NovelToon NovelToon
Cerita Kita

Cerita Kita

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:93.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Isqa

Adelia itu cuma murid biasa, menurutnya.

Namun siapa sangka, justru banyak yang mengincar pacar Vero itu. Tapi, kedatangan dari yang namanya mantan memang merusak kisah pacaran.

Ditambah lagi kehadiran Ravi sebagai pangeran kesiangan, justru berhasil membuat seorang Adelia Morva Agustina si cewek kasar jatuh ke dalam pelukannya.

Tapi, cinta monyet itu memang ngeri-ngeri sedap sensasinya. Apalagi, kalau penunggu di penantian mereka justru akhir tak terduga.


IG : miqaela_isqa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isqa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vero & Tommy part II

Tanpa pikir panjang aku pun langsung mengangkat telepon dari Vero.

“Halo?” sapaku.

“Halo Del, kamu di mana?”

“Aku lagi pergi makan Ver?”

“Makan? Kamu sudah gak di sekolah? Sudah pulang?!” tanya Vero.

“Sudah, cuma belum pulang…” balasku gelagapan, entah kenapa aku gugup menjawabnya.

“Belum pulang? Berarti masih sedang berkeliaran?” tanyanya spontan.

“Anj*r! Berkeliaran dia bilang? Emang gue apaan?! Binatang?!” gumam batinku murka.

“Del! Yuk duduk!” ajak kak Tommy tiba-tiba tanpa melihat kondisiku yang sedang teleponan.

“Ada suara, itu siapa?!” tanyanya lagi.

“O-oh, itu kak Tommy.”

“Tommy? Berarti kamu pulang bareng dia?!”

“Iya,” jawabku singkat.

“Sekarang kamu dimana?” tanyanya dengan nada yang terkesan santai.

“Lagi makan, di warung sate yang pernah kita datangi waktu itu,” balasku jujur karena kesal padanya. Aku juga tidak tahu kenapa aku sangat kesal pada Vero sekarang.

Sekilas aku menatap pada kak Tommy yang masih menatapku berdiri di dekat pintu masuk, ia tersenyum padaku.

“Hah! Hela napas kasar Vero yang bisa kudengar. “Oh begitu ya,” balas Vero singkat lalu langsung mematikan telepon secara seenaknya.

“Apaan sih ini cowok, bikin kesal saja!” gumamku pelan.

Lalu aku memasukkan hp ke dalam saku rok dan menghampiri meja tempat kak Tommy berada.

“Siapa Del?” tanya kak Tommy.

“Teman kak,” balasku tanpa menatapnya.

“Kamu kok kayak kesal begitu, ada apa?” tanyanya lagi.

“Gak ada apa-apa,” aku jengah dengan pertanyaannya itu.

Mendengar jawabanku yang seperti itu kak Tommy hanya diam memperhatikanku, sampai akhirnya sate pesanannya sudah datang.

Sate itu terlihat lezat, tapi entah kenapa aku tidak berselera memakannya. Terlebih lagi saat aku menatap lekat sate itu malah wajah Vero yang terbayang dan membuatku semakin kesal jadinya.

“Del, kok gak dimakan?”

“G-gak kak, ini aku makan,” lalu aku mengambil sendok dan menyuap pelan.

Sekarang hatiku antara kesal, jenuh dan marah, tapi aku tak tahu harus bagaimana karena ini tidak ada hubungannya dengan seseorang di sebelahku ini, dia tidak salah apa-apa dan aku juga tidak pantas untuk cuek padanya.

“Kakak sering makan di sini?” tanyaku memulai percakapan untuk memperbaiki suasana.

“Lumayan, karena satenya memang enak,” tukasnya sambil tersenyum.

“Kamu sendiri gimana Del?”

“Eh… Kalau aku ini untuk kedua kalinya makan di sini,” balasku sambil mencoba tersenyum.

“Kalau begitu yang pertama makan sama siapa?” tanyanya tiba-tiba.

“Sama… temanku kak,” jawabku berjeda.

“Cowok?”

“Hah?!” balasku kaget.

“Dari responmu sepertinya iya ya, apa cowok yang kemarin itu?” tanyanya dan menebak dengan benar yang membuatku diam dan memutar bola mataku lalu menatapnya lagi sekilas.

“Iya ya, wajah kamu bilang begitu,” jawabnya sendiri sambil memiringkan kepala menatap ke arahku.

“Sudah ah, tuh di makan satenya, gak enak kalau mulai dingin,” sahutku mengalihkan pembicaraan.

