NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Yang Kedua

Ternyata Aku Yang Kedua

Status: tamat
Genre:Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:495.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosma Sri Dewi

Riana, gadis manis dan baik hati, merasa bahagia karena menikah dengan seorang pria yang dia sangka memiliki sifat yang sama dengan sang papa. Bertanggung jawab, penyayang dan terutama setia. Pernikahan yang awalnya dia anggap akan mendatangkan kebahagiaan baginya ternyata menjadi awal dari penderitaan baginya. Riana tidak pernah tahu, kalau ternyata Bisma suaminya, ternyata telah menikah sebelumnya.
sanggupkah Riana bertahan menghadapi fitnahan demi fitnahan dari istri pertama Bisma?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Sri Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak pembawa sial

Jenazah Satrio kini sudah selesai dimakamkan. Akan tetapi masih banyak orang-orang yang datang berbela sungkawa, karena semasa hidupnya, Satrio dikenal orang dengan sosok yang ramah, baik dan suka membantu.

Tapi satu hal yang membuat miris, di saat mereka sedang berbela sungkawa, mereka juga asik membicarakan penyebab dari meninggalnya, Satrio.

"Kasihan ya, Pak Satrio punya anak seperti Riana." bisik salah satu tetangga.

"Iya nih, Mbak. Aku juga tidak menyangka kalau Riana orang yang seperti itu. Pantas saja dia diceraikan sama suaminya. Lihat saja, dia datang ke sini bersama laki-laki lain,"

"Iya, lagaknya aja, kaya wanita baik-baik. Ternyata dia penghancur hubungan orang lain. Lihatlah, sekarang dia mendekati laki-laki itu, yang pasti lebih kaya, dari Nak Bisma. Kasihan laki-laki itu yang bisa tertipu dengan wajah sok polos Riana."

Banyak lagi, kata-kata yang menyakitkan yang terdengar tanpa sengaja oleh Riana, hingga membuat wanita itu sedih. Ucapan yang membuat dirinya semakin terpukul ketika tanpa sengaja dia mendengar seseorang yang berkata, "Sepertinya Riana memang pembawa sial. Lihat saja, mamanya meninggal karena melahirkan dia. Sekarang setelah susah payah Satrio membesarkannya sampai tidak menikah lagi, karena tidak ingin Riana punya mama tiri, eh malah meninggal gara-gara kelakuan anaknya.

Orang-orang berangsur-angsur mulai pulang ke rumah masing-masing, dengan tanpa henti mengumpati bahkan sampai mengutuki wanita itu.

Riana baru saja menutup pintu rumahnya, tapi dia kembali lagi untuk membuka pintu itu, karena ada yang sedang mengetuk pintu. Betapa kagetnya dia ketika melihat siapa yang berdiri di depannya. Tampak 2 orang pria berseragam polisi tersenyum ke arahnya.

"Permisi! maaf mengganggu sebentar. Kami mau mencari saudara Cakra. Kami membawa surat penangkapannya, atas tuduhan penganiayaan pada bapak Bisma."

"Astaga, cobaan apa lagi ini ya Tuhan?! gumam Riana lirih.

"Ada apa ini? siapa yang kalian cari?" tanya Farrel dengan sorot mata yang sangat tajam.

"Begini, Pak! Kami mendapat laporan dari Ibu Dania, kalau saudara Cakra sudah melakukan penganiayaan terhadap suaminya Pak Bisma. Jadi kami datang ke sini untuk melakukan penangkapan pada beliau." Jawab salah satu polisi itu menjelaskan.

"Maaf, Pak. Itu semua karena pria itu sudah sangat kurang ajar pada almarhum Pak Satrio. Lihat saja, akibat dari perbuatannya, Pak Satrio jadi meninggal dunia,". Farrel mencoba melakukan pembelaan.

"Maaf, Pak. Untuk masalah itu, baiknya di bicarakan di kantor saja. Kami datang ke sini hanya untuk melaksanakan tugas saja."

"Baiklah! bawa saja aku. Aku yang bernama Cakra." Cakra tiba-tiba berdiri di antara mereka.

"Mas, jangan! kami tidak salah." Riana mencoba untuk mencegah.

"Aku salah, Ana. Aku tidak bisa menahan emosiku, dan membuat pria itu bonyok. Udah bawa saja aku, Pak!"

"Ayo, Nak Cakra!"

Cakra mengikuti langkah dua polisi itu untuk masuk ke dalam mobil. Sementara itu Riana kembali berteriak-teriak memanggil Cakra. Awalnya dia hendak berlari untuk memohon agar polisi itu tidak membawa kakak sepupunya, akan tetapi Farrel menahan tubuh Riana dan berusaha menenangkan wanita itu, dengan cara memeluknya erat.

"Tenang, Sayang! semuanya akan baik-baik saja!" Farah ikut menenangkan Riana dengan air mata yang ikut menetes membasahi pipinya, merasa sedih melihat penderitaan Riana yang beruntun.

"Apa aku benar-benar pembawa sial, Tan?"

"Tidak! siapa yang bilang kamu pembawa sial? tidak ada anak yang membawa sial, Sayang."

"Tapi buktinya, semua keluarga terdekatku, mengalami kesialan gara-gara aku."

"Hush, kamu tidak boleh berbicara seperti itu. Nanti papa kamu akan sedih bila tahu kamu mengatakan hal ini. Dia akan sedih, mendengar anaknya yang dia besarkan dengan penuh kasih sayang, menganggap dirinya pembawa sial, sedangkan papamu menganggap dirimu itu anugerah. Percayalah, Nak mungkin sekarang kamu hanya sedang diuji, dan biasanya orang yang diuji Tuhan itu adalah orang yang baik dan kuat. Setelah kamu lulus ujian tanpa pernah menyerah dan tetap tidak berubah menjadi orang yang jahat, kamu akan memperoleh kebahagiaan yang bahkan mungkin melebihi ekspektasi kamu. Kuncinya sekarang kamu harus sabar dan berserah." tutur Farah panjang lebar.

