NovelToon NovelToon
Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir

Status: tamat
Genre:Badboy / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / One Night Stand / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:16.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lizaa Zarina

Ayahnya adalah seorang penjudi, sedangkan ibu tirinya adalah wanita yang hanya tahu menyenangkan diri sendiri. Dia dan adiknya yang menderita dan menjadi pencari nafkah untuk kedua orang tua nya

Hingga, suatu petaka terjadi padanya saat malam itu. Dia terpaksa menikah dengan seorang pria yang tidak dikenalnya karena telah merenggut kesuciannya

"Aku akan bertanggung jawab dengan menikahimu. Tapi, jangan berharap dengan cintaku, karena aku tidak tertarik dengan wanita malam seperti mu."

"Jaga bicara anda tuan, akulah pihak yang dirugikan disini. Kesucian yang aku jaga seumur hidupku, kau renggut dengan tidak manusiawi. Bahkan, ciuman pertamaku kau ambil secara paksa."

"Banyak bicara! Cepat tanda tangan kontrak pranikah ini atau aku akan mempermalukan keluargamu!"

Dan diusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lizaa Zarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERCIUM

"Jadi, kamu sudah lebih dulu menyiapkan rekaman ini?" tanya Belle gusar

"Ya, kamu benar. Aku sudah lebih dulu meminta petugas ini untuk menyalin rekamannya. Akhirnya, ini berguna juga." ucapnya sambil memainkan flashdisk di tangannya

Belle menarik nafasnya dalam-dalam. Dia tidak menduga kalau Daniel sudah jauh lebih pintar selangkah darinya. Kalau tahu begitu, dia tidak akan sok pintar di depan pria ini

"Ya sudah, ayo kita pulang sekarang. Aku harus kembali ke kantor untuk menjemput, Kak Embun." ucapnya

Daniel hanya mengangguk tanda setuju. Dia mengekor di belakang Belle. Mereka pun pergi dari sana dengan mengendarai mobil masing-masing

Belle langsung menuju ke kantor Wirastama Corp, untuk menjemput kakak iparnya. Dia langsung melangkah masuk dengan gaya angkuhnya. Langsung menekan tombol lift ke lantai tertinggi, tempat di mana ruangan kakaknya berada

"Nona Belle, kenapa anda kemari?" tanya Deva. Dia tadi sedang membereskan berkas-berkas di ruangannya. Saat dari jauh matanya menangkap kedatangan adik dari bosnya, dia langsung berdiri dan menghampiri

"Aku ingin menjumpai, Kakakku. Apakah dia ada di dalam?" ujar Belle sambil menurunkan kacamata yang bertengger di hidungnya

"Maaf, Nona. Pak Bara, sudah pergi makan siang bersama dengan, Audrey." jelasnya

"Apa? Kenapa bisa pergi dengan wanita itu?" dia kaget bukan kepalang

"Saya juga tidak tahu, Nona." jawab Deva sang sekretaris ****

"Lalu, di mana kakak ipar ku?"

"Kakak ipar?" tanya Deva bingung

"Ya, wanita yang kau jemput di lobi tadi. Di mana dia?" tanya Belle tak sabaran

"Dia sudah di usir oleh, Pak Bara. Jadi, dia sudah pergi sedari tadi, Nona." jawabnya, sebenarnya Deva masih bingung, kenapa Belle memanggil wanita itu dengan sebutan kakak ipar

"Di usir? Dan sekarang, dia pergi makan siang dengan wanita sialan itu?" tanya Belle gusar

"Iya, Nona." jawab Deva

Belle mengeram marah. Dia berbalik dan pergi meninggalkan Deva yang masih terdiam dan terpaku di tempatnya sambil memelukku apa maksud dari perkataan Belle tadi

"Kakak Ipar? Bukankah Bara belum menikah? Lalu, siapa yang dia maksud sebagai kakak iparnya?" gumamnya

Belle langsung masuk kembali ke mobilnya, dia menelpon ke rumah ya untuk menanyakan keberadaan Embun pada asisten rumahnya

"Bi, apakah kak Embun sudah pulang?" tanya Belle

"Belum, Nona." jawabnya

Belle memutuskan sambungan telponnya tanpa mengatakan apa-apa lagi. Tujuannya sekarang adalah mencari Embun di sepanjang jalan. Dia takut, kalau Embun melakukan hal yang tidak-tidak yang berujung merugikan dirinya sendiri