Lalu hp ku berbunyi lagi, aku menoleh ke arah saku rokku dan mengambil hp itu. Aku tersentak karena itu adalah panggilan masuk dari Vero, tapi aku hanya menatap membiarkan.

“Ngapain dia meneleponku?” gumam batinku.

“Kok gak diangkat Del?” tanya kak Tommy tiba-tiba.

“Eh gak, cuma...” kalimatku terpotong karena hp ku bunyi lagi.

“Angkat saja gak apa-apa kok, atau ada alasan kamu gak bisa mengangkatnya?” tanyanya menyelidiki.

“Gak, cuma ini panggilan gak penting,” tukasku sembarangan.

“Ya sudah angkat, kalau gak biar aku yang tolongin,” tandasnya sambil mencoba merebut hp ku.

“Gak usah kak, apaan sih! Jangan direbut!” sergahku tapi dia memegang tanganku dan merebut paksa hp itu.

“Vero… Ah! Cowok yang kemarinkan? Ngapain dia gigih banget telepon kamu?”

“Iya namanya juga teman pasti ada perlulah! Sudah balikin hp aku!” balasku sambil mencoba merebutnya.

Dia mengelakkan tangannya, “yakin? Kalau begitu kenapa gak kamu angkat dari tadi?”

“Itu gak ada urusannya sama kakak mau aku angkat atau gak, balikin hp aku gak! Atau aku pergi!” gertakku padanya.

Dia menatapku lalu menoleh pada hp ku, tapi ini tak seperti yang kuharapkan karena dia menggeser layar hp ku secara tiba-tiba dan mengangkat panggilan Vero.

“Halo Vero? Ada apa? Adel lagi makan!” tukas kak Tommy tiba-tiba.

“Kak!” bentakku.

“Bisa tolong kasih hp nya ke Adel? Aku mau bicara sama dia sebentar,” tukas Vero dengan sopan.

Mendengar Vero yang berbicara sopan seperti itu, Tommy pun merasa tidak enak untuk menolak memberikan hp Adel, akhirnya ia pun menyodorkan hp Adel kembali.

“Nih, dia mau bicara.”

Aku yang merasa heran karena kak Tommy menyerahkan hp ku kembali tentu saja langsung menerimanya dan menggantikannya berbicara.

“Iya, ada apa Ver?” tanyaku pelan dengan nada sopan.

“Aku di luar,” jawabnya singkat.

“Hah! Di luar?!” gumamku kaget.

Kak Tommy langsung menolehkan kepalanya menatap keluar begitu mendengarku mengatakan hal itu. Begitu pula denganku yang juga langsung menoleh, tapi aku tidak melihat keberadaan Vero.

“Aku akan tunggu kamu.”

“Hah?! Maksudnya Ver? Halo Ver? Ver!” panggilku tapi tidak ada jawaban karena teleponnya sudah diputus.

“Kenapa? Dia di sini? Di mana?!” tanya kak Tommy memastikan.

Aku hanya diam tak memberi jawaban karena masih bingung dan melirik kesana kemari untuk melihat keberadaan Vero.

“Sebenarnya kamu ada hubungan apa sama dia?!” tanya kak Tommy memastikan.

“Kami cuma temanan.”

“Temanan? Hanya itu? Kalau cuma itu dia gak mungkin kesinikan?!”

“Iya mana aku tahu kak.”

“Pasti ada sesuatu,” oceh kak Tommy.

“Aku gak tahu,” jawabku mengelak karena aku memang tidak tahu kenapa Vero ada di sini.

“Dia suka sama kamu?”

“Apaan sih, ya gak mungkinlah,” tukasku heran dengan perkataan kak Tommy.

“Gak mungkin? Mau mastiin?” tantang kak Tommy.

“Gak! Dan aku gak peduli!”

“Kamu suka sama dia?” lagi-lagi kak Tommy bertanya tanpa memberiku kesempatan untuk makan.

“Apaan sih! Kakak nanya mulu! Mau makan gak!” balasku heran.

“Sudah gak nafsu,” lalu kak Tommy mengambil minum dan meminumnya.

Aku hanya menatap heran pada kak Tommy yang sudah kehilangan selera makan, begitu pula denganku yang tak ada bedanya. Keberadaan si Vero benar-benar bawa petaka karena dua orang yang lagi bersama bisa kehilangan nafsu makannya secara bersamaan akibat kehadirannya yang mendadak itu.

