Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetua Avram
Lelaki tua itu langsung memelukku ketika aku mendekatinya. Energi sihir menguar kuat dari tubuhnya. Dialah Tetua Avram.
Aku tidak tahu pasti siapa sebenarnya Tetua Avram, utusannya Abraham hanya mengatakan bahwa beliau adalah bagian dari Aliansi Putih.
" Lama tidak berjumpa Elijah...." sapa nya padaku
" Apa kabarmu Tetua...maaf jika merepotkan mu selama ini..."
" Tidak...tidak....sudah kewajibanku untuk menjagamu nak...."
Tetua Avram memandang ke arah Ken, ia tersenyum dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
" Kau disini juga...."
Ken tersenyum, sementara aku agak sedikit penasaran
" Tetua mengenal Ken....?" tanyaku
" Tentu saja....kami sering bertemu..."
" Ooh ...begitu...bagaimana jika kita masuk saja ke dalam....akan lebih santai rasanya..." kata ku menawarkan pada Tetua Avram
Dia menganggukkan kepala tanda setuju. Aku pun segera berjalan menunjukkan arah untuk ke dalam.
Kami duduk di meja makan tempat biasanya aku dan yang lainnya bersantai selepas menutup toko. Tetua Avram dan aku duduk berseberangan begitu juga dengan Abraham dan Ken.
" Maaf...Tetua sampai harus datang kemari sendiri...apa ada hal yang penting...?" tanyaku
Tetua Avram menatapku lekat, suasana seketika berubah sunyi. Rupanya Tetua Avram menggunakan sihirnya untuk membentuk pelindung disekitar kami.
" Tetua...."
Aku berusaha memecahkan keheningan, karena jujur aku tidak suka kesunyian seperti ini.
" Elijah....aku telah mendengar kabar tentang Dominic...dan aku khawatir tentang itu..." Tetua Avram akhirnya mengeluarkan suaranya
" Anda jangan khawatir...Dominic masih bisa aku atasi...ada Ken di sisiku... "
Tetua Avram beralih menatap Ken,
" Aku dengar Dominic sedang menjalani hukuman dari mu...Arion..."
" Hhmm.... berita nya sudah tersebar rupanya...tapi aku khawatir iblis membantunya..."
" Kau benar...Black Alliance selama ini memang menjalin kerjasama dengan iblis...dan mereka berencana menguasai dunia..."
" Elijah....aku mohon padamu untuk waspada...Dominic sangat licik, ia akan mencari cara untuk mendekatimu...dengan cara apa pun..."
Tetua Avram tampak sangat khawatir padaku.
Apa masalahnya begitu besar...?
" Aku akan mencari tahu tentang Dominic... semoga Dewi Hecate bisa menolong kita..." kata Ken mengagetkanku
" Dewi Hecate... siapa itu...?"
" Dewi sihir...ibu dari segala sihir di dunia...tapi ini tidak akan mudah....dia akan meminta pertukaran sebagai imbalannya..."
Ken menatapku tajam...aku tidak suka tatapan itu..
" Pertukaran....tidak....kalau begitu cari cara lain...bisa jadi yang dia minta berada diluar kuasa kita Ken....aku mohon pikirkan yang lain saja..."
Firasat ku sungguh tidak baik mendengar nya. Aku harap Ken menuruti keinginan ku untuk tidak menemuinya.
Tetua Avram mengeluarkan pecahan kristal Quartz dari sebuah kotak tua,
" Ini milikmu....aku datang untuk ini....sudah waktunya dikembalikan kepada pemiliknya.."
Aku mengulurkan tanganku kristal Quartz melayang ke atas telapak tanganku. Pecahan itu mengeluarkan energi sedikit dingin berbeda dengan dua kristal terdahulu.
Kristal Quartz menunjukkan kekuatannya, mereka berpendar secara bersamaan menciptakan energi baru berwarna hijau kebiruan berbeda dengan sebelumnya. Hingga akhirnya ketiga pecahan itu menyatu menghasilkan bentuk indah persis seperti milik Merlin yang pernah kulihat.
" Dengarkan aku Elijah ...perjalananmu akan lebih sulit ke depannya...aku dengar mereka sudah mulai menempatkan mata-mata didekat mu...kau harus belajar membedakannya...penyihir putih dan hitam..."
" Apa diriku sepenting itu Tetua...?"
