Kisah Molly Arkana yang di cintai dua pria tampan satu darah, yah, Alex kekasihnya sudah berusia 39 tahun, tapi memiliki putra berusia 23 tahun, hasil dari cinta terlarang di usia Alex yang ke 15 tahun.
Dan Farrell yang seharusnya menjadi anak tirinya, juga mencintai nya. Ini kisah Farrell yang mencintai kekasih papah nya.
Banyak bawang, jadi siap kan tissue, ada part ngakak nya juga, plus part bucin, romantis, sama geram sampe geregetan pengen gigit telinga orang, siap siap, dengan alur cerita naik turun nya. 😍♥️
Happy reading ♥️😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis amatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melihat nya dimana mana
...Apa aku jatuh cinta.? pada pandangan pertama.? seorang pria dingin, congkak, songong, tidak mungkin mengalami hal itu.!! Hempas lah kau Molly.. hempas dari pandangan ku..!!...
..._Farrell Naeyandra_...
Molly justru terlihat menggemaskan dengan gaun pengantinnya. Alex melangkahkan kakinya mendekat tanpa melepaskan pandangan yang melekat padanya, membuat Molly menunduk tersipu. Bayangan saat bersanding di pelaminan membuatnya tersenyum malu.
"Kamu sangat cantik yank..." ucap Alex, tatapan matanya begitu mesra mengarah ke bibir, jika tidak ada putra dan ibunya mungkin sudah melu.matnya. Melihat Molly mengenakan gaun pengantin membuat otaknya beterbangan kemana mana.
Sedang Farrell masih terperangah dengan kecantikan calon ibu tirinya, Rangga yang melihat itu, mengibaskan tangannya pada wajah sang bos.
"Woy... sadar woy... benci gak begitu juga kali Rell" ucapnya menyindir.
"Hah..?!"
Farrell baru menyadari dirinya hanyut dalam keterpakuanya, dan wajah menjengkelkan Rangga semakin mencibirnya.
"Katanya benci, tapi ngeliatin tu mami muda sampe nyemburin lagi tuh minuman.." sindirnya.
"Berisik..!!" ucap ketus Farrell.
"Kita pergi saja dari sini..!!" lanjut Farrell beranjak dari duduknya, kemudian melangkah pergi menghindari pemandangan indah yang membuatnya gerah, gerahnya pun entah kenapa, di bilang cemburu baru kenal, di bilang benci tapi terkesima. Galau pemuda itu rasa.
Rangga pun mengekor di belakang "Om.. nek.. Kaka cantik.. Rangga pergi ya.. kami mau tenis.." ucap pemuda itu pamit.
"Iya.. Rangga Farrell hati-hati.." saut Alex menoleh sekilas menghiraukan Rangga. Terlihat Farrell sudah ngacir keluar tanpa permisi.
...----------------...
Tiba di luar, Farrell memasuki mobil merah mengkilap miliknya, seperti biasa Rangga yang mengambil alih kemudi.
"Kita jadi tenis kan Rell.?" tanya Rangga.
"Hmm..!!"
Dengan segera Rangga melajukan mobil sport milik sang bos menuju lapangan tenis tempat dimana mereka biasa main setiap minggunya. Semenjak di Indonesia cuma itu hiburan Farrell saat liburan.
Wajahnya muram entah kenapa, Farrell sendiri tak tahu, pemuda itu bergulat dengan pikirannya sendiri, yang pasti saat ini bayangan wajah cantik Molly mulai mengusiknya, bukan hanya saat ini saja dari pertama bertemu di diskotek pun pemuda itu sudah terbayang bayang kelakuan Molly kala itu.
Semakin sering melihatnya semakin penasaran pemuda itu di buatnya. Jika di pikir lagi, situasi yang tak sengaja mempertemukannya dengan Molly seolah tuhan sedang mendatangkan jodoh untuknya, sayangnya gadis itu justru kekasih sang papah.
Rangga menoleh sekilas memperhatikan wajah muram sang bos sambil terus fokus dengan jalanan siang harinya yang sesekali terjeda karena macet.
"Rell.. kamu kenapa diam saja..? apa kau masih gak setuju dengan pernikahan Om Alex.?" tanyanya.