Aku harap, aku bisa segera menemukanmu, Kak. Hari ini sangat panas, kemana kamu pergi, batinnya

Belle menyusuri jalanan dengan membawa mobilnya perlahan-lahan. Matanya tetap mengawasi jalanan sekitar agar orang yang dicari segera ia temui

Akhirnya, Belle melihat punggung orang yang sedang dia cari. Sedang duduk di halte bus, entah sedang menunggu apa. Embun duduk dengan lesu dan melamun

TIN TIN

Belle menekan klakson mobilnya, Embun melihat mobil yang sudah terparkir di hadapan. Dia cepat-cepat menghapus air matanya yang tadi sudah terjun bebas. Hal itu ditangkap oleh kedua mata Belle

Belle segera turun dan berjalan ke arah Embun dengan sedikit berlari karena cuacanya sangat panas

"Kak, kamu kenapa duduk di sini?" tanya Belle

"Aku, aku lupa membawa uang. Jadi, tidak bisa pulang naik kendaraan umum." jawabnya yang masih saja berusaha menunjukkan senyuman

"Kenapa tidak meminta kak Bara untuk mengantar kamu?" tanyanya lagi

"Katanya, dia sedang sangat sibuk, jadi aku juga tidak ingin mengganggunya." bohongnya

Aku tahu, dia sibuk makan dengan mantan pacarnya sampai melupakan kalau dia sudah menikah dan beristri, batin Belle

"Lalu, kenapa tidak menghubungi aku? Kamu berjalan sendirian ke sini, jika terjadi sesuatu padamu, bagaimana?" Belle hanya memasang wajah pura-pura tidak tahunya

"Kamu kan sedang ada urusan lain. Ponselku juga lowbat, jadi aku terpaksa harus berjalan kesini." ujarnya

"Kak, tapi kan ini sangat jauh. Kenapa kamu tidak naik taxi saja, sampai rumah baru bayar!" Belle tidak habis pikir dengan kakak iparnya itu

"Tidak apa-apa. Lagipula, aku sudah terbiasa berjalan sejauh ini. Bahkan, pernah lebih jauh lagi." sangkal Embun berusaha menenangkan adik iparnya

Kenyataannya, Embun tidak memiliki uang sepeserpun. Bara tidak memberinya uang seperti layaknya istri pada umumnya. Dia hanya menikah dengan orang kaya. Tapi, dia tetaplah istri yang miskin

"Sudahlah, ayo kita pulang sekarang." ujarnya

Embun hanya mengangguk, dia senang masih ada yang peduli dengannya. Beberapa kali, Belle melirik ke arah Embun yang terlihat sangat kelelahan

"Kak, bukannya kamu tadi membawa makan siang untuk, Kak Bara. Lalu, dimana rantang yang kamu bawa tadi?" tanya Belle berusaha memancing

"Hem? Ta-tadi, Bara mengatakan dia yang akan membawakan rantang nya." bohongnya lagi

Belle hanya mengangguk pura-pura percaya dengan apa yang diucapkan oleh Embun. Sekarang, dia sudah benar-benar tahu bagaimana perlakuan sesungguhnya kakaknya pada istrinya itu

"Lain kali, jika kamu akan membawakan makan siang untuknya, aku akan ikut dan makan bersama kalian. Aku juga akan membawa Brandon." ujarnya sambil fokus menyetir

Embun hanya memilih diam. Dari pada menceritakan aib rumah tangganya sendiri, walaupun kepada adik iparnya. Dia lebih memilih diam dan menyimpannya untuk dirinya sendiri, tak akan membiarkan satu orang pun tahu

******

Malam harinya, seusai makan malam. Mereka kembali ke kamar masing-masing. Sedari tadi, Bara hanya diam saja, dia sibuk dengan ponselnya sendiri dan terkadang senyum-senyum tak jelas

Sedangkan Embun, wanita itu hanya diam menatap suaminya yang malah sibuk dengan ponselnya sampai menganggap dirinya hanya sebagai bayangan

"Tuan, aku ingin bicara." seru Embun

"Apa?" tanya Bara singkat yang masih belum mengalihkan perhatiannya dari ponselnya

"Bolehkah, aku bekerja?" tanya Embun.