“Kamu gak makan?” tanya kak Tommy padaku yang masih menatapnya.

“Mmm itu…” balasku gugup gelapan harus jawab apa.

“Gak nafsu juga?” Dia menatapku dengan senyum meledek.

“Sudahlah,” balasku jenuh dengan perkataannya dari tadi.

“Ya sudah, gak usah lanjutin makan,” balasnya sambil tiba-tiba berdiri.

Tentu saja aku agak kaget melihatnya seperti itu dan aku pun juga langsung berdiri mengikutinya yang berjalan menuju kasir. Kami pergi begitu saja meninggalkan makanan yang masih tersisa banyak, karena baru makan beberapa suap.

Ia mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang untuk membayar makanan miliknya sekaligus milikku.

Aku hanya menatapnya sampai ia selesai membayar. Saat belum sampai di dekat pintu aku memegang tangan kak Tommy dan menaruh uang di telapak tangannya sebagai ganti bayar makananku.

“Kamu ngapain?” tanyanya.

“Ya ganti duit kakaklah!” balasku sambil melepaskan tangannya.

“Hah,” hela napasnya pelan, “seharusnya kamu yang bayar karena kita gagal makan gara-gara temanmu itu.” Kalimatnya membuatku agak kaget, jujur memang agak kaget aku dengarnya.

“Tapi aku cowok, kalau aku bilang traktir ya traktir, jangan bikin aku kayak gak punya harga diri begitu dong,” balas kak Tommy dengan nada yang tenang, tapi kalimatnya benar-benar terasa aneh di telingaku.

Ia lalu memegang tanganku dan mengembalikan uangku, “aku memang kesal tapi kamu jangan kayak orang asing juga,” sahut kak Tommy, ia lalu memegang kepalaku dan mengelus rambutku secara tiba-tiba.

Sesaat aku berpikir kalau dia kesal padaku karena kalimat yang dilontarkannya itu, tapi dia juga tak kelihatan seperti itu.

1
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
Pov orang pertama, perempuan..
miqaela_isqa: Iya, cowo ny mati
total 1 replies
KIA Qirana
H, Vero ya, bukan Fero kan
💙💙💜💜❤️❤️💜💜🌷🌷💜💜💕💕💕💜💜💜♥️♥️♥️💜💜💜💙💙💜💜💜
miqaela_isqa: Rasanya Vero kak 😂 y ampun aku aja smpe lupa nama karakter novel ku, maaf bru balas komen y kak, makasih bnget dukungan ny 🙏🏿😁
total 1 replies
KIA Qirana
Jangan beli kuota, mahal
beli jaringan aja 🤣🤣🤣♥️♥️♥️💕💕❤️❤️🌷🌷💕💕♥️♥️
miqaela_isqa: Takut ny dana gk cukup buat bli jaringan 😂😂😂 ntar malah bikin malu
total 1 replies
KIA Qirana
Eh ria geer
🤣🤣🌷🌷🌷💙💙💜💜♥️♥️♥️💕💕💕❤️❤️🌷🌷💙💙💜💜
miqaela_isqa: Sungguh trlalu 😂
total 1 replies
KIA Qirana
😱😱😂😂 aku juga pernah nyontek 🤣🤣😂😂♥️♥️🌷🌷🌷💙💙💜💜💜♥️♥️
miqaela_isqa: Kita smua prnh nyontek 😂
total 1 replies
KIA Qirana
Sangat untuk Author
♥️♥️♥️🌷🌷🌷💜💜💜💜💜
miqaela_isqa: Makasih byk kakak, smog sllu trhibur 🤗 jaga kesehatan mu 👍🏿
total 1 replies
KIA Qirana
Sedih banget 😭😭😭
Darah Biru (Bangsawan)
favorit ❤️ rate
Darah Biru (Bangsawan)
🌟🌟🌟🌟🌟
Darah Biru (Bangsawan)
keren 😘
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
🌹
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
sambungan jejak boomlike 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
Miss you Thor
Zzxyy01
👍😆
miqaela_isqa: 😁 Makasih loh kak udh mampir, semoga terhibur
total 1 replies
Zzxyy01
gw kok malah nge-sip sama si ketos
miqaela_isqa: Waduh 🙄 bisa2 konspirasi nih kak 😂😂😂
total 1 replies
Rintik Ludira
happy ending kak isqa semoga sukses di karya yg lain.. semangat terus...
.SAID.
end juga akhirnya, semangat terus sister
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!