab Alena.
Mereka pun sibuk membicarakan kan soal itu sambil duduk di taman desa dekat dengan persawahan itu.
Alena adalah anak yang cantik di desa itu karena yang putih cantik dan juga manis Alena pun seseorang yang pandai dalam Ilmu pengetahuan nya. Jadi kalau kata Nurul bilang sih Alena cocok tinggal di kota dan menjadi istri bos di sana.
"Ya sudah nurul kita pulang yu ini sudah sore nanti bibi dan paman khawatir kan kita.. lain kali kita ke tempat lain lagi oke hehe. " kata Alena sambil berdiri.
" Baiklah Nona cantik siap hehe." kata Nurul sambil mempersilahkan jalan untuk Alena.
"Ah kamu ini Nurul bisa saja, janganlah seperti itu, aku jadi malu. " kata Alena dengan memegang tangan Nurul.
"Abisnya kamu cantik dan manis Len aku aja kagum loh sama kamu apalagi teman teman sekolah kita. " Jawab Nurul dengan jalan santai.
"Alhamdulillah terimakasih Nurul, kamu pun cantik dan baik, Alena pun kagum dan bangga punya teman seperti kamu. " kata Alena.
Mereka pun pula dari tempat mereka itu, Alena dan Nurul pulang ke rumah nya masih masing.
Sepulangnya Alena dan tiba di rumah Paman dan Bibi nya itu, Alena bingung kenapa ketika alena masuk kedalam rumah pembicaraan mereka kian sunyi dan diam seperti sedang membicarakan dirinya. Tapi Alena tidak pernah berburuk sangka dengan hal itu hanya pikir Alena sekilas saja.
"Assalamualaikum, Alena pulang, maaf Bibi tadi Alena pulang telat tadi tidak sengaja berbicara dengan Nurul dulu. " kata Alena sambil menatap Paman dan Bibi nya itu.
"Waalaikumussalam, tidak apa apa sayang masuklah. " kata Bibi Bella.
"Alena kamu jangan lupa makan yah. " kata paman Rangga.
"Baiklah paman, Alena ingin mandi dan membersihkan kamar Alena dulu, nanti kalau sudah selesai Alena makan." Jawab Alena.
"Iya boleh kalau gitu, baiklah " kata Paman.
"Nanti Paman ingin bicara yah kepadamu len. " kata Paman.
" Baiklah paman."
Pembicaraan Paman kepada Alena itu adalah syarat sebagai tanda pertemuan perjodohan itu tapi sebenarnya Rangga takut hal ini,, takut Alena tidak menyukai ini tapi Rangga berdoa agar alena mengerti soal itu dan keluarga mereka pun tidak akan kesusahan lagi untuk soal kehidupan nya.
Alena pun pergi mandi dan membersihkan tempat tidurnya dengan perasaan yang tiba tiba tidak karuan ini.
"Hati alena ko tiba tiba seperti ini yah, alena biasanya tidak pernah seperti ini. apa ini ada kaitan yang sama paman,paman ingin membicarakan soal apa yah, Alena takut. " kata hati Alena sambil merapihkan kamarnya.
"Ya sudah lah mungkin ini hanya perasaan alena saja, sekarang kamar Alena sudah selesai dan rapih deh tinggal alena makan,,, lapar nih alena." kata Alena dengan sambil berjalan.
Sebenernya Alena, dia langsung pergi ke tempat tempat makan yang kecil itu.. sambil membawa piring yang diambil dari dapurnya itu.
"Paman, Alena makan dulu yah, kalau sudah selesai, alena nanti ke ruang tamu hehe Alena lapar soalnya. " ucap alena dengan sedikit teriak .
"Baiklah Alena, kamu makan yang banyak yah paman disini dengan Bibi mu,, tapi jangan terlalu lama nanti Bibi mu ini tertidur 😂" tanggap paman dengan bercanda.
" Ya ampun Mas, saya tidak tidur kok lagipula Alena makan tidak selama itu,, bener kan Alena kamu tidak membuat Bibi tertidur hehehe. " jawab Bibi nya.
"Haha Paman dan Bibi ini membuat perut ku semakin lapar, mungkin nanti aku akan lama karena kalian terlalu lucu dan membuat ku tertawa haha yasudah lah aku mau makan dulu ya. " kata Alena dengan sambil mengambil nasi.
"Iya sayang makan lah, maafkan paman mu ini yah. " Ucap Bibi.
Beberapa menit kemudian alena yang sudah selesai makan pergi untuk merapikan tempat makan dan mencuci piring bekasnya itu.
Sudah selesai Alena pergi ke ruang tamu dan menemui Paman dan Bibi nya.
