NovelToon NovelToon
Karena Aku Rasya

Karena Aku Rasya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:76k
Nilai: 5
Nama Author: esa aurelia

Rasya adalah seorang yang dijuluki chef karena keahliannya dalam memasak. Ia belum pernah merasakan memiliki seorang kekasih selama 25 tahun kehidupannya.

Dan kepolosannya itu dimanfaatkan oleh Ellea, Seorang sensei karate yang selalu menjadikan tambatan hatinya sebagai bonekanya karena dendam cinta pertamanya, Darma.

Namun seiring waktu berjalan pengorbanan Rasya membuahkan hasil karena ketulusannya yang begitu besar akhirnya, Ia bisa merubah sifat Ellea yang cenderung mengarah pada psikopat karena tindakannya yang menikmati rasa sakit kekasihnya sebagai kesenangan terlebih jika sebelumya mereka juga menyakiti hatinya.

Mampukah Rasya mengubah perangai Ellea yang memiliki caranya sendiri dalam mencintai dengan tidak menyakiti fisik lagi, Apakah kesabaran Rasya akhirnya membuat Ia menyadari kalau tindakannya selama ini salah dan Ellea akan berubah??

Yuk ikuti novel pertamaku 😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon esa aurelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan Dari Orangtuaku.

Saat di Resto tadi Aland memberitahuku kalau Ia akan mengunjungi kontrakan bersama kedua orangtuaku. Aku memberitahukan hal ini pada Ellea jadi Ellea dan aku bisa bersiap untuk menyambut kedatangan mereka.

Aku memasakkan sesuatu di dapur dan Ellea merapikan kontrakan.

"Jam berapa Mama sama Papa mau datang Sya ?" Tanya Ellea sembari menyapu lantai.

"Kayaknya sih abis magrib sayang !" Sahutku dari dapur yang tengah mencuci piring yang kotor bekas makan kami tadi pagi.

"Kamu mau masak buat mereka ?" Tanya Ellea yang saat ini sudah beralih tugas mengepel lantai.

"Iya sayang, Aku mau buat telor balado tempe goreng dan tumis toge," Sahutku yang tengah memotong tempe goreng.

Setelah selesai mengepel lantai Ellea membantuku memasak di dapur. Ellea agak menggerutu padaku pasalnya ia ingin soal memasak tetap menjadi tugasnya. Karena Ia merasa itu adalah tugasnya memasakkan untukku.

"Apa kamu nggak minta aku buat bantu, Kenapa jadi terbalik begini seharusnya kamu yang menyapu dan mengepel dan aku yang masak Sya," Gumam Ellea sambil memotong bawang merah dan bawang putih untuk menumis.

Mendengar Ellea yang menggerutu aku jadi gemas. Meskipun cemberut Ellea tetap cantik membuatku semakin tergila padanya. Lalu aku melingkari tanganku di pinggangnya dan menyandarkan tubuhku di punggungnya.

"Sya, Aku mau masak nih !" Ujar Ellea dengan lembutnya.

"Aku mau masak juga kok, tapi sambil peluk bidadari." Ujarku sembari menciumi rambut Ellea.

Ellea yang merasa tak nyaman karena terganggu olehku, langsung menarik telingaku membuatku mengerang dan melepas pelukku dari pinggangnya.

"Aduh..ampun Ell, Aku kan cuma mau peluk kamu. Kok malah telingaku ditarik ?" Rintihku sambil memegangi tangan Ellea yang sedang menarik telingaku.

Lalu Ellea memberikan ku syarat yang membuatku semakin gemas pada Ellea.

"Emm..iya deh aku lepasin, tapi ada syaratnya !" Ujar Ellea sambil menggodaku.

"Hmm..selalu deh pakai syarat, Yaudah apa syaratnya?" Tanyaku pelan.

"Tutup mata kamu !" Pinta Ellea padaku.

"Mau ngapain tutup mata ?" Tanya ku.

Aku yang selalu kepo dengan apa yang Ellea minta membuat Ellea gemas dan Ia menarik hidungku. Ellea membulatkan matanya dan aku mengerti lalu aku memejamkan mataku. Dan ternyata Ia melepas tangannya dari telingaku aku ingin membuka mataku namun teguran Ellea membuatku tak jadi membukanya.

"eits ..jangan buka mata!"ujar Ellea.

Aku menghela nafas, Huft apa yang sebenarnya ingin Ellea lakukan padaku. Bukankah aku hanya memeluk punggungnya saja apa itu sebuah kesalahan yang dilakukan pada istri dari suami sahnya.