" Dirimu lebih dari penting Elijah.....kau pemimpin kami...siapa pun yang beraliansi dengan mu akan mendapat berkah Merlin...dan menjadi penyihir terkuat..."
" Sekuat apa hingga menarik bagi Black Alliance memilikiku...."
" Sangat kuat Elijah....bahkan kekuatan itu bisa menundukkan kami para dewa..." sahut Ken yang sedari tadi diam
" Apa.....jangan bercanda Ken....mana mungkin aku bisa sekuat itu...?"
" Malam ini bacalah buku Kuno itu lagi Elijah...kau akan mendapatkan jawabannya..." jawab Ken seolah memberiku sebuah teka teki.
Another puzzle....great...
Aku sedikit malas membayangkan harus kembali membaca buku itu. Membacanya saja harus menggunakan sihir, dan aku baru saja terluka.
" Aku akan mencobanya Ken...tapi..apakah ada cara lain untuk membacanya...sihir ku blm sepenuhnya pulih.."
Ken tersenyum dan membelai rambutku,
" Aku akan menemanimu membacanya..."
Whaaat.... seriously.... impossible...
Yang ada malah kita berdua tidur lagi bersama....uuups...
Tetua Avram tersenyum melihat interaksi kami berdua,
" Aku senang kau menjaganya Arion....semoga Elijah bisa mengatasinya dengan bantuanmu..."
" Tentu saja Tetua....ini sudah tugasku sejak berabad-abad yang lalu....aku tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk menjaganya..."
Aku hanya bisa mengerutkan kening ku,
Kenapa aku mendengarnya seperti...aku akan bercinta dengannya sepanjang waktu...
Oh My God.... ini gila...aku tidak bisa menghentikan pikiran gilaku...saat bersamanya..
" What are you thinking dear...?"
Siapa....siapa....yang bicara padaku barusan...tapi seperti suara Ken....
" Its me...honey....kenapa kau berpikiran mesum seperti itu..."
Aku menoleh ke arah Ken dan membulatkan mataku, s*** dia mendengar pikiranku
Ken kembali tersenyum padaku,
Iiish....kenapa dewa yang satu ini hobi sekali tersenyum padaku...menyebalkan apalagi setelah tahu dia bisa membaca pikiranku...
" Apa ada masalah....?" tanya Tetua Avram
" Aaah...tidak Tetua....aku hanya sedikit lelah..." jawabku berbohong
" Baiklah....aku rasa cukup....aku pergi dulu Elijah....sempatkan dirimu datang ke kastil Leavu...dia akan banyak membantumu...dia juga bagian dari Aliansi kita meski dia belum menentukan sikapnya..." pesan Tetua Avram
" Akan ku ingat itu Tetua..." jawabku
" Ayo Abraham....kita pergi....masih banyak orang yang harus aku temui..."
Tetua Avram berpamitan, aku mengantarnya hingga keluar Magic Cakes.
" Terimakasih telah mengunjungi ku Tetua..." kataku sesaat sebelum ia memasuki mobil nya.
" Elijah....kau sudah seperti putri ku sendiri...ayahmu dan aku adalah teman baik...jadi aku akan terus menjagamu dengan nyawaku..."
Tetua Avram menepuk bahuku dengan lembut dan segera masuk ke dalam mobil.
Rupanya Tetua dan ayahku saling mengenal... menarik...aku baru mengetahui nya...
Ketika aku berbalik Ken sudah berada tepat di belakangku. Baiklah....waktunya aku protes padanya karena membaca pikiranku..
" Kau....kenapa membaca pikiranku...? Itu tidak sopan Ken..."
Aku memang sedikit kesal padanya, lebih tepatnya aku malu...
Dia membaca pikiranku, tepat saat aku berpikiran yang tidak seharusnya tentang Ken.
" Apa kau malu sayang...?'
See...itu maksudku...dia bahkan tahu aku malu...
" Menurutmu....baca saja pikiran ku... tidak perlu aku katakan lagi..."
Dan aku marah padanya.... benar-benar menjengkelkan...membaca pikiran orang sesukanya...
Aku hendak beranjak pergi ketika tangan nya meraih tanganku dan menariknya dalam pelukan Ken,
" I' m sorry.... aku tidak akan melakukannya lagi...okey.."
Just say with a hug....dan aku benar-benar meleleh dibuatnya....
Baiklah...lupakan amarahku dan biarkan aku menikmati pelukan ini with you....my savior...
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?