"Maaf Paman, Alena tadi sedikit membereskan sedikit pekerjaan di dapur. " kata Alena sambil duduk
"Tidak apa apa,lagi pula makan kamu cepat ko." jawab paman.
"Emang nya Bibi dan Paman ingin bicara apa sepertinya ada yang sangat penting untuk di bicarakan?." kata Alena
"Nah iya jadi gini Len, kamu kan sudah besar dan sudah tau untuk soal ini paman sebenarnya ingin membicarakan soal ini kepada kamu kemarin kemaren karena Paman harus minta ijin dari Bibi mu jadi Paman pun harus sabar dan menunggu waktu yang tepat." Ucap pamannya.
"Oh iya baiklah paman Alena siap untuk mendengar ucapan Paman, soal apakah itu paman sehingga harus waktu yang tepat untuk membicarakan soal ini. " Jawab Alena.
"Ya sudah Paman jelaskan, kamu yakin ingin berkerja?" tanya paman dengan serius.
"Iya paman alena mau bekerja.. tapi sepertinya alena bekerja nya ingin ke kota agar penghasilan Alena pun besar dan cukup untuk keperluan kita. " kata Alena.
"Nah seperti itu yah, baik dan ini pun ada kaitannya dengan kota sebenarnya,, seperti yang paman sudah bilang, paman itu memiliki sahabat di kota dan mungkin nanti paman kasih nomor HP atau nomor rumahnya ke kamu agar kamu mudah cari pekerjaan di sana,, tetapi sebelum itu paman punya sahabat yang bernama David itu, jadi singkat cerita itu paman pernah berjanji apabila paman dan pak David itu memiliki anak, Paman dan pak David akan menjodohkan anak Paman dengan pak David.. tapi karena paman tidak memiliki anak jadi dengan sangat mohon paman minta bisa kah kamu menggantikan sebagai anak paman dan bersedia untuk dijodohkan??. " Tanya paman yang panjang lebar menceritakan.
Alena yang saat itu diam dan sempat kaget dengan kata pernikahan.. karena dia pikir Alena saja baru lulus dan pikir alena ia ingin bekerja dulu.
"Jadi bagaimana Alena,?? kamu siap kah?? kamu mengerti apa yang paman maksud." Ucap Paman dengan mengulang pertanyaan.
"Eh iya iya,, paman Alena paham dan mengerti tapi alena kan baru lulus sekolah Paman dan Alena pun memutuskan untuk bekerja dulu tidak langsung menikah." Ucap Alena.
"Hahaha iya Len paman mengerti itu dan paman pun dulu seperti itu tidak langsung menikah,, hanya saja paman ingin mempertemukan kalian agar kalian tidak Canggung, memang sih Paman juga belum bertemu anak dari David tapi paman sudah yakin bahwa anak dari dari David itu cowok." kata rangga.
"Ah baik paman Alena mengerti, tapi yakin itu kah paman terhadap anak sahabat paman. " 🤣
kata Alena dengan tertawa.
"Paman yakin ko,, kalau misalnya anaknya cewe mungkin kita bicarakan lagi hehe gampang kan. " kata paman.
Paman dan Alena pun setuju atas perjodohan itu tugas paman tinggal kasih tau sahabatnya itu bahwa anak dari Rangga akan ke sana secepatnya untuk menemui alamat
"Tapi Paman Alena minta yah alamat kota karena Alena dan nurul sudah yakin ingin berangkat ke sana mencari kerja, boleh kah." Tanya Alena kepada paman nya.
"Iya len paman bakal kasih alamat rumah sahabat Paman yah agar kamu bisa diterima di sana langsung.
Terimakasih yah Alena sudah menjadi kepercayaan paman saat ini, paman yakin kamu pasti bakal bahagia dan memiliki apa yang kamu mau." Ucap paman sambil memandangi Alena dengan terharu.
" Ya ampun paman, harusnya Alena yang berterimakasih banyak kepada paman dan bibi karena Alena sudah banyak banyak merepotkan kalian. " kata Alena sambil memeluk Bibi dan Paman nya.
Oke semua ini adalah bab terpanjang yang aku buat,, ini aku ngetik ga skip skip loh langsung aku ketik dalam beberapa waktu aja,, huh pegelnya minta ampun yah hehehe tapi gapapa soalnya aku greget sama cerita Alena kedepannya... oke thanks yah dan jangan lupa like komentar semua see you. :) 🥰😍🤩.
buat penulis kalau lagi dalam cerita jangan ada tulisan seperti kita berkomentar di dalam nya....lanjut aja cerita nya komentar atau masukan yg lain di bawah nya boleh...jadi pembaca nggak tergganggu...
salam kenal