menceritakan tentang gadis kaya mencintai bodyguard nya,namun sang bodyguard punya rahasia yang tidak di ketahui keluarga sang gadis,mari sama-sama kita ikuti alur cerita nya sampai ending.
bila ada salah kata dalam penulisan,penyusunan kata,tolong kasih saran ya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TEMPAT BARU AGNES
Kini tibalah Agnes di kampung asal Artnya,mereka di sambut baik oleh keluarga itu,Agnes cukup bahagia.
Walaupun sebenarnya sangat berat meninggalkan selama nya, rumah peninggalan orang tua nya,yang telalu banyak kenangan yang tidak bisa di lupakan Agnes,tapi dari pada harus ginggal di jalanan,ikut Artnya itu pilihan terbaik.beberapa hari berlalu Agnes sudah banyak melihat cara kerja orang di kampung itu.
Kadang Agnes sekali-kali turun tangan ikut mengerjakan pekerjaan rumah mantan Artnya,walaupun Mantan Artnya melarang untuk bekerja karena takut terjadi apa-apa dengan kandungan Agnes.
Di kampung itu juga terdapat sebuah perkebunan teh, yang menjadi mata pencaharian penduduk kampung sebagaian besar.
Termasuk keluarga Artnya juga ikut menjadi karyawan perkebunan itu,Agnes sering ikut untuk sekedar melihat-lihat berkebunan teh yang segar itu.
Saat sudah berada di rumah Agnes bertanya kepada mantan Artnya.
"Bik seperti bekerja di kebun teh,bukan pekerjaan yang berat ya bik,??"tanya Agnes sedikit penasaran.
"Memang tidak terlalu berat non, tapi kita sering mondar-mandir untuk mengangkut hasil yang sudak kita petik nanti nya"jawab bibik menjelaskan.
"Bik,Agnes bosan di rumah terus,Agnes boleh ya ikut Bantu-bantu memetik teh,Atau tidak Agnes mencalon jadi karyawan saja."ucap Agnes mencoba meyakin kan Mantan Art nya,Agar bisa bekerja di perkebunan teh juga.
"Non,Nanti non kecapean harus berdiri seharian memetik teh,itu bukan hal yang mudah walaupun tidak berat pekerjaan nya non,"
"Tapi Agnes bosan di rumah dan tidak melakukan Apa-apa."Agnes mencoba membujuk bibik nya.
"Ya sudah kalau non Bosan,non ikut saja ya dan tidak usah memetik,"
"Oke bik...!!!makasih.."ucap Agnes sambil memeluk mantan Art nya.
Di kediamana Panji,Panji selalu menunggu kabar tentang Agnes dari orang suruhan nya,untuk memberi kabar tentang keseharian Agnes dan apa saja yang di lakukan nya.
"Hallo...gimana,?? apa dia baik-baik saja.??dan saja yang di lakukan nya,Apa dia mengerjakan pekerjaan berat,??"itu yang selalu di tanyakan Panji kepada anak buah nya tentang Agnes.
"Dia baik-baik saja Tuan,dan hanya sa..."
"Hanya Apa,Apa yang terjadi,apa yang dia lakukan?? Apa kandungan nya baik-baik saja" tanya Panji memotong ucapan anak buah nya yang belum selesai di ucap kan,karena Panji yang tidak sabaran akan kabar Agnes yang sedang Hamil,Sikap kejam,dingin dan ketidak pedulian nya,sekarang sirna sudah,Panji sekarang seperti orang kehilangan jati diri,karena ulah nya sendiri.
"Tuan apa kami bisa menyelesaikan ucapan kami dulu," ucap anak buah nya yang mulai jengah dengan sikap Panji.
"Cepat kata kan jangan bertele-tele,"
"Nona Agnes baik-baik saja tuan,tapi setiap hari dia ikut mantan pembantu nya ke kebun teh dan kadang juga ikut bekerja tuan" ucap anak buah panji dengan nada cepat.
"Kurang *j*r kenapa dia harus menyulitkan anak ku"ucap Panji marah.
"Beli perkebunan teh itu segera,dan saya akan menuju kesana"Ucap Panji dan langsung memutuskan telpon nya,tanpa sempat anak buah nya berbicara lagi.
Di perkebunan itu Agnes bahagia,bisa melihat kebun teh yang luas dan hijau,yang tidak bisa dia lihat di kota tempat tinggal nya.
"Nak,kita akan hidup di kampung ini,dan tidak akan ada orang yang mengusik ketenagan kita lagi,kamu akan tumbuh sehat di sini sayang"Ucap Agnes sambil mengelus-ngelus perutnya yang masih nampak datar karena baru memasuki bulan kedua kehamilan nya.