Cupp..cupp..

Rupanya Ellea mencium kedua pipiku dan membuatku tersenyum,

"Yaudah ayo kita masak lagi nanti Mama sama Papa keburu datang !"Ajak Ellea padaku.

Aku tersenyum dan mengangguk, rupanya hanya itu. Aku menggeleng sebentar sembari tersenyum dan menyelesaikan masakanku.

Sementara itu pemilik franchise kebab si cantik Airin saat ini Ia tengah berada dikediamannya. Rumah mewah 3 lantai itu dihuni oleh Airin dan seorang kakak perempuannya yang tak kalah beradanya. Karena memiliki bisnis mie ayam yang saat ini sudah memiliki 3 cabang yang tersebar juga di daerahnya.

Tampak Airin tengah memandangi fotoku di meja kerjanya yang terletak dirumahnya karena rumahnya juga Ia jadikan kantor pribadinya.

"Hei, Pandangilah terus fotonya !, Apa nggak ada yang bisa kamu lakuin Airin, Kamu tau kalau dia udah menikah, ayolah, dia cuma laki-laki biasa, kamu bisa dapatin yang lebih lagi daripada mengharapkan orang yang nggak jelas dimana rimbanya !" Ujar Ansara, Kakak dari Airin.

"Hmm..selama itu nggak merugikan kakak, Aku pasti bisa menemukan dia nggak peduli meski dia udah menikah," Tukas Airin lalu membereskan file di meja kerjanya dan pergi dari hadapan Ansara.

"Eh..Mau kemana kamu?" Tanya Ansara.

"Cari angin," Jawab Airin singkat.

Godaan selalu datang dari mana pun tergantung bagaimana Aku dan Ellea terus bertahan menghadapi masalah dalam rumah tangga kami agar lebih kuat dan semakit erat untuk bersama.

😍😍😍😍😍

Malam ini cukup melelahkan bagiku namun aku senang karena orangtuaku akan mengunjungi kami dirumah. Ellea juga sudah menyiapkan hidangan untuk kedua orangtuaku.

Tok..tok..tok..

"Assallamuallaikum !"Ucap Keluargaku bersamaan.

Aku dan Ellea menjawabnya bersamaan dan Ellea membukakan pintu. Dan kami melanjutkan obrolan kami diruang paling depan kontrakan kami. Aland dan Wisnu membawakan barang-barangku yang sempat terisi dikamar ku agar aku tak perlu membeli barang baru,karena yang lama masih bisa digunakan.

"Maaf ya malah jadi ngerepotin Ma, Pa, Kak Aland!" Ucapku.

"Ngerepotin apa sih Sya, Ini semua juga barang punya kamu sendiri, kontrakan juga kan masih agak kosong, nggak apa-apa ya Ellea kalau nambah barang disini ?"Tanya Wisnu yang tengah duduk setelah meletakkan beberapa barang milikku.

"Nggak apa-apa kok Ma, Pa, Malah bagus jadi tinggal beli yang kurang-kurang aja," Sahut Ellea sembari menghidangkan teh hangat di sebuah teko dan hidangan yang sudah kami masak bersama tadi telur balado,tempe goreng dan tumis toge.

"Aduuh jadi enak kami nih dimasakin hehe.." Ujar Wisnu dengan canda nya pada Ellea.

"Iya dimakan Pa, Ma, Kak Aland. Maaf ya cuma ada ini hehe.." Ujar Ellea dan Aku membantu Ellea menghidangkan makan malam untuk orangtuaku diatas tikar.

"Mari makan !"ajak Wisnu lalu kami makan bersama pertama kalinya bersama Ellea.

Ellea juga menghidangkan teh hangat untuk menemani obrolan kami.

"Silakan mumpung masih hangat tehnya !" Ucap Ellea.

Lalu kami makan malam bersama dan ini pertama kalinya bersama Ellea. Setelah selesai makan kami menyeruput teh itu bersama diatas tikar.

Kemudian Sari mengeluarkan sesuatu dari kantong kanvasnya, susu persiapan kehamilan. Setelah Ellea mengobrol bersama Sari dikamarku dan aku bersama Wisnu dan Aland diteras kontrakan.

"Gimana Sya perasaan kamu.?" Tanya Wisnu.

"Bahagia Pa, terima kasih kalian selalu mendukung sampai saat ini,".Ucapku pada kedua pria hebatku ini.

