Kisah seorang anak yang di buang oleh keluarganya karena memiliki sisik hitam memenuhi sekujur tubuhnya.
Ya, Kania anak itu. Anak yang membuat orang akan takut melihatnya. Akankah dia bahagia atau terpuruk di kehidupan ini. ikuti kisahnya sampai tamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. JIMAT PENGENDALI ALEXA.
Lama ki Darso berpikir untuk menjawab pertanyaan Gunawan karena prediksinya selama ini salah, Dia berharap Alexa memiliki sisik emas itu tapi ternyata bukan.
"Sisik hitam dan sisi emas jelaslah beda, sehebat-hebatnya sisik hitam pasti sisik emaslah yang terbaik. Ibaratnya besi dan emas mana yang lebih baik?,". ucap Ki Darso sedikit putus asa mendengarkan berita langsung dari mulut Gunawan.
"Apa kamu tidak tahu siapa pemilik sisik emas itu?,"
"Dia tidak lari dari keluarga kalian, pasti ada salah satu keluarga kalian memiliki sisik emas itu,"
"Keluarga kami?," Gunawan sedikit mengerutkan keningnya.
"Iya, mereka pasti saling berkaitan dan akan saling menarik satu dengan yang lain,"
"Terus bagaimana caranya biar Aku bisa mengendalikan Alexa sebelum kita menemukan pemilik si sisik emas itu?,".
"Aku punya solusinya, tapi Tuan harus menerima persyaratan dari Saya!," balas Ki Darso.
"persyaratan apa lagi?,".
"Mustika dalam tubuh Nona Alexa harus jadi milikku, bagaimana?,".
"Apa pun yang kamu inginkan Aku akan turuti asalkan Alexa dapat Aku kendalikan terlebih dulu," balas Gunawan mantap.
"Baiklah, kalau begitu kita sepakat, jika Anda mengingkari janji Anda maka kesialan akan menimpa Anda dan juga keluarga Anda," Ki Darso merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah benda kecil dari dalam sana yang sudah dia bungkus dengan kain hitam.
"Ini adalah jimat pengendali, Anda bisa mendekatkan jimat ini tepat di mata Nona Alexa, maka Dia akan menurut apa yang Anda perintahkan,". Ki Darso berdiri dan menyerahkan jimat itu pada Gunawan.
"Apa benda ini benar-benar bisa mengendalikan Alexa,?" Gunawan memperhatilan dengan seksama benda yang ada di tanganya seolah-oleh Dia tidak begitu percaya dengan benda tersebut.
"Jangan salah, kekuatan benda itu cukup mempuni sudah banyak buktinya, Kalau Anda belum begitu yakin Anda boleh mencobanya pada Nona Alexa nanti," balas Ki Darso meyakinkan Gunawan.
"Baiklah, Aku akan mencobanya nanti semoga saja ini bisa berhasil," Gunawan memasukkan jimat itu kedalam saku celananya.
Talia, Lidia dan Riko hanya bisa terdiam mendengarkan pembicaraan mereka.
Setelah perbicangan mereka selesai, seorang pelayan datang dan meletakkan secangkir kopi di depan Ki Darso.
"Silahkan Ki,".
Ki Darso pun menyeruput kopi dalam gelas tersebut hingga tersisa setengahnya saja.
"Kalau begitu Saya permisi dulu karena masih banyak hal penting yang harus Saya selesaikan," Ki Darso berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah, Aku akan memanggilmu lagi jika ada sangkut pautnya dengan Alexa,".
"Tapi ingat janji Anda tadi Tuan, Aku ini manusia paling anti dengan kebohongan,".
"Itu gampang diatur, pelayan antar Ki Darso ke depan!," perintah Gunawan pada seorang pelayan yang sedari tadi berdiri disana mendengarkan percakapan mereka.
"Baik Tuan, silahkan Ki,".
Ki Darso mengangguk pelan dan berbalik arah menuju kearah pintu keluar.
Mendengar suara kendaraan Ki Darso sudah pergi meninggalkan halaman rumah mereka, Talia segera berdiri.
"Apa benar kamu akan memberikan mustika itu pada Ki Darso bila saatnya sudah tiba?," tanya Talia mendekat kearah Gunawan.
"Ha ...ha ..ha, Kamu pikir Aku sebodoh itu menyerahkan benda berharga yang nyata-nyatanya sudah berada di genggamanku pada Dukun aneh itu?, Ooo..tidak semudah itu Talia sayang, suamimu ini raja bisnis jadi segala sesuatunya sudah Aku pertimbangkan matang-matang,".
"Syukurlah kalau Daddy tidak begitu serius menanggapi persyaratan yang di beri oleh Ki Darso. Riko takut kedepanya, Alexa akan mengalami susuatu yang tidak kita inginkan. Ingat Daddy, Alexa adalah satu-satunya penerus dalam keluarga kita,".
"Tunggu dulu, sisik emas, penerus keluarga kita?," Gunawan berdiri dari tempat duduknya.
Kembali Talia, Riko dan Lidia saling menatap.
"Apa hubunganya sisik emas dan penerus keluarga ini?," tanya Talia.
