NovelToon NovelToon
Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juliana S Hadi

NOVEL DEWASA!

Badai pasti berlalu, namun jejak bayangannya tak akan pernah hilang.

Salsya, sang mantan kekasih yang kehadirannya selalu mengganggu hubungan asmara Reza dan Inara -- tiba-tiba tewas, dibunuh oleh sosok misterius secara sadis.

Kematian seorang insan yang sejatinya merupakan kisah memilukan, justru merupakan berita yang membawa harapan bagi banyak pihak untuk kebahagiaan Inara.

Tetapi, takdir kehidupan itu justru memberikan banyak teka-teki dan ujian bagi Inara dalam mengarungi biduk rumah tangganya bersama Reza.

Akankah takdir selalu mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliana S Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Sesuai Ekspektasi

Fiuuuh....

Hari yang melelahkan. Satu lagi, hari yang sulit ini bisa kulalui. Dan... ini waktunya.

"Mas, aku capek. Gendong aku, ya...," rengekku.

Reza tampak berpikir sejenak, lalu celingak-celinguk melihat keadaan sekitar. "Malu, Sayang. Digandeng saja, ya...."

"Ah, kamu." Aku merengut. "Dulu, sebelum menikah, di Surabaya, di Bali, kamu sering gendong-gendong aku tanpa permisi. Sekarang kamu begini.... Eh!" aku memekik.

Reza menggendongku, tanpa aba-aba. Kebiasaan!

Tapi aku suka. Malu? Ngapain? Toh, kami sepasang suami istri yang halal. Bodo amat bagi siapa pun yang tidak suka. Aku cekikikan.

"Puas?" tanyanya, begitu kami sudah santai di dalam mobil.

Aku mengangguk. "Mmm-hmm, terima kasih. Omong-omong, aku benar-benar lelah. Mau mengembalikan semangatku?"

"Caranya?"

Iyuuuh... senyuman nakal langsung menghiasi wajahnya. Dan... kami saling menatap selama beberapa detik. Lalu...

Satu, dua, tiga, semua kancingku terlepas, dan tangan Reza mulai bergerilya menjelajah bebas ke balik pakaianku, pun bibirnya yang nakal sudah menguasai lekuk leherku.

"Sepertinya kita harus cari tempat," usulku. "Tempat yang nyaman dan bebas."

Reza antusias, matanya berbinar dan cengirannya semakin melebar. "Kita ke mes, ya? Mau?"

"Kedengarannya menarik. Ayo, gaskeun! Aku menanti hadiah darimu."

Drrrt... drrrt... drrrt....

Bunda memanggil....

Eit dah! Getaran dan tulisan di layar ponsel Reza menyalip.

Cocok!

"Ya, Bund?"

"Sudah selesai?"

"Ya. Ini kita baru keluar dari kantor polisi."

"Kalau begitu kalian cepat pulang, makan siang bareng di rumah. Semua orang sudah menunggu."

Reza bengong, hendak menyela tapi segan. Akhirnya, "Oh, iy... iya, Bund. Kami pulang sekarang."

Makjleb! Speechless, guys! A I U E O. Aku dongkol!

"Maaf, ya, Sayang," ucap Reza setelah menutup sambungan telepon.

Aku merengut. "Menyebalkan!"

"Sabar. Bunda minta kita langsung pulang, masa aku harus menolak. Di rumah kan bisa."

Iya, tapi kan tidak bebas....

Drrrt... drrrt... drrrt....

Bunda memanggil....

Getaran dan tulisan di layar ponsel Reza kembali menyalip.

Apalagi itu?

"Halo, ini Raline. Kalian mampir dulu ke minimarket, ya. Beliin Raline snack yang banyak. Nanti barter rujak. Oke, Mas dan Mbak? Terima kasih," cerocos Raline tanpa celah.

Yeah, sesungguhnya kami memang tidak ingin menyela. Dan itu memang tidak perlu disela.

"Ya, mau beli apa lagi?" tanya Reza.

"Raheel mau es krim, ya, Mas...."

"Raline juga!"

"Yang banyak!"

"Hu'um, cokelat, strawberry, mangga!"

"Sudah?"

"Vanilla juga!"

"Hm, apa lagi?"

"Sudah."

"Yakin?"