"Iya dong, Oh iya aku kangen sama kamu Sya, rumah sepi jadinya, makanya Mama tadi minta main ke kontrakan, belum rela kamu langsung misah dari kita hehe.." Ujar Aland nampak bicara pelan karena tak enak dengan Ellea.

"Tenang aja kak, Kan rumah masih dekat nanti gantian aku sama Ellea yang main kesana," Ujarku lantas Aland mengangguk.

Sementara Ellea bercakap dengan Sari setelah meletakkan barang milikku ditempat yang Ellea inginkan Sari mengajak bicara Ellea.

"Oh iya Ellea nanti diminum ya susu program hamil nya, emm..tapi apa kamu berniat hamil lebih cepat, kan kamu juga bekerja ?"tanya Sari.

"Sedikasihnya ma, Tapi aku maunya cepat kok, Aku nggak mau nunda juga," Jawab Ellea sembari mengajak Sari duduk diranjangku.

"Aamiin, oh iya Ellea boleh nggak mama minta sesuatu ke kamu ?" Tanya Sari.

"Boleh Ma," Jawab Ellea.

Lalu Sari menghela nafas sejenak dan memandang Ellea begitu dalam.

"Rasya itu orangnya nggak bisa marah Ellea, Dia itu orang yang sangat penurut tapi dia sangat sayang sama keluarganya. Tolong jaga dia ya, Mama nggak pernah bersikap keras sama dia mama juga selalu ngajarin Rasya buat bersikap lembut dengan perempuan,(tersenyum)hmm..mama harap kamu bisa membimbingnya supaya dia tetap jadi Rasya yang dulu !" Pinta Sari pada Ellea sembari memegang jemari Ellea.

"Iya Ma," Jawab Ellea sembari tersenyum.

Sekali lagi Ellea mendengarnya tentang siapa Rasya sebenarnya dimata keluarganya.Tak lama kemudian aku, Wisnu dan Aland datang menghampiri Sari dan Ellea dikamar nya.

Mereka bermaksud untuk berpamitan karena hari sudah malam. Setelah bersiap kami mencium tangan orangtua dan kakakku.

"Yaudah Ma, kita pulang dulu. Hari sudah larut, Ellea sama Rasya juga harus beristirahat kan," Ujar Wisnu.

"Iya, yaudah Rasya, Ellea, kami pulang dulu ya, kapan- kapan main ya ke rumah !" Ujar Sari pada Ellea lalu Ellea mengangguk sambil tersenyum.

"Iya Ma, kalian hati-hati ya dijalan, lain kali kami yang mengunjungi Papa sama Mama !" Ujarku.

"Iya Rasya, yaudah kita pulang dulu ya, Sampai ketemu besok di resto !" Pamit Aland sambil memegang pundakku.

"Siap bos !" Sahutku membuat mereka tertawa.

Dan setelah itu mereka kembali naik ke mobil Aland lalu berlalu pergi meninggalkan kami. Lalu aku juga merangkul Ellea untuk masuk kembali ke kontrakan dan mengunci pintu. Aku dan Ellea merapikan beberapa barang yang tadi dibawa orangtuaku ke tempat yang semestinya.

"Banyak juga barang-barang kamu Sya, tapi lumayan sih buat ngisi kekosongan kontrakan hehe..".Ujar Ellea.

"Iya sayang, kan yang disini masih barang-barang kamu semua, sama momoru hmm..dia nggak tidur sama kita kan sayang ?"Tanyaku karena melihat momoru yang sudah terlelap diranjangku.

"Hehe..yaudah kita pindahin Sya, Biasanya aku suka lupa mindahin momoru lagi ke kandang, biasa tidur bareng aku soalnya," Ujar Ellea dengan tawanya lalu menggendong momoru masuk kedalam kandangnya.

Setelah Ellea kembali ke ranjang aku mulai mendekatinya dan Ia menyandarkan tubuhnya dipelukku. Lalu Aku mengecup keningnya dan membuka kancing baju piyama Ellea perlahan hingga seluruh kancing terbuka dan beralih memeluk Ellea dengan erat.

kulihat buah dada yang nampak ranum. Ia nampak pasrah dan setuju untuk ku ajak bersenang - senang malam ini. Lalu aku ******* bibirnya yang sedari tadi digigit olehnya. Aku merasakan hasrat Ellea juga sudah memuncak dan beralih menyusuri leher Ellea yang putih dan kulumat dengan kuat hingga Ia sedikit merintih membuat tanda cintaku terlihat jelas dilehernya.