Dia sudah membulatkan tekadnya sendiri. Dia tidak bisa seperti ini terus, jika Bara tidak memberikannya nafkah, dia tidak mau berharap, dia akan mencari pekerjaan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Bara masih memperhatikan ponselnya sambil sesekali mengetikkan sesuatu di ponselnya seperti sedang membalas pesan seseorang yang teramat penting, hingga tidak mengalihkan pandangannya barang sedetikpun pada orang yang sedang berbicara dengannya

"Boleh saja. Asalkan kau tidak mengungkap identitas mu sebagai istriku pada siapapun." jawabnya acuh tak acuh

"Akhirnya anda mengakui aku sebagai istri anda." seru Embun senang

"Sudah pergilah! Jangan menggangguku." usir nya

"Tuan, aku ingin berbicara dengan Anda layak nya suami istri pada umumnya. Tidak bisakah Anda meletakkan ponsel Anda sebentar dan melihatku?" pintanya

Dengan berani, Embun merebut ponsel yang sedang digenggam oleh Bara. Secara tidak sengaja, dia melihat rentetan pesan yang dikirimkan oleh Bara dan juga seorang wanita yang bernama Audrey dan disemat emoticon love

"Apa-apaan kau ini?" teriak Bara marah

"Harusnya aku yang bertanya pada, Anda. Kenapa Anda masih berhubungan dengan mantan pacar Anda? Bahkan, secara terang-terangan di depan istrimu!" pekik Embun

"Kenapa? Kau tidak terima? Jangan mengurusi hal pribadiku!" seru Bara

Dia sudah berdiri dihadapan Embun sambil berkacak pinggang. Dia mendelik gusar menatap Embun yang masih membaca semua rentetan pesan singkat mereka

"Jangan lancang! Kembalikan ponselku." titahnya

Embun tidak memberikan nya. Bara berusaha mengambilnya, tapi Embun malah menyembunyikan ponsel milik Bara di belakang tubuhnya

Bara berusaha mengambilnya dengan sedikit memeluk Embun agar dia dapat mengambilnya dengan mudah. Tapi Embun malah menggerak-gerakkan tubuhnya kesana-kesini untuk menghindari Bara

BUGHH

Mereka jatuh ke lantai, dengan posisi bibir milik Bara tertabrak bibir Embun, dan tangan Bara memeluk Embun. Seketika mata mereka berdua membulat karena terkejut

1
Lisa Halik
lanjut saja sini thor brandnon
Lisa Halik
kenapalah embun masih juga ingin bersama bara
Lisa Halik
kalau saya macam embun,saya pergi saja dari bara&cari kebahagian sendiri..huhuh
Lisa Halik
kenapa bara masih saja tak sadar
Lisa Halik
keterlaluan sekali bara
Wahyu tampan sempurna
embun bego
embun oon
embun Tolol
embun lemah
embun cuma bisa mewek
embun bloon
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun
embun mati aja Sono gak guna juga jadi tokoh utama
Wahyu tampan sempurna: aku belum baca itu mah


ini aja coba baca ' di buang suami di nikahi ' om suami
total 1 replies
Wahyu tampan sempurna
ternyata embun bego bin oon sontoloyo


jujurlah
Rahma Lia
Luar biasa
Yana
kk aurora Jagan ter lalu kejam kk. bara y sama embun kasian dia kk
Kurnaesih
Alhamdulillah selesai... tetap semangat Thor semoga selalu sehat.dan sukses 🤲🥰🥰 mo lanjut baca Bungsunya Bara Ama Billy 💪💪👍
Kurnaesih
aku begadang Thor saking kangen nya5 Ama bara embun 🥰🥰🥰
Lizaz: maacih kakak sayang😍
total 1 replies
Kurnaesih
mampir Thor ini aku baca yang ke 2 lagi kangen Ama embun/barra🥰🥰👍🙏
Lizaz: 😍😍😍
mungkin udah lama banget, saya baru liat komentar kakak💋
total 1 replies
Mazree Gati
stop,,end .sorii tor ngak lanjut
Agnesya
Lah dia tlp ke adiknya utk bertya kabar itu pake apa ya???
Rusnawati Rusdi Rusdi
ok
Nur Aidi Athi
Buruk
Bang Sule
sikap Rey tidak profesional...laki2 goblok....!
Rostin Dawi
klw Albert punya pistol kenapa tidak membaki embun kenapa mala melemparnya pakai pisau
Mischa Chantika
Luar biasa
Ian Nver Win: 9u8 de556
total 1 replies
Mischa Chantika
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!