"Yap. Terima kasih. Bye, bye...."

"Ditunggu...!"

Sambungan telepon terputus.

"Maaf, ya, Mas. Kelakuan adik-adikku... minus...."

Reza tersenyum. "It's ok. Sama sekali bukan masalah, kok. Adik-adikmu kan adik-adikku juga. Keluargamu keluargaku juga, ya kan?"

Kuhela napas dengan berat, dan sedikit lega. Berat, karena gagal ke mes berdua dengan Reza. Padahal aku sedang semangat-semangatnya untuk membuang semua rasa jengah dan kesal di hatiku. Dan, lega, karena Reza tidak pernah merasa keberatan dengan sikap adik-adikku yang agak-agak lancang dan sedikit keterlaluan. Atau tidak?

Intinya aku tidak enak kalau mereka terlalu berani dan tidak segan pada Reza. Akrab sih boleh, tapi jangan begitu juga, menurutku.

"Ayo, cusss, berangkat. Mampir ke mini market, terus ke mes. Haha!"

Reza nyengir. "Sabar. Ada masanya nanti kita berduaan."

"Hmm, ya, Mas Sayang." Aku tersenyum. "Mas, aku mau minta maaf juga soal tadi."

Dahi Reza mengernyit. "Soal apa?" tanyanya.

"Jawabanku ke polisi tadi."

"Memangnya kenapa?"

"Itu tadi."

"Apa?"

"Maaf, kalau aku terkesan memojokkanmu."

"Oh... soal itu. Tidak apa-apa. Aku ngerti, kok."

Huffft... lega.

"Terima kasih."

"Iya, Sayang."

"Cium dulu sekali."

Uh, dia memang tidak pernah menolak. Satu ciuman berdurasi dua menit full berlangsung panas.

1
Deliana
nara² kenapa juga kamu lihat yg tak semestinya kamu lihat,, kan sakit sendiri jadiny,,,,
Deliana
gak nyadar dia ternyata kepalanya keras kayak batu..
Rifa Endro
alhamdulillah... Sah. !!! oh enggak ya... semoga langgeng. samawa Nara, Reza....🙊🤣🤣🤣🌹🌹🌹
Rifa Endro
kali ini aku setuju dengan mu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Nara. ini alami, bawaan orok
Rifa Endro
ngidam pasti
Rifa Endro
bengetan modusnya. Tapi kamu juga yang nantangin kan ?
Rifa Endro
fix, belah duren
Rifa Endro
tapi kamu juga suka juga kan ? Dimodusin suamimu sendiri
Rifa Endro
nelangsa ... yah berdamai dan mencoba ikhlas itu memang sulit setengah hidup
Rifa Endro
hidup itu pilihan. dan kamu Nara, kamu sendiri yg memilih untuk saki hati. padahal suami , adik bahkan ibumu telah mengingat kan mu. See, you choiced for feel hurt again in your heart.
Rifa Endro
curiga lagi
Rifa Endro
menolak suami semalam saja menggugurkan pahala ibadah kita selama 40 hari dan Allah mencabut Rahmat Nya. ini 2,5 BLN. OMG Nara ?
Rifa Endro
dan memang kenyataanya kamu kepala batu egois
Rifa Endro
bagus kalau kamu menyadarinya. Jangan selalu kamu yang minta untuk dimengerti dan dipahami. Meraka semua terutama ibumu sampai harus melawan ayahamu. Mantan suaminya yang selalu menyalahkan ibumu. Bahkan mengatainya tak becus mendidik anak2nya.
Rifa Endro
buah keangkuhan mu itu Ra ??? Kadang kamu tidak berpikir bahwa ada banyak hati yang harus kamu jaga. Termasuk bunda serta adikmu.
Rifa Endro
Bahkan kamu berdosa besar karena sudah menolaknya
Rifa Endro
hahhhah ... jangan bercanda dong San ? ini nggak lucu. Aruna kan adik Reza. Terus Ariin ?
Rifa Endro
gila kamu Nara !!!
Rifa Endro
oh Tuhan !!!! See...benar kata aku...rasa welas mu itu yah bikin ngeri Za. Ngancurin semuanya.
Rifa Endro
huh, masih ada hal lain lagi yg ingin diungkap ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!