Ellea nampak pasrah, kedua tangannya meremas selimut yang ditidurinya..Setelah itu aku beralih meremas buah dadanya dengan tangan kananku dan ******* buah dada disebelahnya membuat kami semakin memuncak.

Ellea yang tak kuasa menahan hasratnya mencengkram rambutku dengan kuat..Aku terus mengajaknya bersenang-senang hingga bersiap untuk membuka celanaku. Lalu aku membuka kakinya dan Ellea mulai merasakan serangan ku untuk pertama kalinya membuat Ellea berdarah..

Dan ternyata ini pertama kalinya bagi Ellea merasakan itu sebagai istriku. Setelah melakukan sunah rasul tersebut Ellea tidur di pelukan ku hingga Ia lupa menutup piyamanya kembali namun aku biarkan dan cukup menyelimutinya dengan selimut tebal.

Sedangkan aku yang masih tersadar segera memakai kembali baju dan celanaku lalu tidur didekatnya.

Memasang alarm untuk membangunkan Ellea sebelum subuh agar Ellea dan aku bisa mandi terlebih dahulu. Kemudian aku pun ikut terlelap bersama Ellea hingga pagi hari.

❤❤❤❤❤❤❤❤

Kring!!!,

Mendengar jam weker berbunyi tentu Ellea pun terbangun di pagi ini. Saat Ellea terbangun Ia segera meraih weker tersebut lalu mematikannya kembali tampak waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi.

Dan saat tersadar Ellea mulai membuka selimut tebalnya dan ia terkejut karena Ia lupa menutup kembali kancing piyamanya. Dengan segera Ia menutup kancing bajunya dan menatap diriku yang masih terlelap.

Lalu Ellea membuka selimutnya mengambil handuk dan mandi. Usai mandi Ellea membasuh rambut basahnya dengan handuk dan berpakaian kemudian mengambil air wudhu untuk sholat.

Setelah sholat barulah Ellea membangunkan ku sembari mengecup kening ku.

"Sya, bangun,mandi dan sholat dulu!" Ujar Ellea sembari mengelus rambutku.

Lalu Aku perlahan membuka mataku dan menggeliat sejenak beralih membuka mataku dan tersenyum. Indahnya kini setiap kali bangun tidur sudah ada yang menemaniku.

"Hmm..Kamu udah mandi sayang ?" Tanyaku.

"Udah Sya, Ayo kamu mandilah, Nanti waktu solat habis !" Ujar Ellea.

"Iya sayangku !" Sahutku sembari mencium pipinya, lantas mengambil handuk untuk mandi.

Sedangkan Ellea menyiapkan sarapan untuk kami dan membuatkan dua gelas susu hangat. Setelah sholat aku menghampiri Ellea yang tengah menyapu diruang depan lalu memeluknya dari belakang. Ellea menyambutnya dan menghentikan menyapu.

"Sya, Kata orang dulu kalau menyapu belum selesai udah diganggu nanti suaminya jenggotan hehe.." Ujar Ellea sembari memegang tanganku yang memeluk punggungnya.

"Nggak apa-apa dong jenggotan, Kan itu mah sunah nabi hehe.." Ujarku lalu memegang tangannya untuk makan bersama menyantap sarapan yang sudah Ellea siapkan untuk kami.

"Oh iya, Semalam Mama bicara apa aja sama kamu Ell?" Tanyaku sembari menyendok nasi sedikit demi sedikit ke mulutku.

"Mama mau punya cucu Sya." Jawab Ellea membuatku tersedak.

uhukk..uhuukk..

Lalu Ellea segera memberikan segelas air untukku.

"Kenapa kamu tersedak ?" Tanya Ellea heran.

"Nggak apa-apa, Aku juga setuju sama ucapan mama Ell hehe.. Tapi semua ada di kamu kan kamu yang akan mengandung selama 9 bulan, Apalagi pekerjaan kamu mengharuskan kamu untuk aktif bergerak, tapi seandainya pun kamu memutuskan buat resign dari pekerjaan kamu, itu lebih baik Ellea, biar aku aja yang mencari nafkah kamu cukup jadi ibu rumah tangga aja !" Jelasku penuh keyakinan tak memaksakan Ellea untuk membantuku menjadi pencari nafkah untuk keluarga kecil kami.

"Dijalani aja dulu Sya, selama masih bisa aku lakuin, nanti kalau udah saatnya berhenti aku juga berhenti kok !" Ujar Ellea sembari melemparkan senyum manisnya padaku.

"Hmm..oke(melihat jam)yaudah ayo kita berangkat sayang !," Ajakku sambil merapikan sarapan kami ke dapur dan bergegas untuk pergi lagi ke rutinitas kami masing-masing.