Riana tercenung, mendengar semua ucapan yang baru saja terlontar dari mulut Farah mamanya Farrel. Dia merasa tertampar dengan ucapan itu. Dia teringat dengan ucapan papanya dulu ketika dia menangis karena ada orang yang menyebutnya anak pembawa sial, yang sadisnya orang itu adalah keluarga dari pihak mamanya. Almarhum papanya pernah berkata, 'Tidak mungkin Tuhan, mengizinkan seorang anak lahir ke dunia ini, sebagai anak pembawa sial. Semua anak itu adalah anugrah. Kalau kamu mencap dirimu sebagai pembawa sial, itu sama saja kamu menghina Tuhanmu yang mengizinkan kamu lahir ke dunia ini'.

"Maafkan aku ya Tuhan! maafkan aku, Pah! Riana seketika tersadar dan mengelus dadanya.

"Terima kasih, Tan sudah menyadarkanku," ucap Riana tulus, yang langsung mendapat pelukan dari Farah.

"Sekarang kamu istirahat dulu ya! kamu sudah lelah. Ingat bayi dalam kandungan kamu. Sedih boleh tapi jangan kamu sampai mengabaikan anak kamu ini." ujar Farah sambil mengelus perut Riana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Hai, tampan! apa kamu tidak takut kalau kamu ketiban sial dari Riana si pembawa sial itu?" sapa seorang wanita muda, seusia Riana pada Farrel yang kebetulan sedang berjalan untuk mencari sarapan.

Farrel hanya melirik tajam dan tidak ada niat untuk menanggapi, wanita itu.

"Kamu lihat saja, mamanya meninggal karena melahirkan dia, sekarang papanya meninggal karena kelakuan dia. Dan lihat, kakak sepupunya masuk penjara karena dia. Benar-benar pembawa sial kan? kalau aku sih ogah dekat-dekat dengan dia. Takut kena sialnya." cerosos wanita itu, tidak peduli dengan sikap Farrel yang dingin padanya.

"Mbak, justru sekarang saya yang merasa sial bisa bertemu dengan perempuan seperti anda. Yang mempunyai pemikiran sempit." sindir Farrel, sarkastik.

"Apa maksud kamu? apa kamu mengataiku, pembawa sial juga?" wanita itu terlihat marah.

" Maaf, aku tidak mengatakan seperti itu, justru anda lah yang menyimpulkannya sendiri. Sebagai pendengar aku bisa apa?"

Wanita itu menggeram merasa terhina dengan ucapan Farrel. Niatnya untuk menggoda pria yang dia yakini orang kaya itu, tidak berhasil sama sekali.

"Sebagai sesama perempuan harusnya anda berempati dengan apa yang sedang menimpa Riana. Tapi sepertinya rasa empati kamu itu sudah terkikis habis, karena tertutup oleh rasa irimu. Lain kali, tolonglah bijak dalam menjudge seseorang itu. Jangan langsung menyimpulkan sesuatu tanpa kamu tahu permasalahannya." pungkas Farrel, berlalu meninggalkan wanita itu yang menghentak-hentakkan kakinya, kesal.

Kekesalannya semakin bertambah ketika dari kejauhan dia melihat sosok Cakra turun dari mobil bersama seorang pria setengah baya, yang dia tahu, papanya Farrel.

Ya, Cakra berhasil dikeluarkan dari penjara,karena Papanya Farrel menjamininya.

Tbc

1
Surati
bagus
harwanti unyil
Bisma yg bodoh 😂😂
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
Wanti Suswanti
yah gak terasa udah tamat aja keren thor..tetap semangat..
Wanti Suswanti
Bisma menang banyak kalau sama Mirna semua istrinya perawan sedang Cakra kalau sama Dania mantan istri Bisma begitu pun farel dapat jandanya Bisma..
Wanti Suswanti
sesal yg sudah terlambat...
Wanti Suswanti
jeng jeng kejutan buat Bisma...
Wanti Suswanti
semoga Riana bisa menerima farel dan membuka hatinya buat farel..
Wanti Suswanti
mikir Bisma Gresek...
Wanti Suswanti
aku tdk sudi kalau nantinya Riana balik lagi sama Bisma...
Wanti Suswanti
harusnya Riana jujur gimanapun dia itu papahmu..
Wanti Suswanti
farel keren tapi aku akan kecewa sama Riana kalau dia nanti balik lagi sama Bisma setelah Bisma tau surat itu palsu dan meminta maaf sama Riana...
Wanti Suswanti
hamil nanti dituduh selingkuh lagi karna katanya Bisma gak subur...
Wanti Suswanti
makan tuh menantu idaman...
Andi Fitri
dasar bisma lelaki buaya buntung..
Helena
Luar biasa
Icha Puput
alurnya simpel dan gampang di pahami
Lienda nasution
pria aneh gak waras lagi sudah istri keduanya difitnah habis habisan ibunya diperlakukan dgn tidak manusia dan dia sendiri dibodohi kok masih memaafkan istri pertama nya dapat harta Gono gini lagi nah Riana hanya dapat pegel hati saja. benar benar novel yang alur ceritanya tidak bisa menjadi contoh ini Thor maaf
Lienda nasution
wing Riana edan banyak sekali yang disembunyikan dengan dalih untuk kebaikan malah membuat papanya sendiri sekarat gak jelas kebijakannya
Dewi Habibah
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!