Farrell membetulkan posisi duduknya senyaman mungkin "Entah lah.. kekasihnya membuat ku mual.. dia itu seperti sengaja menggoda papah demi mendapatkan hidup nyaman.. aku membencinya.." pemuda itu berujar dengan mata yang terus menerus menatap ke arah jendela.
"Tapi dari tatapan matamu tidak seperti orang yang membencinya.. kau justru terlihat menyukainya.." sambung Rangga.
Dan ucapan Rangga berhasil membuat Farrell menoleh padanya "Jangan sembarangan bicara kamu..!! mau aku pecat hah.?" ancam pemuda itu ketus.
Rangga berdecak "Ya ya ya...." lanjutnya.
"Lagian.. dari pada kamu usil sama hubungan mereka, lebih baik bina hubungan mu sendiri dengan pasangan mu.. bukanya banyak yang suka padamu.. Laura salah satunya.. lalu mantan kekasih mu itu, si Shania, dia juga sudah pulang ke Indonesia sekarang.. bukannya kalian masih saling menyukai..?" imbuh Rangga.
"Malas.. Shania terlalu sibuk dengan urusan nya, aku tidak menyukai wanita karir, dan Laura.? dia gadis ter bar bar yang pernah aku kenal.. jangan sampai dia tahu, aku sudah ada di Indonesia sekarang.. menakutkan.." balas Farrell dengan nada congkak nya.
"Lalu.? apa kau berniat merebut kekasih Om Alex begitu.?" tanya Rangga menggoda.
"Sialan.. sudah kubilang jangan terus berbicara sembarangan..!!" pekik Farrell melotot.
Seperti wanita yang tengah mendapat tamu bulanan, Farrell terus menerus berbicara ketus.
Setengah jam sudah mereka berada di bawah atap mobil, dan kedua pemuda tampan itu mulai turun dari kendaraan roda empat nya setelah dengan sabar mengantri parkir, Rangga berjalan ke belakang membuka bagasi, mengambil dua raket dan satu tas berisi kaos tenis nya.
"Siap siap Rell, aku akan mengalahkan mu kali ini.." ucap Rangga seraya berjalan beriringan dengan sang bos.
"Mimpi..!!" cibir Farrell dengan bibir yang menyebalkan.
Seperti biasanya, begitu tiba di tempat Farrell dan Rangga melangsungkan pertandingan mandiri mereka, tentunya setelah mengganti pakaian terlebih dahulu. Cukup lama kedua pemuda itu bermain.
Farrell yang gengsi menerima kekalahan, pemuda itu terus menerus menantang padahal sudah tidak fokus dengan permainannya. Awalnya siap, tapi saat bola mulai berpindah Farrell kehilangan fokus kembali hingga dengan mudah Rangga memberikan smash padanya.
"Huhu.. kali ini aku benar-benar mengalah telak mu Rell..!!" cakap besar Rangga menunjukkan kedua jempol ke bawah pada Farrell yang kini terduduk di lantai dengan wajah kecut.
Farrell mengibaskan kepalanya menghempaskan keringat "Sial, kenapa aku tidak bisa fokus..!!" gerutunya.
Sedari tadi pikirannya terbagi ke tempat lain, bayangan wajah cantik gadis parasit baginya terus melintas di otaknya. Baru pernah ia merasakan hal aneh seperti itu. Ini terlalu janggal, gambar senyum di raket tenis miliknya pun menampilkan wajah Molly.
Keningnya mengerut, dengan mengucek mata, Farrell memastikan yang di lihatnya bukan halusinasi.
"Sial.. kenapa si buruk rupa itu ada dimana mana..!!" gumamnya kesal.
Prok prok prok !!!
Suara tepuk tangan mengalun perlahan di sudut lapangan membuat kedua pemuda yang masih terduduk mengatur napas menoleh serentak ke arahnya. Dan seorang gadis mengembangkan senyum manis padanya.
"Shania..." celetuk dari bibir Rangga spontan.
Sedang Farrell masih sibuk dengan raba-raba rasanya yang semakin lama semakin aneh, padahal gadis yang tersenyum tidak lain adalah sang mantan kekasih yang tiga tahun lamanya ia pacari, saat masih sama-sama di luar negeri, dan tempat itu adalah tempat favorit mereka jika sudah pulang ke Indonesia saat cuti kuliah, jadi tidak heran jika mereka tak sengaja bertemu di sana.