Sa'at Agnes asik dengan lamunan nya tentang kehidupan kedepan bersama anak nya,ada beberapa karyawan kebun teh yang memetik teh dekat dengan Agnes,sambil berbincang-bincang.
"Apa kamu mendengar tadi desas-desus tentang perkebunan teh ini,kata nya akan di jual"
"Iya aku juga mendengarnya,gimana nasib kita ya,?? apa kita akan tetap di pekerjakan di sini,aku takut kita akan di ganti oleh orang lain!!"
"Semoga saja tidak,ini kan mata pencaharian penduduk kampung kita paling besar"jawab salah satu karyawan kebun teh itu.
"Iya semoga saja begitu,semua karyawan juga berharap begitu."
Agnes yang mendengar hanya diam saja dan juga sedikit berpikir,bagaimana dengan keluarga bibik nya kalau perkebunan ini di pindah alih kan,kalau sampai karyawan nya di ganti,bisa hilang mata pencaharian mereka sehari-hari.
Waktu sudah menunjukan jam istirahat siang dan karyawan-karyawan pun mulai berkumpul di tempat peristirahatan.
Tiba-tiba terdengar suara pengumuman tentang kedatangan Bos baru perkebunan teh tersebut.
Karena bibik dan Agnes berada di tempat istirahatan bagian paling belakang,jadi mereka tidak terlalu bisa melihat keadaan di depan.
para karyawan oun mulai sibuk berbisik-bisik kesana kemari,untuk membicarakan tentang ketampanan sang pemilik baru kebun teh tersebut.
Dan bos baru itu di persilakan untuk duduk dan memulai menyampaikan perkenalan nya kepada semua karyawan,Agnes masih sibuk dengan makanan nya.
dan tiba-tiba Agnes kaget dengan perkenalan bos baru itu,yang menyebut asal-usul dan namanya,dan Agnes juga sangat mengenali suara Panji, Dan membuat Agnes sedikit menajam kan penglihatan nya,guna memastikan seorang yang nama nya sama dengan Mantan bodyguard nya itu.
Seketika Agnes kaget melihat laki-laki yang baru saja di sanjung-sanjung oleh para karyawan itu,benar-benar Panji yang dia kira.
"Ya ampun, kenapa beneran dia,apa aku salah lihat,"ucap Agnes berusaha menyembunyikan diri nya di antara banyak nya karyawan di sana.
Melihat ekspresi nona nya,bibik oun ikut melihat ke arah suara dan tak kalah kaget dwngan Agnes.
"Non..."ucap bibik sambil menyentuh tangan Agnes
"Bik apa kita boleh keluar sekarang dari sini"ucap Agnes yang mulai tidak tenang dan matanya sedikit bekaca-kaca.
"Boleh non, tapi apa tidak ketahuan dan di lihat oleh Panji nantinya,karena hanya kita yang tiba-tiba berdiri saat dia menyampaikan salam perkenalan nya," ucap bibik membenarkan kejadian itu,kalau sampai terjadi,dan akan lebih mudah untuk seorang Panji menemukan Agnes.
Agnes pun menoleh kepada bibik dan memeluk nya,
"Iya bik,itu sangat benar,jadi kita harus menunggu sampai jam istrahat selesai baru kita bisa pergi"ucap Agnea dengan muka senduh nya.
"Iya non,tenanglah sebentar lagi ya,dan jangan menatap nya,"ucap bibik menenangkan Agnes,karena hanya bibik yang oaling tau kondisi Agnes sa'at ini.
Kini jam istirahat pun telah usai,karena tempat duduk Agnes paling belakang,memudahkan dia untuk keluar lebih dahulu,untuk menghindari kerumunan karyawan yang keluar dengan tergesa-gesa nanti nya.
Saat di luar,bibik berniat mengantar Agnes untuk pulang terlebih dahulu,tapi Agnes menolak nya dan ingin oulang sendiri saja,karena rumah tidak terlalu jauh dari perkebunan itu,apalagi Agnes sudah kenal betul jalan-jalan di kamoung itu.
"Bik Agnes pulang ya,"
"Beneran non gak mau bibik temenin"tanya bibik nya.
"Tidak usah bik, kan dekat,Agnes juga sudah kenal jalan dan daerah sini,kan jalan juga cukup rame,"ucap Agnes meyakin kan bibik nya,agar tidak khawatir akan diri nya pulang sendiri.
"Ya sudah,Non hati-hati di jalan nya ya,"
"Ya bik yakin deh sama Agnes"ucap Agnes dengan senyum nya,
Agnes pun pulang sendiri tanpa di antar oleh mantan Art nya,Agnes memang tidak takut karena banyak orang yang lalu-lalang di jalan perkebunan itu.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tpi bcanya nyicil ya..
semangat💪💪🤗