Setelah mengantarkan Ellea ke sekolah karate,Aku kembali lagi meluncur menuju restoran. Kemudian Ellea melangkahkan kakinya menuju ke kantor guru karate.

Dan disana para guru tampak riuh karena membicarakan seseorang. Setelah itu Ellea ke ruang ganti pakaian dan pas sekali ada Ayu disana. Lantas Ellea bertanya pada Ayu soal kehebohan yang terjadi di sekolah.

"Hai Ayu !" Sapa Ellea pada Ayu yang sudah selesai mengganti pakaiannya dengan seragam di loker dan tengah memainkan ponselnya.

"Hai Ell, gimana semalam ?" Tanya Ayu dengan tawanya.

"Rahasia dong hehe.. Oh iya kok di kantor tadi heboh gitu ya ngomongin anak pemilik sekolah karate gitu ?" Tanya Ellea sembari memasukkan pakaiannya ke loker karena Ia sudah selesai mengganti pakaiannya.

"Ohh..iya katanya dia mau bantu Pak Amir (nama pemilik sekolah karate) buat ngajar karate disini, Dia tuh lulusan luar negri loh, katanya sih baru menyelesaikan pendidikannya dari China, Udah gitu disana juga nyambi les karate juga sama master gitulah pokoknya, Hari ini dia udah mulai ngajar katanya tapi sih belum terlihat yang mana orangnya, mungkin dia datang agak terlambat, "Jelas Ayu.

"ihh..kamu tau banget yu hehe.." Ucap Ellea.

"Gosipnya udah nyebar sayangku..hmm..wajar kamu ketinggalan cerita kan kamu pengantin baru, baru masuk lagi 2 hari ini yaa hehe.." Jelas Ayu dengan tawanya.

"Iyalah, Yaudah yuk ke kantor aja !," Ajak Ellea lalu memandangi Ayu yang masih serius memandangi ponselnya.

"Ada WhatsApp dari siapa tuh, Pasti dari kakak ipar yaa?" Ujar Ellea sembari berjalan memepet Ayu untuk menggodanya.

"Cieee..udah kakak ipar nih ngomongnya ?!" Canda Ayu lagi

"Lho kan emang kenyataannya dia kakak ipar aku, Kamu sendiri kapan nih jadi kakak ipar aku hehe.." Ledek Ellea membalas Ayu yang wajahnya mulai memerah karena tersipu malu.

"Doain aja yaa, toh sampai sekarang kak Aland belum nembak aku Ellea." Pinta Ayu.

"Kamu aja yang nembak dia hehe.." Ledek Ellea lagi sembari memencet hidung Ayu.

"Ihh, Mau ditaruh dimana muka aku sayang, Seorang Ayu nembak duluan, nggak banget." Ujar Ayu sambil memegang tangan Ellea yang meluncurkan tangan ke hidungnya.

"Sini taruh di kantong kresek !" Ujar Ellea dengan tawanya lalu berlari meninggalkan Ayu.

"Ahh..Enak aja kamu, Awas ya, tungguin aku Ellea !" Panggil Ayu sembari mengejar Ellea yang meninggalkannya.

Dan kalau mereka akrab seperti itulah saling menggoda satu sama lain karena sebenarnya mereka juga saling care satu sama lain.

🌹🌹🌹🌹🌹

1
esa aurelia
luar biasa
JA Chrysant
uuhh nasi pecel tepi jalan, nostalgia banget pas dulu masih kantoran wkwk
XMYZLX
Tamat

Bagus ceritanya, thor 🔥
Aris Pujiono
hsbiskan
Aris Pujiono
seblak bro
Aris Pujiono
aman mas
Indah Nihayati
baguss
Esa Aurelia: makasih kak..
total 1 replies
Aris Pujiono
lanjut kak
Aris Pujiono
kenzo keren
Aris Pujiono
Hahaha..geisha
Aris Pujiono
bikn kangen ya
Aris Pujiono
seru kak
~🌹eveliniq🌹~
bintang 5 buat kamu
Aris Pujiono
lanjut kak..
Aris Pujiono
faiz faiz
Aris Pujiono
sanubari mendukngmu
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu dari find the Perfect Love
Aris Pujiono
sanubari selalu menunggu bab terbaru
Esa Aurelia: makasih kak..
total 1 replies
Aris Pujiono
semangat aja kak
~🌹eveliniq🌹~
salam hangat dari Cinta Online ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!