"Selamat Rangga, kau hebat..." puji Shania seraya mendekat.
"Tentu saja..!!" saut Rangga bangga.
Sementara Farrell mulai beranjak dari duduknya, memboyong raket kegagalannya keluar lapangan. Dan yaaaah pemuda itu harus berpapasan dengan sang mantan yang kini tersenyum menatapnya. Farrell acuh.
"Rell.." panggil Shania mengikuti langkah mantan kekasih.
"Hemm.." saut kasar Farrell seraya melanjutkan langkah cepatnya.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, aku kira kamu sudah gak pernah ke sini lagi Rell.." tanya Shania.
"Aku iseng saja.."
Farrell menuju meja Istirahat, dimana mereka bisa memesan makanan dan minuman. Tapi karena sudah makan siang jadi pemuda itu hanya memesan minuman saja, ketiganya pun duduk melingkar di meja tersebut. Terlihat Farrell mengelap keringat yang membasahi dahinya dengan sapu tangan, sedang Rangga memasukkan kembali raket ke dalam bag nya.
Suasana tempat itu lumayan ramai karena hari ini hari Minggu, banyak orang-orang elit menyatroni tempat itu sekedar mengisi waktu luang sekaligus mengeluarkan keringat yang tak bisa keluar saat berada di ruangan AC.
Kini Shania menatap Farrell penuh arti "Kabar kalian gimana?" tanyanya.
"Alhamdulillah baik.. kamu gimana Shan?" saut Rangga sesaat setelah tidak mendengar jawaban dari Farrell. Pemuda itu mencoba mencairkan suasana kikuk sepasang mantan kekasih itu.
Melihat sikap acuh Farrell bibir Shania melebar kecewa hingga membentuk garis lurus "Kamu tidak menanyakan kabar ku Rell.? aku baru pulang ke Indonesia seminggu yang lalu loh Rell.. kamu bahkan tidak ada basa-basi nya padaku.." gadis itu mendengus.
"Aku tahu kamu sehat, buktinya kamu di sini sekarang.. bukan begitu.?" saut Farrell datar.
Sambil mengistirahatkan tubuh dan mengeringkan keringat, ketiga orang itu mengobrol santai, Rangga mulai mengambil alih percakapan saat sang bos sudah malas berbicara pada Shania.
"Aku penasaran gimana kalian jadian.? awal mula hubungan kalian dulu, seperti apa.?" tanya Rangga basa-basi padahal dia sendiri sudah tahu dari sang bos.
"Kami.? kami lumayan lama jadian, karena sebelumnya hanya aku yang menyukai Farrell, aku jatuh cinta pada pandangan pertama.." gadis itu berujar dengan tatapan yang melekat pada pemuda yang kini berada tepat di hadapan nya.
"Oya.?"
"Hemm hemm.. kau tahu Ngga.. Farrell begitu menggoda mataku, meski acuh, dingin, judes, aku tetap penasaran padanya.."
"Awalnya hanya sebatas tertarik, tapi lama kelamaan bayangan wajahnya terus menerus melintasi pikiran ku.. senyumnya.. cara jalannya.. cara bicaranya.. bahkan kalimat pedasnya pun aku terus memikirkannya tanpa aba-aba.. bayangan wajah tampannya sering membuat ku tak fokus.." jelas Shania.
Dan penjelasan Shania membuat Farrell mengerutkan kening penasaran "Apa.? tadi kau bilang.? wajah ku selalu melintas di pikiran mu.?" tanyanya. Dan Shania mengangguk dengan senyuman, gadis itu pikir Farrell masih penasaran dengan perasaannya.
"Bahkan sering membuat mu tak fokus.? apakah.. kau melihat wajah ku di mana mana.? padahal baru mengenal tapi sudah merasa terpikat.? begitu kah yang di namakan cinta pada pandangan pertama.?" tanya Farrell memastikan.
"Hmm hemm Rell, begitulah rasaku padamu saat itu, saat aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu.." jawab Shania meyakinkan.
...----------------...
Teman teman hari ini mungkin vote kalian sudah kembali terisi, boleh dong minta vote nya xixixixix.. gak maksa kok.. Bersambung.... terimakasih like nya....🤗