"Apa kalian sudah lupa kejadian dua puluh tahun silam, dimana kita telah menyerakan seorang bayi pada seorang pembatu rumah tangga,"
"Maksud Mas, Bi Desi?.Terus apa hubunganya bayi itu dengan sisik emas?,".
"Tentu ada hubunganya, apa kalian sudah lupa kenapa kita sampai menyerahkan bayi itu?, ya, kerena bayi itu memiliki sisik bukan?, itu artinya Dialah pemilik sisik emas sesungguhnya. Dan kalau Aku tidak salah dengar tadi Ki Darso sempat bilang keduanya saling berkaitan bukan?,".
"Kalau begitu kita harus mencari Bi Desi dan membawa anak itu kembali lalu menyatukan kedua mustika mereka," lanjut Riko.
"Itu yang Daddy maksud, tapi dimana kita mencari keberadaan perempuan itu, Dia pasti sudah pergi jauh dari kota ini dan membawa bayi itu bersamanya,".
"Kalau itu, serahkan saja semuanya pada Riko. Riko akan kerahkan anak buah Riko untuk mencari di mana keberadaan Bi Desi sekarang ini,".
"Kamu harus bertidak cepat sebelum orang lain mengetahui dan mengincar mustika emas itu terutama Ki Darso dan rekan-rekanya, Ki Darso pasti tidak akan tinggal diam kalau dia sampai mengetahui semua ini".
"Baiklah, mulai hari ini Riko akan memulai pencarian," Riko berdiri dari tempat duduknya.
"Lidia antar ya Mas sampai di luar," Lidia ikut berdiri dan berpegang di lengan Riko.
Keduanya pun melangkah menuju kearah pintu utama.
Setelah kepergian Riko, Lidia kembali masuk ke dalam dan bertemu Alexa tepat di depan pintu.
"Alexa kamu mau kemana lagi?," tanya Lidia menghentikan langkah putrinya itu.
"Aku mau kerumah teman, bosan dirumah terus apa lagi ada Kakek dan Nenek. Mereka pasti tidak akan berhenti memaksakan keinginanya pada Alexa,"
"Jaga mulutmu Alexa, semua yang kami lakukan itu demi kebaikanmu dan juga kebaikan keluarga ini," Talia membentaki Alexa yang saat itu berdiri tepat di belakanya bersama dengan Gunawan.
"Kebaikanku atau kebaikan kalian?,"
"Anak ini benar-benar kurang ajar," Talia memegangi rambut Alexa.
Melihat putrinya di perlakukan seperti itu, Lidia hanya bisa terdiam karena Dia juga takut dengan Talia.
"Ya, Dia mulai memanas," ucap Gunawan dalam hati dan terus fokus menatap mata Alexa.
Kembali mata Alexa memerah, dengan satu kali kedipan, Tubuh Talia melayang diudara.
Kemana pun pandangan mata Alexa bergerak maka kesana pula tubuh Talia mengikuti.
Lidia terperangah, sedangkan Gunawan hanya bisa tersenyum menikmati permainan itu.
"Turunkan Aku.....," Talia mulai ketakutan.
"Aku akan berbuat lebih jika kamu masih terus menyakitiku," kembali suara Alexa berubah seperti robot.
Melihat istrinya yang mulai ketakutan, Gunawan mengeluarkan jimat yang diberi Ki Darso tadi dan mendekati Alexa.
"Alexa, lihat ini," Gunawan mengangkat jimat tersebut tepat di depan mata Alexa.
Seketika Alexa tertegun tapi sinar matanya masih memancarkan cahaya merah menyala.
"Turunkan Dia," perintah Gunawan.
Alexa mengangguk kecil dan membuang tubuh Talia begitu saja diatas lantai hingga membuat perempuan parubaya itu meringis kesakitan.
"Punggungku.....," ringis Talia sambil memegangi punggungnya.
Lidia berlari kecil menolong Talia dan membawahnya kearah sofa.
"Alexa, Kamu kenapa?," tepuk Gunawa di punggung Alexa.
"Aku tidak apa-apa," Kembali Alexa mengumpulkan kesadaranya.
"Kamu tadi mau pergi bukan,?".
"Iya, apa kakek juga ingin melarangku?,".
"Mana mungkin kakek melarangmu, sekarang pergilah karena besok, hari baru menantimu," balas Gunawan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, Alexa pergi dulu," Alexa segera keluar dan masuk kedalam mobil.
"Jimat ini benar-benar dasyat, dengan jimat ini Aku akan jadi penguasa, ha... ha... ha..ha...," Gunawan tertawa lepas.
👉 Jangan lupa untuk terus Coment, Like dan Vote, terima kasih
semoga saja tuan Baron bisa dengan cepat menyelesaikan urusan nya
apakah Arnold jodoh nya Kania 🤔
dia si Dewi ular 🐍 anak mu bang🤭
tau gak ya kalau Kania itu anaknya Lidia
semangat kak
sukurin lo nyonya GINA yang sombong
wah bisa seru ini cerita nya
semoga Kania dan bi Desi selalu di lindungi oleh ular raksasa itu
aku lanjut aja ah .... semoga tambah seru
kasian bayi itu dia juga tidak mau keluar dengan kulit yang seperti itu